
Riana masih saja berdiri mematung, sambil terus memikirkan ucapan suaminya, ia benar-benar sudah sangat kecewa dengan ucapan suaminya, tapi ia tidak bisa apa-apa karena ucapan suaminya itu benar, ia memang menikah kontrak hanya untuk membayar hutang, lalu ia pun berpikir, harusnya bersyukur karena suaminya itu tidak akan menyentuhnya, setidaknya ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati Aldi kembali
"sabar Riana, pernikahan ini hanya 2 tahun, kau harus bisa menghadapi pria dingin di hadapanmu ini, pria yang sangat sombong, ini pertama kalinya aku bertemu dengan pria sombong seperti pria ini, pantas saja tunangannya memilih karirnya, mungkin karena pria ini begitu sombong, mungkin juga gadis itu hanya menyukai hartanya, kalau memang cinta, kenapa dia membatalkan pernikahannya, haduh Riana kenapa kau memikirkan urusan yang bukan urusanmu."
Hadi yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung menyuruh istrinya untuk tidur karena besok pagi ia harus pulang pagi-pagi
"gadis kecil, kau tidur di sofa, ini ambil bantal dan guling untukmu."
Hadi langsung menyerahkan bantal dan guling pada istrinya. Riana langsung mengambil bantal dan guling yang di serahkan suaminya
"baik om."
"besok bangun lebih pagi, kita akan pulang ke rumah pagi-pagi, karena aku akan ada miteeng."
"baik om."
Riana langsung berjalan ke arah sofa sambil membawa bantal dan guling yang di serahkan suaminya, hingga ia sampai di sofa, lalu langsung membaringkan tubuhnya, ia memiringkan tubuhnya ke arah sandaran sofa, karena ia sudah tidak bisa menahan air matanya, ini adalah awal pernikahannya, tapi ia sudah mendapatkan hinaan dari suaminya, ia menangis sambil terus berpikir sanggupkah ia bertahan selama 2 tahun dengan kehidupan yang begitu suram
"apa aku sanggup untuk bertahan selama 2 tahun dengan pria dingin ini, apa aku bisa menahan semuanya. Riana kau harus bisa bertahan agar bisa membalas budi pada ibu angkatmu."
Riana terus saja berpikir hingga ia tertidur. Hadi masih duduk di atas ranjang sambil terus memainkan ponselnya, ia juga tadi sudah mengirim pesan untuk asistennya, untuk menemuinya di depan pintu kamar hotelnya. Hadi yang memainkan ponselnya, lalu melirik ke arah sofa, ia melihat istrinya yang sudah tertidur pulas, lalu ia memutuskan untuk menyelimuti tubuh istrinya, ia langsung berjalan mendekati istrinya sambil membawa selimut hingga ia sampai di samping sofa, lalu langsung menyelimuti tubuh istrinya, setelah menyelimutinya, ia memandang wajah istrinya sambil tersenyum
"kenapa setiap melihatmu, aku selalu saja ingin tersenyum, aku tidak pernah tau apa alasannya."
__ADS_1
Riana yang di selimuti suaminya ia terbangun, tapi ia masih tetap memejamkan mata karena aroma parfum suaminya itu masih tercium olehnya, untuk itu ia memutuskan hanya diam. Setelah memandangi wajah istrinya sambil berpikir, lalu Hadi langsung memutuskan untuk ke luar dari kamarnya, untuk menemui asistennya. Setelah suaminya ke luar Riana langsung duduk, lalu menyadarkan kepalanya di sandaran sofa sambil tersenyum
"kau memang pria yang sangat dingin, tapi kau ternyata masih memiliki hati nurani, kau masih mau untuk menyelimuti tubuhku."
Riana terus saja berpikir sambil tersenyum, entah kenapa ia sangat bahagia, bahkan kebahagiaan itu belum pernah ia rasakan dengan mantan kekasih. Hadi terus saja berjalan mendekati asistennya hingga ia sampai di depan asistennya. Repan yang melihat tuan mudanya langsung menyapanya
"selamat malam tuan muda."
"iya, malam."
Hadi langsung duduk di sofa, lalu menyuruh asistennya untuk duduk
"duduklah Repan."
"baik tuan muda."
"Repan, kau cari tau siapa sebenarnya istri kontrak ku, apa dia benar anak dari keluarga Renata."
"sebelumnya saya minta maaf tuan muda, saya sebenarnya sudah mencari tau siapa nona Riana, dia adalah anak angkat dari keluarga Renata, dia di adopsi sekitar 11 tahun yang lalu."
Setelah mendengar jawaban asistennya, detak jantung Hadi sangat kencang, ia langsung memiliki keyakinan kalau istrinya adalah Kristiani, tapi ia juga tidak bisa semudah itu untuk membuktikan kalau istrinya adalah Kristiani, lalu ia memutuskan untuk bertanya lagi
"Repan, apa nama Riana adalah nama dari dulu, atau setelah di adopsi?"
__ADS_1
"setelah di adopsi, namanya di ganti menjadi Riana, tapi nama nona Riana sebelumnya hingga sekarang belum saya ketahui tuan muda."
"Repan, apa jangan-jangan dia adalah Kristiani, gadis yang aku cari selama ini, dia memiliki bekas luka di punggungnya, dan luka itu sama persis dengan bekas luka di punggung Kristiani."
"tuan muda, apa tuan muda telah melakukan hubungan layaknya suami istri?"
"tadi dia minta tolong untuk membuka resleting bajunya, kau berpikir sangat jauh, dasar mesum."
Setelah mendengar jawaban tuan mudanya, Repan langsung menundukkan kepalanya, ia sangat malu dengan jawaban tuan mudanya. Repan penasaran, kenapa tuan mudanya, mengetahui kalau kristiani memiliki bekas luka di punggungnya
"tuan muda, dari mana tuan muda tau kalau nona kristiani memiliki bekas luka?"
"dia adalah gadis yang pernah menaruhkan nyawanya untuku, saat itu papa memenangkan proyek, lalu ada orang yang tidak terima, dia dendam dan menculiku, setelah itu ia akan membunuhku, tapi tiba-tiba entah dari mana gadis itu berasal, ia langsung memelukku dari belakang, hingga akhirnya punggungnya yang tertusuk oleh pisau, memang ingatan masa laluku tidak terlalu jelas, tapi aku masih bisa mengingat kejadian itu, walaupun ingatanku sangat suram."
"jadi itu kenapa tuan muda hingga sekarang tidak bisa melupakannya?"
"bukan karena itu, tapi karena hatiku benar-benar mencintainya, aku hanya ingin melihatnya, apa dia tumbuh menjadi gadis cantik, apa dia benar-benar bahagia dengan kehidupannya, seandainya dia sudah tidak lagi mencintaiku, aku akan terima hal itu, karena usia kita memang berbeda sangat jauh."
Setelah mengatakan tentang Kristiani, tidak terasa air mata Hadi langsung menetes. Kristiani adalah gadis yang membuat Hadi menjadi pria lemah, dan Kristiani juga yang membuat Hadi menjadi pria yang tertutup, bahkan karena Kristiani juga, ia tidak bisa lagi untuk tertawa. Kristiani adalah gadis yang paling berharga dalam hidupnya. Repan sangat sedih, setiap kali tuan mudanya menceritakan tentang nona kristiani, karena melihat raut wajah tuan mudanya sangat sedih, bahkan hingga menangis, walaupun tuan mudanya selalu terlihat dingin, tapi hatinya benar-benar rapuh, lalu Repan memutuskan untuk berbicara tentang nona Riana, kalau memang benar dia adalah Kristiani, harusnya bisa mengenali aroma parfum itu, karena parfum itu di buat oleh nona kristiani, lalu di berikan pada saat ulang tahun tuan mudanya, setelah itu tuan mudanya menjual parfum itu pada rekan bisnisnya, agar kristiani bisa mengenali aroma parfum itu
"tuan muda, kalau memang nona Riana adalah noa Kristiani, harusnya dia bisa mengenalinya."
Setelah mendengar ucapan dari asistennya, Hadi langsung menjawab ucapan asistennya
__ADS_1
"bagaimana Kristiani mengenaliku, bahkan aku saja tidak bisa mengenalinya, dan ini juga masih dugaan."
"tapi parfum yang tuan muda pakai dan parfum yang tuan muda jual pada rekan bisnis tuan muda, itu adalah parfum yang di buat khusus oleh nona kristiani, harusnya dia bisa mengenalinya."