Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 98. Milik nona muda


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari Istrinya, Hadi menjadi bingung, entah ke kenpa istrinya menjadi Gadis yang posesif, jelas-jelas ia tidak bertemu siapapun saat akan pulang. Riana yang belum mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung bertanya lagi


" Apa kau tidak bisa menjelaskan?, jadi benar bahwa kau berpelukan dengan Gadis lain?"


Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, yang tidak menggunakan panggilan Hubby, ia memutuskan untuk bertanya dengan nada lembut, ia tidak ingin membuat tuduhan istrinya semakin panjang


" Sayang, kenpa kau tidak percaya denganku?, apa buktinya kalau aku berpelukan dengan Gadis lain?"


" Aroma parfum di kemejamu, itu bukan parfum yang biasa kau pakai, itu aroma parfum wanita, walaupun tidak terlalu menyengat karena masih harum aroma tubuhmu, tapi aku bisa mencium aroma parfum itu."


Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi baru ingat, Kalau ia tadi memang sengaja memakai parfum istrinya, agar istrinya tidak mengenali aroma parfum tersebut, karena ia ingin memberikan kejutan pada istrinya, tapi tidak menyangka, kalau istrinya tidak mengenali aroma parfumnya sendiri. Hadi tidak berbicara lagi, ia langsung tersenyum pada istrinya. Riana yang melihat senyuman dari suaminya, ia langsung menyuruh Repan untuk mencum aroma parfum di kemeja miliki suaminya


" Pak Repan, kemarilah, kau cium aroma parfum yang tuan muda pakai, penciuman saya tidak mungkin salah."


Repan yang di suruh nona mudanya, ia tidak berani, ia langsung menolaknya


" Tapi nona muda."


" Cepat lakukan, apa kau takut karena bajingan ini atasanmu?"


Hadi yang mendengar kemarahan istrinya, ia langsung menyuruh asistennya untuk mencum aroma parfum di kemejanya, ia yakin kalau asistennya juga mengenali aroma parfum yang ia pakai


" Repan, lakukan saja yang nona muda suruh padamu."


" Baik tuan muda."


Repan langsung berjalan ke arah tangga, setelah di tangga, ia langsung mencium aroma parfum yang ada di kemeja tuan mudanya, ia mengenali aroma parfum itu, itu adalah aroma parfum nona mudanya. Riana langsung bertanya pada Repan


" Benarkan itu aroma parfum wanita?"

__ADS_1


" Iya nona muda, itu memang aroma parfum wanita, tapi aku mengenali aroma parfum itu, itu adalah milik."


Repan baru saja akan mengatakan itu adalah milik nona muda, tapi Riana langsung memotong pembicaraan dari Repan


" Siapa yang berani memeluk suamiku?, akan aku jadikan daging cincang!"


Sontak ucapan Riana membuat Hadi tertawa terbahak-bahak, sedang Repan hanya tersenyum sambil menunduk. Repan juga ingin sekali tertawa, tapi bagaimana pun juga, dia adalah istri dari atasannya, jadi ia hanya bisa tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Riana yang melihat reaksi suaminya dan Repan, ia langsung bertanya pada mereka


" Kalian kenpa tertawa?, ada yang lucu?"


Hadi langsung menyuruh asistennya untuk menjawab pertanyaan dari istrinya


" Repan, kau jawab, aroma parfum siapa yang menempel di kemeja saya."


" Baik tuan muda, nona muda, itu adalah milik nona muda."


Repan menjawab masih dengan senyuman di bibirnya, menurut Repan sangat lucu, bahkan karena cemburu nona mudanya tidak mengenali aroma parfumnya sendiri. Riana yang mendengar jawaban dari Repan, ia langsung mencium aroma baju sekolahnya, lalu setelah itu ia langsung mencium kemeja suaminya, ternyata aroma parfum itu sama, ia langsung bertanya pada suaminya


" Sayang, aku memang sengaja memakai parfummu, awalnya aku ingin datang ke sekolah, untuk itu aku memakai parfum yang berbeda, karena kalau aku memakai parfumku, aku yakin sudah langsung ketahuan olehmu, tapi ternyata sayang pulang lebih dulu, jadi aku tidak sampai pergi ke sekolah."


Riana langsung memukuli-mukul dada bidang milik suaminya, sambil berbicara


" Kenapa kau jahat hubby, kenapa kau tidak bilang dari tadi, kau sengaja membuat aku emosi?, kau bener-bener jahat hubby."


Hadi langsung memegang kedua tangan istrinya yang memukuli dadanya, lalu ia langsung berbicara pada istrinya


" Sayang, aku benar-benar tidak tau, seandainya aku tau, untuk apa aku juga tadi marah padamu, aku lupa tadi, tolong maafkan aku, ingat, jangan pernah mudah cemburu, apa lagi hanya sebuah aroma parfum."


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil malu-malu. Repan langsung pergi dari situ, masih dengan senyuman di bibirnya, karena menurut Repan, nona mudanya sangat lucu, nona mudanya langsung marah-marah, tanpa mencium aromanya lebih teliti. Hadi langsung menarik istrinya dalam pelukannya, lalu ia langsung berbicara lagi

__ADS_1


" Sayang, aku hanyalah milikmu, dan aku hanya untukmu, jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, aku tidak akan pernah selingkuh darimu, aku hanya mencintaimu, dan jangan pernah berbicara kasar lagi padaku, apa kau mengerti?"


" Aku mengerti hubby, aku minta maaf, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi, yang penting hubby selalu ada di sisiku."


" Iya sayang."


Hadi langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung mengangkat tubuh istrinya, ia langsung berjalan ke arah kamar, setelah di kamar, Hadi langsung menurunkan tubuh istrinya, lalu langsung menyuruh istrinya untuk mengganti baju


" Sayang, ganti baju dulu."


" Iya hubby."


Riana langsung membuka kancing bajunya, tapi suaminya langsung menahan tangannya, lalu langsung berbicara


" lepaskan bajumu di ruang ganti, jangan di depanku, jangan pernah memancing macan yang sedang tidur sayang, apa kau tidak paham?, bagaimana jika aku tidak bisa mengontrol nafsuku?, tolong jangan pernah lakukan ini di depanku."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung melepaskan tangan istrinya, lalu ia langsung berbalik badan menatap arah balkon, ia merasakan kesal, kecewa, marah, setelah istrinya akan melepaskan bajunya di depannya, ia juga pria normal, ia juga bisa nafsu jika melihat istrinya hanya memakai tangtop, ia sudah berusaha untuk tidak melakukan itu sebelum usia istrinya 18 tahun, tapi lagi-lagi istrinya selalu saja memancing nafsu birahinya. Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, lalu suaminya langsung memalingkan wajahnya ke arah balkon, ia langsung memeluk pinggang suaminya dari belakang, setelah itu ia langsung bertanya pada suaminya


" Kenapa hubby?, kita sudah menikah, sampai kapan kau akan selalu menghindar dari hubungan layaknya suami istri?, aku ini istrimu, aku siap di perlakukan seperti itu, aku juga menginginkannya."


" Sayang, usiamu masih belum pantas untuk melakukan itu, aku masih takut."


" Tapi aku siap hubby, aku tidak berpikir tentang usiaku, kita sudah menikah, apa Hubby akan mencari wanita lain untuk memuaskan nafsu hubby?"


" Berhentilah bertanya tentang wanita lain, tolong jangan sangkut pautkan hubungan kita, dengan masalah yang belum jelas adanya."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung melepaskan tangan istrinya, yang melingkar di pinggangnya, lalu ia langsung berbalik ke arah istrinya, ia langsung menatap wajah istrinya, lalu langsung mencium bibir istrinya sekilas, setelah itu ia langsung berbicara pada istrinya


" Aku sangat merindukanmu sayang."

__ADS_1


" Aku juga sangat merindukanmu hubby."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung menarik tangan istrinya untuk bersandar di dinding, lalu ia langsung mencium bibir istrinya, ia langsung menjelajahi dalam mulut istrinya. Riana juga membalas perlakuan suaminya, sambil tangannya meremas baju kemeja milik suaminya, mereka berdua sangat menikmati permainan seperti itu, apa lagi rasa rindu mereka yang sudah 2 hari tidak bertemu, sekarang terobati oleh cumbuan mesra, walaupun tidak sampai melakukan hal yang lebih intim


__ADS_2