
Setelah Riana bangun Hadi memutuskan mengajak istrinya pulang, karena sekarang memang sudah pukul 19.00 WIB. Hadi dan Riana sekarang sudah dalam perjalanan pulang. Hadi yang sedang menyetir, ia sesekali melihat ke wajah istrinya sambil tersenyum, walaupun istrinya belum mengingatnya, atau pun dugaannya salah, tapi ia tetap bahagia, saat melihat reaksi istrinya di pantai tadi. Riana yang merasa di perhatikan oleh suaminya, ia mulai sedikit risih, entah apa yang salah, dari tadi suaminya selalu saja melihat ke arah ia sekali-kali. Setelah menempuh perjalanan lumayan lama, mereka sampai di pekarangan rumah. Hadi dan istrinya langsung turun dari mobil, lalu mereka langsung masuk ke dalam rumah itu. Hadi berjalan di depan, sedangkan istrinya berjalan di belakang ia sambil menunduk. Hadi menghentikan langkah kakinya, ia langsung berbalik badan untuk menunggu istrinya. Riana yang tidak tau ada suaminya di depan, ia langsung menabrak suaminya, hingga ke kepalanya membentur di dada suaminya
Duk..
" Aw, om, kenapa kau berhenti?, sakit tau."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, hanya tersenyum lebar, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, jelas-jelas yang salah itu kau, kenpa kau berjalan sambil menundukkan kepala?"
" Oh, tidak om."
Hadi langsung memegang pergelangan tangan istrinya, lalu langsung berjalan beriringan dengan istrinya, hingga ia sampai di ruang tamu. Henny yang melihat anak dan menantunya yang berpegang tangan, ia sangat bahagia, lalu langsung berpikir tentang obat perangsang itu
" Henny, kau memang ibu yang hebat, mereka cepat sekali menjalin hubungan yang baik, pasti berkat obat perangsang, bentar lagi tidak akan ada pernikahan kontrak yang seperti di inginkan Hadi." batin Henny
Riana dan Hadi langsung menyapa ibunya secara berbarengan
" Malam mah."
" Malam juga sayang, apa kalian sudah makan malam?,
" Belum mah." jawab Riana dan Hadi berbarengan
" Iya sudah, kalian makan dulu."
" Iya mah." jawab Riana dan Hadi masih berbarengan
Henny yang mendengar jawaban mereka yang terus saja berbarengan, ia langsung tersenyum lebar pada anak dan menantunya, apa lagi, ia pikir rencana yang menaruh obat perangsang dalam wine itu berhasil. Hadi dan istrinya langsung berjalan ke arah meja makan, hingga ia sampai di meja makan. Hadi langsung menggeser kursi untuk duduk istrinya, setelah istrinya duduk, ia pun langsung duduk, lalu mereka berdua langsung makan. Sementara Aldi yang dari tadi kuatir pada mantan kekasihnya, ia hanya diam di tangga, ia melihat pemandangan itu, lalu ia langsung mengepalkan tangannya sambil berpikir
__ADS_1
" Koko, aku tidak akan biarkan, kau mengambil Riana dariku, Riana hanya milikku." batin Aldi
Setelah berpikir, Aldi langsung pergi lagi ke kamarnya. Riana dan Hadi sudah selesai makan, lalu mereka langsung pergi ke kamarnya, hingga mereka sampai di kamar. Hadi memutuskan untuk menyuruh istrinya, untuk mandi lebih dulu
" Gadis kecil, mandi saja dulu."
" Baik om."
Riana langsung masuk ke dalam kamar mandi, hingga ia sampai di kamar mandi, lalu ia langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya sambil terus berpikir tentang suaminya
" Kenapa om sekarang tidak membuat ulah?, dia juga sangat baik denganku, ada apa sebenarnya dengan om?, apa om mulai mencintaiku?, tidak mungkin, om sudah memiliki tunangan, dan seharusnya aku juga menolak saat om menyentuh tanganku, kenapa aku tidak menolaknya, bagaimana kalau perasaanku semakin lama semakin besar padanya, pasti aku yang akan tersiksa, karena mencintai pria yang sudah memiliki tunangan." batin Riana
Hadi duduk di sofa, ia terus berpikir, bagaimana agar ia dan istrinya lebih dekat lagi, agar tidak ada jarak di antara mereka berdua, hingga Hadi menemukan jawabannya, ia memutuskan untuk tidak ada lagi kontrak perjanjian pernikahan, tapi ia juga berpikir tentang kekasih istrinya
" Mungkin satu-satunya cara adalah membatalkan perjanjian kontrak itu, tunggu, tapi bagaimana kalau Riana menolak, karena dia sudah memiliki kekasih?, sudahlah, terserah, lagian juga aku berhak untuk itu, aku adalah suaminya, sedangkan dia masih status kekasihnya." batin Hadi
Setelah mandi, Riana langsung keluar dari kamar mandi, lalu langsung mendekati suaminya yang masih duduk di sofa, hingga ia sampai di depan suaminya
" Iya."
Setelah menjawab ucapan istrinya Hadi langsung menarik tangan istrinya, ia langsung menyadarkannya di tembok, lalu kedua tangannya langsung mengunci tubuh istrinya, ia langsung menatap mata istrinya. Riana yang di perlakukan seperti itu, ia bingung, lalu langsung bertanya pada suaminya
" Om, apa yang mau kau lakukan?"
" Gadis kecil, kontrak pernikahan yang mengatakan tidak ada kontak pisik, aku ingin membatalkannya."
Riana yang tidak mengerti, kenapa suaminya membatalkan kontrak pernikahan itu, ia langsung bertanya lagi
" Kenapa om?"
__ADS_1
" Karena aku ingin kita menjalin hubungan seperti layaknya suami istri."
Detak jantung Riana sangat kencang, setelah mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berpikir tentang hidupnya
" Sepertinya, apa yang aku takuti akan terjadi, kalau dia menginginkan hubungan kita layaknya sebagai pasangan suami istri, maka status jandaku benar-benar akan aku dapatkan, lalu bagaimana dengan koko?, apa Koko masih bisa menerimaku, seharusnya saat pria ini mendekatiku, aku harusnya menghindar, semuanya pasti tidak akan seperti ini, pasti yang ada di dalam pikiran pria ini, aku ingin di sentuh olehnya, untuk itu, pria ini membatalkan kontrak perjanjian itu. Oh, Riana, betapa bodohnya kau, saat pria ini pura-pura baik, kau hanya diam, kau tidak menolaknya sama sekali, dan sekarang kau harus menanggung akibatnya sendiri." batin Riana
Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya, ia hanya menatap wajah istrinya dengan tatapan tajam, ia sedikit bingung, kenpa istrinya, tidak menjawab ucapanya, lalu ia langsung berbicara lagi
" Gadis kecil, aku tidak ingin ada kontrak perjanjian pernikahan lagi, jadi kau harus bersikap seperti layaknya seorang istri terhadapku."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya lagi, ia sadar dari lamunannya, lalu ia langsung menolak ucapan suaminya
" Tidak bisa om, bagaimana kau melakukan seenaknya, kau sendiri yang mengatakan itu, tapi kau juga yang menghapus perjanjian kontrak itu."
" Itu adalah kau yang meminta, bukan aku, yang jelas-jelas tertera di dalam surat perjanjian awal, yang boleh menyentuh lebih dulu adalah aku."
" Tidak bisa begitu dong om, kenpa kau selalu saja melakukan seenaknya, kenapa kau mengingkari janjimu sendiri?, kau memang pria yang tidak memiliki perinsip, kau selalu saja semena-mena."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, ia sedikit kesal, saat di bilang tidak memiliki perinsip dan selalu semena-mena
" Iya, aku memang pria yang tidak memiliki perinsip, dan selalu melakukan semena-mena, apa kau sudah puas, setelah aku mengakuinya?"
" Om, aku bukan ingin jawaban itu, tapi kenapa kau seenaknya saja membatalkan perjanjian pernikahan itu?, tidak bisakah kau tepati janjimu?
" Gadis kecil, aku minta maaf, aku tidak bisa menepati janjiku."
" Kenapa om?"
Hadi yang terus mendengar pertanyaan dari istrinya, ia sangat kesal, ia langsung menjawabnya dengan asal
__ADS_1
" Karena aku ingin memiliki anak dari rahimmu!"
Setelah mengatakan itu Hadi langsung mencium bibir istrinya sekilas, lalu ia langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi