
Setelah mengatakan itu, Henny langsung menghela nafas berat, ia tidak pernah menyangka, kalau putranya akan melakukan itu. Hadi langsung berbicara lagi pada ibunya
" Mah, bukan seperti itu maksudku, Riana adalah Kristiani, dia bukan kekasih Kristian, aku selama ini salah paham pada hubungan mereka, aku tidak tau kalau Riana adalah Kristiani."
" Sayang, apa kau sedang menghayal?, atau kau sedang pura-pura pada mamah?, tapi mamah belum mendengar kalau kristiani sudah di temukan?"
" Iya mah, karena Kristiani belum menemui orang tuanya, dan orang tuanya akan ke Indonesia sebentar lagi, untuk itu ia akan bertemu mereka di Indonesia, mah, aku tau mamah tidak ingin aku bersaing dengan Kristian, tapi Riana adalah adiknya."
Setelah mendengar penjelasan dari putranya, Delon dan Henny seketika matanya langsung berbinar-binar, mereka tidak menyangka kalau putranya di jodohkan dengan Gadis masa lalunya, tidak heran putranya langsung jatuh cinta pada Riana, ternyata Riana adalah orang yang sama, yaitu Kristiani, Gadis yang hampir membuat seluruh jiwa putranya hilang tanpa arah, yang bisa putranya lakukan adalah bekerja dan bekerja, semata-mata hanya untuk melupakan Gadis itu, tapi tidak di sangka, Tuhan menyatukan kembali cinta mereka yang sempat tertunda, dengan awal dari perjodohan, pertemuan yang sangat luar biasa, bisa menikah dengan orang yang di cintainya. Henny langsung bertanya pada putranya
" Jadi itu alasan kau tidak ingin menceraikan Riana?"
" Iya mah."
" Baiklah, sekarang sudah jelas, kau boleh ke kamar lagi."
" Iya mah, pah, mah, aku ke kamar dulu."
Delon dan Henny hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung berjalan menuju kamarnya, hingga ia sampai di kamar. Setelah di kamar, ia langsung melihat istrinya yang bersandar di ranjang milik istrinya sendiri. Hadi langsung mendekati istrinya hingga ia sampai, lalu ia langsung duduk di samping istrinya
" Sayang, kau kenapa bersandar seperti sedang memikirkan sesuatu?"
" Tidak ada om."
__ADS_1
Riana memang sedang berpikir, ia sangat penasaran dengan pembicaraan kedua mertuanya, apa lagi mereka hanya memanggil suaminya saja. Hadi langsung mencium kening istrinya sekilas, tiba-tiba ada pesan masuk pada ponsel Hadi
Ting...
Riana yang mendengar nada pesan dari ponsel suaminya, ia langsung menyuruh suaminya untuk membaca pesannya
" Om ponselmu ada pesan masuk, bacalah, siapa tau itu penting, kau adalah pembisnis."
Hadi langsung mengambil ponselnya dari dalam saku, lalu ia langsung melihat nama Yulia. Hadi langsung melihat ke arah istrinya sekilas. Riana yang di lihat suaminya, ia langsung menyuruh suaminya untuk membaca pesan itu
" Baca saja om, saya juga tidak akan ikut campur urusanmu."
Walaupun Riana sangat penasaran siapa yang mengirim pesan, tapi ia tetap bersandar di kepala ranjang, ia tidak bergerak sedikitpun, ia takut yang mengirim pesan itu adalah tunangan dari suaminya, dan membuat suaminya bingung harus bagaimana. Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi langsung membuka pesan dari Yulia, pesan itu tertulis
Setelah membaca pesan itu, Hadi hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung melihat lagi ke arah istrinya, dengan tatapan sendu, setelah itu ia langsung meletakkan ponselnya di meja ranjang istrinya, lalu ia langsung berbicara pada istrinya
" Sayang, aku mau bertanya sesuatu padamu."
Riana langsung mengangkat kepalanya, lalu ia langsung menatap mata suaminya, setelah itu, ia langsung bertanya pada suaminya
" Om, mau berbicara tentang apa?"
" Tentang tunanganku, tentu kau sudah tau dari awal, kalau aku sudah memiliki tunangan."
__ADS_1
" Tentu aku tau Om."
Riana menjawab dengan ekspresi biasa saja, walaupun ia sangat takut, ia takut suaminya memilih gadis itu, tapi kalau suaminya memilih ia juga, ia sangat bingung, apa ia tega menyakiti hati tunangan dari suaminya, jelas-jelas suaminya selama ini tegar karena Gadis itu, Kalau pun harus berbagi suami dengan wanita lain, ia juga tidak rela, dalam hidupnya ia ingin menjadi wanita yang pertama dan terakhir bagi suaminya. Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi sedikit aneh, entah kenapa istrinya tidak marah padanya, jelas-jelas saat kecil istrinya akan membenci ia seumur hidupnya, jika ia berani memiliki wanita lain di belakangnya, tapi kini istrinya, seolah-olah seperti tidak tau apa-apa, bahkan istrinya tidak bertanya tentang tunangannya, membuat ia bingung dengan perasaan istrinya, lalu ia langsung berpikir di dalam hatinya
" Apa kristiani sebenarnya tidak mencintaiku lagi?, kenapa seolah-oleh dia tidak ingin tau apa-apa tentang hubunganku dengan Yulia, bahkan dia tidak bertanya tentang Yulia." batin Hadi
Setelah berpikir, Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, kenpa kau tidak marah padaku?"
Setelah mendengar pertanyaan dari suaminya, Riana langsung tersenyum, ia juga tidak tau, harus bagaimana, haruskah ia marah, apa ia marah itu berhak, sedangkan ia datang juga terlambat, setelah suaminya sudah memiliki tunangan, lalu Riana langsung menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia juga bingung harus jawab apa. Hadi yang melihat jawaban dari istrinya, ia semakin bingung, ia tidak tau, istrinya masih mencintai ia atau tidak. Hadi memutuskan untuk bertanya pada istrinya, dari pada ia bingung dengan perasaan istrinya seperti apa
" Sayang, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"
" Aku sangat mencintaimu om, dan akan tetap mencintaimu."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi langsung menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia bingung dengan jawaban istrinya, istrinya bilang mencintai ia, tapi istrinya sama sekali tidak marah atau pun bertanya tentang ia dan tunangannya. Riana tau, suaminya bingung kenpa ia tidak marah pada suaminya, tapi kalau ia marah juga percuma, semuanya sudah terjadi, mau bagaimana lagi, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Om, aku bukan karena tidak ingin marah, atau pun kecewa, tapi semuanya sudah terjadi, untuk apa aku marah, dan seandainya aku marah, semuanya tidak ada gunanya, tidak akan menyelesaikan masalah, yang jelas sekarang aku hanya kecewa, kecewa karena aku telah mencintaimu lagi, seandainya aku tidak mencintaimu lagi, dan kau tidak mencintaiku lagi, tidak akan ada orang yang tersakiti, dan tadi juga aku tau, mungkin pesan itu dari tunanganmu, tapi aku tidak ingin ikut campur, karena hatiku juga bingung, kalau aku harus mengalah, jujur, aku juga tidak bisa om, tapi jika aku bertahan, aku adalah wanita yang sangat egois, aku tidak tau, keputusan apa yang harus aku ambil."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau istrinya juga bingung dengan hal itu, ia pikir istrinya sudah tidak mencintainya lagi, tapi ternyata istrinya bingung dengan semua keputusannya, sama seperti ia, ia juga bingung dengan hal itu
" Jadi, Kristiani bingung dengan hal itu, untuk itu Kristiani hanya diam, lalu harus bagaimana kalau Yulia kembali ke Indonesia, aku juga tidak ingin menyakiti Yulia, tapi aku juga tidak bisa kehilangan Kristiani lagi, sangat membingungkan." batin Hadi
__ADS_1