
Dari naik mobil hingga sampai rumah senyuman di bibir Hadi tidak pernah pudar setelah bertemu dengan Gadis kecil itu, ia seperti menemukan kebahagiaan yang sudah hilang puluhan tahun lamanya. Hadi sekarang duduk di ruang tamu bersama kedua orang tua dan adiknya karena Hadi akan membicarakan masalah Yulia. kedua orang tua itu sedikit heran melihat sikap Hadi yang susah sekali untuk tersenyum dan selalu memasang muka dingin, tapi kali ini melihatnya seperti menemukan sesuatu yang pernah hilang
"mah, pah, Yulia membatalkan pernikahan kita."
Henny dan Delon saling melempar pandang, ia bingung karena anaknya membicarakan Yulia membatalkan pernikahan, tapi wajah anaknya tidak menunjukkan kesedihan sama sekali termasuk Aldi yang melihat mata kakanya dengan tatapan mata heran
"apa yang kau bicarakan benar?"
"iya, mah."
"kenapa Yulia membatalkan pernikahan?, apa Yulia sudah tidak mencintaimu lagi?"
"tidak mah, tapi Yulia pergi untuk melanjutkan karirnya."
Setelah mendengar jawaban dari anaknya, Henny langsung marah
"sudah mamah bilang, mamah tidak suka dengan Yulia yang selalu mementingkan karir dan karir! Apa kau pernah berpikir bagaimana pandangan di mata umum tentang keluarga kita?"
Hadi tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya, ia hanya diam. Delon pun langsung membuka suara dengan nada membentak
"mamahmu benar, dari dulu mamahmu dan papa tidak setuju, tapi kau selalu saja memaksa untuk merestui pernikahan kau, sekarang harus bagaimana hah?"
Hadi tidak bisa menjawab pertanyaan dari kedua orang tuanya, lalu ia langsung menundukkan kepala, tapi senyuman tipis di bibirnya tidak bisa di bohongi oleh kedua orang tuanya yang sangat bingung. Henny dan Delon saling melempar pandangan mata, keduanya hanya bicara mata dengan mata, tapi mereka bisa mengartikan tatapan mata itu
"apa kau mau menikah dengan pilihan mamah?"
"maksud mamah apa?, apa mamah mau menjodohkan aku?"
"iya, menikah dengan pilihan mamah, jika kau tidak mau menikah dengan pilihan mamah, bukan'kah jadi aib keluarga kita, apa jadinya anak dari keluarga Wijaya gagal menikah."
"tidak mah, aku hanya ingin menikahi Yulia."
Setelah mendengar jawaban dari anaknya, Henny langsung marah
"Hadi, sudah mamah bilang, mamah tidak akan pernah setuju dengan Yulia, lihat sekarang kau akan di permalukan karena gagal menikah, mamah ingin kau menikah dengan Gadis yang perhatian!"
Hadi tidak menjawab ucapan ibunya lagi, ia hanya diam. Aldi yang mendengar ucapan ibunya, ia langsung bertanya
"apa mamah setuju kalau aku menyukai Gadis sederhana dan hanya memiliki cinta?"
"kapan mamah bilang tidak setuju?, mamah hanya tidak suka dengan Gadis yang mementingkan karirnya dari pada kekasihnya."
Setelah mendengar jawaban ibunya, Aldi sangat bahagia, lalu langsung berdiri, setelah itu berjalan mendekati ibunya, lalu langsung memeluk ibunya yang masih
"terimakasih mamah."
Henny, Delon dan Hadi di buat bingung oleh Aldi karena menurut mereka tidak jelas, tapi Henny tetap membalas pelukan anaknya, walaupun ia belum mengerti maksud dari anaknya. Setelah beberapa detik Aldi melepaskan pelukannya. Mereka menatap wajah Aldi dengan tatapan aneh. Aldi melihat kedua orang tuanya dan Kakanya yang menatap wajah dirinya aneh
"kenapa kalian menatap aku seperti itu?"
__ADS_1
"kau yang kenapa tiba-tiba langsung memeluk mamah, dengan usiamu yang masih 19 tahun kau sudah memiliki pacar?"
"iya koko."
"ingat kau boleh memiliki pacar, tapi jangan pernah berlebihan, lalu sayanngi pacarmu, dan jangan pernah merusak harga dirinya, mengerti?"
"iya Koko, aku mengerti."
Aldi pikir Kakanya tidak akan setuju dirinya memiliki pacar karena dirinya belum bisa memiliki tanggung jawab dalam semua hal, tapi ternyata Kakanya mengijinkan dirinya memiliki kekasih yang penting tidak merusak harga diri wanita. Aldi juga bukan pria yang tidak memiliki pendirian, ia selalu menjaga Riana dengan baik dan tidak pernah berlebihan hanya sebatas berpelukan,dan itu wajar bagi Aldi
"Riana, akhirnya kita bisa bersama lagi." batin Aldi
Kini Henny dan Delon menatap mata Hadi lagi. Don memutuskan bertanya pada anaknya
.
"bagaimana apa kau mau menikah dengan dia?"
"tidak pah, Yulia adalah orang yang bisa membuat aku nyaman, dan aku tidak mau Gadis lain, dan jangan asal menjodohkan, bagaimana kalau Gadis itu bukan Gadis baik-baik?"
Henny yang mendengar jawaban dari anaknya, lalu ia terpaksa berbohong pada anaknya, agar anaknya mau menikah dengan Gadis pilihannya
"Hadi, orang tua Gadis itu memiliki hutang 7 meliyar, mamah yakin Gadis itu sangat baik."
"hutang?, mamah!"
"tidak ada cara lain, selain bukan menikahi dia, kau akan menikah dengan siapa?"
"mamah kau benar Hadi."
Setelah mendengar ucapan orang tuanya, mau tidak mau Hadi harus menerima pernikahan itu, asalkan ada saatnya, karena orang tua gadis itu memiliki hutan, Hadi yakin Gadis itu tidak akan macam-macam pada keluarga dirinya
"baik, tapi harus ada syaratnya."
Henny yang mendengar jawaban anaknya, seketika wajahnya langsung ceria, karena ke inginannya ingin memiliki menantu dari anak sahabatnya itu terkabul
"apa syaratnya nak?"
"harus ada kontrak perjanjian sampai 1 bulan."
"tidak bisa dong nak, minimal sampai habis kontrak Yulia."
'
"mamah, itu 2 tahun."
"Hadi, apa kau tidak malu dengan karyawan di kantormu, kalau kau menikah hanya 1 bulan?"
"tidak tau mah."
__ADS_1
" Sudah, 2 tahun saja."
" Baiklah mah."
Hadi sebenernya ingin 1 bulan karena perkataan Yulia, tapi ternyata orang tuanya ingin sampai kontrak Yulia habis, ia tidak ada cara lain selain mengikuti perkataan orang tuanya dari pada harus menanggung malu. Henny dan Delon hanya tersenyum keduanya berharap Hadi bisa melupakan Yulia, Gadis yang tidak pernah serius dalam hal percintaan mereka
"sudah mamah mau ke rumah mereka dulu."
"baiklah mah."
Henny langsung berjalan keluar lalu langsung melajukan mobil itu ke tempat Marina
...****************...
Tok-tok
Riana langsung berjalan ke arah pintu lalu ia membuka pintu itu, ternyata seorang ibu paru baya cantik yang pernah meminjamkan uang pada keluarganya
"eh Tante, mari silahkan masuk."
"iya sayang."
Henny lalu mengikuti Riana masuk hingga mereka sampai di ruang tamu, lalu Henny duduk di ruang tamu. Riana langsung menuangkan air putih untuk Henny
"silahkan di minum Tante, aku panggilkan mamah dulu."
"baik, sayang."
Riana langsung berlalu ke dapur, karena ibunya sedang mencuci buah-buahan
"mamah, ada Tante yang meminjamkan kita uang."
"baiklah sayang."
Riana lalu berjalan ke ruang tv mendekati Kakanya, hingga Riana sampai di ruang tv
"Cici."
"iya ada apa dek?"
"di depan ada ibu paru baya yang meminjamkan uang pada kita, apa dia akan menagih hutang?"
"tidak tau dek."
Rina dan Riana mulai sedikit panik bagaimana jika memang benar ibu paru baya itu datang untuk menagih hutang, uang dari mana sebanyak 7 meliyar dengan pekerjaan Riana yang hanya bekerja di rumah makan, mamahnya berjualan jus, dan Bi Katmi berjualan sayuran
"Cici, bagaimana ini?"
"aku juga tidak tau dek."
__ADS_1
Rina dan Riana hanya melihat ibunya yang sedang berbicara, entah apa yang mereka bicarakan, tapi melihat wajah ibunya dan wajah ibu paru baya itu juga sangat serius, membuat mereka berdua kuatir