
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, Riana masih diam membisu di lantai, dari tadi ia duduk di lantai, dari mantan kekasihnya pergi, ia hanya diam, bahkan ia juga belum mengganti seragam sekolahnya, ia tidak peduli dengan itu, apa lagi besok sudah mulai libur sekolah, karena ia akan naik ke kelas 3. Riana masih memiliki rasa bersalah terhadap mantan kekasihnya, karena mantan kekasihnya pergi, hanya untuk melupakan ia
" Aldi, seandainya waktu bisa di putar kembali, aku tidak ingin memiliki hubungan denganmu, andaikan saja dulu kita tidak memiliki hubungan, kau tidak akan pergi karena aku, maafkan aku Aldi, walaupun kau tidak menyalahkanku, tapi entah kenapa, aku masih merasa bersalah padamu. Aldi, sebenarnya aku bukan hanya menyakitimu, tapi karena keegoisanku, aku menyakiti banyak orang, menyakiti Yulia, menyakiti kau, dan menyakiti Hadi, aku begitu jahat, kenapa aku begitu egois."
Menurut Riana, dirinya sangat egois, demi untuk kebahagiaanya sendiri, ia menyakiti banyak orang. Setelah itu, Riana langsung menyimpan kotak yang di berikan Aldi di laci, bahkan suratnya juga, ia lipat lagi dan di letakkan di dalam kotaknya lagi, lalu ia langsung duduk di samping ranjang, ia menatap ke arah balkon kamar milik Aldi, rasa kecewa dari tadi siang, masih belum hilang. Hadi masuk ke dalam kamar, ia melihat istrinya yang masih menggunakan seragam sekolah, lalu ia langsung mendekati istrinya, hingga sampai di samping istrinya, tapi istrinya tidak menyadari kedatangannya. Hadi langsung menetap ke arah yang di lihat istrinya, istrinya melihat ke arah balkon milik adiknya, ia langsung memanggil istrinya
" Sayang."
Riana tidak mendengar panggilan dari suaminya, hatinya penuh dengan kekecewaan, kecewa terhadap diri sendiri, yang banyak menyakiti banyak orang. Hadi yang tidak mendengar jawaban dari Istrinya, ia langsung menatap wajah istrinya, wajahnya terlihat pucat, dan matanya sembab seperti habis menangis, lalu ia langsung memanggil istrinya sambil memegang bahu istrinya
" Sayang."
Riana yang mendengar panggilan dari suaminya, ia langsung melihat ke arah suaminya, lalu langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, kau sudah pulang?, maaf, aku tidak tau."
" Tidak apa-apa sayang, kenpa kau belum mengganti seragam sekolahmu?"
" Oh iya, aku sekarang akan mandi."
Riana langsung berdiri, saat ia akan melangkah, suaminya langsung memegang tangannya, lalu langsung memeluknya sangat erat. Hadi langsung bertanya pada istrinya, ia yakin istrinya tidak baik-baik saja
" Sayang, apa kau sedang ada masalah?"
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi yang melihat jawaban dari istrinya, ia terus memeluk istrinya, tapi tiba-tiba saja Hadi menyadari aroma parfum di baju seragam istrinya, itu adalah aroma parfum milik adiknya, dan tadi saat di bandara, saat ia memeluk adiknya, baju adiknya harum aroma parfum milik istrinya, bahkan adiknya juga habis menangis, membuat Hadi bertanya-tanya di dalam hatinya
" Ada hubungan apa sebenarnya kristiani dan adikku, kenpa adikku mendadak ingin kuliah ke Singapur, dan kenpa mereka memiliki aroma parfum satu sama lain, kalau mereka hanya menganggap adik ipar dan Kaka ipar, tidak mungkin mereka berdua sampai menangis, apa sebenarnya mereka memiliki hubungan selama ini, tapi tidak mungkin kristiani menghiantaiku, atau sebelum kenal denganku mereka sudah memiliki hubungan." batin Hadi
Riana langsung melepaskan pelukan dari suaminya, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
__ADS_1
" Hubby, aku mau mandi dulu."
" Tunggu, aku ingin bertanya sesuatu denganmu, apa kau."
Hadi langsung menghentikan ucapannya, ia bingung, haruskah ia tanyakan pada istrinya tentang aroma parfum itu, tapi kalau ia bertanya, itu sama saja seperti istrinya, bahkan ia juga kesal kalau istrinya curiga, tapi kalau ia tidak bertanya, ia tidak akan menemukan jawabannya, namen pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak bertanya
" Iya sudah, sayang mandi saja dulu."
" Baik hubby."
Riana bersyukur, suaminya tidak bertanya lagi, ia langsung berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi, ia takut kalau suaminya bertanya kenapa ia menangis. Setelah istrinya masuk ke dalam kamar mandi, Hadi langsung keluar dari kamarnya, ia langsung berjalan ke arah kamar asistennya, setelah sampai, ia langsung mengetuk pintu kamar asistennya
Tok-tok
Repan yang baru saja akan mandi, ia mendengar ketukan pintu, ia langsung berjalan ke arah pintu, ia langsung membuka pintu, lalu langsung bertanya pada tuan mudanya
" Tuan muda, apa kita mau pergi lagi?"
" Boleh tuan muda, silahkan masuk."
Hadi langsung masuk, ia langsung duduk di sofa. Repan juga langsung duduk di sofa, berhadapan dengan tuan mudanya. Hadi langsung bertanya
" Repan, apa kau hari ini sudah mengecek cctv?"
" Sudah tuan muda."
" Apa kau melihat nona muda dan tuan kecil berbicara layaknya seperti seorang yang sudah akrab?"
Repan yang mendapat pertanyaan, ia bingung tentang kondisi istri dari tuan mudanya, yang jelas, ia melihat tuan kecilnya masuk ke dalam kamar bersama nona Riana, lalu tuan kecilnya, keluar dari kamar itu, setelah sampai tangga, ia melihat tuan kecilnya meneteskan air mata
__ADS_1
" Apa yang harus aku jawab pada tuan muda, apa sebaiknya aku jujur saja, kalau dulu mereka pernah memiliki hubungan, tapi bagaimana nanti reaksi tuan muda, apa tuan muda akan marah pada mereka. Tuhan, kenapa jadi rumit seperti ini." batin Repan
Hadi yang belum mendengar jawaban, ia langsung bertanya lagi
" Apa kau menyembunyikan sesuatu?"
Setelah mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia memutuskan untuk jujur pada tuan mudanya, dari pada nanti tuan mudanya tau dari orang lain, lebih baik ia jujur tentang itu, dan ia juga sedikit berbohong, kalau ia baru mengetahui 5 hari yang lalu
" Tuan muda, sebelumnya saya minta maaf, jujur, dulu saya tidak tau, kalau mereka pernah memiliki hubungan, dan saya juga tau tentang itu, saat tuan muda pergi ke rumah ibu mertua tuan muda."
" Maksudmu, mereka pernah memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih?"
" Iya tuan muda, mereka memang menjalin hubungan, sebelum tuan Rendra meninggal, tapi saya juga belum tau jelas, kenapa mereka mengakhiri hubungannya."
" Tunggu dulu, saya masih belum mengerti dengan ucapanmu."
Hadi berpikir sejenak, lalu ia langsung bertanya
" Kapan mereka putus?"
" Mereka putus beberapa bulan yang lalu, kalau tidak salah, sepertinya saat tuan muda melamar nona Yulia, bukan'kah saat itu tuan muda menolong nona muda."
Hadi yang mendengar jawaban dari asistennya, akhirnya ia ingat, saat itu istrinya akan bunuh diri
" Iya, saya ingat, jadi pria yang minta putus pada Kristiani adalah adik saya, lalu kenapa tadi mereka sama-sama menangis, apa mereka berdua sama-sama masih memiliki perasaan?"
" Kalau tentang itu saya tidak tau tuan muda, yang jelas dulu mereka sama-sama masih saling mencintai, walaupun sudah putus."
Hadi yang mendengar jawaban dari asistennya, ia langsung meremas rambutnya dengan kasar, ia benar-benar sangat kecewa, kenyataan yang sangat berat, harus ia dengar dari mulut orang lain
__ADS_1
" Kristiani, kenapa kau tidak mengatakan kalau Aldi adalah pria yang kau cintai selama ini, tidak heran, kalau Aldi tau, tentang alergi Kristiani saat itu."