
Walaupun tidak tidur, Hadi masih memejamkan mata, ia terus memikirkan istrinya. Setelah kakanya menjelaskan panjang lebar, Riana memutuskan untuk pulang, masih dengan air mata yang terus membasahi pipinya, ia sangat bingung, keputusan apa yang harus ia ambil, di sisi lain ia tidak mau kehilangan suaminya, tapi di sini lain lagi, ia juga tidak ingin menyakiti tunangan dari suaminya, membuat perasanya sangat dilema, pikirannya sangat bingung, ia tidak bisa memilih salah satu dari keputusannya. Riana sampai rumah, ia langsung masuk ke dalam rumah itu hingga ia sampai di ruang tamu. Riana menghentikan langkah kakinya saat melihat suaminya yang sedang duduk di sofa sambil menyadarkan kepalanya, ia langsung mendekati suaminya, lalu langsung menatap wajah suaminya, seandainya suaminya tidak memejamkan mata, ia ingin sekali langsung memeluk suaminya, tapi keinginan itu ia urungkan, ia hanya mengusap lembut wajah suaminya. Hadi merasa wajahnya ada yang memegangnya, ia langsung membukakan matanya, ia melihat istrinya yang sedang berjongkok sambil mengusap lembut wajahnya. Riana melihat suaminya bangun, ia langsung bertanya pada suaminya
" Om sudah bangun?"
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia tidak ingin mengeluarkan kata-kata lagi pada istrinya, dan ia juga tidak ingin bertanya apapun pada istrinya. Riana langsung memeluk suaminya dengan erat, lalu langsung menangis sekencang-kencangnya sambil minta maaf
" Hiks....hiks...hiks...hiks.. Aku minta maaf om, tolong maafkan semua kesalahanku, aku tau aku salah, tolong maafkan aku, hiks...hiks.."
Hadi juga membalas pelukan dari isterinya, ia tidak menjawab permintaan maaf dari istrinya, melainkan ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, kau kenapa?, kenapa menangis?, apa yang kau tangisi?"
" Om, tolong maafkan aku, hiks..hiks.."
Hadi yang mendengar permintaan maaf lagi dari istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia sangat bingung dengan istrinya yang menangis dan minta maaf pada ia, bukan'kah istrinya tadi sangat membencinya, bahkan hingga mengatakan ia adalah pria brengsek dan bajingan, tapi sekarang istrinya minta maaf pada ia, ia juga tidak tau kesalah apa yang istrinya buat, hingga istri menangis dan minta maaf pada ia, lalu ia langsung bertanya apa yang Kristian lakukan pada istrinya
" Gadis kecil, apa yang telah Kristian lakukan padamu?, hingga membuatmu menangis?"
__ADS_1
Riana hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia masih memeluk suaminya dengan erat. Mila yang sudah mengetahui hubungan nona mudanya dan tuan mudanya adalah suami-istri, ia hanya tersenyum saat melihat nona mudanya menangis dan minta maaf
" Nona muda, semoga kalian tidak memiliki masalah lagi, aku sangat kagum dengan perasaan tuan muda, tuan muda bisa merasakan jatuh cinta pada wanita yang sama, jelas-jelas nona muda sudah mengganti namanya, tapi tuan muda masih tetap merasakan cinta, dan aku juga kagum dengan nona muda, nona muda juga tetap mencintai pria yang sama, dulu dan sekarang tetap pria yang sama, ikatan cinta kalian benar-benar sangat kuat, hingga membuat aku sangat tersentuh dengan kisah cinta mereka." batin Mila
Mila melihat nona mudanya dan tuan mudanya sambil berdiri di dalam hatinya. Hadi yang melihat jawaban dari istrinya membuat ia sangat bingung, kalau istrinya tidak kenapa-kenapa, kenapa istrinya menangis hingga tersedu-sedu, membuat ia sangat bingung, tapi ia tidak ingin bertanya pada istrinya, ia hanya menunggu penjelasan dari istrinya. Setelah pikirannya tenang, Riana langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap wajah suaminya dengan tatapan sendu. Riana langsung memegang kedua pipi suaminya dengan kedua tangannya, lalu ia langsung minta maaf lagi pada suaminya
" Om, tolong maafkan semua kata-kata kasarku."
" Iya Gadis kecil, tidak apa-apa, tidak seharusnya kau minta maaf padaku, aku yang salah telah membuat kau sedih, jadi jangan pernah minta maaf padaku."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung mencium kening suaminya sekilas, lalu ia langsung bilang cinta pada suaminya, karena ia tidak ingin melepaskan suaminya
Hadi yang mendapat perlakuan itu dari istrinya hanya diam membisu, apa lagi saat istrinya mengatakan aku tetap mencintaimu, entah apa maksud istrinya
" Apa perkataan Gadis kecil ini nyata, atau aku yang sudah gila karena terlalu memikirkan dia." batin Hadi
Hadi langsung memejamkan mata, ia tidak ingin memiliki imajinasi yang terlalu tinggi, setelah beberapa menit, ia langsung membuka mata lagi, ternyata ia masih melihat istrinya, membuat ia langsung berpikir lagi
__ADS_1
" Kenapa Gadis kecil ini mengatakan tetap mencintaimu, apa dia pernah mencintaiku sebelumnya, atau dia sedang menghiburku karena aku tadi memejamkan mata seperti memasang wajah ingin di kasihani." batin Hadi
Riana masih menatap wajah suaminya, ia juga merasa bersalah, karena telah menyatakan cinta pada suaminya, bagaimana pun juga suaminya sudah memiliki tunangan, dan ia juga tidak ingin menyakiti tunangan dari suaminya, tapi mengingat kata-kata kakanya, yang mengatakan suaminya masih mencarinya, ia tidak bisa lagi memendam perasaannya pada suaminya, kalau ia juga sangat mencintai suaminya. Hadi masih diam membisu, ia tidak percaya kalau istrinya telah ngatakan cinta, apa lagi mengingat istrinya yang selalu dekat dengan sahabatnya, bahkan mereka selalu terlihat mesra, tapi sekarang istrinya mengatakan kalau istrinya mencintai ia, kalau semua itu bukan imajinasinya, itu sangat tidak mungkin bagi Hadi
" Apa aku sudah gila." batin Hadi
Riana yang belum mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berbicara lagi pada suaminya
" Om, aku tau, aku telah sering mengatakan kata-kata kasar, aku sudah mengatakan kau pria brengsek, dan pria bajingan, aku benar-benar minta maaf om, tapi jujur saja, aku sangat mencintaimu Om, aku tidak ingin berpisah dengan om lagi, mulai dari sekarang aku akan menjadi istri yang baik, aku akan nurut apa kata om, jadi tolong maafkan aku om."
Hadi yang mendengar suara istrinya lagi, ternyata ia tidak sedang berimajinasi, itu benar-benar ungkapan dari istrinya, tapi ia juga tidak tau, kenpa tiba-tiba istrinya mengatakan kalau istrinya tetap mencintai ia, jelas-jelas istrinya seperti membenci ia, apapun yang ia lakukan selalu salah di mata istrinya. Hadi langsung memegang kedua tangan istrinya yang dari tadi memegang pipinya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari istrinya
" Gadis kecil, aku tidak ingin kau terpaksa mencintaiku, aku tidak ingin kau mengatakan cinta karena melihat aku sangat kasihan, karena aku telah kehilangan Kristiani, dan aku juga gagal menikah dengan Yulia, aku tidak perlu di kasihani olehmu, aku tidak semenyedihkan itu, aku juga minta maaf, aku telah mengatakan kalau kau banyak kesamaan dengan Kristiani, tapi aku juga tidak ingin kau pura-pura mencintaiku, aku mengijinkanmu dengan Kristian, asalkan kau bahagia bersamanya, aku rela melepaskanmu."
" Om, aku akan tetap mencintaimu dan tetap seperti itu, dari dulu hingga sekarang."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya lagi, ia langsung memegang kening istrinya, ia bingung kenapa pulang-pulang istrinya berbicara ngawur, lalu ia langsung berbicara pada istrinya
__ADS_1
" Gadis kecil, kau juga tidak sakit."
" Aku memang tidak sakit om, ucapanku sangat nyata."