
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, ia memang menyadari dari tadi ia terus memotong pembicaraan istrinya, tapi itu karena kejujuran istrinya yang menyakitkan, begitu sulit untuk ia terima tentang kejujuran istrinya, lalu Hadi langsung memejamkan mata sesaat, setelah itu ia langsung duduk di atas ranjang istrinya, lalu langsung menyuruh istrinya untuk menjelaskan apa yang ingin istrinya jelaskan, ia sudah siap untuk menerima kenyataan pahit yang akan istrinya jelaskan
" Sayang, apa yang ingin kau jelaskan, aku siap mendengarkannya, aku minta maaf karena terus memotong pembicaraanmu, aku terlalu takut untuk menerima kenyataan, aku tau aku tidak berperilaku dewasa dengan usiaku, tapi itu karena aku sangat mencintaimu."
" Hubby, kalau kau mencintaiku, harusnya kau dengarkan penjelasanku, bukan terus memotong pembicaraanku."
" Iya sayang, aku akan mendengarkan penjelanmu."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan yang tadi terpotong terus oleh suaminya
" Setelah kita putus, jujur aku masih ingan memperjuangkan cintaku pada Aldi kembali, karena Aldi adalah pria satu-satunya yang ada di dalam hatiku, tapi itu dulu, sebelum aku mengenal hubby, tapi setelah aku mengenal hubby dan selalu menemukan bayang-bayang masa lalu, aku menemukan kenyamanan tersendiri, hingga aku tidak lagi mencintai Aldi. Hubby, aku tidak tau apa yang ada di dalam pikiranmu, aku tidak tau siapa orang yang sudah mengisi hatimu, tapi aku cuma mau jujur, kalau aku hanya mencintaimu, aku akan berusaha melakukan apapun hanya untuk melihatmu bahagia, termasuk aku akan merelakanmu bersama tunanganmu, walaupun aku tidak tau bagaimana hari-hariku tanpamu, tapi aku mencintaimu dengan tulus, tanpa ada keegoisan di hatiku, sudah cukup karena keegoisanku, aku membuat Aldi pergi ke Singapur, untuk melupakanku, karena keegoisanku, aku membuatmu memutuskan tunanganmu yang sangat kau cintai, hingga membuatmu masuk ke dalam club malam. Hubby, aku minta maaf atas sifat kanak-kanakanku, terimakasih telah menepati janjimu untuk menikahiku, sekarang aku rela melepaskanmu, tolong jangan pernah sakiti diri sendiri lagi, aku tidak rela melihat pria yang aku cintai menyakiti diri sendiri."
" Kristiani, apa kau benar-benar mencintaiku?"
" Iya hubby, aku sudah tidak mencintai Aldi lagi."
" Boleh aku bertanya sesuatu?"
__ADS_1
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Kenapa kau tadi sore menangis hingga matamu sembab, dan kenapa aroma parfum di baju sekolahmu adalah aroma parfum milik adikku?, bagaimana kau bisa bilang bahwa kau mencintaiku, sedangkan di sisi lain kau masih memiliki perasaan terhadap adikku."
" Itu hanya salah paham hubby, kemarin Aldi mengerjaiku dan menggertakku, dia bilang akan mengirim orang bayaran untuk menyakitimu, dan itu membuat aku menangis tersedu-sedu, lalu ia langsung memelukku, setelah itu ia mengatakan sesuatu pada telingaku. Selamat ulang tahun mantan, eh bukan, perisisnya Kaka ipar tercinta, itu yang dia katakan padaku, dan itu membuat tangisanku pecah, aku pikir Aldi benar-benar berubah, tapi ternyata Aldi hanya mengerjaiku, lalu Aldi bilang, kalau Aldi akan pergi ke Singapur, untuk melanjutkan kuliahnya di sana, dan Aldi juga memberikan gelang mutiara yang aku berikan padanya, katanya gelang itu sudah tidak berhak untuk Aldi miliki, itu kejadian kemarin yang sebenarnya hubby, aku sama sekali tidak sedih karena Aldi pergi, tapi geretakan Aldi yang membuat aku menangis kemarin."
" Tapi ulang tahunmu masih dua bulan lagi Kristiani, apa kau mencoba untuk membohongiku lagi?"
" Iya memang ulang tahunku masih dua bulan lagi, tapi itu atas nama Kristiani, bukan atas nama Riana, kalau atas nama Riana, kemarin adalah hari ulang tahunku, dan Aldi hanya mengetahui tanggal lahir yang papah angkatku berikan."
Setelah mendengar penjelasan dari Istrinya, Hadi pun percaya kalau yang istrinya Katakan itu benar, bahkan Hadi melihat mata istrinya, begitu tulus istrinya mencintai ia, begitu bodohnya ia tidak mau mendengar penjelasan dari istrinya terlebih dahulu, lalu ia langsung minta maaf pada istrinya, sambil bertanya lagi
" Katakan hubby, aku juga ingin masalah kita cepat selsai, dan cepat menemukan titik terang, aku juga lelah."
" Kenapa kau meminta bercerai dariku? kalau kau mencintaiku."
" Hubby, aku tau kau tidak bisa melepaskan Yulia, tapi kau mengakhiri hubungan itu hanya untuk aku, hingga membuatmu mabuk-mabukan untuk menghilangkan semua yang ada di dalam pikiranmu, karena hubby tidak ingin menyakiti perasaanku, dan aku juga mengerti hubby tidak sepenuhnya mencintaiku, bagaimana pun juga dulu aku pernah memaksamu, hingga aku rela mencelakai diri sendiri dengan terjun ke kolam renang, dari lantai atas, dan itu kenapa hubby tidak ingin membuat aku melakukan hal yang sama, hubby, sekarang aku tidak akan melakukan itu, sekarang aku akan melepaskanmu, aku sangat mencintaimu, mungkin dulu cintaku sangat egois, tapi tidak dengan sekarang, aku tidak akan egois lagi, tapi perlu hubby ingat, kapanpun jika hubby membutuhkan sandaran, aku siap untuk menjadikan sandaranmu."
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, sekarang Hadi paham, kenapa perdebatan mereka tidak ada ujungnya, jelas tidak ada ujungnya, istrinya mengira ia mabuk karena mencintai Yulia, sedang ia mabuk karena ia pikir istrinya masih mencintai adiknya, itu membuat perdebatan mereka tidak nyambung, pantas saja perdebatan ia dan istrinya berjam-jam tidak menemukan titik terang, kalau saja ia masih egois dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari Istrinya, mungkin perdebatan itu selsai di pengadilan dengan perceraian, tapi ia beruntung, karena ia mau mendengarkan penjelasan dari istrinya, dan mengetahui semuanya apa yang ada di dalam pikiran istrinya dari tadi sore. Hadi langsung memeluk istrinya dengan erat, sambil minta maaf
" Aku minta maaf sayang, aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu, pantas saja kita berdebat tidak menemukan titik terang, karena jalan pemikiran kita berbeda."
Riana langsung melepaskan pelukan dari suaminya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya
" Maksud hubby apa?, lalu kenapa hubby mabuk-mabukan dan masuk ke club malam?, bukan'kah itu karena Yulia?"
" Bukan sayang, itu bukan karena Yulia, aku pikir kau masih memiliki perasaan pada adikku, tapi aku tidak berani bertanya padamu, kemarin saat di bandara, aku melihat adikku habis menangis, dan kemejanya ada aroma parfum milikmu, lalu aku pulang ke rumah, kau juga habis menangis, dan aku langsung memelukmu, lalu di bajumu juga memiliki aroma parfum milik adikku, aku tidak ingin bertanya denganmu, ada hubungan apa sebenarnya kau dengan adikku, melainkan aku bertanya pada Repan, lalu Repan menjelaskan, kalau kau pernah memiliki hubungan dengan adikku, dan itu membuat aku berpikir kalau kau masih memiliki perasaan pada adikku, itu kenapa aku selalu memotong pembicaraanmu, aku belum siap mendengar penjelasanmu, kalau kau masih mencintai adikku."
" Jadi hubby mabuk bukan karena Yulia?"
" Bukan sayang, aku hanya tidak berani untuk bertanya padamu."
" Hubby, maukah kita mulai dari awal lagi, kita lebih terbuka lagi, apa lagi kita juga sudah berpisah bertahun-tahun, tentu tidak mudah untuk saling mengenal kembali."
" Aku mau sayang, aku mencintaimu."
__ADS_1
Hadi langsung menarik istrinya lagi dalam pelukannya