Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 57. Sedikit ingat


__ADS_3

Riana semakin di buat bingung oleh Kristian, ia tidak tau kenapa pria yang pernah menolongnya itu mengaku sebagai kakaknya, dan menganggap ia pura-pura tidak mengenalnya, jelas-jelas ia memang tidak terlalu mengenalnya, karena pertemuan mereka hanya dua kali. Kristian yang melihat adiknya hanya diam, ia langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celana, lalu langsung menekan tombol menyalakan layar ponsel, setelah itu ia langsung menunjukkan foto ia bersama Kristiani, karena memang foto itu, Kristian buat untuk wallpaper di ponselnya


" Lihat ini, apa kau mengingat koko?, Koko tidak pernah melupakanmu, jadi tolong maafkan Koko."


Kristian pikir adiknya marah padanya, dan ia pikir, adiknya pura-pura tidak mengingatnya. Riana tidak menjawab ucapan dari Kristian, ia langsung mengambil ponsel Kristian. Riana melihat foto masa kecilnya bersama kakaknya, yang memang belum ia ingat siapa nama kakaknya, lalu ia langsung bertanya pada Kristian


" Tuan muda, dari mana kau memiliki foto ini?"


" Sayang, aku adalah Koko, apa yang terjadi denganmu, sampai kapan kau pura-pura tidak mengingatku?"


Kristian langsung mengambil kalung milik adiknya di dalam saku bajunya, ia langsung memperlihatkan kalung itu sambil berbicara


" Saat Koko keluar dari kamar mandi, Koko hanya menemukan kalung ini, apa kau mengingatnya?"


Riana tidak menjawab pertanyaan dari Kristian, ia langsung mengambil kalung itu. Riana langsung melihatnya dengan tatapan kosong, ia berharap bisa mengingat kalung itu. Setelah lama ia melihat kalung itu, ia melihat kakaknya yang menujukan kalung itu dari kota kecil


" Sayang, apa kau menyukai pemberian koko?"


" Iya ko, tentu saja, Koko memang yang terbaik."


Kepala Riana mulai pusing, kalung yang ia pegang langsung terjatuh, lalu ia langsung memeluk Kristian dengan erat dengan badan yang mulai gemetar. Kristian juga membalas pelukannya, ia tidak mengerti, kenapa reaksi adiknya seperti itu. Setelah pikirannya mulai tenang, Riana mulai berbicara di tengah-tengah pelukannya


" Koko, apa kau tidak marah padaku?, karena dulu aku tidak mendengar ucapanmu?, apa benar Koko masih mencariku selama ini?"


Riana bertanya seperti itu, karena yang ia ingat dari dulu, hanya meninggalkan kakanya yang sedang masuk ke dalam kamar mandi umum, tapi ia tidak mengingat di mana tempatnya. Kristian yang mendengar ucapan dari adiknya, ia langsung menjawab pertanyaan dari adiknya

__ADS_1


" Tidak, mana mungkin Koko marah, Koko selama ini selalu mencarimu sayang, kenpa kau tidak langsung berbicara pada Koko, saat Koko memperkenalkan diri Koko saat itu?, apa kau benci dengan koko?"


Riana langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap mata kakanya dengan tatapan berbinar-binar, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Kakanya


" Koko, aku sebenarnya hilang ingatan, untuk itu aku tidak mengingat apa-apa, tapi saat Koko menunjuk kalung itu, aku langsung melihat masa laluku."


Riana langsung mengambil kembali, kalung yang terjatuh tadi. Kristian langsung mengajak adiknya ke restoran terdekat


" Sayang, kita duduk di restoran terdekat."


" Iya Koko, tapi Mila masih mencari dompetku, ponselku juga di mobil, boleh aku pinjam ponselmu?"


" Tentu saja boleh sayang."


" Mila, dompetku sudah ketemu, jadi kau langsung ke tempat tadi."


" Baik nona muda."


Mila langsung berjalan mendekati nona mudanya hingga ia sampai di depan nona mudanya, lalu ia langsung membungkukan badan, sambil pandangannya tidak beralih, melihat nona mudanya, yang di peluk pinggangnya oleh seorang pria yang ia ketahui namanya, siapa yang tidak tau, dia adalah anak pemilik dari Ganesha Group dan Malik Grup, hanya saja ia menjadi penasaran dengan hubungan nona mudanya dengan pria tersebut. Kristian langsung mengajak adiknya ke restoran terdekat


" Ayo sayang, sekarang asistenmu juga sudah datang."


" Baik ko."


Kristian langsung berjalan ke arah restoran terdekat, di ikuti dengan kedua asistennya, setelah sampai ia langsung menyuruh asistennya duduk di meja lain, agar tidak di dengar pembicaraannya, apa lagi, ia tau, kalau asisten pribadi dari adiknya memiliki penasaran dengan hubungan mereka berdua

__ADS_1


" Yuda, kau ajak Mila duduk di meja ketiga, dan kau pesan saja yang kau mau dan Mila mau."


" Baik tuan muda, nona, kita duduk di sana."


" Baik tuan."


Yuda langsung berjalan lebih dulu di ikuti dengan Mila. Mila yang sangat penasaran dengan hubungan mereka berdua, dengan terpaksa ia langsung mengikuti Yuda, apa lagi saat Kristian memanggil sayang dengan nona mudanya, membuat penasaran itu bertambah, sedangkan yang ia tau, Kristian adalah pria yang tidak pernah dekat dengan wanita, bahkan tidak ada gosip di media yang membicarakan Kristian memiliki pacar


" Ah sial, jadi tidak tau apa-apa, sebenarnya nona muda itu siapanya tuan muda Kristian, hingga tuan muda Kristian memanggilnya dengan panggilan sayang." batin Mila


Mila memang tidak tau nona mudanya memiliki hubungan apa dengan keluarga Wijaya, dan sekarang ia di buat penasaran lagi dengan kristian. Setelah kedua asistennya pergi dan di meja sudah menyiapkan minuman yang Kristian pesan, ia pun langsung membuka pembicaraan


" Sayang, apa kau selama ini sangat menderita?, apa orang tua angkatmu memperlakukanmu dengan baik?"


" Iya ko, mereka memang sangat baik."


" Lalu kenapa kau hingga terlibat dalam pernikahan kontrak, dan apa kau mengetahui pria yang kau nikahi itu siapa?"


" Tentu aku tau ko, dia adalah pria dingin, yang terobsesi dengan tunangannya, hingga tunangannya membatalkan pernikahan, tapi pria itu masih mau menunggunya, menurutku, pria itu sangat bodoh."


Kristian yang mendengar jawaban dari adiknya, ia hanya menghela nafas berat, ia pikir adiknya mengetahui siapa sebenarnya Hadi, tapi ternyata adiknya memang belum bisa mengingat masa lalunya, dulu mereka memang masih sangat kecil, apa lagi ia juga tadi mendengar dari mulut adiknya, kalau adiknya mengalami hilang ingatan, memang seandainya adiknya mengetahui Hadi memiliki tunangan, mungkin adiknya sangat marah, tapi mereka di pertemukan kembali dalam sebuah pernikahan yang keduanya sama-sama tidak mengenalinya, tapi bagi Kristian, itu memang bukan sepenuhnya kesalahan Hadi, yang pantas mereka salahkan adalah ia, seandainya ia dulu tidak masuk ke dalam kamar mandi umum, mungkin mereka berdua tidak akan terpisahkan, dan tidak akan ada orang ketiga, lalu Kristian langsung minta maaf pada adiknya sambil memeluk adiknya lagi yang duduk di samping


" Maafkan Koko sayang, Koko benar-benar minta maaf, membuat hubungan kalian menjadi rumit, seandainya Koko tidak meninggalkanmu, mungkin masalahnya tidak akan seperti ini, tidak akan ada orang ketiga dalam kehidupan kalian."


Riana juga membalas pelukan dari Kakanya, tapi ia masih bingung dengan permintaan maaf dari kakaknya, ia sangat tidak mengerti, kenapa kakanya mengatakan orang ketiga, tapi ia tidak ingin bertanya apa maksud dari semua itu, dan ia juga tidak peduli itu, yang penting sekarang ia bisa bertemu dengan keluarganya, baginya itu adalah suatu keberuntungan. Kristian semakin mempererat pelukannya, sambil sesekali ia mencium pucuk kepala adiknya, walaupun adiknya sudah tumbuh dewasa, tapi bagi Kristian adiknya tetap gadis kecil

__ADS_1


__ADS_2