
Setelah mendengar ucapan dari asistennya, Hadi tidak lagi berbicara, perasanya langsung kecewa, dan keyakinan bahwa istrinya itu adalah gadis yang ia cari selama ini itu, sekarang menjadi tidak percaya, karena perkataan asistennya itu memang benar adanya, kalau memang istrinya adalah Kristiani, harusnya ia bisa mengenali aroma parfum yang ia pakai, lalu ia juga mengingatkan istrinya yang tidak bertanya tentang itu, mungkin saja istrinya itu bukan gadis yang ia cari. Hadi mengingat apa ibunya tau kalau gadis itu bukan anak kandung dari keluarga Renata, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada asistennya
"Repan, apa mamah tau, kalau gadis itu bukan anak kandung dari keluarga Renata?"
"nyonya sudah tau tuan muda."
"baiklah kalau sudah tau."
Hadi diam sesaat, lalu ia mengingat ibunya dulu yang terus ingin menjodohkan ia dengan seorang gadis pilihannya, yang belum pernah ia ketahui namanya hingga sekarang, setelah itu Hadi berpikir, mungkin gadis itu adalah pilihan orang tuanya. Hadi memutuskan bertanya lagi pada asistennya tentang ibunya
"Repan, apa kau tau, siapa gadis yang akan di jodohkan denganku saat aku terus saja menolak perjodohan itu?, lalu aku memutuskan untuk bersama Yulia."
"kalau soal itu saya tidak tau tuan muda, saya belum mencari tau tentang gadis yang akan nyonya jodohkan dengan tuan muda."
"baiklah, lalu apa kegiatan Riana sehari-hari?, apa dia masih sekolah?"
"nona Riana sudah berhenti sekolah semenjak tuan Rendra meninggal, dan nona Riana juga bekerja di rumah makan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apa lagi nona Rina masih kuliah, tentu mereka membutuhkan uang untuk bayaran kuliah nona Rina."
Setelah mendengar jawaban dari asistennya, entah kenapa tiba-tiba saja Hadi menjadi emosi
__ADS_1
"dasar egois, bagaimana mungkin adiknya yang berhenti sekolah, sedangkan dia masih kuliah."
Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya, ia langsung menunduk takut, sambil berpikir tentang keanehan tuan mudanya, entah kenapa tuan mudanya setiap berkaitan dengan gadis kecil itu, dia bisa tersenyum, wajahnya juga ceriah, dan sekarang dia juga bisa emosi, sedangkan yang Repan tau, tuan mudanya tidak pernah peduli dengan orang luar, tapi dengan gadis kecil itu, begitu peduli dan sangat perhatian, bahkan saat pernikahan itu, tuan mudanya tersenyum setelah tau siapa istri kontrak nya, lalu Repan pun berpikir tentang nona Riana dan nona Yulia
"benar'kah nona Riana itu nona kristiani, lalu bagaimana dengan nona Yulia, dia adalah orang yang selama ini berada di sisi tuan muda, kalau benar pasti tuan muda sangat dilema dengan keadaan, dia pasti harus memilih di antara mereka berdua, sudahlah, kenapa aku memikirkan hal yang belum jelas tentang tuan muda, semoga saja nona Riana bukan nona kristiani, kasihan nona Yulia yang selama ini selalu ada untuk tuan muda, tapi nona Yulia juga salah, dia telah membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya, sudahlah terserah, kenapa aku harus ikut pusing."
Setelah terus saja berpikir, lalu Repan memutuskan untuk bertanya, apa tuan mudanya masih untuk mencari tau tentang nona Riana
"tuan muda, apa saya masih terus mencari tau tentang nona Riana?"
"tidak perlu Repan, kau cukup awasi apa yang di lakukan Riana, aku juga ingin tau, apa dia memiliki rencana tersembunyi."
"Riana menolak uang saku yang aku berikan untuknya, aku takut Riana memiliki rencana, walaupun aku tau Riana hanya anak-anak, tapi di lihat dari cara bicaranya, walaupun Riana terlihat lembut, tapi Riana lebih cerdas yang kita bayangkan."
"sebelumnya saya minta maaf tuan muda, saya sudah mencari informasi tentang nona Riana, kalau nona Riana memang dari masuk sekolah SD hingga masuk SMA dia selalu juara satu dalam pelajaran apapun itu, jadi wajar kalau nona Riana itu terlihat lembut dan cerdas."
"baiklah, aku akan istirahat dulu, oh iya, jadwal miteeng besok pukul berapa?"
"pukul 08.31 WIB."
__ADS_1
"baiklah, besok kau sudah rapih, kita pulang pagi-pagi, setelah itu baru kita pergi ke kantor."
"baik tuan muda."
Hadi langsung berdiri. Repan juga ikut berdiri, lalu langsung membukukan badannya pada tuan mudanya. Hadi langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya hingga ia sampai di pintu kamar hotelnya. Riana yang masih duduk, ia mendengar suara langkah kaki seseorang, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya lagi dengan posisi yang sama, seperti saat suaminya keluar kamarnya. Hadi masuk ke dalam kamarnya, lalu matanya tertuju pada istrinya yang masih tertidur pulas, setelah itu Hadi langsung mendekati istrinya yang masih tertidur pulas hingga ia sampai di samping sofa. Hadi langsung berjongkok, ia memandangi wajah istrinya sambil tersenyum
"sangat imut, bahkan sudah 1 jam aku keluar dari kamar, tapi kau masih tertidur pulas dengan posisi yang sama, Riana, aku tidak tau kenapa, setiap melihat wajahmu, aku sangat bahagia, aku juga tidak tau, itu perasaan apa, kau adalah gadis yang sangat aneh yang pernah aku temui, saat kau bilang aku mencuri ciuman pertamamu."
Setelah terus berpikir sambil memandangi istrinya, Hadi memutuskan untuk tidur, ia juga memang sangat lelah dengan pernikahannya tadi siang, lelah karena terus saja di buat takut, tapi ia bersyukur karena Gadis yang ia nikahi adalah seorang Gadis kecil. Hadi langsung berdiri, lalu langsung berjalan mendekati ranjang hingga ia sampai di ranjang, setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, lalu langsung memejamkan mata hingga ia tertidur, tapi setelah tidur pulas ia memimpikan kristiani. Kristiani yang memintanya agar menikahinya, tapi Hadi menolak, hingga Kristiani langsung terjun ke kolam renang dari lantai 3
"tidak!"
Hadi langsung terbangun, sambil memegangi dadanya sendiri, ini adalah mimpi pertamanya lagi, setelah 8 tahun mimpi itu sudah tidak menghantuinya, tapi sekarang bahkan mimpi itu hadir kembali dalam tidurnya
"ada apa denganmu Kristiani, kenapa aku memimpikanmu lagi, setelah 8 tahun mimpi itu menghilang, bahkan bayang-bayang wajahmu saja sudah tidak ingat kalau aku tidak memiliki fotomu, tapi kenapa sekarang mimpi itu sangat jelas, apa kau baik-baik saja?, aku sangat merindukanmu."
Setelah berbicara dengan nada lirih, Hadi langsung mengambil ponselnya, lalu ia menekankan tombol untuk menghidupkan layar ponselnya, setelah itu ia memandangi foto kristiani bersama dirinya saat kecil di layar ponselnya
"kau di mana, apa kau masih mengingatku?, kau tau, hidupku sunyi dan tidak memiliki warna setelah kau pergi dari kehidupanku, aku benar-benar sangat merindukanmu, aku sudah berusaha untuk mencarimu, sudah semua cara aku lakukan untuk menemukanmu, tapi sampai saat ini aku belum saja menemukanmu."
__ADS_1
Setelah berbicara dengan foto kristiani, lalu Hadi langsung mencium ponselnya yang ada foto kristiani sambil meneteskan air mata, setelah itu ia langsung menyadarkan kepalanya di kepala ranjang sambil terus mengingat kristiani di dalam mimpinya tadi. Di mimpi tadi memang nyata, itu adalah masa lalu Hadi bersama Kristiani saat kecil, tapi mimpi itu sudah menghilang selama 8 tahun yang lalu, tapi sekarang mimpi itu sangat nyata. Hadi terus saja memikirkan tentang kristiani hingga ia tertidur masih dengan posisi duduk