
Setelah makanan datang, mereka berdua langsung makan, senyuman keduanya tidak pernah pudar, terlebih lagi Riana, ia sangat senang karena sahabatnya mau membantunya, nanti juga suaminya akan marah-marah setelah di rumah, ia juga lelah jika terus saja mengalah, apa-apa selalu di batasi, hingga ingin punya anak saja salah, minta maaf hanya sibuk dengan kerjaan, tanpa di gubris sama sekali, sekalinya berbicara sangat emosi, sibuk dengan kerjaan, dan ingin punya anak di larang, suruh minum KB, betapa banyak aturannya menikah dengan pria yang lebih seperti kanak-kanakan. Setelah selesai makan, Riana langsung berpamitan untuk pergi ke toilet
" Andre, aku ke toilet dulu iya."
" Mau aku temenin?"
" Aku itu perempuan Dre, bukan seorang pria."
Andre hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana langsung pergi ke toilet. Hadi yang sudah tidak ada istrinya, ia langsung berbicara pada Andre
" Jauhi istri saya, dan jangan pernah berharap bisa bersama istri saya!"
" Santai dong om, tidak perlu emosi seperti itu, aku tau om adalah suaminya Riana, tapi betapa menyedihkannya tidak di perkenalkan sebagai suami di depanku, itu artinya Riana masih sama, masih tetap mencintaiku."
" Brengsek! Jangan pernah mengganggu istri orang, kenapa kau tidak mencari Gadis yang masih belum di sentuh, kenapa kau mencintai Gadis yang sudah pernah tidur dengan suaminya."
" Aku tau om, maksud Om, Riana sudah melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tapi aku tidak peduli, keperawanan bukanlah segalanya, selama aku bisa bersama Riana, itu tidak apa-apa."
Entahlah, Andre tidak mengerti kenapa Riana meminta ia untuk membuat suaminya cemburu, Andre juga tidak mengerti pernikahan apa yang di alami sahabatnya, hingga meminta ia agar membuat suaminya cemburu, yang jelas Andre hanya menuruti keinginan sahabat kecilnya itu, dengan memainkan peranannya seperti tergila-gila pada sahabat kecilnya. Hadi yang mendengar jawaban dari Andre, ia langsung mengepalkan tangannya, lalu langsung berdiri, ia ingin memukul pria kurang ajar di hadapannya itu, tapi belum juga Hadi memukul Andre, Riana sudah sampai di tempat mereka duduk
" Bi, mau kemana?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung mengontrol emosinya, lalu langsung bersikap biasa saja, ia hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, setelah itu ia duduk lagi. Andre yang melihat Hadi langsung duduk lagi, ia langsung berbicara di dalam hatinya sambil tersenyum di bibirnya
" Ternyata pria ini bucin sama Riana, bisa-bisanya Riana bisa membuat pria ini tidak bisa memukulku hanya dengan pertanyaan, hebat sekali sahabat kecilku ini." batin Andre
__ADS_1
Riana langsung duduk lagi, ia tau suaminya pasti emosi pada Andre, dan mungkin kalau ia datang tidak tepat waktu, Andre sudah mendapatkan bogem dari suaminya. Riana memutuskan untuk pulang, ia tau suaminya sangat sibuk
" Andre, aku pulang dulu, karena pria di sampingku sangat sibuk."
" Oh iya calon istri, kita bisa bertemu lagi kapan-kapan, dan sekalian juga nanti aku ajak ke rumah, katanya mamah merindukanmu."
" Iya Andre."
Hadi hanya bisa menghela nafas berat, bisa-bisanya istrinya itu mengatakan pria di sampingku, istrinya tidak mengatakan suamiku, benar-benar keterlaluan menurut Hadi. Andre dan Riana langsung berdiri, termasuk Hadi. Andre langsung mengelus pucuk kepala Riana sambil berbicara
" Hati-hati iya calon istriku."
" Iya Andre, kau juga hati-hati, jangan lupa bilang sama Tante, aku juga sangat merindukan Tante."
" Aku pasti bilang sama mamah, dan aku juga bilang kalau kau sekarang tambah cantik, dan aku juga akan bilang untuk segera melamarmu."
" Calon istri, nomer kontakmu mana?, agar aku mudah menghubungimu."
" Maaf Andre, ponselku di sita sama pria di sampingku, jadi aku tidak bisa memberikan nomer kontakku, yang ada nanti pria di sampingku yang mengangkat telpon darimu, oh iya, nomer kontakmu saja, nanti aku bisa menghubungimu memakai telpon rumah."
" Baiklah calon istri."
Andre langsung menyebutkan nomer kontak miliknya. Riana yang di sebutkan nomer kontak milik Andre, ia hapal dalam sekali ucapan saja, bagaimana pun juga ia adalah gadis yang cerdas
" Nanti aku akan menghubungimu."
__ADS_1
" Baiklah, aku tunggu calon istri."
Riana dan Hadi langsung pulang. Setelah di mobil tidak ada pembicaraan sama sekali, hanya musik yang mengiringi perjalanan mereka berdua. Hadi menyetir sambil sesekali melihat ke arah istrinya yang hanya menatap lurus ke depan, entah apa yang istrinya pikiran, istrinya sesekali tersenyum. Hadi beruntung bukan Mila yang mengantarkan pergi ke moll, kalau sampai Mila, mungkin ia tidak akan pernah tau kalau istrinya nanti akan bertemu lagi dengan pria itu. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di rumah. Hadi mengangkat belanjaan istrinya dari mobil, sementara Riana, ia langsung berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya. Hadi yang melihat istrinya berjalan lebih dulu, ia lagi-lagi hanya bisa menghela nafas berat. Setelah Hadi dan Riana di kamar. Hadi langsung meletakkan belanjaan itu di bawah meja rias istrinya. Riana langsung membereskan barang-barangnya. Hadi yang melihat istrinya tidak berniat menjelaskan tentang pria itu, ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa kau tidak akan menjelaskan sesuatu padaku?"
" Menjelaskan tentang apa Hubby, memangnya ada yang aku sembunyikan?, setahuku tidak menyembunyikan apa-apa."
Riana menjawab pertanyaan dari suaminya, tanpa melihat ke arah suaminya, tangannya masih sibuk menyusun barang-barangnya. Hadi yang melihat istrinya tidak melihat ke arahnya, ia langsung bertanya lagi
" Apa kau memiliki perasaan padanya?"
" Kalau aku memiliki perasaan dengan Andre kenapa?, dan kalau aku aku tidak memiliki perasaan dengan Andre juga kenapa?"
" Ingat, kau itu masih sah istriku, bisa-bisanya kau mau menerima lamaran pria itu, dan satu lagi, apa kau yakin pria itu mencintaimu jika tau kau sudah pernah menikah?"
" Hubby, Andre itu pria baik-baik, walaupun aku sudah pernah menikah, aku yakin dia akan tetap menerimaku."
Hadi langsung menarik tangan istrinya, agar mereka saling menatap mata, lalu ia langsung bertanya lagi pada istrinya
" Apa alasanmu mencintai dia?, dan katakan kurangku di mana?, jelas-jelas kemarin kau sudah siap menjadi istri yang baik, tapi setelah datang pria itu, kau lupa ucapanmu sendiri!"
" Karena dia lebih mengerti aku, dia tidak akan melarang apapun, termasuk punya anak, tidak seperti dirimu yang banyak sekali larangan, aku memang tidak mencintai dia, tapi aku memilih kebebasan, dia mampu memberikan aku kebebasan, jadi jangan salahkan aku, jika suatu saat berubah."
Setelah mendengar ucapan dari istrinya, Hadi tidak berbicara lagi dengan istrinya, ia benar-benar sangat emosi, bisa-bisanya istrinya membanding-bandingkan ia dengan pria kemarin sore
__ADS_1
.