Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 89.


__ADS_3

Hadi masih terus melihat ke wajah istrinya sambil memikirkan hal itu, ia masih bingung harus melanjutkan atau tidak. Setelah sekitar satu menit, Hadi memutuskan untuk menghentikan permainannya, ia tidak ingin melewati batas, ia langsung menarik selimut, lalu langsung menutupi seluruh tubuh istrinya, setelah itu ia langsung turun dari ranjang. Riana yang merasa di selimuti, ia langsung membuka mata, ia langsung melihat ke arah suaminya yang sudah akan melangkahkan kakinya, ia langsung bertanya pada suaminya


" Hubby mau kemana?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung menjawab pertanyaan dari istrinya tanpa membalikkan badan


" Aku akan mencuci muka, tidurlah lebih dulu, aku akan melanjutkan pekerjaanku."


" Tapi."


" Tidak ada kata tapi, tidurlah, jangan membantah, ingat, kau harus menurut apa kata suamimu."


Setelah mengatakan itu Hadi langsung berjalan ke arah kamar mandi. Sementara Riana hanya di buat bengong oleh ucapan suaminya, setelah beberapa menit, ia pun langsung berdecik kesal

__ADS_1


" Apa tidak bisa mengerti istrimu sedikit saja, aku sudah mulai menikmati permainanmu, tapi tiba-tiba kau menghentikan permainan itu begitu saja, dasar pria brengsek, kau selalu saja mementingkan pekerjaan!"


Riana langsung menarik selimutnya untuk menutupi kepalanya, ia merasakan kesal dan kecewa atas perlakuan dari suaminya, suaminya yang mencium ia lebih dulu, dan membuat ia menikmati permainannya, tapi tiba-tiba suaminya menghentikan permainan itu dengan seenaknya. Setelah di dalam kamar mandi, Hadi langsung mencuci mukanya dengan kasar, sambil merutuki kebodohannya


" Hadi, kau benar-benar gila, apa yang ada di dalam pikiranmu, hingga kau hampir saja melakukan itu pada Gadis kecil, ingat, kristiani masih berusia 17 tahun, kau tidak boleh melakukan hal itu."


Setelah selsai cuci muka, Hadi langsung menatap wajahnya di cermin, sambil mengingat istrinya yang memejamkan mata tadi, mungkin istrinya juga menikmati permainan dari ia, mungkin istrinya juga sudah siap, karena tidak ada penolakan dari istrinya, tapi tetap saja, bagi Hadi, istrinya hanyalah Gadis kecil. Setelah beberapa menit, Hadi langsung keluar dari kamar mandi, hingga ia sampai di depan ranjang, ia melihat istrinya yang menutupi seluruh tubuhnya, lalu ia langsung menghela nafas berat, ia tau istrinya sangat kecewa padanya, tapi kalau ia lakukan hal itu, ia takut istrinya merasakan sakit, apa lagi dulu ia mengingat saat anak dari pratner kerjanya yang menikah muda, di malam pertamanya, tiba-tiba Gadis itu pendarahan yang sangat hebat, hingga harus di larikan ke rumah sakit, tapi Hadi juga tidak tau alasannya, kebetulan ia hanya 30 menit saja di situ, karena ia hanya membahas pekerjaan dengan Ayah dari pengantin itu, dan itu membuat Hadi tidak berani melakukan hal yang lebih pada istrinya, lalu Hadi langsung berjalan ke arah sofa, hingga ia sampai, ia langsung membuka laptopnya lagi, lalu langsung melanjutkan pekerjaannya, tapi lagi-lagi ia salah mengetik, dan pikirannya terus teringat saat istrinya memejamkan mata, apa lagi saat istrinya menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala, membuat ia merasa sangat bersalah pada istrinya, lalu ia langsung berdecik kesal


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung mengusap wajahnya dengan kasar, lalu langsung menutup laptopnya, setelah menutup laptopnya, ia langsung melihat ke arah ranjang, ia hanya bisa menghela nafas berat, saat melihat istrinya yang masih menutupi kepalanya dengan selimut. Riana memang masih belum tidur, bahkan ia tidak bisa tidur, ia terus memikirkan hal yang tadi, apa lagi saat suaminya membuka seluruh kancing baju tidurnya, ia sudah pasrah, dan menginginkan lebih dari ciuman, tapi semua itu hanya keinginannya sepihak, bahkan suaminya sama sekali tidak menginginkan hal itu, membuat ia masih kesal dan malu, kesal karena ia sudah pasrah, dan malu karena ia sudah memejamkan mata, ia sudah menikmati permainan dari suaminya, tapi pada akhirnya ia hanya mendapatkan kekecewaan. Setelah terus menatap istrinya, Hadi memutuskan untuk tidur, ia percuma melanjutkan pekerjaan juga, tetap tidak akan benar, karena pikirannya terus saja memikirkan hal tadi. Hadi langsung berjalan ke arah ranjang, hingga ia sampai di samping ranjang, ia langsung naik ke atas ranjang dengan pelan-pelan, ia pikir istrinya sudah tidur, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya di samping istrinya, ia langsung menatap ke arah wajah istrinya yang masih di tutupi dengan selimut. Hadi langsung membuka selimut itu dengan perlahan-lahan. Riana merasa ada yang menarik selimut di wajahnya dengan perlahan-lahan, ia langsung memejamkan mata, ia tidak ingin melihat wajah suaminya, ia sangat malu dengan suaminya, karena mengingat kejadian tadi, dan ia juga tidak ingin suaminya bertanya, kenpa ia belum tidur. Setelah membuka selimut dari kepala istrinya, Hadi langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu ia langsung berbicara pada istrinya


" Good night dear."


Setelah mengatakan itu, Hadi hanya tersenyum menatap wajah istrinya. Riana yang mendengar ucapan selamat tidur dari suaminya, hatinya merasa dingin, sedingin istana salju, yang awalnya kesal dan kecewa, tapi hilang seketika, setelah suaminya mengucapkan selamat tidur padanya, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya

__ADS_1


" Good night too dear." batin Riana


Setelah mengatakan itu, Riana langsung berbicara lagi di dalam hatinya


" Sangat aneh, kenpa aku jadi ikutan panggil hubby dengan panggilan sayang, sudahlah, lagian juga aku berbicara di dalam hati." batin Riana


Hadi terus menatap wajah istrinya, bahkan ia masih belum bisa tidur, andaikan saja ia bisa menyelesaikan pekerjaannya, ia tidak akan seperti pria bodoh yang terus menatap istrinya, tapi karena pikirannya tidak bisa fokus dengan pekerjaan, membuat ia hanya bisa diam, Kalau pun ia melanjutkan pekerjaannya, pekerjaan itu akan semakin berantakan. Setelah sekitar 20 menit,menatap istrinya, Hadi memutuskan untuk tidur, apa lagi besok ia juga harus mengantar istrinya ke sekolah, setelah itu baru ia pergi ke kantor, hingga Hadi pun terlelap. Setelah sekitar 1 jam tidak ada gerakan dari suaminya, Riana langsung membuka mata, lalu ia langsung menatap ke wajah suaminya, setelah itu ia langsung berbicara pelan


" Hubby, setiap aku melihat kau bekerja, rasanya hatiku sangat lelah, lelah melihatmu yang selalu sibuk, sedangkan aku, aku tidak bisa membantu apa-apa untukmu, tapi setiap kali melihatmu tertidur pulas, hatiku sangat sejuk, dan sangat tenang, seperti air laut yang tertutup oleh angin."


Setelah mengetakan itu, Riana langsung mencium kening suaminya, lalu langsung menatap wajah suaminya lagi sambil tersenyum. Setelah sekitar 10 menit Riana menatap wajah suaminya, ia langsung memutuskan untuk tidur. Riana langsung memeluk suaminya, dengan kepala yang ia sembunyikan di dada bidang milik suaminya, karena suaminya tidur dengan posisi miring menghadap ke arah Riana. Hadi merasa ada yang memeluk, ia pun terbangun, ia hampir saja menghempaskan pelukan dari istrinya, karena ia lupa, kalau ia satu ranjang dengan isterinya, tapi baru saja ia memegang tubuh istrinya, ia langsung membuka mata, ternyata yang memeluknya adalah istrinya


" Iya ampun, aku benar-benar lupa,tapi bersyukur aku belum menghempaskan pelukan dari kristiani." batin Hadi

__ADS_1


__ADS_2