
Repan yang baru saja mengatakan itu, ia langsung menutup mulutnya sendiri, karena ia benar-benar keceplosan tentang itu, apa lagi setelah mendengar ucapan tuan mudanya, lalu ia memutuskan untuk berbicara pada tuan mudanya
" Tuan muda jangan salah paham, aku yakin mereka sudah tidak saling mencintai."
" Sudahlah Repan, aku pergi dulu."
Hadi langsung keluar dari kamar Repan, ia langsung mengambil kunci mobil, lalu langsung pergi keluar, setelah di mobil, ia langsung melajukukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sambil berbicara
" Kristiani, kenapa kau tidak jujur padaku, kalau kau masih mencintai adikku, kenapa aku seperti pria bodoh! Kenapa kristiani!"
Hadi langsung menghentikan mobilnya di jalan yang sepi, ia langsung memukul-mukul setirnya, rasanya sangat kecewa, ia seperti tidak pernah di hargai oleh Istrinya, lalu ia ingat tentang adiknya yang pergi ke Singapura
" Apa jangan-jangan mereka masih memiliki hubungan, hingga Aldi memilih untuk pergi, karena tidak ingin menyakitiku, ah benar-benar bodoh."
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, Hadi memutuskan untuk ke club malam, ia langsung melajukukan mobil itu ke arah club malam. Setelah sampai, Hadi langsung duduk, ia langsung memesan wine, setelah pesanannya sampai, ia langsung meminumnya seperti kerasukan, begitu banyak yang ia minum, banyak orang yang menatap ke arahnya, karena bagaimana pun juga, seluruh kota juga tau kalau ia adalah seorang CEO muda, bahkan banyak wanita yang merayunya, tapi Hadi tidak mempedulikannya, tidak ada suara sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, Hadi hanya memperingati wanita-wanita itu cukup dengan tatapan tajam. Setelah di tatap dengan tatapan tajam, semua wanita juga tidak ingin mendekati Hadi, bahkan mereka bergidik ngeri dengan tatapannya. Tiba-tiba ponsel Hadi bergetar
Dret....dret....
Hadi langsung mengambil ponselnya, ia langsung melihat siapa yang menelponnya, ternyata itu istrinya. Hadi langsung menonaktifkan ponselnya, ia benar-benar kecewa dengan Istrinya, lalu ia langsung melanjutkan minum lagi, bahkan ini pertama kalinya Hadi minum di club malam, dulu juga pernah datang ke sini, itu karena menjemput adiknya yang mabuk, tapi kali ini, ia yang mabuk, ia sangat tidak bisa menerima kenyataan, kalau Gadis yang ia cintai ternyata mencintai adiknya
" Kristiani, seandainya kau jujur dari awal, aku akan mundur dari pernikahan ini, seandainya kau bilang, bahwa kau mencintai adikku, aku tidak akan terlalu kecewa, aku sadar, aku juga pernah menghiantaimu, aku tidak setia padamu, tapi bukan berarti aku mencintai Yulia, tapi kau, bahkan kau mencintai adikku, aku masih mengingat betul kejadian itu, dimana kau ingin bunuh diri karena adikku. Kristiani, seharusnya kau bilang bahwa kalian berdua saling mencintai, bukan berkorban hanya untuk aku, percuma aku memilikimu seutuhnya, tapi tidak dengan hatimu. Aldi, kenapa kau tidak bilang pada Koko, kalau gadis yang kau cintai adalah Kristiani, kenapa kau memilih pergi dari kehidupannya, dan memilih melanjutkan kuliah di Singapur, kalian berdua benar-benar kejam, lebih kejam dari pembunuhan berantai, dia akan menujukan sifat aslinya, tapi kalian berdua, menutupi sifat aslinya dengan topeng. Kristiani, Aldi, aku sangat kecewa dengan kalian berdua." batin Hadi
Hadi terus saja berbicara di dalam hatinya, sambil terus meminum wine, tidak peduli dengan kesehatannya, hatinya benar-benar sakit, bahkan wine tidak bisa membuat ia lupa dengan istri dan adiknya, tapi semakin membuat ia kecewa
...****************...
Riana di kamar mondar-mandir dari tadi, ponsel suaminya sudah tidak aktif, ia tidak tau harus bagaimana, dari sore ia tidak keluar kamar, ia males bertemu dengan kedua mertuanya, karena mata ia sembab, ia takut di tanya-tanya, untuk itu ia menelpon suaminya, entah kenapa perasaanya sangat kuatir
__ADS_1
" Hubby, sebenarnya kau kemana?, apa ada miteeng mendadak lagi, hingga pergi tidak bilang, atau hubby di ruang tamu, sedang ngobrol dengan Tania, tapi tidak mungkin, kalau ngobrol dengan Tania, mana mungkin hubby menonaktifkan ponselnya, pasti ada miteeng, tapi kenapa perasaan sangat kuatir, sudahlah, aku kebawah saja."
Mau tidak mau Riana memutuskan untuk keluar kamarnya, ia sangat kuatir dengan suaminya. Riana langsung berjalan keluar, hingga ia sampai di ruang tamu, di ruang tamu hanya ada ibu mertuanya dan Tania, ia langsung menyapa mereka
" Malam mah, malam Tania."
" Malam juga."
" Malam juga sayang, eh sudah tau, kalau yang duduk sama mamah namanya Tania."
Riana yang mendapat jawaban dari ibu mertuanya, ia lupa, kalau ia sudah tau nama Gadis itu, untuk itu memutuskan berbohong kalau ia tau dari suaminya
" Iya mah, tadi hubby sudah bilang."
" Oh pantesan, Tania, ini kenalin, dia Kristiani, istrinya Hadi."
" Tania."
" Kristiani."
Mereka langsung melepaskan uluran tangannya. Riana langsung bertanya suaminya
" Mah, hubby kemana?"
" Memangnya tidak ada di kamar sayang?, dari jam setengah 8, Mamah tidak melihat suamimu di sini, hanya melihat Repan saja yang baru pulang dari rumah pacarnya."
Riana yang mendengar jawaban dari ibu mertuanya, ia tidak berbicara lagi, ia langsung lari ke arah kamar Repan, hingga ia sampai di depan kamar Repan, setelah di depan kamar, ia langsung mengetuk pintu, sambil teriak
__ADS_1
Tok-tok
" Pak Repan!"
Repan yang mendengar teriakkan dari luar, ia langsung buru-buru membuka pintu, lalu ia langsung bertanya pada nona mudanya
" Nona muda, ada apa?"
" Pak, Hadi kemana?, kenapa nomer ponselnya tidak aktif?, saya sangat kuatir."
" Saya juga tidak tau nona muda."
Setelah mendengar jawaban dari Repan, mata Riana mulai berkaca-kaca, ia langsung terduduk di lantai, entah apa yang ada dalam pikirannya, ia juga tidak tau, yang jelas sekarang ia memiliki rasa kuatir dan rasa sangat bersalah, tapi ia juga tidak tau kenapa. Repan yang melihat nona mudanya terduduk, ia langsung ikut duduk, lalu langsung berbicara
" Nona muda tenang, saya akan melacak lokasi terakhir tuan muda, lebih baik nona muda istirahat saja."
Repan langsung menyuruh nona mudanya untuk istrihat, karena ia melihat nona mudanya juga pasti sedang tidak baik-baik saja. Riana langsung memegang tangan kanan Repan
" Pak, tolong temukan Hadi, aku sangat kuatir."
" Iya nona muda."
Repan langsung membantu nona mudanya untuk berdiri. Setelah itu Repan langsung masuk ke dalam kamarnya, ia langsung mencari lokasi terakhir tuan mudanya melalui komputer. Riana juga ikut masuk ke dalam kamar Repan, ia hanya melihat Repan yang sibuk mencari lokasi. Setelah sekitar 15 menit, Repan menemukan tempat terakhir tuan mudanya, yaitu ada di sebuah club malam, ia sedikit terkejut saat melihat lokasi tuan mudanya, apa lagi Repan tau, tuan mudanya tidak pernah pergi ke club malam
" Nona muda, tuan muda ada di club malam, saya akan ke sana."
" Saya ikut pak."
__ADS_1