
Setelah perdebatan enak-enak, Riana dan Hadi memutuskan untuk makan, mereka berdua memang sudah sangat lapar, apa lagi pagi-pagi mereka langsung mengemasi barang-barangnya, lalu pergi ke rumah ibunya .Riana dan Hadi sudah duduk di meja makan, di meja makan ada kakanya dan ibunya, mereka berdua sangat malu, apa lagi mereka mengingat kejadian tadi, saat ibunya menyuruh untuk melanjutkan. Marina yang melihat anak dan menantunya yang sangat malu, ia hanya tersenyum, ia sangat senang saat melihat mereka berdua sudah melakukan yang lebih intim, apa lagi mereka menikah di dasari oleh perjodohan, tapi ternyata membuahkan hasil yang sangat manis, karena Riana dan Hadi ternyata dulunya sepasang kekasih. Hadi makan sambil menunduk, ia memang sangat malu, entah kenapa saat orang tua ia yang melihat adegan itu, ia sama sekali tidak malu, tapi saat mertuanya yang melihat adegan itu, ia benar-benar sangat malu. Rina melihat adiknya dan suami dari adiknya yang sangat malu pada ibunya, ia sangat bingung, bukan apa-apa, kalau suami dari adiknya malu itu sangat wajar, dia baru pertama kali datang kemari, tapi adiknya, dari dulu di besarkan oleh keluarga ini,tapi adiknya juga ikut malu
" Kenapa adek ikut malu juga, apa yang mereka pikirkan." batin Rina
Setelah sekitar 15 menit, mereka selsai makan. Hadi langsung berbicara pada ibunya
" Mah, Hadi ke kamar dulu, ada pekerjaan yang belum Hadi selesaikan."
" Iya nak."
Riana langsung berbicara pada suaminya, karena ia ingin bercerita tentang suaminya pada kakanya, ia memutuskan untuk berbohong pada suaminya, kalau ia ingin melihat-lihat taman di depan
" Hubby, aku ingin melihat-lihat taman di depan rumah, tidak apa-apakan kalau hubby ke kamar duluan?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung menjawab pertanyaan dari istrinya sambil mengelus kepala istrinya
" Iya sayang."
__ADS_1
Setelah itu Hadi langsung berjalan menaiki tangga. Setelah Hadi pergi, Marina langsung berbicara pada anak angkatnya
" Sayang, mamah mau bertanya boleh?"
" Tentu boleh mah."
" Bagaimana sekolahmu sayang?, apa kau akan berhenti mengejar cita-citamu yang ingin menjadi dokter?, sekarang kau juga sudah menemukan orang tuamu, apa Hadi tidak ingin menunggumu hingga kuliah?"
" Mah, Riana tidak ingin lagi menjadi dokter, Riana hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Hadi."
Setelah mendengar jawaban dari anak angkatnya, Marina hanya menghela nafas berat, ia tau, anak angkatnya di hadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Jika anak angkatnya memilih untuk melanjutkan cita-citanya, Hadi yakin akan kembali lagi bersama tunangannya, dan jika anak angkatnya memilih suaminya, anak angkatnya harus mengubur cita-citanya. Riana langsung mengajak kakanya untuk ke taman
" Iya dek, mah, Rina sama Riana ke taman dulu."
" Iya sayang."
Rina dan Riana langsung berjalan ke depan rumahnya, hingga mereka sampai di taman, mereka langsung duduk sambil saling bertatap mata. Rina langsung bertanya pada adiknya
__ADS_1
" Dek, apa ada masalah?"
" Iya Ci, aku bingung ci, Hadi masih memiliki tunangan, dan Hadi akan mengakhiri hubungannya dengan tunangannya, tapi aku merasa tidak tega dengan Gadis itu, Gadis itu sudah bersama Hadi bertahun-tahun, tapi tiba-tiba hubungannya berakhir begitu saja, aku tidak ingin itu terjadi ci, tapi aku juga tidak ingin melepaskan Hadi ci, aku sangat mencintai Hadi, apa lagi setelah tau Hadi adalah pria yang sangat aku cintai dari dulu, aku semakin tidak ingin melepaskannya, tapi jika hubungan mereka berakhir, aku merasa sangat bersalah, karena telah hadir kembali dalam kehidupan Hadi, harusnya hubungan Hadi baik-baik saja bersama tunangannya, tapi sekarang, hubungan Hadi harus berakhir karena aku."
" Dek, kalau kau bertahan untuk Hadi, kau juga tidak salah, tapi ini adalah salah tunangan Hadi, kenpa dia membatalkan pernikahan yang hanya tinggal satu Minggu lagi, dan pergi memilih karirnya, ini bukan salahmu, tapi ini salah dia. Dek, jika kau benar-benar mencintai Hadi, kau pertahankan pernikahanmu. Jangan mundur, walaupun nanti akan banyak rintangan, kau tetap bertahan menjadi istrinya, ingat, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari, dan kau juga harus hati-hati dengan Gadis itu, belum tentu Gadis itu, gadis baik-baik, ingat, jangan pernah mundur jika ada masalah apapun, kau sudah lama berpisah dengan Hadi, dan Cici lihat juga Hadi sangat mencintaimu. Hadi adalah pria dingin yang tidak pernah peduli dengan apapun, dan selalu bersikap dingin, tapi denganmu, Hadi sangat baik dan lembut, itu artinya Hadi sangat mencintaimu, jadi kau harus mempertahankan pernikahanmu, kalau kau sangat mencintainya."
" Tapi ci, aku sangat bingung."
" Tidak ada kata bingung, kau harus percaya dengan hatimu, jangan pernah bingung mengambil langkah apapun, percaya dengan ucapan Cici, semuanya akan baik-baik saja, dan kau, cukup membuat Hadi nyaman kalau tidak ingin melepaskan Hadi, ingat, kau harus menurut apa kata Hadi, selama Hadi masih memperlakukanmu dengan baik, dan menganggapmu sebagai seorang istri, dan kau juga harus lebih perhatian lagi padanya, Hadi adalah pria yang sangat sibuk, dia butuh perhatian yang lebih, agar dia tetap nyaman bersamamu, kau tidak boleh kalah, ingat, statusmu lebih tinggi dari Gadis itu, dia hanya tunangan Hadi, sedangkan kau, kau adalah istrinya."
Setelah mendengar jawaban dari Kakanya, Riana mulai memikirkan pembicaraan kakanya, semua yang kakanya bilang memang benar, kalau ia adalah istrinya, ia tidak boleh merasa kasihan pada tunangan dari suaminya, dan belum tentu Gadis itu Gadis baik-baik, kalau gadis itu Gadis baik-baik, mungkin dia tidak akan membatalkan pernikahan, dan menyuruh Hadi untuk menikah kontrak, bukan'kah Gadis itu sangat egois, dia hanya mementingkan karirnya dari pada pernikahannya yang hanya tinggal satu Minggu lagi, lalu ia langsung bertanya pada kakanya
" Ci, apa aku berhak mempertahankan pernikahan, sedangkan di sisi lain ada wanita yang tersakiti olehku?"
" Dek, ingat, jangan pernah lemah dalam hal apapun, belum tentu lawan kita lebih kuat, dan belum tentu, dia akan menerima keadaan, jadi jangan pernah mengatakan berhak atau tidak berhak, kau sekarang sudah menikah, dan Hadi juga sangat mencintai, jika kau memilih berpisah, maka Hadi yang akan membencimu, bukan gadis itu yang membencimu, apa kau mau di benci oleh Hadi?"
Rina dengan sabar menasehati adiknya, ia tidak ingin adiknya memiliki penyesalan yang mendalam, apa lagi yang salah di sini adalah tunangan dari suami adiknya, bukan adiknya yang salah, jadi ia terus saja menasehati adiknya, hingga adiknya benar-benar yakin dengan keputusannya. Riana yang terus mendapatkan nasehat dari kakaknya, ia pun memutuskan untuk mempertahankan pernikahannya, ia tidak ingin di benci oleh suaminya, ia sangat mencintai suaminya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari kakaknya
__ADS_1
" Iya Ci, aku akan mempertahankan pernikahanku, bagaimana pun caranya."
Setelah mendengar jawaban dari adiknya, Rina langsung tersenyum, akhirnya setelah ia menjelaskan panjang lebar pada adiknya, adiknya mengerti juga, dan adiknya mau mempertahankan pernikahannya dengan cara apapun