Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 116.


__ADS_3

Hadi yang di usir oleh ibunya, ia langsung pergi keluar dari kamar ibunya. Sekarang Hadi sedang duduk di sofa, sambil memainkan laptopnya lagi, sambil sesekali melirik ke arah istrinya yang sedang duduk di depan meja rias, entah apa yang istrinya lakukan di depan meja rias itu, yang jelas istrinya tidak sedang berdandan, istrinya hanya menatap wajahnya di pantulan kaca, tapi ia masih bisa melihat jelas senyuman di bibir istrinya yang ada di pantulan kaca itu. Hadi langsung memegang dadanya sendiri sambil berbicara di dalam hati


" Tenang Hadi, istrimu pasti baik-baik saja, istrimu tidak akan kenapa-napa, sakit itu wajar, itu pertama kalinya, jadi kau tidak perlu gelisah." batin Hadi


Riana masih saja menatap wajahnya di pantulan kaca sambil berbicara di dalam hatinya


" Tuhan, terimakasih sudah memberikan dia untuk jodohku, terimakasih telah mempertemukan aku dengan Hadi kembali, aku sangat bahagia." batin Riana


Setelah itu Riana langsung berdiri, ia langsung berjalan ke arah suaminya yang masih sibuk di laptopnya, ia langsung duduk di samping suaminya, lalu langsung bertanya pada suaminya


" Hubby, tadi di kamar mamah, hubby dan mamah berbicara apa?"


Hadi yang mendapat pertanyaan dari Istrinya, ia langsung menutup laptopnya, lalu langsung melihat ke arah istrinya sambil tersenyum, setelah itu ia langsung menjawab pertanyaan dari istrinya dengan berbohong

__ADS_1


" Hanya ngobrol-ngobrol seputar bisnis."


" Oh."


Riana hanya menjawab dengan oh, iya tau kalau suaminya berbohong, tapi ia tidak ingin mempermasalahkan itu, sekarang ia akan melakukan malam pertama, ia tidak peduli walaupun suaminya berbohong, yang jelas ia tidak ingin malam pertamanya gagal hanya gara-gara suaminya berbohong. Hadi langsung menarik tangan istrinya, agar istirnya duduk di pangkuannya. Setelah duduk di pangkuannya, ia langsung bertanya pada istrinya


" Apa sayang yakin sudah siap?"


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Riana tau, suaminya masih gelisah, terlihat jelas di wajah suaminya, tapi ia juga tetap diam, ia tidak ingin bertanya tentang itu. Hadi yang sudah melihat jawaban dari istrinya, ia langsung memejamkan mata sesaat, setelah itu ia langsung membuka mata lagi. Hadi langsung menatap mata istrinya dengan tatapan sendu, ia sangat gelisah, bukan hanya takut, tapi sekarang ia merasa tidak rela, kalau Gadis kecil yang ada di pangkuannya itu akan melakukan tugasnya sebagai seorang istrinya seutuhnya. Hadi langsung bertanya lagi untuk memastikan jawaban dari istrinya itu benar


" Yakinlah hubby, memangnya kenapa?, hubby masih takut?"


Hadi hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, walaupun takut, tapi ia mencoba menyembunyikan rasa takutnya, lalu ia langsung mencium bibir istrinya sekilas. Setelah itu ia langsung mengangkat tubuh mungil istrinya, lalu langsung berjalan ke arah ranjang. Riana yang awalnya biasa saja, sekarang ia mulai sedikit tegang, tadi memang ia sudah mencari tau tentang malam pertama di internet, dan itu membuat ia sedikit takut, badannya mulai terasa panas, dingin. Hadi langsung mendudukkan istrinya di atas ranjang, lalu ia pun langsung naik ke atas ranjang. Mereka saling berhadapan, dan saling bertatap mata. Hadi langsung memegang tangan istrinya, ia merasakan tangan istrinya yang sedikit dingin, lalu ia langsung bertanya pada istrinya

__ADS_1


" Apa sayang takut?, kalau takut jangan lakukan lagi."


Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, walaupun ia juga mulai takut, setelah membaca seputar malam pertama di internet, tapi ia juga ingin melakukan hal itu. Hadi yang melihat jawaban dari Istrinya, ia sedikit ragu-ragu, ia juga masih di hantu rasa takut, tapi melihat istrinya yang memakai lingerie sexy kimono membuat ia ingin melakukannya, apa lagi terlihat jelas belahan di balik lingerie sexy kimono istrinya. Tanpa bertanya lagi, Hadi langsung memegang tengkuk istrinya, lalu ia langsung mencium kening istrinya cukup lama, agar ia bisa mengontrol nafsunya, setelah itu, ia langsung mencium bibir istrinya. Riana juga langsung membalas ciuman dari suaminya, tapi tubuhnya sudah berkeringat, dingin, bahkan ia merutuki kebodohannya, yang awalnya terus saja mengajak untuk malam pertama pada suaminya, tapi kini nyalinya mulai menciut. Hadi yang merasakan tubuh istrinya berkeringat, dingin, ia langsung mengehentikan ciumannya, lalu langsung berbisik pada telinga istrinya


" Bukan'kah sayang yang mengajak untuk melakukan malam pertama, tapi kenapa nyali sayang menciut, mana Kristiani yang terkenal agresif?"


Riana yang mendengar bisikan dari suaminya, ia mencoba mengontrol ketakutannya, bahkan ia juga sedikit heran, sekarang suaminya bersikap tenang, sedangkan ia belum apa-apa sudah panas dingin. Hadi hanya menatap wajah istrinya sambil tersenyum, bahkan terlihat jelas wajahnya sangat bahagia sekarang, yang awalnya sangat takut, tapi hilang seketika entah kemana, yang jelas ia sekarang ingin melakukannya sekarang, andaikan saja Gadis yang ia nikahi itu sudah dewasa, mungkin sekarang tanpa aba-aba dan tanpa menunggu menenangkan istrinya lagi, ia langsung menyosor istrinya, tapi ia sadar Gadis yang di depannya hanyalah Gadis kecil, jadi ia menunggu istrinya untuk lebih tenang. Setelah 3 menit diam, Hadi langsung mencium istrinya lagi, ia dengan perlahan mengabsen semua rongga mulut istrinya, sedangkan tangan kanannya, ia sudah meraba-raba tidak jelas, dari dada istrinya hingga turun ke paha, ia juga bukan pria yang berpengalaman, dan bukan pria yang menyukai film 21+, jadi ia tidak terlalu berpengalaman, yang jelas ia melakukan yang ia bisa. Setelah sekitar 9 menit, Riana juga mulai menikmati permainan dari suaminya, rasa takut yang tadi itu hilang seketika, bahkan lenguhan kecil mulai keluar dari mulut Riana. Hadi yang mulai mendengar desahan kecil dari istrinya, membuat ia tambah gairah. Hadi langsung membimbing istrinya untuk rebahan, tanpa menghentikan ciumannya. Riana juga menuruti perintah suaminya, tapi rasa takut itu mulai muncul lagi, karena sekarang ia sudah telentang, membuat ia panas dingin lagi. Hadi yang menyadari istrinya mulai takut lagi, ia langsung menghentikan ciumannya, lalu ia langsung berbicara pada telinga istrinya


" Tenang, tidak perlu takut, aku juga mainnya dengan perasaan."


Setelah mengatakan itu Hadi langsung mencium kening istrinya. Riana tidak menjawab apa-apa, ia hanya menuruti apa kata suaminya. Hadi langsung mematikan lampu, ia hanya menyalakan lampu tidur saja, lalu langsung mencium bibir istrinya lagi, ciuman itu langsung turun ke leher, ia juga memberi beberapa tanda kepemilikan di leher istrinya. Sedangkan Riana, ia hanya diam membeku, hanya nafasnya yang tidak bisa ia kontrol, rasanya campur aduk. Hadi langsung membuka Lingerie istrinya perlahan, masih sambil mencium leher istrinya. Setelan istrinya tanpa sehelai kain, ia pun langsung menghentikan ciumannya, lalu ia langsung membuka seluruh baju miliknya, lalu langsung menarik selimut untuk menutupi setengah tubuhnya dan tubuh istrinya. Setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya


" Yakin sayang siap?"

__ADS_1


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala, wajahnya sudah gelisah. Hadi yang melihat jawaban istrinya, ia langsung memejamkan mata sesaat, lalu langsung menatap wajah istrinya yang terlihat gelisah, membuat ia merasa bersalah dan sedikit bingung, haruskah ia teruskan, atau haruskah ia hentikan permainannya di tengah jalan


__ADS_2