
Repan masih diam sambil memikirkan tentang nona muda, tuan muda, tuan kecil, dan nona Yulia, ia bingung nanti bagaimana jika memang itu benar, maka semuanya akan berantakan
" Jika itu benar, bukan hanya nona Yulia yang akan tersakiti, tapi banyak orang yang tersakiti." batin Repan
Hadi yang melihat asistennya hanya diam, ia langsung bertanya pada asistennya
" Repan, apa yang kau pikirkan?"
Repan yang di tanya oleh tuan mudanya, seketika sadar dari lamunannya, ia sedikit bingung harus menjawab apa, dan akhirnya, ia memutuskan untuk berbohong pada tuan mudanya
" Saya hanya memikirkan Inez, tuan muda, sudah tiga hari, Inez tidak memberiku kabar."
Hadi yang mendengar jawaban dari asistennya, ia langsung bertanya tentang hubungan asistennya
" Repan, apa kalian bertengkar lagi?"
Repan yang sudah terlanjur berbohong, ia langsung membenarkan ucapan dari tuan mudanya
" Iya tuan muda."
" Baiklah, kau pulang saja sekarang, ganti bajumu, lalu kau boleh menemui Inez sekarang."
" Tapi nanti tuan muda?"
" Saya akan membawa mobil sendiri."
Repan yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia sangat tidak percaya dengan jawaban dari tuan mudanya
" Yakin tuan muda akan membawa mobil sendiri?"
" Saya yakin."
Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya lagi, Repan mau tidak mau harus pulang, walaupun ia tidak tega kalau tuan mudanya membawa mobil sendiri, tapi sudah terlanjur berbohong, membuat ia tidak bisa apa-apa, lalu ia langsung menjawab ucapan tuan mudanya
" Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda."
" Iya."
Repan langsung keluar dari ruangan tuan mudanya. Hadi hanya menatap punggung asistennya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ini bukan pertama kalinya yang ia tau bahwa asistennya sering bertengkar dengan kekasihnya, lalu ia langsung melanjutkan pekerjaannya lagi. Riana pun bangun dari tidurnya, ia langsung duduk untuk mengumpulkan nyawanya, setelah sadar sepenuhnya, ia langsung tersenyum saat mengingat suaminya kuatir
__ADS_1
" Riana, kau semakin lama, semakin gila karena memikirkan suami kontrakmu terus." batin Riana
Riana langsung turun dari ranjangnya, lalu langsung berjalan mendekati suaminya, hingga ia sampai di depan suaminya, tapi suaminya tidak menyadari ia di depannya, suaminya tetap fokus pada laptopnya, ia pun langsung memanggil suaminya
" Om."
Hadi yang mendengar panggilan dari istrinya, ia langsung melihat ke arah tersebut sambil tersenyum
" Kau sudah bangun?"
Riana yang melihat senyuman manis di bibir suaminya, membuat jantungnya sudah seperti mau loncat, entah itu perasaan apa, semakin ia menampik perasanya, semakin besar perasaannya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya
" Sudah om."
" Apa kau harus?"
" Iya Om."
" Aku akan memesan jus, apa kau mau?"
" Iya Om."
Tok-tok
Hadi yang mendengar suara ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk
" Masuk."
Masuklah seorang gadis cantik yang membawa dua jus di nampan, ia bernama Sella, ia adalah sekertaris di perusahaan itu, dan sekaligus menjadi pelayan, Jika tidak ada Repan, maka yang memenuhi kebutuhannya adalah Sella, Hadi memang tidak menyukai orang luar masuk ke dalam ruangannya. Sella langsung membawa jus itu ke meja kerja pak CEO, ia masih belum menyadari ada seorang gadis di ruang itu, karena tadi saat pak CEO masuk ke dalam ruangannya, ia sedang di kamar mandi. Sella langsung meletakan dua jus itu ke meja pak CEO nya
" Ina pak CEO, pesanan anda."
Hadi yang mendengar ucapan dari sekretaris, ia langsung melihat ke arah jus, setelah melihat jus itu di letakkan semua, ia langsung menyuruh sekretarisnya untuk memberikannya pada istrinya
" Sella, yang satu lagi buat nona muda."
Sella yang mendengar ucapan dari pak CEO nya, ia langsung melihat ke arah sofa, ia melihat seorang gadis kecil yang duduk sambil memandangi pak CEO nya, ia langsung berpikir tentang gadis itu
" Bukan'kah itu seperti nona Riana, istrinya dari pak CEO, tapi kenapa dia memakai seragam sekolah, apa jangan-jangan benar, kalau pak CEO menikahi gadis kecil." batin Sella
__ADS_1
Setelah berpikir, Sella langsung mendekati gadis itu, hingga ia sampai, lalu langsung meletakkan jus itu pada meja depan Riana. Setelah itu, ia langsung keluar dari ruang itu. Hadi langsung meminum jusnya, dengan mata masih fokus melihat laptopnya. Riana langsung melihat ke arah jus itu, ternyata itu adalah jus apel
" Kenapa om membeli jus apel, aku alergi pada apel." batin Riana
Riana langsung bangun, ia langsung mendekati suaminya, hingga ia sampai di samping suaminya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Om, apa di sini ada air putih?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung mengalihkan pandangannya, ia langsung melihat ke arah istrinya, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Ada, tapi kau harus terbiasa meminum jus kesukaanku, walaupun kau hanya istri kontrak, tapi kau harus terbiasa dengan hal itu."
" Tapi om."
Riana belum selesai bicara, tapi Hadi langsung mengancam istrinya
" Minumlah gadis kecil, jangan mencoba untuk membantah, kalau tidak, aku akan mencium bibirmu."
Riana yang terkejut mendengar ucapan suaminya, ia langsung mengambil jus suaminya, lalu langsung meminum jus itu, setelah itu ia langsung memuntahkan jus itu di lantai sambil terbatuk-batuk, karena ia takut kalau jus itu masuk ke dalam tenggorokannya. Hadi yang melihat istrinya langsung memuntahkan jus itu, ia sangat terkejut, lalu langsung berdiri, ia langsung bertanya pada istrinya, karena ia pikir istrinya jijik, kalau minum bekas ia
" Gadis kecil, bukan'kah kau saat itu makan bekas sendokku, tidak jijik?"
" Iya om, aku tidak jijik, tapi aku tidak bisa minum jus apel om, aku takut om. Jika kau ingin menciumku silahkan saja."
Wajah Riana mulai pucat, ia takut kalau harus memaksakan meminum jus itu, dan kalau ia menolak, ia juga takut pada suaminya, tapi sekarang ia pasrah. Jika suaminya menciumnya. Hadi yang melihat wajah istrinya pucat, ia sangat kuatir, ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, kau kenapa?"
" Jujur om, aku bukan tidak suka meminum jus apel, tapi aku elergi om."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, detak jantungnya langsung kencang, ia langsung berpikir, kalau istrinya adalah Kristiani, tapi ia juga tidak bisa membuktikan kalau istrinya adalah Kristiani, ia belum menemukan petunjuk yang jelas, lalu ia langsung bertanya tentang elergi lainnya, seperti Kristiani
" Gadis kecil, tolong jawab dengan jujur, apa selain elergi apel, kau elergi mangga dan susu?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak percaya, kalau tebakan suaminya itu benar, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya
" Iya om, om tau dari mana tentang elergiku?"
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung memeluk istrinya dengan erat, sambil meneteskan air mata, walaupun ia belum sepenuhnya memiliki bukti kalau istrinya adalah Kristiani, tapi ia semakin yakin kalau istrinya adalah Kristiani, gadis yang ia cari selama 10 tahun lebih
__ADS_1