
Setelah lama Kristian menunggu. Tidak lama Hadi pun tiba di kantornya. Hadi berjalan masuk ke dalam kantor itu dengan langkah kaki yang malas, ia mengingat kristian yang menghapus sisa makanan di bibir istrinya, membuat ia sangat marah, tapi ia juga tidak bisa apa-apa, ia dan Riana memiliki perjanjian kontrak pernikahan, apa lagi ia juga tidak mengerti memiliki perasaan apa, yang jelas ia sangat nyaman pada istrinya, tapi ia juga tidak ingin menghianati tunangannya, terlebih lagi yang ia tau juga Riana sudah memiliki pacar, walaupun ia belum tau siapa pacar istrinya. Hadi sampai di ruangannya, ia langsung mendekati Kristian yang dari tadi sudah menunggunya, lalu ia langsung menyapanya
"hai Kristian."
"hai juga."
Hadi langsung duduk, tapi ia melihat sahabatnya dengan pandangan berbeda, ia melihat Kristian seperti sedang marah. Kristian langsung berbicara, apa maksud kedatangannya, ia memang awalnya, hanya ingin main, karena Kristian yang di sanghai ia jarang bertemu dengan sahabatnya, tapi setelah kejadian tadi, ia ingin memastikan tentang pernikahan sahabatnya, ia langsung menatap mata sahabatnya dengan tatapan sinis
"kenapa kau menikahi gadis lain?, bukan'kah kau bilang akan menikah dengan Yulia?, aku tau kau tidak sepenuhnya mencintai Yulia, tapi kau jangan sakit Yulia, kapan kau kenal gadis kecil itu?"
"aku memang awalnya akan menikah Yulia, tapi karena Yulia."
Hadi belum menjelaskan semuanya tentang Yulia, tapi Kristian sudah sangat emosi, ia langsung memotong pembicaraan Hadi
"apa karena gadis kecil itu sama usianya dengan Kristiani?, hingga kau menikahi gadis kecil itu?, Hadi, aku tau kau sangat mencintai adikku, tapi jangan sakiti setiap orang yang mencintaimu, jangan buat mereka tersakiti oleh kelakuanmu."
Hadi yang mendengar ucapan sahabatnya yang sangat marah, ia pun tidak bisa menahan amarahnya, ia langsung emosi juga pada sahabatnya, ia langsung bertanya tentang istrinya
"apa kau mencintai Riana?, ingat Kristian sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Riana, atau kau mencintai Yulia?, melihat dari emosimu kau mencintai salah satu dari mereka."
"aku sama sekali tidak mencintai mereka, aku hanya kasihan pada mereka yang di manfaatkan olehmu."
Hadi yang mendengar kata kasian, ia sangat emosi, karena ia melihat dengan mata sendiri bahwa Kristian membersihkan sisa makanan di bibir istrinya
"kau bilang hanya kasihan?, kasian sebagai apa?, kau membersihkan sisa makanan yang ada di bibir Riana, kau bilang itu kasihan?, kau akui saja! Jika kau mencintai Riana."
Kristian langsung membuka matanya lebar-lebar, ia tidak percaya kalau sahabatnya melihat semua itu, tapi ia tidak menjawab satu kata pun dari semua pertanyaan sahabatnya. Hadi yang belum mendengar jawaban dari sahabatnya, ia langsung berbicara lagi
"apa kau mengatakan tidak ingin pacaran sebelum bertemu dengan adikmu hanya ingin di kasihani olehku?"
Setelah mendengar pertanyaan dari sahabatnya, Kristian mendadak langsung emosi, ia hanya menjawab satu kalimat dengan nada suara tinggi
"Diam...!"
Repan dan Yuda yang melihat kedua tuan mudanya sama-sama emosi, mereka berdua hanya menunduk takut, tapi mereka berdua berpikir bahwa tuan mudanya mencintai wanita yang sama yaitu Riana. Apa lagi ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar, tentu penyebabnya adalah Riana. Kristian langsung bertanya lagi tentang pernikahan itu
"kenapa kau menikah gadis kecil?, bukan Yulia yang kau nikahi?"
"Yulia membatalkan pernikahan kita, 1 Minggu sebelum kita menikah, dia memilih karirnya, dan pergi ke sanghai, harusnya kau tau, karena Yulia bekerja di perusahaan ibumu, dan Riana, dia adalah wanita yang pernah menolongku, setelah Yulia pergi, aku memutuskan untuk bunuh diri karena prustassi, Riana menolongku dan mengatakan aku pria bodoh, setelah itu aku dan Riana di pertemukan lagi di pernikahan, tapi aku dan Riana hanya menikah kontrak, kita tidak ada kontak pisik."
"apa ibumu tau kalau kalian hanya menikah kontrak?"
"mamah tau, karena itu adalah ide mamah, mamah tidak ingin keluar Wijaya malu, untuk itu mamah menyuruhku untuk menikah kontrak dengan Riana."
"jadi kau tidak memiliki hubungan dengan gadis kecil itu?"
"tidak ada."
Kristian sangat kecewa setelah mengetahui sahabatnya dan Riana hanya menikah kontrak, ia juga tidak tau, perasaan apa itu, tapi ia merasa sangat kecewa, sekarang ia hanya diam, ia tidak ingin lagi bertanya dengan sahabatnya, entah siapa Riana itu, ia juga tidak tau, kenapa bisa membuat hatinya kecewa. Hadi menatap sahabatnya yang hanya diam, ia langsung bertanya pada sabatnya
"kenapa kau Kristian?"
"tidak apa-apa Hadi, aku minta maaf, karena tidak tau masalahmu."
"tidak apa-apa Kristian, aku bersyukur karena Riana telah menolongku."
__ADS_1
Kristian yang mengingat Riana tadi mencari pekerjaan, ia memutuskan untuk bilang pada sahabatnya
"Hadi, kenapa Riana mencari pekerjaan? apa kau tidak memberikan uang bulanan padanya langsung?"
"aku sudah memberikannya, tapi Riana menolak, dia hanya ingin bekerja."
"baiklah, aku pikir kau tidak memberikannya, aku minta kau jangan terlalu dekat dengan Riana, aku takut kau nyaman dengan Riana, bagaimana pun juga, kau memiliki Yulia, jangan sampai mereka berdua tersakiti."
"aku mengerti Kristian."
"iya sudah aku juga harus pulang, nanti aku akan ada rapat."
"baik Kristian, mari aku antar sampai depan kantor."
"iya Hadi."
Kristian langsung berdiri lalu ia langsung berjalan keluar di temani sabatnya yang mengantarnya hingga luar kantor dan di ikuti asistennya, hingga mereka sampai di luar kantor. Hadi dan Kristian lalu langsung berpelukan, setelah itu mereka melepaskan pelukannya
"hati-hati Kristian."
"iya Hadi."
Repan langsung membukan pintu untuk tuan mudanya. Kristian langsung masuk ke dalam mobil. Setelah masuk mobil, Repan langsung melajukukan mobil itu
...****************...
Riana duduk di ruang tamu, ia hanya diam sambil memikirkan apa salah ia
"apa salahku, hingga pria dingin itu ingin aku di pecat, seingatku, aku tidak memiliki masalah sedikitpun dengannya."
"Riana."
Riana yang di panggil namanya, ia langsung melirik, ia melihat mantan kekasihnya, ia sedikit takut setelah kejadian kemarin, ia tidak menjawab panggilan itu, ia langsung berdiri, lalu ia langsung melangkahkan kakinya. Aldi langsung memegang pergelangan tangan Riana, lalu langsung menariknya ke dalam pelukannya, ia memeluk mantan kekasihnya sangat erat. Riana tidak membalas pelukan dari mantan kekasihnya, ia hanya diam mematung, ia juga sangat merindukan pelukan hangat dari mantan kekasihnya, untuk itu ia tidak menolak. Aldi memutuskan untuk minta maaf
"Riana, tolong maafkan aku, aku tau, kemarin aku sangat kasar, tapi itu karena aku sangat cemburu, aku mohon Riana tolong maafkan aku, aku ingin kita membuka lembaran baru."
Riana tidak mengerti apa maksud mantan kekasihnya, lalu ia memutuskan untuk bertanya
"maksud Koko apa?"
"mari kita pacaran lagi, aku ingin seperti dulu lagi, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, karena saat itu aku belum bilang pada mamah, tapi sekarang aku sudah bilang, bahwa aku mencintai seseorang gadis."
"Koko, aku masih memiliki pernikahan kontrak dengan dia, lalu apa Koko tidak menganggap aku wanita murahan lagi?"
"Riana, keperawanan itu tidak penting untuku, aku hanya mencintaimu, selama kau bersamaku, itu sudah lebih dari cukup untukku."
"Koko, tapi aku takut dia mengetahui hubungan kita, lalu dia mengira, aku yang menggoda Koko, aku tidak ingin di anggap seperti wanita murahan, walaupun aku tau, aku sekarang seperti wanita murahan, aku menerima pernikahan kontrak hanya untuk membayar hutang orang tua angkatku."
Riana setelah mengatakan itu ia langsung menangis
Hiks...hiks...hiks..
Aldi memperererat pelukannya, ia sangat sedih, ia juga menyesal telah mengatakan bahwa mantan kekasihnya itu wanita murahan, tapi ternyata mantan kekasihnya melakukan itu hanya untuk membalas budi orang tua angkatnya, bahkan ia juga tau, di hati mantan kekasihnya memiliki dendam pada orang yang telah membuat bangkrut keluarga angkatnya, lalu ia langsung berbicara pada mantan kekasihnya
"kau bukan wanita murahan Riana, kau melakukan itu hanya untuk membalas budi, aku tidak menyalahkan keadaan, kau tidak perlu takut dengan Koko, kita pacaran secara diam-diam hingga kontrak itu selsai."
__ADS_1
Riana yang mendengar itu semua, ia sangat bahagia, tapi ia mengingat saat di peluk oleh suaminya, ia melihat seorang pria yang akan di tusuk pisau, lalu ia langsung menindih pria itu, hingga menyebabkan ia terluka, untuk itu ia memutuskan untuk menolak
"Koko, maafkan aku, aku tidak bisa melakukan itu, aku ingin fokus pada pernikahan kontrak ini, aku tidak ingin terbebani oleh apa pun."
"tidak Riana, kau harus menerimaku, aku tidak mau tau, aku tau kau masih mencintaiku."
Riana yang mendengar ucapan mantan kekasihnya, ia sangat sedih, ia memang sangat mencintainya, tapi ia takut pada suaminya, ia takut di bilang wanita penggoda, sudah cukup ia di bilang wanita murahan, ia tidak ingin terus di pandang rendah
"Koko, maafkan aku, aku tidak bisa ko."
Setelah mendengar jawaban dari mantan kekasihnya, Aldi langsung berpikir, mungkin kekasihnya sekarang menyukai Kaka kandungnya, lalu ia langsung bertanya pada mantan kekasihnya
"apa kau mencintai suami kontrakmu?, apa yang kau lihat darinya?, tolong katakan aku harus berubah sikap seperti apa, agar kau menerimaku lagi?"
"Koko, aku sama sekali tidak mencintai siapa pun, aku hanya ingin fokus dulu untuk membalas dendam, aku tidak ingin memikirkan masalah percintaan dulu."
Riana mencoba melepaskan pelukan mantan kekasihnya, hingga mantan kekasihnya melepaskan pelukan itu. Aldi langsung marah saat mendengar jawaban mantan kekasihnya
"bohong! Kenapa kau membohongiku?, jelas-jelas di hatimu masih ada namaku, kau juga menangis, aku tau kau juga merindukanku!"
Aldi langsung meneteskan air mata, ia sangat sedih, dengan apa yang ia alami, sangat sulit untuk masalah percintaannya. Riana yang melihat mantan kekasihnya menangis, ia semakin sedih, tapi jika ia menerimanya sekarang, ia takut masalnya semakin rumit, untuk itu ia hanya diam. Aldi langsung duduk di lantai, seluruh badannya gemetar, ia berpikir bahwa mantan kekasihnya mungkin sudah mencintai Kaka kandungnya sendiri, apa lagi ia tau, wanita mana yang tidak tertarik dengan Kaka kandungnya, dia memiliki wajah tampan, bersikap dingin, tapi bersikap lembut jika ada masalah, dan dia juga seorang CEO, tentu siapa yang tidak tertarik pada Kaka kandungnya, tapi ia tidak menyangka, kalau wanita yang ia cintai juga tertarik pada Kaka kandungnya. Riana langsung ikut duduk di lantai, ia langsung memegang tangan kanan mantan kekasihnya yang gemetar, lalu ia langsung bertanya
"Koko kenapa?"
"Riana, aku sekarang benar-benar yakin, kalau kau mencintai Koko, bukan mencintai aku lagi."
"Koko, aku tidak mencintai dia, mungkin yang mencintai dia hanya wanita bodoh."
"kenapa kau bilang seperti itu Riana?"
"karena dia sangat dingin, aku tidak suka pria dingin, dan aku juga ingin fokus menyelesaikan pernikahan kontrakku dulu, lalu aku harus memikirkan masalah balas dendam."
"apa balas dendam itu sangat penting bagimu Riana?"
"iya ko, balas dendam sangatlah penting, nyawa harus di bayar dengan nyawa, darah harus di bayar dengan darah, itu adalah
prinsipku."
"apa setelah balas dendam kau akan kembali padaku?, atau kau akan mencari pria penggantiku?"
Riana hanya menghela nafas panjang, saat mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya, ia bingung harus jawab apa, apa lagi sekarang posisi ia semakin rendah, ia sekarang bukan siapa-siapa, sedangkan Aldi adalah anak dari keluarga Wijaya, di tambah lagi orang tau ia pernah menikah dengan kakanya, tapi nanti menikah dengan adiknya, bukan'kah itu sangat memalukan, tapi kalau di pikir lagi dengan pikiran yang jernih, tidak peduli apa kata orang, yang penting ia bisa bersama pria yang di cintainya, dan itu membuat Riana serba salah, begitu banyak yang harus ia pikirkan. Aldi yang belum mendengar jawaban dari Riana, ia langsung bertanya lagi
"setelah habis balas dendam, apa kau akan kembali padaku?"
"Koko, aku tidak tau, kau tau kita seperti langit dan bumi, terlebih lagi aku sudah terlibat menikah kontrak dengan dia, yang orang tau, aku benar-benar menikah dengan dia, tapi nanti menikah denganmu, bukan'kah orang mengira aku wanita murahan,aku sudah cukup di rendahkan sekarang, tapi nanti aku tidak ingin lagi di rendahkan."
Aldi tiba-tiba saja, ingat dengan foto masa kecil Riana bersama pria kecil selain kakanya, hanya saja ia tidak tau nama sebelumnya Riana, yang tau hanya keluarga Renata, itu pun hanya kristiani, karena Riana belum mengingat nama lengkapnya. Aldi langsung bertanya pada mantan kekasihnya
"apa kau mengatakan ini, karena pria yang ada di foto bersamamu saat masa kecil?, apa kau sudah mulai mengingat siapa pria kecil itu?, Riana, begitu mudahnya kau melupakan aku karena masa lalumu?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya, ia memutuskan untuk berbohong, baginya percuma, ia juga belum mengingat nama siapa pun
"aku belum mengingat masa laluku ko, tapi aku memang tidak bisa berjanji, aku takut untuk berjanji, maafkan aku Koko."
Setelah mengatakan itu, Riana langsung lari sekencang-kencangnya menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1