Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 66. Di kantor


__ADS_3

Hadi yang di kantor, ia terus saja membolak-balikkan dokumen yang ia periksa, rasanya yang ia lakukan selalu saja salah, bahkan tadi saat ada rapat, ia langsung menghentikan rapatnya, ia tidak bisa fokus dalam pekerjaannya, karena masih mengingat ucapan istrinya yang mengatakan sampai kapan kau menyiksaku? dan biarkan aku melakukan kewajibanku, menjadi istri yang baik, kata-kata itu terus saja terbayang di ingatanya, entahlah, kalau sampai ia menerima permintaan istrinya, ia yakin tidak akan bisa melepaskan istrinya, bagaimana pun juga ia sudah sangat mencintai istrinya. Repan yang melihat tuan mudanya membolak-balikkan dokumen hingga 1 jam, ia langsung berbicara pada tuan mudanya


" Tuan muda, sampai kapan tuan muda akan membolak-balikkan dokumen itu?"


Hadi yang mendapat pertanyaan dari asistennya, ia langsung membentak asistennya


" Diam!"


Repan yang mendengar bentakan dari tuan mudanya, ia langsung menunduk takut. Repan memang tidak mengetahui pertengkaran kemarin, ia hanya mengetahui saat di restoran itu, kalau tuan mudanya cemburu melihat kemesraan istri kontraknya. Tiba-tiba saja ponsel Repan berbunyi


Ting...Ting..


Repan langsung mengambil ponselnya, ia langsung melihat nama orang yang menelponnya, ternyata dia adalah Angga, wali kelas nona mudanya, lalu ia langsung melihat ke arah tuan mudanya. Hadi yang mengetahui Repan melihat ia, ia langsung bertanya tanpa melihat Repan


" Siapa yang menelponmu?"


" Angga tuan muda, dia adalah guru wali kelas nona muda."


" Angkat saja, dan besarkan volumenya."


" Baik tuan muda."


Repan langsung mengangkat panggil dari Angga, lalu ia langsung berbicara lebih dulu

__ADS_1


" Hallo, selamat siang, ada apa pak Angga?"


" Iya, begini saya ingin menanyakan kabar Riana, kemarin Riana sakit kepala, dia ijin pulang lebih awal, dan hari ini Riana tidak masuk sekolah, apa Riana baik-baik saja?, atau pak Repan juga tidak tau tentang Riana?, kalau tidak tau bukan'kah sangat aneh, pak Repan yang merekomendasi Riana, tentunya pasti tau?"


Repan yang mendengar pertanyaan dan penjelasan dari Angga, ia bisa menyimpulkan kalau Angga memiliki perasaan pada nona mudanya, melihat suara yang sangat kuatir, tentu Angga tidak menganggap nona mudanya hanya sebagai murid, tentu Angga akan menganggap nona mudanya sesaorang yang sangat sepesial. Repan langsung melihat ke arah tuan mudanya, ia meminta jawaban dari tuan mudanya. Hadi yang mendengar penjelasan dan pertanyaan dari Angga, ia langsung mengepalkan kedua tangannya, ia yakin kalau istrinya bertemu lagi dengan sahabatnya, karena saat ia masuk mobil, lalu asistennya langsung melajukukan mobil itu, di belakang mobilnya juga mobil istrinya yang melaju, kalau bukan bertemu lagi dengan sahabatnya, lalu kemana perginya istrinya. Sudah 2 hari ini Hadi di buat kecewa oleh istrinya, ia benar-benar sangat kecewa dan marah, lalu ia langsung mengambil ponsel asistennya, karena asistennya masih menunggu jawaban dari ia, ia langsung berbicara pada Angga


" Angga, ini saya Hadi, Riana memang masih sakit, dia masih belum bisa masuk sekolah, jadi tolong di absenya Riana sakit, jangan di tulis tidak masuk sekolah."


Angga yang mendengar permintaan dari pemilik sekolah, ia menjadi bingung, karena ini baru pertama kalinya Angga mendengar suara pemilik sekolah meminta tolong, hanya untuk seorang gadis, bisanya pemilik sekolah itu terlihat dingin dan kaku, tapi kali ini, terlihat lembut, lalu ia langsung menjawab permintaan dari pemilik sekolah


" Baik."


Setelah mendengar jawaban dari Angga, Hadi langsung memutuskan sambungan telponnya, tanpa berpamitan terlebih dahulu, setelah itu, ia langsung memberikan ponselnya pada asistennya lagi. Repan langsung mengambil ponsel yang di serahkan oleh tuan mudanya, setelah itu ia langsung bertanya pada tuan mudanya, tentang istri kontrak tuan mudanya


" Tuan muda, apa perlu saya menelpon nona muda?, atau menelpon mila?"


Repan yang mendengar panggilan Riana, ia sangat terkejut, biasanya tuan mudanya akan memanggil nona muda, atau Gadis kecil, tapi kali ini, tuan muda hanya memanggil nama Riana, dan menurut ia panggil itu sangat aneh, tapi ia tidak ingin bertanya kenapa alasan tuan mudanya hanya memanggil namanya, karena ia tidak ingin di marahi oleh tuan mudanya, walaupun hatinya sangat penasaran, tapi ia hanya bisa diam. Hadi langsung melempar dokumen yang ia periksa ke lantai, ia sangat marah dan kecewa


" Bukan'kah kau tadi pagi mengatakan ingin menjadi istri yang baik sebelum kita bercerai, tapi nyatanya kau tetap menemui Kristian lagi!"


Repan melihat dokumen yang di lemparkan ke lantai, dan mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia menjadi bingung, ia sama sekali tidak mengerti, kenpa tuan mudanya mengatakan itu


" Apa maksud dari ucapan tuan muda, apa nona muda tadi pagi bilang akan menjadi istri yang baik?, kenapa nona muda mengatakan itu, dan tuan muda juga mengatakan bercerai, bukan'kah perceraian mereka masih lama, karena kontrak pernikahan mereka hingga 2 tahun, sangat aneh, bahkan aku tidak bisa mencerna ucapan dari tuan muda." batin Repan

__ADS_1


Setelah berpikir, Repan langsung memungut kembali dokumen itu, lalu ia letakkan lagi di meja kerja tuan mudanya, ia ingin sekali bertanya tentang nona mudanya, tapi ia hanya bisa diam, ia tidak bisa bertanya pada tuan mudanya, apa lagi ia melihat tuan mudanya yang sangat emosi. Tiba-tiba saja ponsel Hadi berbunyi


Ting...Ting...


Hadi langsung melihat ponselnya yang ia letakkan di atas meja, ia hanya menghela nafas berat, setelah membaca nama yang menelponnya, dia adalah Yulia. Hadi langsung menyuruh asistennya untuk mengangkat telpon dari tunangannya


" Repan, angkat telpon dari nona Yulia, dan katakan padanya kalau saya sedang ada miteeng di luar, dan ponselnya tertinggal di mobil."


Repan yang di suruh oleh tuan mudanya, ia hanya mengiyakan ucapannya, walaupun ia sangat kasihan pada nona Yulia, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah perintah dari tuan mudanya


" Baik tuan muda."


Repan langsung mengambil ponsel tuan muda, lalu ia langsung mengangkat telpon dari nona Yulia, setelah itu ia langsung berbicara lebih dulu


" Hallo, nona Yulia, ada apa?"


Yulia yang mendengar suara asisten dari tunangannya, ia langsung menghela nafas berat, lalu langsung bertanya pada Repan


" Repan, Hadi kemana?, kenapa ponselnya kau yang pegang?"


" Tuan muda sedang ada miteeng di luar kantor, lalu ponselnya tertinggal di mobil, sedangkan saya hanya di suruh menunggu tuan muda di parkiran."


" Baiklah, katakan padanya, kalau aku tadi menelponya."

__ADS_1


" Baik nona Yulia."


Setelah mendengar jawaban dari asisten tunangannya, Yulia langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut. Repan yang melihat sambungan telponnya telah terputus, ia langsung meletakan ponsel tuan mudanya di meja lagi. Hadi langsung meremas rambutnya sendiri, ia sangat bingung harus bagaimana dengan istrinya, ia sama sekali tidak peduli dengan panggilan telpon dari Yulia, atau pun ucapan dari Yulia tadi, ia masih terus memikirkan istrinya, entah pergi kemana lagi istrinya bersama sahabatnya, apa lagi ia mengingat istrinya yang mencium pipi sahabatnya, lalu sahabatnya mencium kening istrinya, membuat ia sangat cemburu


__ADS_2