Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 35. Riana di pecat


__ADS_3

Pagi hari Riana bangun lebih dulu, ia tidak sarapan lagi, ia langsung pergi ke tempat kerja sebelum suaminya bangun, ia terus saja berjalan kaki hingga sampai di tempat kerjanya, tapi para pegawai itu menatap Riana dengan tatapan aneh, ia juga tidak tau kenapa semua pekerja menatap seperti itu. Pak Rifki mendekati Riana yang sedang mencuci piring, lalu ia pun langsung berbicara dengan Riana


"Riana, kau ikut saya sebentar."


"baik pak."


Pak Rifki berjalan ke ruangannya di ikuti oleh Riana hingga mereka sampai di tempat itu, ia langsung duduk, lalu pak Rifki menyuruh Riana untuk duduk


"silahkan duduk Riana."


"iya pak."


Riana langsung duduk. Setelah Riana duduk pak Rifki langsung membicarakan tentang pemecatan itu, tapi ia memecatnya dengan alasan yang berbeda, bukan karena di suruh suaminya Riana


"Riana, karena kau kemarin tidak masuk, dan tidak memberi tahu, saya memecatmu."


"apa pak! saya di pecat?"


"iya Riana, kau seorang pekerja, tapi kau tidak masuk dan tidak bilang juga ada urusan apa."


"tidak bisa begitu doang pak, biasanya juga bapak hanya memotong gajih."


"iya biasanya seperti itu, tapi sekarang saya menggunakan peraturan baru."


"pak tolong jangan pecat saya, bapak boleh memperkerjakan saya selama 3 hari tidak di bayar, tapi tolong jangan pecat saya, saya sedang membutuhkan pekerjaan ini."


Pak Rifki yang mendengar jawaban Riana yang mengatakan tolong, ia sangat tidak tega, apa lagi, Riana adalah pekerja yang paling rajin, ia juga sebenarnya tidak ingin memecat Riana, kalau tidak dapat ancaman dari suaminya Riana, lalu ia memutuskan untuk mengatakan jujur, kenpa Riana di pecat


"Riana, saya mau mengatakan yang sejujurnya, saya memecatmu karena di suruh seseorang."


"siapa pak?, setahu saya juga tidak memiliki masalah, terlebih lagi apa hubunga bapak dengan orang yang menginginkan saya di pecat?"


"yang menyuruh memecatmu adalah suamimu."


"suamiku?"


"iya tuan muda Wijaya."


Riana yang mendengar jawaban dari pak Rifki, seketika ia langsung emosi


"pria gila, bukan'kah tidak akan ikut campur urusanku!"


Setelah mengatakan itu, Riana memutuskan untuk meminta pak Rifki agar tidak memecatnya, walaupun ia sudah tau alasannya


"pak, tolong jangan pecat saya."


"Riana, bukan apa-apa, tapi jika saya tidak memecatmu, tempat rumah makan ini akan di hancurkan oleh suamimu, jadi saya tidak bisa lagi memperkerjakanmu, apa lagi kau juga seorang istri dari tuan muda Wijaya, tentu kau tidak akan kekurangan uang, dan saya lihat juga dia sangat mencintaimu, melihat dia ingin kau di pecat, itu adalah bukti cinta yang tulus, agar kau tidak kecapean, bagaimana pun juga kau adalah seorang istri, lebih baik kau menjadi istri yang baik, diam di rumah menunggu suami pulang kerja."


Riana yang mendengar jawaban dari pak Rifki, ia hanya menghela nafas berat, ia tidak percaya kalau suaminya itu sangat tidak memiliki hati, sudah jelas-jelas dalam perjanjian kontrak itu tidak akan mencampuri urusan masing-masing, tapi sekarang suaminya baru saja mencampuri urusannya, lalu ia memutuskan untuk pulang, ia tidak ingin meminta pak Rifki agar tidak memecatnya, ia tidak ingin pak Rifki memiliki masalah dengan suaminya


"baiklah pak, terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu."


"iya Riana, hati-hati."


"iya pak."


Riana langsung keluar dari ruangan itu, lalu ia juga langsung keluar dari tempat rumah makan itu, dan sekarang ia harus mencari pekerjaan baru, agar bisa mengumpulkan uang, karena yang ada di pikiran Riana adalah membalas dendam pada Om Rehan, orang yang telah membunuh ayah angkatnya secara tidak langsung. Kristian yang melihat Riana berjalan kaki, ia langsung menyuruh asistennya untuk menghentikan mobilnya


"Yuda, hentikan mobilnya."


"baik tuan muda."


Yuda langsung memberhentikan mobilnya. Kristian lalu langsung turun, sebelum asistennya membukakan pintu mobil untuknya, ia langsung mendekati Riana yang masih terus berjalan hingga ia sampai di belakang Riana, lalu langsung memanggil Riana


"Riana!"


Riana yang di panggil namanya, ia langsung berhenti lalu langsung berbalik ke belakang, ia melihat tuan muda yang pernah menolongnya saat ia pingsan


"tuan muda."


Kristian pun sampai di depan Riana, lalu ia langsung bertanya pada Riana


"kau mau kemana?, atau habis dari mana?, kenapa berjalan kaki?"


Riana yang mendapat pertanyaan dari Kristian, ia langsung tersenyum, lalu langsung menjawab pertanyaan Kristian

__ADS_1


"saya mau mencari pekerjaan tuan muda."


Kristian yang mendengar jawaban Riana, ia tidak percaya, lalu ia langsung mengulanginya


"pekerjaan?"


"iya tuan muda."


Riana yang belum sarapan dari tadi pagi, tiba-tiba saja perutnya berbunyi


Keryu.....


Kristian yang mendengar perut Riana berbunyi, ia langsung tersenyum. Riana yang melihat senyum Kristian, ia sangat malu. Kristian memutuskan untuk mengajak Riana makan


"Riana, ayo kita makan dulu?"


"tidak tuan muda, nanti saja."


Kristian langsung menarik pergelangan tangan Riana, lalu berjalan ke arah mobil, setelah itu langsung membukan pintu untuk Riana. Setelah Riana masuk, Kristian juga langsung masuk ke dalam mobil, lalu ia menyuruh asistennya untuk mencari restoran terdekat


"Yuda, kita cari restoran terdekat."


"baik tuan muda."


Yuda langsung melajukukan mobilnya. Di dalam mobil, tidak ada pembicaraan sama sekali, hanya saja Kristian terus saja memandangi wajah Riana, setiap melihat wajah Riana, ia selalu teringat dengan adiknya


"kenapa aku selalu ingat adiku setiap bertemu dengan gadis ini, sudah dua kali bertemu, perasaan itu masih tetap sama."


Riana yang di tatap oleh Kristian, ia juga tidak risih, ia juga tetap diam membisu, ia ingin sekali bertanya kenapa terus menatapnya, tapi ia juga merasa tatapan Kristian itu, bukan tatapan suka atau pun tatapan benci, ia juga tidak tau tatapan apa yang Kristian lakukan, lalu ia berpikir tentang Kristian yang selalu menatapnya


"kenapa dia selalu saja menatapku, tapi aku juga tidak risih, melainkan aku merasakan kenyamanan yang berbeda, dan entah kenapa setiap melihat wajahnya selalu merasakan berbeda, seperti sudah kenal, tapi di mana."


Riana dan Kristian terus saja berpikir hingga mereka sampai di tempat yang di tuju. Yuda menghentikan mobilnya di tempat restoran tersebut, tapi tuan mudanya dan Riana hanya diam, lalu Yuda memutuskan untuk memanggil tuan mudanya


"tuan muda, kita sudah sampai."


Kristian yang di panggil, lalu sadar dari lamunannya, termasuk Riana


"iya Yuda."


Yuda langsung turun, ia langsung membukan pintu mobil untuk tuan mudanya, sedangkan Riana langsung turun lebih dulu. Setelah Kristian keluar dari mobil, ia langsung memegang tangan Riana lagi masuk ke dalam restoran tersebut, banyak wanita yang menatapnya dengan tatapan suka pada Kristian, sedangkan menatap Riana, mereka menatap benci, siapa yang tidak kenal dengan CEO tampan dan muda itu, bahkan semua orang juga mengenal CEO muda yang tidak sombong. Kristian langsung menggeser kursi untuk Riana. Riana langsung duduk, lalu ia pun juga ikut duduk, setelah itu ia langsung bertanya menu apa yang akan Riana pesan


"aku makan spaghetti saus tomat, dan minumnya jus alpukat."


Kristian yang mendengar jawaban Riana, ia seketika diam sebentar, ia mengingat adiknya yang menyukai spaghetti saus tomat dan minumnya juga jus alpukat, lalu ia langsung menjawab ucapan Riana


"baik."


Kristian langsung memanggil pelayan restoran itu


"pelayan."


Pelayan itu langsung mendekati Kristian hingga ia sampai di samping Kristian


"mau pesan apa tuan muda?"


"pesan spaghetti saus tomat 2 dan jus alpukat 2."


"baik tuan muda, tunggu sebentar."


Pelayan itu langsung pergi dari situ, sambil menunggu pesanan datang, Kristian terus saja memandangi wajah Riana, termasuk Riana yang memandang wajah Kristian. Tidak lama pesanannya datang, pelayan itu langsung meletakannya di atas meja


"selamat menikmati tuan muda, dan nona muda."


Riana dan Kristian hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu pelayan itu langsung pergi. Mereka mulai makan. Kristian makan masih sambil tersenyum, apa lagi saat melihat Riana makan, ia melihat Riana adalah sosok adiknya yang ia rindukan selama ini. Setelah sekitar 10 menit mereka selsai makan. Kristian yang melihat di bibir tipis Riana yang ada sisa saus, ia langsung mengusap sisa saus itu, tanpa menggunakan tisu. Riana yang mendapat perlakuan tersebut ia terkejut dan sekaligus malu


"kenapa tidak bilang tuan muda, tanganmu kotor, kau juga tidak menggunakan tisu."


"tidak masalah Riana."


Sedangkan di meja sebelah ia menatap pemandangan itu dengan tatapan tidak suka, apa lagi saat melihat Kristian yang mengusap sisa makanan di bibir istrinya, ia ingin sekali memukul Kristian, yang tidak lain ia adalah Hadi, ia memang ada perjanjian pekerjaan bertemu di restoran tersebut, ia tidak sengaja melihat mereka berdua. Hadi, juga tidak tau kenapa melihat pemandangan itu dengan tatapan tidak suka, pedahal Kristian adalah sahabatnya, dan Riana adalah istri kontraknya. Kristian langsung membayar makanan tadi, lalu ia keluar dari restoran tersebut masih dengan menggandeng tangan Riana. Hadi yang melihat mereka semakin tidak suka


"*apa jangan-jangan pacar gadis kecil itu adalah Kristian?, bukan'kah Kristian bilang tidak ingin memiliki pacar sebelum bertemu kembali dengan adiknya, tapi kenapa sekarang aku melihat pemandangan itu*."


Riana dan Kristian sampai di tempat parkiran, lalu ia langsung masuk ke dalam mobil lagi. Kristian memutuskan untuk bertanya pada Riana

__ADS_1


"Riana, kau mau kemana lagi?, ayo aku antar."


"antar aku di pertigaan depan saja tuan muda."


"kenapa berhenti di situ?"


"aku mau pulang tuan muda."


"lebih baik aku antar sampai rumah."


"tidak perlu tuan muda."


"ayolah Riana."


"baiklah, kita kejalan teratai B12 no 2."


Kristian yang mendengar jawaban Riana, ia seketika mengerutkan keningnya, ia kenal dengan nomer rumah tersebut, itu adalah nomer rumah sahabatnya yang tak lain adalah Hadi, tapi ia juga tidak ingin bertanya pada Riana, kenpa Riana tinggal di situ, ia langsung menyuruh asistennya untuk ke alamat tersebut


"Yuda, kita ke jalan teratai B12 no 2."


"baik tuan muda."


Yuda langsung melajukukan mobil itu pergi ke alamat yang di tuju, seperti biasa di dalam mobil tidak ada yang berbicara. Setelah menempuh perjalanan 30 menit mereka sampai di alamat tersebut. Riana langsung turun dari mobil itu. Kristian juga ikut turun, karena ia sangat penasaran apa status Riana di keluarga Wijaya. Riana lalu langsung mengucapkan terimakasih pada Kristian


"terimakasih tuan muda, kau sudah mengantarkan aku sampai rumah."


"sama-sama, lebih baik kau masuk, jangan lupa istirahat sekarang sudah pukul 12.03."


"iya tuan muda, apa tuan muda tidak mampir dulu."


"tidak perlu, aku akan ke perusahaan Wijaya Grup."


Riana yang mendengar kata Wijaya, ia sedikit marah, ia mengingat suaminya yang menyuruhnya untuk di pecat. Kristian yang melihat Riana sedikit emosi, ia tidak tau kenapa Riana emosi, tapi ia pikir Riana itu adalah seorang pelayan dari keluarga Wijaya, karena tadi Riana mengatakan sedang mencari pekerjaan, mungkin saja Riana tidak cocok bekerja di perumahan. Riana lalu langsung memutuskan untuk masuk ke dalam rumah


"tuan muda, aku masuk dulu, dan kau harus hati-hati."


"baik Riana."


Riana langsung masuk ke dalam pintu gerbang rumah itu. Kristian yang melihat pak satpam menundukkan kepala, ia sangat terkejut, setelah Riana tidak terlihat lagi, Kristian langsung berjalan mendekati pintu gerbang tersebut hingga ia sampai di situ. pak satpam yang mengenali pria itu adalah sahabat dari tuan mudanya, ia langsung menyapanya


"siang tuan muda."


"iya siang, pak kira-kira gadis tadi yang bernama Riana, apa status nya di rumah ini?"


"status gadis tadi adalah nona Wijaya."


"nona Wijaya?, maksudnya apa pak?"


"gadis tadi adalah istri dari tuan muda Wijaya."


Kristian yang mendengar jawaban itu, ia sangat terkejut, yang ia tau sahabatnya menikah dengan tunangannya yaitu Yulia, tapi ternyata sahabatnya menikahi gadis lain, lalu ia langsung mengucapkan terimakasih pada pak satpam


"terimakasih pak atas informasinya."


"sama-sama tuan muda."


Kristian langsung berjalan lagi, ia langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung menyuruh asistennya untuk ke kantor Wijaya Grup


"Yuda, kita ke kantor Wijaya Grup.


"baik tuan muda."


Yuda langsung melajukukan mobil itu pergi ke Wijaya Grup. Kristian langsung menelpon Hadi, setelah Hadi mengangkat telpon itu, ia langsung berbicara lebih dulu


"hallo, Hadi, aku sekitar 26 menit lagi sampai di kantormu."


"baik Kristian, tapi tunggu saja, aku sedang tidak ada di kantor, mungkinsetelah kau tiba di kantor sekitar 15 menit aku baru sampai di sana."


"baik."


Hadi dan Kristian langsung memutuskan sambungan telponnya. Setelah menempuh perjalanan 26 menit Kristian sampai di kantor, ia langsung turun bersama asistennya, lalu langsung masuk ke dalam kantor itu. Repan tadi memang di tugaskan untuk mewakili rapat, jadi ia ada di kantor, sekarang ia sedang berdiri menunggu tuan Kristian, karena tadi tuan mudanya sudah menelpon, kalau tuan Kristian akan datang. Kristian sampai di depan Repan. Repan langsung menyapanya


"siang tuan Kristian."


"iya."

__ADS_1


"mari ikut saya."


Mereka langsung masuk ke dalam life khusus CEO, hingga life itu berbunyi, lalu langsung keluar dari life, mereka langsung masuk ke ruangan CEO. Kristian langsung duduk di sofa, menunggu Hadi, ia ingin menanyakan tentang Riana


__ADS_2