Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 109. Pingsan


__ADS_3

Setelah suaminya masuk ke dalam ruangan kerjanya, Riana langsung menangis tersedu-sedu, ia langsung merebahkan tubuhnya di lantai, menutup wajahnya memakai pergelangan tangan, ia tidak tau bagaimana caranya agar menghilangkan rasa cintanya, ia tidak tau, sanggupkah ia hidup tanpa pria yang ia cintai. Setelah sekitar 10 menit menangis tersedu-sedu, ia merasa sudah lebih baik, beban berat yang menindih dadanya, mulai bisa menerima, ia juga tidak ingin suaminya melakukan hal yang sama. Setelah itu Riana ingat, kalau suaminya belum mengobati lukanya, ia langsung berdiri, lalu langsung mengambil kotak p3k, lalu langsung berjalan ke arah ruangan kerja suaminya, ia langsung mengetuk pintu


Tok-tok


Riana menunggu beberapa saat, tapi dari dalam tidak ada jawaban, ia memutuskan untuk mengetuk pintu lagi


Tok-tok


Tapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam, Riana langsung membuka pintunya, tapi ternyata pintunya di kunci dari dalam, ia langsung teriak memanggil suaminya


" Hubby! Tolong buka pintunya."


Tapi tidak ada jawaban dari dalam, ia langsung memanggil suaminya lagi


" Hubby, tolong buka pintunya, jangan buat aku kuatir."


Lagi-lagi tidak ada jawaban dari suaminya, membuat Riana semakin kuatir, ia meletakkan kotak p3k itu di depan pintu, lalu ia langsung keluar dari kamarnya, ia langsung bertanya pada pelayan yang berdiri di depan pintu kamarnya


" BI, kunci serep ruangan kerja tuan muda siapa yang pegang?"


" Hanya tuan Repan yang memegang kunci serep ruangan kerja tuan muda, nona muda."


" Oh baik, terimakasih."


" Sama-sama nona muda."


Riana langsung menuruni tangga, setelah di depan kamar Repan, ia langsung melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 00.21 WIB, membuat Riana menghela nafas panjang, lalu ia langsung mengetuk pintu kamar Repan, ia berharap Repan belum tidur


Tok-tok

__ADS_1


Setelah beberapa saat tidak ada jawaban, ia langsung mengetuk pintu lagi


Tok-tok


Repan yang baru saja tidur, ia mendengar suara ketukan pintu, ia langsung berjalan ke arah kamar dengan telanjang dada, ia langsung membuka pintu. Riana yang melihat Repan telanjang dada, ia langsung teriak


"Aaaaaah.....!


Repan langsung membekap mulut nona mudanya, karena ia takut membangunkan orang seisi rumah itu, apa lagi sekarang sudah sangat larut, sudah terasa sangat sunyi, dan itu membuat teriakan terdengar kemana-mana


Riana yang di bekep mulutnya, ia mulai hilang keseimbangan, ia langsung pingsan, apa lagi ia sudah sangat lelah, dari tadi menangis. Repan yang melihat tubuh nona mudanya mulai lemas dan akan terjatuh, ia langsung menyanggah tubuh mungil nona mudanya, ia langsung duduk di lantai, lalu langsung membangunkan nona mudanya sambil menepuk pipi nona mudanya dengan pelan-pelan


" Nona muda, nona muda bangun, nona muda."


Repan yang melihat nona mudanya tidak bangun, ia sangat cemas, entah kenapa, ia juga sangat bingung, jelas-jelas tadi ia membekap mulutnya masih ada kelonggaran di mulutnya, tapi membuat nona mudanya pingsan. Repan memandangi wajah nona mudanya sesaat, di wajahnya banyak sisa air mata, akhirnya ia tidak heran kalau nona mudanya hingga pingsan, pasti nona mudanya sangat kelelahan. Repan langsung mengangkat tubuh nona mudanya, ia langsung menaikan tangga untuk menuju ke kamar tuan mudanya, entah ada apa sampai nona mudanya membangun ia tengah malam begini. Setelah Repan sampai di depan kamar tuan mudanya, pelayan itu langsung bertanya


" Nona muda, kenpa tuan Repan?"


Pelayan itu hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu langsung membuka pintu kamar tuan mudanya. Repan langsung masuk, ia langsung membaringkan tubuh nona mudanya, lalu langsung menyelimuti tubuh nona mudanya. Setelah itu Repan langsung melihat ke sekelilingnya, di situ tidak ada tuan mudanya, tapi ada darah di lantai, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia yakin tadi tuan mudanya tidak menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin, lalu ia langsung melihat ke arah nona mudanya lagi


" Nona muda, maafkan saya, seharusnya saya bisa menjaga rahasia tentangmu dan tuan kecil, mungkin semuanya tidak akan seperti ini." batin Repan


Repan benar-benar merasa bersalah, seandainya saja ia tidak mengatakan kalau nona mudanya pernah memiliki hubungan dengan tuan kecil, mungkin masalahnya tidak akan serumit ini, tapi jika tidak jujur, ia juga takut tuan mudanya mencari tau sendiri, membuat ia serba salah, lalu Repan mengambil kotak p3k itu yang terletak di pintu ruangan kerja tuan mudanya, ia langsung meletakkan di meja laci, lalu langsung mengetuk pintu


Tok-tok


Setelah beberapa saat tidak ada jawaban, Repan langsung keluar dari kamar itu, ia memutuskan untuk memakai baju terlebih dahulu, ia takut kalau nona mudanya sadar, lalu menjerit lagi. Setelah di kamar, Repan memakai baju, lalu langsung mengambil kunci serep, ia juga takut kalau tuan mudanya kenapa-kenapa, apa lagi di lantai kamar tuan mudanya banyak darah, ia langsung berjalan lagi ke kamar tuan mudanya, setelah di kamar ia langsung mengetuk pintu lagi sambil berbicara


Tok-tok

__ADS_1


" Tuan muda, apa tuan muda baik-baik saja?"


Tidak ada jawaban dari dalam ruangan kerjanya, Repan memutuskan memberi tau tentang nona mudanya, ia yakin tuan mudanya akan membuka pintu, kalau sampai tidak membuka pintu, tidak ada cara lain, ia akan membuka pintu sendiri


" Tuan muda, tolong buka pintunya, nona muda pingsan! Tuan muda."


Repan baru saja akan memasukkan kunci, tapi tiba-tiba tuan mudanya sudah membuka pintu, Repan melihat wajah tuan mudanya sangat pucat, ia langsung bertanya pada tuan mudanya


" Tuan muda, apa kau baik-baik saja?"


Hadi tidak menjawab pertanyaan dari asistennya, ia langsung bertanya tentang istrinya


" Kristiani kenapa bisa pingsan?"


Repan yang mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia hanya bisa menghela nafas berat, Jelas-jelas tuan mudanya itu tidak baik-baik saja, tapi tuan mudanya lebih kuatir pada istrinya, lalu Repan langsung menjelaskan tentang nona mudanya, iya yakin ucapanya itu benar


" Sepertinya nona muda ingin mengobati luka tuan muda, tadi kotak p3k nya nona muda letekan di depan pintu, dan tadi juga nona muda mengetuk pintu kamar saya, mungkin nona muda akan meminta kunci serep, tapi saat saya buka pintu, tiba-tiba nona muda pingsan."


Repan memutuskan berbohong, kalau ia tadi membekap mulut nona mudanya, lagian ia membekep mulutnya tidak terlalu kencang, tapi entah kenapa nona mudanya tiba-tiba pingsan. Hadi langsung melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 00. 55 WIB, ia langsung menghela nafas berat, lalu ia langsung bertanya pada asistennya


" Repan, kira-kira jam segini apa ada dokter yang belum tidur?"


" Sepertinya sudah tidur tuan muda, tapi percayalah nona muda akan baik-baik saja, kalau saya lihat dari wajahnya, nona muda sangat kekalahan."


" Baiklah."


" Tuan muda, biar luka di tanganmu saya yang mengobatinya."


" Tidak perlu, kau lebih baik lanjutkan tidur, saya bisa mengobati sendiri, Terimakasih."

__ADS_1


" Sama-sama tuan muda."


Repan langsung keluar dari kamar tuan mudanya


__ADS_2