
Setelah selesai makan Hadi dan istrinya langsung menuju ke ruang tamu, mereka sekarang sudah duduk di sofa. Hadi langsung menyuruh Gadis itu untuk memperkenalkan diri
" Nona, silahkan anda perkenalkan dirimu."
Mila yang mendengar suara dari pria tersebut, rasanya merinding, walaupun pria itu sedikit ramah, tapi pria itu berbicara tanpa ekspresi, membuatnya sedikit takut, lalu ia langsung memperkenalkan diri
" Nama saya Mila, usia saya 23 tahun, tuan muda."
" Apa Repan sudah menjelaskan tentang pekerjaanmu?"
" Sudah tuan muda."
" Baiklah, sepertinya saya tidak perlu mengulanginya lagi, dan sekarang kau bekerja untuk nona muda yang berada di samping saya."
" Baik tuan muda."
Mata Mila langsung melirik ke arah samping tuan mudanya, ia memang tadi tidak berani untuk melihat siapapun, karena ia sudah mengetahui kalau tuan muda Wijaya terkenal pria dingin, untuk itu ia hanya menundukkan kepalanya. Mila melihat seorang gadis kecil yang memakai seragam sekolah dan sangat cantik menurut ia, tapi ia juga penasaran dengan status Gadis yang di samping tuan mudanya
" Siapa gadis ini, bukan'kah keluarga Wijaya tidak memiliki adik perempuan?, sangat cantik dan imut." batin Mila
Hadi yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung bertanya pada istrinya
" Apa kau menyukai asisten pribadi yang aku pilih untukmu?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung melihat Gadis yang akan menjadi asisten pribadinya, setelah itu ia langsung menjawab ucapan dari suaminya
" Terserah Om."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung menaikan satu alisnya. Riana yang melihat suaminya menaiki satu alisnya, ia tidak ingin berbicara lagi. Mila yang mendengar jawaban dari nona muda, ia bergidik ngeri, saat mendengar ucapannya terserah Om, ucapanya seperti seolah-olah tidak peduli, walaupun ia melihat gadis itu seperti sangatlah baik, tapi setelah mendengar jawabannya, ia langsung menyimpulkannya
" Ternyata semua keluarga ini sangat dingin, termasuk Gadis kecil ini, mungkin dia adalah ponakan dari tuan muda." batin Mila
Hadi yang tidak mendengar jawaban dari istrinya lagi, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung bertanya lagi
" Cocok atau tidak?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya lagi, ia hanya menjawab dengan hhmm, karena perasaannya masih mengingat suaminya yang mengatakan sayang pada Yulia, membuat ia menjadi malas untuk berbicara
__ADS_1
" Hhhhmmm."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya sedikit bingung, entah kenapa, wajah istrinya pagi ini, tidak ceriah seperti biasanya, pedahal jelas-jelas wajah istrinya sudah tidak merah lagi, lalu ia langsung bertanya lagi pada istrinya sambil menempelkan punggung telapak tangannya pada pipi istrinya
" Apa kau baik-baik saja?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung bertanya sekali lagi
" Apa cocok asistenya?"
" Iya Om."
" Baiklah kalau cocok, kau pergi ke sekolah sekarang, setelah pulang, kau langsung pergi ke kantor."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sangat kesal, baginya pergi ke kantor itu sangat membosankan, apa lagi mengingat kejadian kemarin, saat di perlakukan tidak baik oleh orang kantor, membuatnya malas, lalu ia langsung menolak ucapan suaminya
" Om, bisakah aku pulang ke rumah saja?, aku lelah butuh istirahat, apa lagi aku juga harus belajar."
" Baiklah kalau begitu."
Hadi dan istrinya langsung berjalan keluar dari rumahnya, di ikuti oleh Mila dan Repan, hingga mereka sampai di samping mobil. Hadi langsung berbicara lagi pada istrinya
" Iya om."
Hadi langsung mengambil ponsel istrinya dari tas istrinya. Riana yang melihat suaminya mengambil ponselnya, ia langsung bertanya
" om mau apa?"
" Tentu saja, mau menyimpan nomer ponselku."
Hadi langsung mengetik nomernya, ternyata istrinya sudah menyimpan nomernya, dengan nama kontak pria menyebalkan. Hadi yang membaca nomer kontaknya, ia langsung mengerutkan keningnya, lalu ia langsung melihat ke wajah istrinya sambil bertanya
" Apa aku sangat menyebalkan?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia sangat malu, ia memang merasa suaminya itu sangat menyebalkan, selalu melakukkan semena-mena, lalu ia langsung mengalihkan pembicaraan
" Om, aku berangkat sekolah sekarang, kalau tidak, aku akan telat, apa jadinya kalau anak baru telat."
__ADS_1
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia hanya menghela nafas panjang, ia sedikit kesal, saat istrinya tidak menjawab ucapanya, tapi ia juga tidak ingin berdebat dengan istrinya, ia takut istrinya telat
" Baiklah, lakukan saja sesuka hatimu."
Hadi langsung memasukkan ponsel istrinya ke dalam tas istrinya, tanpa mengganti nama kontak yang di buat oleh istrinya, walaupun hatinya sangat kecewa, tapi ia tetap diam. Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia sangat terlihat jelas, kalau suaminya sangat kecewa padanya, tapi ia juga tidak ingin berbicara lagi. Hadi langsung mengambil kartu ATM untuk istrinya, ia langsung memberikan ke tangan kanan istrinya sambil berbicara
" Pakai ini. Jika perlu apa-apa, ingat, tidak ada kata mencari kerja lagi, kalau kau masih ingin hidupmu tenang."
Hadi mengatakannya, tanpa ekspresi senyum di bibirnya, walaupun ia tau, ia dan istrinya baru saja berdekatan, jadi tidak mungkin, ia langsung mendapatkan hati istrinya. Riana yang mendengar ucapan dingin suaminya, ia langsung menyetujuinya, karena ia sangat takut dengan suaminya
" Baik om."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi langsung berbicara pada asisten pribadi istrinya
" Mila, jaga nona muda baik-baik."
" Baik tuan muda."
Mila langsung membuka pintu mobil untuk nona mudanya, lalu nona mudanya masuk ke dalam mobil, setelah itu ia juga langsung masuk mobil, ia langsung melajukukan mobilnya. Sekarang tinggal ada Hadi dan Repan. Hadi langsung memberikan tugas untuk asistennya
" Repan, saya mau kau cari tau tentang kekasih nona muda, setelah itu kasih tau saya, saya ingin tau siapa kekasih nona muda."
Repan yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia mulai bingung, walaupun ia belum tau jelas hubungan nona muda dengan tuan kecilnya, tapi saat melihat kemarahan tuan kecil pada nona muda, saat di dapur, itu terlihat jelas bahwa mereka memiliki hubungan, apa lagi setelah kejadian itu, Repan juga melihat tuan kecilnya, menyelinap dalam kamar tuan muda, setelah tuan mudanya pergi, membuat ia semakin bingung, ia memang setiap hari selalu mengecek rekaman cctv, tapi ia tidak berani bilang soal itu pada tuan mudanya, lalu Repan langsung menjawab ucapan dari tuan mudanya
" Baik tuan muda, saya akan mencari tau tentang kekasih nona muda."
" Bagus, kau antar saya ke kantor terlebih dahulu, setelah itu baru kau cari tau."
" Baik tuan muda."
Repan langsung membukan pintu mobil untuk tuan mudanya. Setelan tuan mudanya masuk, ia pun langsung masuk, lalu langsung melajukan mobilnya untuk ke kantor. Di perjalanan Repan terus saja berpikir tentang hubungan nona muda dan tua kecilnya
" Apa aku bilang saja, kalau nona muda memiliki hubungan dengan tuan kecil, apa tidak usah, aku sangat takut melihat reaksi tuan muda" batin Repan
Repan terus saja berpikir hingga ia hampir saja menabrak penyebrangan, ia langsung mengerem mobil itu dengan mendadak. Hadi yang mendapat perlakuan buruk dari asistennya, ia langsung marah
" Kau bisa fokus menyetir tidak?"
__ADS_1
" Aku minta maaf tuan muda."