
Setelah mantan kekasihnya keluar dari kamar, Riana langsung duduk di lantai sambil menyandarkan kepalanya di sisi ranjang, sekarang ia merasa takut pada pria yang kini menjadi suami kontraknya, memang seluruh badannya baik-baik saja, tapi tetap saja setelah melihat foto itu, ia menjadi takut, yang awalnya ia anggap suaminya mulai baik, tapi ternyata salah, menurutnya suaminya itu lebih menyeramkan dari pada hantu, senyuman di bibirnya tadi pagi, mungkin itu adalah senyuman kemenangan
"apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa semuanya menjadi seperti ini, kenapa perjanjian kontrak itu hanya sebuah kertas, tidak ada bukti sedikitpun kalau perjanjian kontrak itu di adakan, kenapa pria itu sangat semena-mena, lalu obat apa yang pria itu masukkan ke dalam wine kemarin malam." batin Riana
Riana terus saja berpikir, ia bersyukur rasa pusing di kepalnya sudah hilang, memang saat ia mengungkapkan semua yang ada di pikirannya pada mantan kekasihnya, rasa pusing itu mendadak hilang, mungkin karena merindukannya, atau mantan kekasihnya adalah obat penangkal yang paling ampuh, entahlah yang jelas ia sudah sembuh dari pusingnya. Riana terus saja berpikir, hingga ia tertidur di lantai masih dengan kepala yang menyadarkan di sisi ranjang. Tidak lama Hadi pulang dari kantor, karena besok ia harus ada perjalanan bisnis, ia pulang lebih awal. Hadi langsung duduk di sofa ruang tamu bersama asistennya, ia akan membicarakan tentang asisten untuk istrinya
"Repan, kau carikan nona muda asisten pribadi, yang jelas usianya di bawah 24 tahun."
"baik tuan muda."
"kau cari dulu seorang wanita. Jika tidak ada, baru kau cari seorang pria."
"baik tuan muda."
Walaupun Repan bingung dengan sikap tuan mudanya, ia hanya mengiyakan apa kata tuan mudanya, ia juga semakin tidak mengerti, semakin hari tuan mudanya semakin perhatian dengan istri kontraknya. Hadi langsung berdiri, lalu ia langsung berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya hingga sampai di dalam kamar, ia melihat istrinya yang memejamkan mata di sisi ranjang, ia sangat terkejut, lalu langsung mendekati istrinya hingga sampai di sisi istrinya, ia langsung memegang kening istrinya, ternyata istrinya tidak kenapa-kenapa, lalu langsung mengangkat tubuh istrinya untuk memindahkannya di atas ranjang, setelah itu ia langsung menyelimuti tubuh istrinya. Riana yang mencium aroma parfum suaminya, ia langsung terbangun, saat membuka mata, ternyata benar, ada suaminya yang sedang menyelimuti tubuhnya, ia langsung bertanya pada suaminya masih dengan raut wajah yang mengantuk
"om, sudah pulang?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya ia langsung tersenyum, lalu langsung menyuruh istrinya untuk istirahat
"iya, istirahat saja."
"baik om."
Riana langsung memejamkan matanya lagi, hingga ia terlelap. Hadi masih memandangi wajah istrinya, ia bingung dengan perasaannya, semakin ia perhatian, semakin tidak ingin kehilangan istrinya, bahkan hari ini, ia juga tidak mengangkat telpon dari tunangannya yang sudah menelponnya 19 kali, dan mengirim pesan berkali-kali, karena di otaknya hanya di penuhi kejadian semalam, entah kenapa terus mengingat kejadian semalam, setelah memandangi wajah istrinya ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah sekitar 20 menit Hadi selsai dengan ritual mandinya, ia langsung keluar dari kamar mandi, lalu langsung melihat ke arah ranjang istrinya, ternyata istrinya sudah duduk di atas ranjang, ia langsung mendekati istrinya hingga ia sampai, lalu ia langsung bertanya tentang keadaan istrinya
"apa kepalamu sudah sembuh?"
Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia langsung menatap mata suaminya dengan tatapan kosong, ia berharap ia bisa mengingat kejadian semalam, kejadian yang benar-benar tidak masuk akal, tentang ia memeluk suaminya. Hadi juga hanya diam, ia menunggu jawaban dari istrinya. Setelah menatap mata suaminya, ia tidak mendapatkan jawaban kejadian semalam, tapi ia melihat kejadian masa kecilnya lagi, ia melihat gadis kecil itu memberikan sebuah parfum buatanya, lalu memberikannya pada pria kecil, bahkan gadis kecil itu berkata, kalau tidak ada aku, akan tetap ada aku, karena parfumku selalu menemanimu. Seketika kepala Riana menjadi sakit, ia langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya sambil teriak
"aw sakit, sakit sekali."
Hadi yang melihat reaksi istrinya ia sangat panik, ia langsung memegang dua pundak istrinya sambil bertanya
"gadis kecil, apa yang terjadi?"
Riana tidak menjawab pertanyaan suaminya ia terus saja berteriak-teriak kesakitan
"sakit, aduh sakit."
Hadi langsung mendekati meja sisi ranjang, lalu ia langsung ngambil telpon rumahnya, untuk menghubungi pelayannya, setelah di angkat ia langsung berbicara untuk menyuruh dokter Xiyi datang. Xiyi adalah sahabat terdekatnya selain Kristian, hanya saja saat kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda
"kau hubungi dokter Xiyi sekarang, dan langsung suruh ke kamar."
"baik tuan muda."
Hadi langsung memutuskan sambungan telpon itu, lalu ia langsung memeluk istrinya, ia benar-benar kuatir dengan istrinya
"tolong tahan, aku sudah memanggil dokter untukmu."
Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung menjawab ucapan suaminya dengan suara yang sudah benar-benar lemah
"om, ini benar-benar sakit."
"iya aku tau, tolong tahan."
Riana yang merasakan sakit, ia sudah benar-benar tidak kuat lagi, hingga ia pingsan di pelukan suaminya. Tidak lama dokter Xiyi pun datang. Pelayan itu langsung mengetuk pintu tuan mudanya
Tok-tok
Hadi yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya masuk
"masuk."
Pelayan itu, langsung membuka pintu untuk dokter Xiyi. dokter Xiyi langsung menyapa Hadi
__ADS_1
"sore Hadi."
"sore, Xiyi tolong istriku."
"iya kau sabar dong."
Hadi langsung melepaskan pelukannya, tapi ternyata ia melihat istrinya yang sudah pingsan, ia langsung membaringkan tubuh istrinya, lalu langsung menyuruh dokter Xiyi untuk memeriksanya dengan raut wajah yang sangat kuatir
"tolong periksa istriku."
Xiyi yang melihat raut wajah sahabatnya, ia sangat bingung, ini adalah pertama kalinya sahabatnya itu kuatir pada seorang wanita, apa lagi yang ia tau, sahabatnya itu sudah memiliki tunangan bernama Yulia, bahkan sikapnya sangat berbeda, sahabatnya tidak seperhatian itu pada tunangannya, lalu ia langsung melihat gadis yang berbaring itu, ia kenal gadis itu adalah yang di sebut nona kecil, gadis itu juga anak angkat dari keluarga Renata, karena gadis itu adalah pasien Xiyi saat 6 tahun yang lalu. Xiyi baru saja akan memeriksa Riana, tapi Riana bangun lebih dulu, lalu ia langsung memanggil Xiyi
"dokter Xiyi."
"iya nona Riana, aku akan memeriksa keadaanmu terlebih dahulu."
Hadi yang melihat sahabatnya sudah mengenal istrinya, ia hanya mengurutkan keningnya, lalu ia langsung bertanya pada sahabatnya
"Xiyi, apa kau mengenalnya?"
"iya nona Riana adalah pasien rawat jalanku dulu, tapi itu sudah 6 tahun berlalu."
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana yang melihat ada suaminya, ia langsung menyuruh suaminya untuk keluar dari kamar, ia tidak ingin suaminya tau, kalau ia memiliki amesia disosiastif
"om, bisa kau keluar sebentar, setelah dokter memeriksa tubuhku, kau boleh masuk lagi."
Hadi yang mendengar permintaan istrinya, ia mau tidak mau hanya menyetujui permintaan istrinya, walaupun ia sangat penasaran saat mendengar jawaban sahabatnya yang mengatakan pasien rawat jalannya
"baiklah."
Hadi langsung keluar dari kamar itu dengan raut wajah yang sangat kesal dan kuatir. Setelah Hadi keluar dokter Xiyi langsung memeriksa kondisi Riana. Setelah suaminya pergi, Riana memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu pada dokter Xiyi
"dokter, tolong rahasiakan penyakitku."
"nona Riana, kenpa kau ingin merahasiakan itu semua?, kau harus jujur pada suamimu, walaupun aku tau kau dan dia menikah karena terpaksa, tapi melihat suamimu yang kuatir, bukan'kah sangat kasihan."
"apa sudah memiliki benda untuk mengingat masa lalumu nona Riana?"
"iya, suamiku adalah orang yang bisa mengembalikan ingatanku, untuk itu, aku minta tolong rahasiakan, aku ingin mengingat ini tanpa sepengetahuan siapa pun."
"baiklah nona Riana, tapi saya akan mengatakan sedikit yang ada di dalam tubuh nona Riana, semalam nona Riana meminum obat perangsang, apa nona Riana bermaksud untuk mengingat segalanya dengan menukar tubuh nona pada Hadi?"
Detak jantung Riana sangat kencang, setelah mendengar ucapan dari dokter Xiyi, ia tidak menyangka kalau wine itu di beri obat perangsang, tidak heran kalau ia semalam memeluk suaminya, lalu tadi pagi ia tidak mengingat apa-apa, hanya merasakan pusing saja, ternyata ucapan mantan kekasihnya itu benar, wine itu bukan sebatas wine, lalu ia langsung menjawab ucapan dari dokter Xiyi
"dokter, aku tidak meminum obat perangsang, tapi aku semalam di beri wine oleh Hadi, katanya agar tubuhku hangat."
Xiyi yang mendengar jawaban dari Riana, ia sangat tidak percaya, kalau sahabatnya itu memberi istrinya obat perangsang, tapi kalau Riana yang sengaja meminumnya, itu juga tidak masuk akal, kalau Riana menginginkan tidur dengan Hadi, harusnya Hadi yang di beri obat perangsang
"sangat rumit, tapi Hadi tidak mungkin melakukan itu, tapi Riana juga tidak mungkin meminum obat perangsang sendiri." batin Xiyi
Setelah berpikir ia memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan
"nona Riana, mungkin saja Hadi adalah masa lalu nona Riana."
"dokter, itu tidak mungkin, tidak mungkin aku mencintai pria dingin seperti dia dulu."
Setelah mendengar jawaban dari Riana, Xiyi juga berharap begitu, ia berharap Riana bukan gadis masa lalu sahabatnya, apa lagi Xiyi tau tentang hubungan Riana dan Aldi
"Riana, aku juga berharap begitu, aku berharap bahwa kau bukan gadis masa lalu Hadi, pasti akan ada hati yang sangat terluka. Jika kau adalah dia. Jika bukan Hadi yang terluka, maka ada Aldi yang terluka." batin Xiyi
Setelah berpikir, Xiyi untuk memberikan obat penenang dan obat pereda sakit kepala
"nona Riana, ini adalah obat pereda sakit kepala dan obat penenang untuk nona Riana minum, saat membutuhkan."
Riana langsung mengambil obat itu
__ADS_1
"terimakasih dokter, tolong rahasiakan itu dari Hadi."
"sama-sama nona Riana, tenang saja, aku akan merahasiakan ini semua, lebih baik nona Riana istirahat, ingat jangan terlalu memaksakan untuk mengingat masa lalu."
"baik dokter."
Riana langsung merebahkan tubuhnya lagi. Xiyi langsung keluar dari kamar Riana, ia melihat sahabatnya yang mondar-mandir di samping tangga, ia langsung tersenyum melihat sahabatnya yang sangat kuatir, pedahal istrinya itu hanya pingsan, tapi ia seperti istrinya sedang melahirkan. Xiyi sampai di depan Hadi. Hadi yang melihat Xiyi ia langsung bertanya
"Xiyi, bagaimana istriku?"
Xiyi yang mendengar pertanyaan sahabatnya, ia memutuskan untuk berbohong
"sakit istrimu sangat parah, apa lagi semalam ia mengonsumsi obat perangsang."
Detak jantung Hadi sangat kencang setelah mendengar jawaban dari sahabatnya, lalu ia langsung bertanya lagi dengan perasaan semakin kuatir
"apa yang harus aku lakukan?, apa kau bisa menyembuhkan istriku?, bukan'kah kau adalah dokter Riana dulu?"
Setelah mendengar pertanyaan dari sahabatnya, Xiyi memutuskan untuk bertanya, tentang obat perangsang itu
"apa kau yang memasukkan obat perangsang itu ke minum istri kecilmu?"
"tidak, tapi itu ulah mamah, mamah memberiku wine kemarin, aku memberikan wine itu pada Riana, agar menghangatkan tubuhnya, tapi ternyata wine itu di beri obat perangsang oleh mamah."
Xiyi yang mendengar penjelasan dari sahabatnya, ia sangat penasaran dengan kejadian semalam, lalu ia langsung bertanya lagi
"apa kau melakukan sesuatu pada istri kecilmu?"
"hhmm, tidak."
Xiyi yang melihat ekspresi bicara sahabatnya, ia paham sahabatnya pasti telah melakukan sesuatu pada istrinya, tapi menurut ia juga wajar, walaupun pernikahan mereka itu terpaksa, tapi mereka resmi sebagai pasangan suami istri, lalu ia langsung menjawab ucapan sahabatnya dengan menggodanya
"yakin kau tidak mencicipi bibir mungil istrimu?"
"tidak!"
Xiyi yang mendengar jawaban sahabatnya dengan nada tinggi, ia semakin menggoda sahabatnya
"baiklah, kalau kau tidak tertarik, aku akan berjuang untuk gadis imut seperti istrimu, siapa yang tidak tertarik dengan gadis imut, hanya kau saja pria bodoh yang tidak tertarik dengan istrimu."
Hadi yang mendengar jawaban sahabatnya, ia langsung emosi, lalu ia langsung menjawab ucapan sahabatnya
"jangan pernah macam-macam dengan istriku, kalau tidak ingin hidupmu di neraka!"
Seketika Xiyi langsung tertawa terbahak-bahak setelah mendengar jawaban dari sahabatnya
"hahaha, hahaha, aku pikir kau benar-benar tidak memiliki perasaan dengan istri kecilmu, aku pikir hatimu sudah di penuhi oleh Kristiani dan Yulia."
"tutup mukutmu!"
"baik, aku akan pulang dulu."
"tunggu, apa istriku baik-baik saja?"
Xiyi yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya, ia seketika tersenyum lagi, entahlah, hari ini ia menemukan sosok Hadi yang dulu ia kenal, saat 11 tahun yang lalu. Hadi yang belum mendengar jawaban dari sahabatnya, ia langsung bertanya lagi
"apa istriku baik-baik saja?"
"istrimu baik-baik saja."
"apa kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku Xiyi?, melihat istriku menyuruhku keluar, aku yakin ada sesuatu."
Xiyi yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya, ia hanya menghela nafas berat, ia juga tidak ingin berbohong pada sahabatnya, tapi ia takut kalau Riana adalah Kristiani, ia ingin Riana menyelesaikan ingatanya terlebih dahulu, tanpa ada orang yang mengetahuinya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari sahabatnya
"istri kecilmu baik-baik saja Hadi, aku juga sudah memberinya obat pereda sakit kepala dan obat penenang untuknya."
__ADS_1
"tunggu, kenapa kau memberikan obat penenang?, apa dia selama ini terlalu banyak pikiran?"
"iya Hadi."