
Riana merasa bersalah dengan Aldi karena dirinya lupa untuk mengasih tau tentang dirinya kenapa tidak pernah menemuinya, walaupun Aldi bilang tidak perlu minta maaf, tapi tetap saja pasti Aldi selalu menunggu dirinya di tempat biasa Alda dan Riana bertemu, dirinya pun memutuskan untuk minta maaf lagi
"Koko, aku benar-benar minta maaf."
"sayang, tidak perlu minta maaf, kau tidak salah apa-apa."
"iya Koko."
"kau mau kemana sekarang sayang?"
"aku mau cari kerja koko."
"cari kerjaan?"
"iya koko, mungkin kau sudah mendengar keluargaku sekarang bangkrut, dan aku harus cari kerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."
"aku tau, tapi kenapa kau harus kerja sayang, kau seharusnya sekolah, aku akan membantumu."
"Koko, aku harus kerja dan tidak ingin merepotkan koko."
Aldi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, dirinya saat mendengar akan mencari kerjaan, rasanya dada Aldi sangat sesak, bagaimana mana mungkin seorang Gadis 17 tahun 6 bulan akan mencari kerjaan. Riana yang melihat kekasihnya menghembuskan nafasnya dengan kasar dirinya tau, jika kekasihnya tidak setuju, tapi mau bagaimana lagi dirinya sekarang sangat membutuhkan uang. Aldi langsung mengambil kartu atm di sakunya lalu dirinya langsung menyerahkan pada tangan Riana
"sayang, ambillah kartu ini, memang isinya hanya ada 10 juta, tapi besok aku akan transfer ke rekening ini lagi."
Riana langsung menyerahkan kartu atm aldi lagi pada tangan Aldi
"koko, aku tidak akan pernah menyusahkan, apa lagi harus di beri tanpa bekerja, aku tau niat Koko sangat baik, tapi biarkan aku ingin mencoba berusaha sendiri, ya sudah aku pamit dulu Koko."
Riana lalu langsung berdiri. Aldi juga ikut berdiri dirinya langsung memeluk Riana
"kenapa kau tidak menerima uang ini, apa kau bener-bener tidak mencintaiku?"
"Koko, aku sangat mencintaimu dan menyangi Koko."
"terus kenapa tidak mau menerima uangku?"
"Koko, aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, aku tidak butuh uang darimu, aku akan berusaha mencari kerjaan sendiri."
"tapi sayang."
Riana langsung memotong pembicaraan Aldi. "tidak ada kata tapi Koko."
"baiklah sayang."
Aldi dan Riana lalu melepaskan pelukannya. Riana langsung berjalan keluar dari restoran itu. Aldi masih melihat Riana pergi dari restoran, setelah Riana tidak terlihat dirinya langsung terduduk sambil meneteskan air mata karena dirinya sangat sedih melihat kehidupan Riana sekarang
"apa yang harus aku lakukan agar Riana menerima uang dariku. Riana sangat membutuhkan uang ini, tapi kenapa Riana menolaknya, apa dia bisa mendapatkan pekerjaan atau tidak" Batin Aldi
Aldi setelah membayar minum yang dirinya pesan tadi lalu dirinya langsung keluar dari restoran dengan langkah kaki yang malas sambil terus memikirkan Riana hingga dirinya sampai di dekat mobil lalu dirinya langsung masuk mobil. Aldi langsung melajukukan mobil itu masih dengan pikiran yang sangat sedih
__ADS_1
...****************...
Kristian Ganesha Malik adalah seorang CEO muda yang berusia 26 tahun anak pertama dari Aprilia Ganesa dan Rapahel Malik. Kristian biasa di panggil pak CEO Malik oleh semua karyawan dan rekan bisnisnya. Kristian melihat seorang Gadis pingsan dirinya menyuruh asistennya berhenti yang tidak lain adalah Riana yang pingsan karena panas terik matahari
"hentikan mobilnya."
"baik tuan muda."
Yuda langsung menghentikan mobil itu lalu Kristian langsung turun dari mobil lalu dirinya langsung mendekati Gadis pingsan itu. Kristian langsung mengangkat tubuh gadis itu ke mobilnya
"Yuda, kita ke rumah sakit."
"baik tuan muda."
Yuda langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit. Kristian menyanggah kepala Riana sambil terus melihat wajah Gadis yang pingsan. Setelah 20 menit mobilnya sampai di rumah sakit. Yuda langsung memarkirkan mobilnya, lalu dirinya langsung membuka pintu mobil untuk tuan mudanya. Kristian turun sambil mengangkat tubuh Gadis itu masuk ke dalam rumah sakit
"suster cepat suruh tangani."
"baik tuan muda."
Setelah Riana masuk ke dalam ruangan rawat lalu Kristian berdiri di depan pintu sambil terus saja mondar-mandir di depan pintu. Yuda yang melihat tuan muda sedikit aneh, walaupun tuan muda orang yang sangat baik, tapi sekarang melihat tuan mudanya sangat gelisah
"kenapa tuan muda terus saja mondar-mandir, bukan'kah kita tidak mengenal Gadis kecil tadi." batin Yuda
dokter itu pun lalu membuka pintunya. Kristian yang melihat dokter keluar dari ruangan rawat Riana dirinya langsung menanyakan keadaannya
"bagaimana dok?"
"saya Kakanya."
Kristian tiba-tiba mulutnya langsung bilang dirinya kaka dari Gadis yang bahkan dirinya saja tidak kenal
"adik anda tidak apa-apa, hanya saja tadi terlalu lelah dan banyak kehabisan cairan."
"baik, Terimakasih."
"sama-sama saya permisi dulu."
"iya dok."
Kristian lalu masuk ke dalam ruangan rawat Riana dirinya melihat Gadis yang masih belum sadarkan diri, entah kenapa perasaan dirinya sangat kuatir dengan Gadis yang belum pernah dirinya kenal
" tuan muda, sebentar lagi ada miteeng."
"Yuda, batalkan semuanya, saya mau menunggu Gadis ini hingga sadar."
"baik tuan muda."
Yuda langsung keluar dari ruangan itu untuk menelpon sekertaris Pira untuk membatalkan miteeng. Riana mulai sadar dirinya membuka mata dengan perlahan dirinya melihat seorang pria yang sedang menatap dirinya
__ADS_1
"anda siapa dan saya di mana?"
"kau di rumah sakit, tadi saya melihat kau pingsan di jalan."
Riana langsung duduk dirinya baru saja akan turun dari ranjang karena dirinya tau, tidak memiliki uang
"nona, kau mau kemana?"
"saya harus pergi tuan muda, saya tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit."
"masalah biaya sudah saya bayar lebih baik kau istirahat dulu."
"baik tuan muda, maafkan saya harus merepotkan anda."
"tidak apa-apa, saya juga tidak sibuk siapa nama dirimu?"
"nama saya Riana, tuan muda."
Kristian tidak bersuara lagi setelah mendengar nama Gadis itu, tapi dirinya terus menatap Riana dengan seksama, entah kenapa Kristian merasakan kenyamanan dengan Gadis yang baru saja dirinya kenal
"tuan muda, kenapa kau terus menatap saya seperti itu?"
"tidak apa-apa, saya hanya melihat kau seperti orang yang pernah saya kenal, mungkin itu hanya perasaan."
Yuda setelah menelpon sekertaris lalu dirinya langsung masuk ke dalam ruang rawat Riana. Yuda menghentikan langkahnya setelah melihat tuan mudanya terus saja menatap Gadis yang belum di kenalnya
"apa yang terjadi, kenapa tuan muda terus saja menatap gadis kecil itu." Batin Yuda
Kristian yang mengetahui asistennya masuk, tapi terus saja menatap dirinya dengan kebingungan dirinya langsung membuka berbicara tanpa menengok pada Yuda
"Yuda, sampai kapan kau berdiri saja di situ, apa yang kau lihat?"
"iya tuan muda."
Yuda langsung mendekati tuan muda, lalu dirinya berdiri di sisi tuan muda yang masih terus saja menatap Riana
Setelah istrihat 2 jam Riana memutuskan untuk berpamitan
"tuan muda, terimakasih atas kebaikan anda."
Kristian tidak mendengar perkataan Riana dirinya terus saja menatap Riana sambil tersenyum, ini pertama kalinya Kristian tersenyum pada seorang Gadis setelah adiknya menghilang 11 tahun yang lalu
"tuan muda."
Kristian pun sadar dari lamunannya setelah Riana berbicara lagi
"iya, kenapa?"
"terimakasih karena sudah menolong saya."
__ADS_1
"iya, sama-sama."