Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 96. Kuatir


__ADS_3

Sudah dua hari Hadi pergi keluar kota, dan dua hari juga Riana seperti orang linglung, apa lagi suaminya tidak ada kabar sama sekali, suaminya hanya mengirim pesan kalau suaminya sudah sampai di tempat tujuan, tapi saat ia menelpon suaminya, suaminya sama sekali tidak mengangkat telpon dari ia, andaikan saja saat akan berangkat suaminya tidak mengatakan, jangan pernah kecewakan aku dengan nilai jelekmu, mungkin ia tidak bisa fokus untuk ulangan semester, tapi mengingat ucapan itu, ia sekuat tenaga untuk fokus belajar. Sekarang Riana masih duduk di sofa, dengan memakai seragam sekolah, wajahnya sangat murung. Repan langsung berbicara pada Riana tentang foto-foto itu


" Nona muda, foto-foto yang tersebar di internet, itu yang mengunggah adalah nona Arumi Xyra."


" Pak Repan, apa yakin dia orangnya?"


" Yakin nona muda, saya sudah melacaknya dengan teliti."


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menghela nafas panjang. Setelah itu Riana langsung bertanya


" Pak, kira-kira dia lagi apa?, kenapa sudah dua hari tidak ada ada kabar?, saya sangat kuatir."


" Nona muda tidak perlu kuatir, tuan muda pasti baik-baik saja."


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia bukan hanya kuatir, tapi ia juga sangat merindukan aroma tubuh suaminya, yang bisa membuat ia tenang dalam keadaan apapun, apa lagi saat berangkat suaminya tidak memberikan hal yang istimewa, suaminya hanya mencium keningnya saja. Tiba-tiba saja Riana ingat tentang tunangan


" Repan, apa dia sering memeluk Yulia dulu?"


Repan yang mendapat pertanyaan dari nona mudanya, ia bingung harus menjawab apa, tentu saja tuan mudanya itu sering berpelukan, walaupun tuan mudanya dingin, tapi Yulia selalu berperilaku hangat pada tuan mudanya, lalu ia pun memutuskan untuk berbohong, ia takut kalau nona mudanya cemburu


" Saya belum pernah melihat mereka berpelukan nona muda."

__ADS_1


" Iya."


" Nona muda, sekarang waktunya untuk berangkat sekolah."


Riana hanya menghela nafas berat, biasanya sekolah adalah hal yang paling ia inginkan, tapi setelah menikah, ia paling males, apa lagi tidak melihat suaminya, membuat otaknya menjadi bodoh. Setelah itu, ia langsung menjawab ucapan dari Repan


" Repan, lima menit lagi iya?"


Setelah mengatakan itu, Riana langsung menyadarkan kepalanya di sofa. Repan yang mendengar pertanyaan dari nona mudanya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia juga tidak tega untuk memaksa nona mudanya, apa lagi wajahnya yang sangat murung, tapi kalau tidak memaksa, ia pasti akan di marahin habis-habisan oleh tuan mudanya, karena tuan mudanya menyuruh untuk memperingatkan nona muda, kalau nona mudanya malas sekolah, mungkin tuan mudanya sudah mengetahui hal ini akan terjadi. Setelah itu Repan langsung berbicara pada nona mudanya


" Nona muda, kita berangkat sekarang iya, kalau tidak, saya akan mendapatkan masalah, bukan'kah nona muda tau sendiri sikap tuan muda bagaimana, tolong nona muda jangan membuat saya dapatkan masalah."


Setelah mendengar ucapan dari Repan, Riana terpaksa mengangkat kepalanya, ia tau bagaimana jika suaminya sudah marah, ia juga tidak ingin Repan di marahi oleh suaminya, lalu ia langsung berdiri sambil berbicara


Repan yang mendengar ajakan dari nona mudanya, ia langsung menjawab ucapanya dengan semangat


" Iya nona muda."


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, setelah di mobil, Riana langsung melihat pesan yang ia kirim pada suaminya, ternyata suaminya masih saja belum membaca pesan dari ia, membuat ia langsung berdecik kesal


" Seberapa sibuknya hingga kau tidak membaca pesanku, tidak mengangkat telponku, tidak menelepon balik, apa jangan-jangan kalau sudah selesai kau pergi dengan wanita yang bernama Risa!"

__ADS_1


Repan yang mendengar ucapan dari nona mudanya, ia sangat bingung sambil berpikir


" Dari mana nona muda tau, kalau tuan muda menjalankan bisnis dengan wanita ular itu, tapi bagaimana pun juga tuan muda terpaksa untuk tetap menjalankan bisnis itu, apa lagi ayahnya wanita ular itu adalah pemegang saham terbesar di kota J, dan ayahnya mendadak sakit, tidak mungkin tuan muda membatalkannya, apa lagi laporannya sudah di siapkan jauh-jauh hari, dan laporan itu juga menguras otak tuan muda." batin Repan


Bagi Repan, Risa adalah Gadis ular, Risa siap memangsa siapa saja yang ingin dia dapatkan, bahkan Risa sering sekali berganti-ganti pasangan, tapi semenjak Risa menyukai Hadi, Risa berhenti menggoda pria manapun, Risa selalu menggoda Hadi, karena menurut Risa, Hadi adalah pangeran es, pria itu begitu dingin, tapi kalau di pandang membuat sejuk. Setelah berpikir Repan langsung berbicara pada nona mudanya


" Nona muda, tuan muda tidak mungkin pergi dengan nona Risa, percayalah, saya yakin tuan muda tidak sempat memegang ponselnya karena ingin segera selesai, dan sebenarnya, perkiraan pekerjaan tuan muda itu hingga 5 hari nona muda, tapi ia bilang pada nona muda 3 hari, karena tuan muda akan lembur, tuan muda hanya tidak ingin membuat nona muda kuatir, untuk itu tuan muda tidak mengatakan akan lembur, agar cepat selsai."


" Pak Repan, apa kau tidak membohongi saya?"


" Tidak nona muda, kebetulan saya juga memeriksa laporan itu, dan kalau saya ikut, mungkin bisa sampai 3 hari tidak lembur, karena saya bisa membantu tuan muda, tapi saya di sini untuk menjaga nona muda, karena tuan muda tau, nona muda akan uring-uringan kalau tidak ada tuan muda, nona muda, lebih baik nona muda fokus belajar, maaf nona muda, bukan bermaksud saya menasehati nona muda, tapi saya yakin, kalau nilai nona muda seperti biasanya, tuan muda pasti sangat bahagia, jadi nona muda jangan kecewakan tuan muda karena nilai."


Setelah mendengar jawaban dan nasehat dari Repan, Riana memutuskan untuk fokus belajar, agar ia mendapatkan nilai yang memuaskan, lalu ia langsung mengiyakan ucapan dari Repan


" Baiklah pak, saya akan fokus belajar, agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, walaupun saya tidak fokus belajar, tapi bapak memang benar, ini adalah keinginan dia, dia ingin saya mendapatkan nilai seperti biasanya."


" Iya nona muda."


Repan bisa bernafas lebih lega, setelah nona mudanya menerima nasehat dari ia, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Ternyata nona muda sangat mudah menerima nasehat dari orang lain, mungkin karena yang aku bicarakan menyekut tuan muda, sekarang aku bisa bernafas lebih lega, karena menjaga nona muda itu tidak semudah melacak akun seseorang." batin Repan

__ADS_1


Riana langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, sekarang ia sudah jauh lebih tenang, setelah menerima nasehat dari Repan, walaupun pikirannya masih tidak karuan, tapi ia mencoba percaya, apa lagi suaminya juga mau mengakhiri hubungannya dengan tunangannya dan memilih ia, tentu tidak mungkin kalau suaminya itu tertarik dengan Gadis lain. Riana juga tidak tau kenapa, ia sekarang menjadi Gadis yang selalu curiga pada suaminya, pedahal jelas-jelas suaminya itu sangat mencintai ia, tapi ia sekarang selalu memiliki sifat curiga. Repan yang menyetir, ia sesekali melihat nona mudanya, ia tau nona mudanya masih memiliki rasa kuatir, entah sejak kapan nona mudanya memiliki rasa curiga pada tuan mudanya, membuat Repan merasa iba


__ADS_2