
Di dalam mobil, Yulia sesekali melihat ke arah Repan, jujur saja ia masih merasa bersalah dengan kejadian tadi
" Repan, aku benar-benar minta maaf."
" Tidak apa-apa nona."
" Repan, berhenti memanggilku nona, sekarang kita hanya berdua. Aku masih tetap Yulia yang dulu, Yulia yang selalu mengecoh padamu saat hatiku benar-benar sakit."
" Maaf nona, sepertinya sekarang tidak bisa, saya harus bisa bersikap pormal, sekarang saya hanya akan memanggilnya dengan panggilan nona."
Bagi Repan sekarang ia tidak perlu memanggilnya dengan panggilan Yulia, karena sekarang ia bukan lagi tempat curhat Yulia, jadi ia harus terbiasa bersikap pormal. Yulia hanya mengangguk paham. Sekarang memang Yulia tidak memiliki hubungan dengan Hadi, dan mungkin itu juga tidak akan pernah lagi Repan berbicara dengan panggilan aku
" Repan, bisa kita mampir di tempat makan depan? Aku lapar."
" Baik nona."
Jujur saja Repan sebenarnya tersenyum saat mendengar permintaan Yulia, ternyata masih sama, Yulia masih tetap mau makan di tempat makan biasa. Saat itu Repan pernah mengajaknya, alasannya Repan hanya membawa uang tunai, sedangkan untuk dua orang tidak cukup kalau makan di restoran, jadi ia mengajak Yulia makan di tempat makan biasa, walaupun kedekatan mereka hanya karena Yulia adalah pacarnya tuan mudanya, tapi mereka memang sudah dekat dari dulu, saat Yulia mengejar cintanya pada Hadi, di situlah mereka dekat. Walaupun tidak ada yang tau kedekatan mereka, termasuk Hadi. Repan langsung memberhentikan mobilnya, lalu mereka langsung masuk ke dalam rumah makan itu. Setelah pesan makanan, Repan hanya menatap Yulia sambil tersenyum, ia bisa melihat kalau Yulia lebih kurus
" Kenapa sekarang kau lebih kurus nona?"
" Tidak ada orang yang perhatian padaku, bahkan orang yang menemani aku saat menangis saja, dia sudah tidak ingin berteman denganku sekarang."
" Kau sedang menyindirku, nona?"
" Tidak, mungkin itu hanya perasanmu saja."
Yulia langsung tersenyum, saat ucapanya langsung di ketahui Repan. Yulia jauh lebih tenang, saat pulang bersama Repan. Yulia tidak sengaja melihat ke arah sebelah kanan, ia melihat Inez bersama pria lain. Yulia langsung pindah kearah kiri
" Kenapa kamu pindah?"
" Aku lebih nyaman saja duduk di sini."
Repan bukan pria bodoh, ia yakin kalau ada sesuatu di sana. Repan langsung melihat ke arah sana, ia melihat Inez bersama pria lain, bahkan mereka makan sambil suap-suapan, lalu ia langsung tersenyum
" Nona, tidak perlu menutupi itu, aku sudah tau tentang hubungan mereka berdua."
" Kenapa kau hanya diam?"
" Biarkan saja, aku sudah tau 1 bulan yang lalu, itu adalah kesalahanku, karena sampai sekarang aku belum bisa melupakan Mega, jadi biarkan saja, kalau bukan dia sendiri yang minta putus."
" Brengsek!"
" Kenapa nona bilang Brengsek padaku? Bukan'kah dia yang mendua?"
" Baiklah, sama-sama Brengsek! Kau tidak bisa melupakan masa lalumu, dan dia mendua, sama saja."
Sementara dua pasang mata itu yang mendengar kata Brengsek, ia langsung mengepalkan tangannya, Inez langsung mendekati meja Repan
__ADS_1
" Bagus ternyata, sekarang pacarnya lebih suka dengan wanita dewasa."
Inez bertepuk tangan, seolah-olah yang salah adalah Repan. Yulia langsung berdiri dari duduknya
" Bukan'kah yang tepuk tangan itu harusnya Repan? Kenapa kau yang mendua, tapi kau juga yang bertepuk tangan, atau jangan-jangan kau ingin memamerkan pacar keduamu?"
" Bodoh! Kalian juga sama saja sedang pacaran."
" Tidak, kita kesini akan makan, tidak sedang suap-suapan sepertimu."
Sementara Repan dan pria yang di sebelah Inez hanya diam saja, hingga adu mulut mereka mengaji bertengkar layaknya anak kecil, yang menjambak rambut satu sama lain
...****************...
Hadi langsung melepaskan jas nya, ia takut Riana mencium jas nya, setelah itu ia langsung mencucinya di kamar mandi, lalu ia langsung cuci muka. Setelah selsai ia langsung melanjutkan pekerjaannya. Riana langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Hadi yang menyadari ada seseorang masuk, ia langsung bertanya tanpa
" Repan, kenapa baru 5 menit sudah kembali, kau tidak mengantar Yulia sampai rumah?"
Riana yang mendengar kata Yulia, jantungnya merasa mendadak berhenti
" Yu-Yulia."
Riana berbicara sambil terbata-bata, tubuhnya sudah merasa panas, apa lagi melihat suaminya seperti habis cuci muka, terlihat jelas kalau suaminya telah melakukan sesuatu. Hadi langsung menengok ke arah tersebut, ia melihat istrinya
" Kristiani, kau sudah datang."
Hadi langsung berdiri, lalu mendekati istrinya. Riana langsung mengendus-endus kemeja yang di kenakan suaminya. Hadi hanya bisa menghela nafas lega, karena ia tadi masih mengenakan jas, kalau tidak aroma parfum Yulia akan menempel di bajunya. Setelah menyadari tidak ada parfum orang lain, Riana langsung menatap suaminya dengan penuh selidik
" Hubby tidak melakukan apa-apa bersama Yulia?"
" Tidak sayang."
Tapi Riana tidak percaya sampai di situ, ia langsung masuk ke dalam tempat istirahat. Sedangkan Hadi hanya mengikuti istrinya dari belakang sambil merutuki kebodohannya. Hadi yakin kalau istrinya akan tetap mencari sesuatu
" Hadi, habislah hidupmu kalau kristiani sampai mencium sprei dan melihat jas di kamar mandi." batin Hadi
Setelah di tempat istirahat suaminya, Riana langsung mencium aroma sprai yang ada di ranjang itu. Setelah itu Riana langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam. Hadi yang di tatap oleh Istrinya, ia hanya bisa menghela nafas berat
" Sayang, kenapa kau membawa-bawa tas bag terus?"
Hadi langsung berbicara untuk mengalihkan maksud dari Istrinya. Riana langsung meletakkan tas bag itu di meja
" Aku tanya hubby ngapain di ruangan ini bersama Yulia?"
" Aku tidak ngapa-ngapain sayang, jujur kepala Yulia pusing, untuk itu aku menyuruhnya untuk istirahat sebentar."
" Ada apa Yulia datang kemari?"
__ADS_1
Hadi diam sejenak, ia bingung mau jujur atau ia berbohong, kalau berbohong, ia berbohong dengan cara apa Yulia datang kemari, tapi kalau ia jujur, ia takut istrinya marah, akhirnya mau tidak mau ia memutuskan untuk jujur
" Yulia datang ingin menjadi istri kedua."
Riana langsung mengepalkan tangannya, ia tidak menyangka kalau Yulia mau menjadi istri kedua, ia yakin suaminya akan menerimanya, dan Riana yakin suaminya tidak akan menolak, pria mana yang akan menolok jika di beri tubuh cuma-cuma, tanpa syarat hanya ingin menjadi istri kedua
" Brengsek! Apa Hubby belum puas dengan tubuhku?! Apa Hubby masih kurang dengan permainku? Ajari aku bagaimana untuk membuat Hubby puas!"
" Sayang, apa maksudmu?"
" Tidak perlu pura-pura bodoh! Aku yakin hubby juga tidak akan menolak hal itu, apa lagi Yulia sangat cantik, dan seorang pelukis."
" Aku tidak melakukan apa-apa, kepala Yulia pusing, lalu aku menyuruhnya untuk istirahat, tidak lebih dari itu, setelah sudah baikan, Repan langsung mengantar Yulia pulang, kalau sayang tidak percaya, tanyakan saja pada Repan."
" Hubby pikir aku bodoh? Walaupun hubby berbohong pun tentu Repan akan berpihak pada hubby. Hubby adalah bos nya."
" Aku serius sayang, aku tidak tertarik dengan wanita manapun selain kau."
" Baiklah, aku percaya, tapi awas saja kalau bohong."
Hadi langsung mencium bibir istrinya sekilas, lalu langsung memeluk istrinya
" Kristiani, sudah aku katakan, aku hanya mencintaimu."
" Aku tau kalau hubby mencintaiku, tapi tidak akan ada kucing yang menolak jika di kasih ikan."
" Aku bukan kucing sayang. Aku manusia, masih lelah tidak? Aku ingin melakukannya sekarang."
Riana yang mendengar ucapan mesum dari suaminya, ia buru-buru melepaskan peluka suaminya
" Hubby, sekarang waktunya makan siang, bukan waktunya untuk membuat anak!"
" Tapi aku tidak lapar, aku hanya ingin bermain, aku lelah terus bekerja, aku ingin sekarang biar kerjaku semangat."
" Dasar mesum! Aku tidak ingin melakukannya sekarang, ini itu kantor."
" Baiklah, kalau sayang tidak ingin melakukannya di kantor, ayo kita pulang. Kita main-main di rumah hingga puas."
Riana hanya menghela nafas panjang, bisa-bisanya di siang bolong suaminya memikirkan hal yang mesum, bahkan semalam ia sudah benar-benar lelah, hingga pukul 10.00WIB baru bangun, itu pun karena di ketuk pintunya oleh ibu mertuanya. Ibu mertuanya takut kalau Riana sakit
" Hubby, aku benar-benar lelah, kau tau tadi pagi? Aku di bangunkan oleh mamah, mamah pikir aku sakit, untuk itu mamah mengetuk pintu, dan lebih malunya lagi, aku masih telanjang bulat. Aku hanya melilit tubuhku dengan selimut, dan itu membuat mamah tersenyum-senyum tidak karuan. Aku jadi malu."
" Bukan'kah 3 hari yang lalu tidak malu? Saat berbicara sembarangan dengan orang tuamu."
" Itu lain ceritanya hubby. Aku juga sedang berpakaian lengkap, tapi tadi pagi, aku merasa seperti terpergok selingkuh."
Hadi hanya tersenyum, ia pikir istrinya tidak akan malu, mengingat ucapanya yang blak-blakan di depan keluarganya sendiri
__ADS_1