
Riana masih terus memandangi wajah suaminya hingga sekitar 1 jam, dan bahkan suaminya masih fokus pada laptopnya, sama sekali tidak melihat ke arah ia, tapi ia tetap diam membisu. Setelah sekitar 1 jam sibuk, Hadi langsung melihat ke arah istrinya, ia melihat istrinya yang hanya menatap ia, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa kau dari tadi menatapku?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Hadi langsung menutup laptopnya, lalu ia langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya sambil minta maaf
" Sayang, aku minta maaf, aku sangat sibuk, hingga tidak menyadari kalau kau terus menatapku."
" Tidak apa-apa om."
Hadi langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung menatap mata istrinya, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa aku sangat tua?, hingga kau terus saja memanggilku dengan panggilan om."
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil berbicara di dalam hatinya
" Bukan'kah om biasanya tidak apa-apa aku panggil om, tapi kenapa sekarang dia mengatakan itu?, lalu aku harus memanggil apa." batin Riana
Setelah berbicara di dalam hatinya, Riana langsung bertanya pada suaminya
" Lalu aku harus memanggil apa om?"
" Terserah, tapi jangan om, aku tidak suka dengan panggilan itu."
" Hubby?"
__ADS_1
Setelah mendengar panggilan dari istrinya, Hadi langsung tersenyum pada istrinya sambil menganggukkan kepalanya. Riana yang mendapat persetujuan dari suaminya, ia langsung tersenyum, lalu ia langsung memeluk suaminya. Hadi juga membalas pelukan dari istrinya. Setelah beberapa detik, mereka langsung melepaskan pelukannya. Hadi langsung mendekati bibir istrinya, lalu ia langsung mencium bibir istrinya sekilas, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, boleh ciuman?"
" Boleh Hubby."
Hadi langsung mencium bibir istrinya lagi. Riana juga membalas ciuman dari suaminya, ciuman itu berubah menjadi lumut*n. Mereka berdua sangat menikmati permainan itu, membuat keduanya semakin terangsang dengan permainannya. Marina yang selsai masak kesukaan Riana, ia langsung mendekati kamar Riana, hingga ia sampai, lalu ia langsung membuka pintu kamar Riana, ia benar-benar lupa, kalau Riana sekarang sudah menikah, bahkan mereka adalah pasangan kekasih saat kecil. Setelah di dalam, Marina melihat anak dan menantunya yang sedang berciuman, membuat ia bingung, kalau ia mundur, mereka pasti tau, kalau dia memanggil untuk makan, ia yakin kalau anak dan menantunya akan malu, lalu Marina berjalan dengan mencoba mengendap-endap. Riana dan Hadi yang sedang asyik berciuman, mereka mendengar suara sendal, lalu mereka langsung menghentikan ciumannya, setelah itu melihat ke arah ibunya yang sedang berjalan mengendap-endap, mereka sangat terkejut, lalu mereka langsung memanggilnya dengan berbarengan
" Mamah!"
Marina yang di panggil oleh anak dan menantunya, langsung tersenyum malu sambil berbicara
" Tadi mamah hanya ingin memanggil Riana makan, mamah benar-benar lupa, kalau Riana sudah menikah, sudah, kalian lanjutkan saja, Kalau lapar kalian turun makan, mamah yakin setelah enak-enak kalian pasti sangat lapar."
Marina dengan malu-malu berbicara enak-enak dan mengatakan lapar, bukan apa-apa, saat ia muda, ia selalu sangat lapar Kalau habis melakukan hubungan suami istri, dan mungkin itu juga tidak jauh beda dengan anak angkatnya menurut Marina, karena mereka sudah saling menikmatinya, mungkin saja mereka ingin melakukan malam pertamanya di sini, ia melihat anaknya yang belum melakukan apapun selama pernikahan mereka. Setelah mengatakan itu Marina langsung keluar dari kamar anaknya, lalu ia langsung menutup pintu depan kencang
Hadi dan Riana hanya diam membisu, setelah mendengar pembicaraan ibunya yang menurut mereka sangat konyol. Setelah beberapa menit, Riana langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, apa maksud mamah?"
" Aku juga tidak tau sayang."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana hanya mengerutkan keningnya, suaminya yang terkenal sangat pintar dalam bisnisnya, tapi ternyata suaminya sangat bodoh mencerna pembicaraan dari ibu mertuanya. Hadi masih diam, ia terus mencerna kata-kata dari ibu mertuanya, hingga ia menemukan jawabannya, setelah itu ia langsung berbicara
" Ah, benar-benar gila, kenpa ibu mertuaku berpikir sangat mesum."
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan dari suaminya, Riana langsung bertanya pada suaminya
" Hubby, kenapa bilang pikiran mamah sangat mesum?, bukan'kah mamah hanya mengatakan suruh lanjutkan?, lalu mamah bilang setelah enak-enak akan lapar?, apa yang mesum?, dan apa enak-enak?, bukan'kah kita tadi hanya sedang berciuman, bukan sedang enak-enak."
Riana memang masih sangat polos, walaupun ia mengerti melakukan itu, tapi ia hanya mengerti kata nikmat, bukan enak-enak, dan itu membuat Riana semakin penasaran apa yang di maksud oleh ibunya. Hadi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, saat mendengar pertanyaan dari istrinya, istrinya itu selalu menggoda ia, dan ingin melakukan yang lebih, tapi bahkan istrinya tidak mengerti kata enak-enak. Riana yang melihat suaminya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia langsung bertanya lagi pada suaminya
" Tadi Hubby bilang mamah berpikir mesum, tapi saat aku tanya Hubby tidak tau, apa maksudnya coba?, memang sangat aneh."
Riana pikiran suaminya tidak mengetahui jawabannya, karena suaminya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Hadi yang mendapat pertanyaan lagi dari istrinya, ia hanya tersenyum, tadi ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena istrinya tidak mengerti kata enak-enak, tapi istrinya pikir, itu adalah jawaban kalau ia juga tidak tau kata enak-enak, lalu Hadi langsung menjawab pertanyaan dari istrinya
" Sayang, kau sudah 17 tahun, dan kau juga sudah mengerti hal yang dewasa, sudah mengerti merasakan nikmat saat kita berciuman, masa kau tidak mengerti kata enak-enak?"
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana semakin tidak mengerti, lalu ia langsung bertanya lagi pada suaminya
" Apa hubungannya nikmat sama enak-enak Hubby?, bukan'kah itu sangat berbeda jauh?, kalau memang Hubby tau jawabannya, kenapa tidak Katakan saja padaku, tidak perlu berbelit-belit, membuat aku semakin bingung saja."
Setelah mendengar pertanyaan dari istrinya lagi, Hadi memutuskan untuk memberi tau, apa maksud dari kata enak-enak, lalu Hadi langsung berbicara lagi pada istrinya
" Sayang, enak-enak itu adalah berhubungan badan, kita tadi sedang berciuman, dan mamah mengatakan suruh melanjutkan, dalam arti melajukukan adegan itu hingga berhubungan badan."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana seketika sangat terkejut, lalu ia langsung berteriak
" Apa!"
Hadi yang melihat reaksi istrinya, ia hanya tersenyum. Setelah teriak Riana langsung menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berbicara
__ADS_1
" Benar-benar gila, dan sangat gila, kenapa mamah berbicara mesum seperti itu, sangat memalukan, dan kenpa juga setiap berciuman selalu ada momen yang memalukan, di rumah mertua, terpergok mamah mertua dan papah mertua, dan di sini terpergok oleh mamah. Ah, benar-benar memen yang sangat memalukan, tidak ada kesan yang bagus setiap kali berciuman, dan ciuman pertamaku juga di guyur pake air shower oleh hubby, memang sangat gila."
Riana mengatakan itu, karena ia sudah mengingat tentang kejadian malam itu, saat ia berciuman dengan suaminya, tiba-tiba suaminya mengetikkan aksinya, lalu membawa ia ke dalam kamar mandi, setelah itu suaminya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya