
Repan hari ini tidak menjaga Riana, karena hari ini tuan mudanya juga libur, jadi ia memutuskan untuk pergi menemui Yulia, bahkan Repan dan Yulia sudah berjanji akan bertemu di rumah makan biasa, yang selalu mereka makan berdua saat Yulia masih menjalin hubungan bersama tuan mudanya, bahkan Repan juga sudah memesan makanan dan jus agar Yulia datang, langsung makan. Senyuman Repan mengambang saat melihat Yulia yang sedang berjalan ke arahnya. Repan langsung berdiri saat Yulia sudah di depan mejanya untuk menyapa Yulia
" Selamat sore nona Yulia, apa kabar?"
" Sore juga Repan, aku baik-baik saja, kalau kau bagai mana?"
Yulia langsung menarik kursi, lalu ia langsung duduk
" Baik juga nona. Nona, apa butuh sesutu yang lain?"
" Tidak perlu, ini sudah cukup ko, terima kasih Repan, sudah memesan makanan."
" Iya nona, ayo kita makan."
" Baiklah, Repan panggil aku Yulia saja, aku sama sekali bukan bosmu."
" Iya Yulia."
Setelah mengatakan itu, mereka berdua langsung makan tanpa ada suara, hanya ada suara dentingan sendok saja, dan sesekali Yulian, mau pun Repan selalu saling melirik sambil tersenyum
__ADS_1
" Perasaan aku Repan semakin ke sini semakin tampan, setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu dengannya, oh Yulia, apa yang kau pikirkan, ingat, Repan hanya menganggapmu sebagai sabatmu dari dulu, dari saat kau masih memiliki hubungan bersama Hadi. Repan hanyalah pria yang mendengar keluh kesahmu dulu." batin Yulia
Yulia memperingatkan dirinya sendiri, kalau Repan adalah sahabatnya, dan ia juga tidak tau kenapa ia melihat Repan semakin tampan. Termasuk Repan yang sibuk juga dengan pikirannya
" Ternyata nona Yulia semakin cantik, semenjak karirnya di kenal sebagai pelukis di seluruh media, nona Yulia menjadi bisa mengurus tubuhnya sendiri, bahkan sekarang lebih seksi dan berisi dari sebelumnya. Apa kira-kira aku pantas menyatakan perasaanku pada nona Yulia, atau lebih baik aku mundur saja, tapi 2 hari yang lalu, nona Riana mengatakan tidak boleh mundur sebelum mencobanya. Jadi aku harus bagai mana ini, apa aku maju, atau aku mundur saja, dari pada nanti malu, karena di tolak, bukan'kah sangat memalukan." batin Repan
Repan dan Yulia, makan sambil sibuk dengan pikirannya masing-masing. Setelah 20 menit, mereka selsai makan. Yulia langsung menatap Repan sambil tersenyum
" Repan, ada apa kau mengajak saya kemari?"
" Yulia, boleh aku ajak kau ke suatu tempat?"
" Ayo kita pergi."
" Ayo."
Mereka langsung berjalan ke arah mobil. Repan langsung membuka pintu mobil untuk Yulia, setelah Yulia masuk, ia segera masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukan mobilnya ke arah pantai. Di dalam mobil tidak ada yang mengeluarkan suaranya, tapi mata mereka sesekali saling menatap sambil tersenyum. Repan merasa sangat canggung, tidak biasanya ia merasa sangat canggung, ini pertama kalinya bertemu Yulia, ia merasakan sangat canggung dan bingung mau berbicara apa, hingga ia memutuskan untuk memutar musik, karena ia sangat canggung. Saat mendengar suara musik, Yulia bersyukur, karena ia juga merasakan canggung
" Kenapa aku jadi canggung begini, apa jangan-jangan aku mencintai Repan, tidak, tidak mungkin aku mencintai Repan, aku tidak ingin merusak persahabatanku dari dulu yang sudah terjalin sejak lama. Yulia, kau jangan menjadi bodoh, karena Repan adalah lelaki yang sangat baik, kau tidak boleh mencintainya." batin Yulia
__ADS_1
Yulia tidak ingin merusak persahabatan yang sudah terjalin sejak lama, untuk itu ia tidak ingin mencintai Repan, karena ia takut cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi ia juga masih merasa rasa, apa jangan-jangan mencintai Repan. Setelah menempuh perjalansn kurang lebih 40 menit, mereka sampai di pantai. Repan dan Yulia langsung turun dari mobil. Mereka berdua berjalan ke arah pantai, terutama udara sore seperti ini, di pantai sangatlah enak, karena banyak angin sore, yang sangat menyegarkan. Yulia berdiri di pesisir pantai bersama Repan sambil melihat ke arah pantai, ia langsung tersenyum
" Menyegarkan, aku sudah lama tidak pergi ke pantai."
Memang Yulia tidak pernah ke pantai, terakhir kali ia melihat pantai, saat Hadi melamarnya di kapal pesiar. Repan yang mendengar ucapan dari Yulia, ia menatap wajah Yulia sambil tersenyum. Setelah beberapa saat, akhirnya Yulia memutuskan untuk bertanya tentang kenapa Repan membawanya ke pantai, tentu saja Yulia yakin, kalau Repan membawanya ke pantai ada sesuatu yang akan di sampaikan. Yulia menatap mata Repan yang sedang menatapnya
" Repan, ada apa kau mengajak aku ke sini? Tentu pasti ada sesuatu tertentu yang akan kau sampaikan?"
" Em, iya Yulia, memang ada sesuatu yang akan aku sampaikan, entah itu pantas atau tidak, tapi jujur saja aku ingin menyampaikannya."
Repan diam sesaat, sebelum ia melanjutkan ucapannya, ia masih sedikit ragu dan bingung untuk menyampaikan perasaannya, berbeda saat pada Inez dulu, ia tidak ragu-ragu untuk mengungkapkan perasaannya pada Inez, mungkin karena perbedaan Inez dan ia tidak terlalu jauh, sedangkan perbedaan ia dan Yulia sangatlah jauh. Yulia hanya menjawab dengan anggukan kepala, tapi ia melihat Repan yang sedikit bingung, dan canggung, membuat ia melebarkan senyumnya, agar Repan tidak merasa canggung
" Repan, katakan saja, kita berdua sudah kenal sejak lama, dan kita juga sudah sangat dekat, jadi untuk apa kau harus merasa bingung dan canggung?"
Repan yang mendengar ucapan dari Yulia, membuat ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu ia langsung mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya, setelah itu ia langsung berjongkok sambil membuka sebuah kotak itu
" Yulia, aku tau mungkin aku tidak pantas untuk kau, tapi aku jujur saja, aku mencintaimu, entah sejak kapan aku juga jatuh cinta padamu, yang jelas aku benar-benar cinta padamu. Kau maukah menjadi pacarku?"
Repan mengungkapkan semua isi hatinya sambil berkringat dingin, ia sungguh sangat canggung, bingung, dan takut di tolak, tapi ia juga mengingat perkataan Riana, membuat ia mencoba untuk maju. Yulia menutup mulutnya sendiri sambil melebarkan ke dua matanya, ia sungguh tidak percaya kalau Repan akan mengungkapkan perasannya, terlebih lagi Repan juga mengungkapkannya di pantai, udara segar yang menjadi saksi ungkapan hati Repan, dan kalung berlian yang ada di dalam kotak, membuat Yulia merasa kalau Repan sangat romatis. Repan yang melihat Yulia menutup mulutnya sendiri dan dengan mata yang membuka lebar, ia yakin kalau Yulia sangat terkejut, tapi ia juga tidak tau harus dengan cara apa mengungkapkan perasaannya, kalau pun ia harus memendam perasaannya terus, ia takut kalau akan menyesalinya, karena tidak mengungkapkan perasaannya pada Yulia. Repan menghapus kringatnya yang ada di keningnya dengan perasaan yang sangat cemas, karena ia sedang menunggu jawaban dari Yulia. Setelah lama Yulia sangat terkejut, ia langsung menurunkan tangannya yang ada di mulutnya, lalu ia langsung menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat Repan langsung kecewa, saat melihat jawaban dari Yulia, tapi ia sebisa mungkun untuk menutupi rasa kecewanya
__ADS_1