
Pagi hari Hadi bangun lebih awal, ia sudah mengenakan jas, sekarang ia duduk di sofa, sambil menunggu istrinya yang masih sibuk dengan ritual mandi. Hadi yang setia menunggu istrinya, sambil sesekali tersenyum saat mengingat kejadian semalam, saat istrinya yang mengenakan baju berlipat-lipat, karena ia sudah ingat alasan istrinya memakai baju berlipat-lipat oleh ucapanya, yang mungkin juga membuat istrinya takut. Tidak lama dering ponsel Hadi bunyi
Ting...ting....
Hadi mengambil ponsel yang ada di meja, ia langsung melihat siapa yang menelpon, setelah tau yang menelponnya adalah tunangannya, ia hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung mengangkat telpon itu, setelah itu ia langsung berbicara lebih dulu
" Hallo, pagi sayang."
" Pagi juga sayang, kau sedang apa?, kenapa aku chat tidak kau balas? dan aku telpon juga tidak kau angkat-angat, apa kau mencoba untuk menghindariku sayang?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari tunangannya, yang sangat banyak, ia hanya menghela nafas berat, lalu langsung menjawab pertanyaannya
" Tidak sayang, aku akhir-akhir ini sibuk, iya sudah, aku akan berangkat ke kantor dulu."
" Sayang, kenapa kau menjadi menghindar seperti ini?"
Hadi tidak menjawab pertanyaan dari tunangannya, ia langsung memutuskan sambungan telponnya, lalu langsung mematikan ponselnya, setelah itu ia langsung meremas rambutnya sendiri sambil berdecik kesal di hatinya
" Yulia, kau yang membatalkan pernikahan kita, hingga aku menemukan kembali gadis kecilku. Jika aku mengakhiri hubungan kita, apa kau menyalakanku?, yang jelas-jelas kau menyuruhku untuk menikah kontrak, hingga akhirnya yang aku nikahi adalah Gadis kecil yang selama ini aku cari." batin Hadi
Riana yang sudah beres mandi, ia dari tadi berdiri di belakang suaminya, awalnya ia mau bilang, kalau ia sudah selesai, tapi saat mendengar dering ponsel suaminya, ia menghentikan langkah kakinya, ia mendengarkan semua yang suaminya bicarakan dengan tunangannya, entah kenapa, saat suaminya memanggil sayang pada wanita lain, hatinya sangat sakit, seperti tertusuk oleh ribuan pisau, ia ingin sekali mengatakan pada suaminya bajing*n, karena suaminya, sudah sering menciumnya, tapi suaminya masih terus saja mempertahankan hubungannya dengan Yulia, tapi ia sadar, ia tidak seharusnya marah pada suaminya, ia hanyalah istri kontraknya, dan suaminya juga tidak membatalkan perjanjian kontrak pernikahan yang 2 tahun, suaminya hanya bilang membatalkan perjanjian kontak pisik, untuk itu, ia tidak bisa mengatakan apa-apa pada suaminya. Walaupun hatinya sangat sakit, lalu ia pun langsung memperingatkan diri sendiri
" Riana, kau tidak boleh cemburu, ingat kau hanya istri kontraknya, sampai kapanpun juga, suamimu tidak akan pernah mencintaimu, suamimu, tetap akan mencintai tunangannya, buang jauh-jauh rasa cintamu padanya, karena kau tidak seharusnya mencintai dia, ingat kau menikah hanya untuk membalas budi, dan ingat ada mantan kekasihmu yang masih menunggumu, dan masih kau cintai juga, walaupun hatimu yakin, kalau suamimu ada kaitannya dengan masa lalumu, tapi kau tidak boleh mencintainya, kau hanya menggunakan dia untuk mengingat masa lalumu, tidak lebih dari itu." batin Riana
__ADS_1
Riana yang sudah memiliki rasa cemburu, tapi ia mencoba memperingatkan diri sendiri. Hadi yang lelah menunggu istrinya, ia langsung melihat jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 06.50 WIB
" Lama sekali Gadis kecil itu mandi."
Walaupun ucapan suaminya lirih, tapi Riana masih bisa mendengarnya, ia langsung bersikap biasa saja, dan seolah-olah, ia tidak mendengar apa pun yang suaminya bicarakan dengan tunangannya, ia langsung berjalan ke samping suaminya, lalu langsung memberitahu suaminya, kalu ia sudah selsai
" Om, aku sudah selesai."
Hadi langsung melihat ke arah samping, ia melihat wajah istrinya yang sangat merah, ia tidak tau kenpa wajah istrinya sangat merah, pedahal tadi jelas-jelas istrinya baik-baik saja saat masuk ke dalam kamar mandi, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, wajahmu kenpa?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia menjadi sangat gugup, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya dengan berbohong, karena ia tau, pasti wajahnya merah karena cemburu
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya langsung tersenyum, hingga memperlihatkan giginya, lalu ia langsung berdiri, ia langsung mengelus lembut pucuk kepala istrinya sambil berbicara
" Mangkanya, kalau waktunya tidur itu tidur, jangan berpikir yang tidak-tidak, jadi beginini kalau malam mikir yang tidak-tidak, paginya kesiangan."
Walaupun ucapan ia berbohong, tapi suaminya percaya ucapanya, apa lagi ia memang tadi pagi kesiangan, bahkan hingga di bangunkan oleh suaminya, di tambah lagi, suaminya juga tau kalau ia semalam berpikir yang macam-macam, membuat ia tersipu malu atas ucapan suaminya. Hadi langsung mengajak istrinya untuk sarapan
" Ayo kita sarapan, nanti setelah itu, kau pergi ke sekolah dengan asisten pribadimu, aku kemarin sudah mencarikan asisten untukmu."
Setelah mendengar ucapan dari suaminya, detak jantung Riana sangat kencang, ia langsung berpikir kalau suaminya tidak ingin lagi mengantarnya, karena ia hanyalah istri kontrak
__ADS_1
" Hadi, apa kau mencarikan asisten pribadi untukku karena aku adalah seorang istri kontrak, untuk itu kau sudah tidak ingin mengantarku lagi?, Riana, harusnya kau sadar, kau bukan siapa-siapa." batin Riana
Perasaan Riana pagi ini sudah benar-benar tidak bisa ia kontrol, rasa cintanya terhadap suaminya semakin besar, walaupun ia sudah berkali-kali menampik perasaan itu, tapi tetap saja, hatinya tidak bisa di bohongi, ia sudah sangat mencintai suami kontraknya, lalu ia langsung menolak ucapan suaminya, ia tidak ingin di antar oleh asisten pribadi, bukan karena perasaan cintanya yang sangat besar, tapi ia juga takut, kalau sampai semua sekolah tau, kalau ia adalah istri dari pemilik sekolah Wijaya, dan kesannya pasti semua orang mengira ia adalah wanita murahan, setelah itu orang bakalan tau lagi perceraiannya, akan membuat ia semakin malu
" Om, bisakah aku pergi ke sekolah sendiri saja?, aku tidak terbiasa di antar oleh asisten pribadi."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia sangat bingung, banyak orang yang sombong karena banyak bergelimang harta, tapi gadis ini, selalu saja tampil dengan sederhana, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Lalu, saat ayahmu masih hidup, kau di antar oleh siapa?"
" Sama supir om."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung tersenyum, lalu langsung menjawab ucapan istrinya
" Gadis kecil, itu sama saja, kalau kau tidak terbiasa, kau suruh asisten pribadimu untuk menunggu di luar pagar saja."
" Tidak perlu om."
" Jangan membantah! Aku paling tidak suka ada orang yang membantah ucapanku, termasuk kau! Jadi jangan menolaknya."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung berdecak kesal
" Iya, kau adalah mahluk dingin, tidak akan ada yang berani membantah ucapanmu." batin Riana
__ADS_1
Hadi langsung memegang tangan istrinya, lalu ia langsung berjalan keluar dari kamar, hingga ia sampai di meja makan, yang sudah tidak ada seorangpun di situ, papah dan mamahnya juga memang sudah pergi, sedangkan Aldi, ia seperti biasa, kalau bangun agak siangan. Hadi dan istrinya langsung memulai sarapan