
Riana dan Hadi sedang duduk di depan rumah, mereka berdua sedang menunggu orang tua Riana, karena tadi ibunya Riana sudah menelpon Hadi kalau sebentar lagi akan datang. Tidak lama mobil orang tua Riana sampai di depan rumah. Aprilia dan Repahel langsung turun dari mobil. Riana yang melihat kedua orang tuanya, ia langsung lari ke arah mereka, lalu langsung memeluk ibunya. Aprilia juga membalas pelukan dari Riana sambil meneteskan air mata, ia tidak menyangka kalau putrinya adalah Gadis kecil yang pernah ia peluk setelah pernikahan Hadi, ia memang saat itu memeluk Riana sangat erat, seperti melepaskan rasa rindu yang bertahun-tahun terpendam, tapi ternyata perasaan itu benar adanya, ternyata putrinya adalah Gadis itu
" Mamah sangat merindukanmu kristiani."
" Aku juga sangat merindukan mamah."
Hingga tidak terasa, Riana langsung meneteskan air mata. Setelah beberapa menit, mereka langsung melepaskan pelukannya. Riana langsung memeluk Repahel. Rapahel juga langsung memeluk putrinya
" Papah sangat merindukanmu nak."
" Aku juga sangat merindukan papah."
Hadi yang melihat itu semua, ia hanya tersenyum, lalu ia langsung menyapa ibu mertuanya
" Apa kabar mah?"
" Mamah baik-baik saja Hadi."
Aprilia langsung memeluk menantunya, bahkan air matanya mengalir semakin deras, ia tidak menyangka kalau Hadi benar-benar menikahi putrinya. Janji di masa lalunya, ternyata benar-benar menjadi kenyataan. Dulu Hadi memang sudah mengatakan pada Aprilia dan Repahel bahwa suatu saat Hadi akan menikahi putrinya, kalau putrinya hingga dewasa tetap seperti dulu, tetap masih saling mencintai. Hadi dan Aprilia langsung melepaskan pelukannya
" Mamah tidak menyangka kalau ucapanmu benar adanya nak."
" Iya mah, ini semua sudah takdir."
Riana dan Repahel langsung melepaskan pelukannya. Rapahel langsung memeluk Hadi sekilas
" Apa kabar pah?"
" Baik nak, dan jauh lebih baik setelah papah mengetahui Gadis yang kau nikahi adalah Putri papah."
__ADS_1
Hadi hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari ayah mertuanya. Rapahel benar-benar sangat senang yang berlimpah, bukan hanya senang karena putrinya sudah di temukan, tapi ia juga sangat senang karena Hadi ternyata menikah dengan putrinya. Henny kelur dari dalam rumah
" Hadi, kau itu tidak sopan, kedua mertuamu sampai bukanya suruh masuk, itu kenapa masih saja berdiri di situ."
Hadi yang mendengar ocehan ibunya, ia hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
" Apa kabar Aprilia?"
" Baik Henny."
Aprilia dan Henny langsung berpelukan sekelas
" Ayo masuk."
Mereka hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu mereka langsung masuk ke dalam rumah itu. Mereka langsung duduk di sofa. Para pelayan langsung menyiapkan minuman dan cemelin di meja. Riana duduk sambil terus memegang tangan kiri ibunya, ia benar-benar sangat bahagia
" Mah, Koko kenapa tidak datang?"
" Oh, sebenarnya aku juga sangat merindukan Koko."
Wajah Riana langsung berubah menjadi sedih, karena Kaka nya tidak ikut kemari. Aprilia langsung mengelus pucuk kepala Riana
" Koko memang sangat sibuk sayang, nanti kapan-kapan Koko juga kesini, lalu bagaimana dengan rumah tanggamu?, apa sudah ada tanda-tanda kehamilan?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari ibunya, ia hanya bisa menghela nafas berat, lalu ia langsung menjawab dengan wajah polosnya
" Bagaimana aku ada tanda-tanda hamil, aku baru saja melakukannya dua kali dan baru juga dua hari."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya yang benar-benar jujur, ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia benar-benar malu, dan merasa tidak punya muka dengan jawaban istrinya
__ADS_1
" Kenapa kristiani benar-benar jujur, membuat aku malu saja." batin Hadi
Sementara para orang tua langsung tersenyum, setelah mendengar jawaban dari Riana, itu artinya mereka berdua memang sudah melakukan hubungan suami-istri, dan sebentar lagi mereka akan memiliki cucu
" Wah bagus dong, bentar lagi papah akan mendapatkan cucu, semangat untuk berjuang sayang, agar bisa cepat mendapatkan cucu."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Rapahel langsung melihat ke arah menantunya yang sesekali menutupi wajahnya, ia tau mungkin menantunya sangat malu dengan jawaban Riana
" Hadi, tidak perlu malu nak, papah dan mamah juga sudah melakukan itu, buktinya kami mendapatkan putri yang sangat cantik, jadi tetap semangat, kalau bisa sampai pagi, biar cepat jadi benih-benih."
Aprilia langsung mencubit lengan suaminya
" Papah itu apa-apaan sih, kenapa berbicaranya blak-blakan begitu?"
" Mereka bukan anak-anak lagi mah, mereka sudah menikah."
Sementara Hadi semakin di buat malu, dengan ucapan ayah mertuanya
" Kenapa berbicara tentang hal itu, benar-benar kurang kerjaan." batin Hadi
Henny hanya tersenyum, ia jarang-jarang melihat putranya yang kaku itu menjadi malu. Henny bersyukur banyak perubahan dalam kehidupan putra pertamanya, walaupun ia juga merasa tidak enak hati dengan putra keduanya, bagaimana pun juga putra keduanya pergi ke luar negeri hanya untuk melupakan Riana, jadi kebahagiaan itu benar-benar tidak sempurna
" Aldi, mamah harap kau bisa melupakan Riana. Riana adalah Kristiani, Gadis yang di cintai oleh kakamu sendiri, mamah tau kau tidak egois, untuk itu kau pergi untuk melupakannya, semoga kau bisa mendapatkan dambaan hatimu dengan gadis lain." batin Henny
Hingga tidak terasa air mata Henny langsung menetes, di satu sisi ia sangat bahagia karena Hadi dan Riana sudah melakukan hubungan layaknya suami-istri, tapi di satu sisi lagi, ia sangat sedih, karena harus jauh dengan putra keduanya. Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia tidak bisa berkata-kata lagi, wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus, ia benar-benar malu dengan ayah mertuanya yang berbicara belak-blakan, sementara Riana semakin tersenyum, setelah mendengar ucapan dari ayahnya, ia sangat senang dengan ucapan ayahnya, karena menurut ia, itu artinya kedua orang tuanya mendukung ia agar segera hamil. Sekarang memang tidak ada yang di pikirkan lagi selain ingin segera hamil, bahkan dendam dan kebencian terhadap Rehan, Riana sudah lupa akan hal itu, yang awalnya akan membalas dendam atas kematian ayah angkatnya, tapi kini lupa begitu saja, bahkan cita-cita nya sudah tidak ingin ia gapai lagi, ia hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Hadi, dan memberikan kebahagiaan untuk hadir, hanya itu yang selalu ada di pikiran Riana sekarang
" Aku sangat bahagia, kedua orang tuaku dan kedua mertuaku sangat mendukungku untuk segera hamil, apa lagi hubby juga sudah mengijinkanku untuk hamil, walaupun aku harus membuat rencana konyol kemarin, tapi setidaknya, aku bisa mendapatkan yang aku inginkan." batin Riana
...****************...
__ADS_1
...Hai apa kabar, mungkin masih ada yang menunggu cerita Author. Author mohon maaf karena jarang Up, Author up kalau lagi boring. Semoga masih tetap suka iya dengan cerita Author yang sudah ngilang berhari-hari...