
" Tidak perlu nona muda, nanti tuan muda pasti marah kalau sampai nona muda ikut ke tempat itu."
" Pak, saya mohon, saya ingin ikut."
" Baiklah nona muda."
Mau tidak mau Repan membawa nona mudanya, ia tidak ingin lama-lama berdebat, ia juga takut tuan mudanya kenapa-kenapa. Repan dan Riana langsung lari ke luar rumah itu, mereka langsung masuk ke dalam mobil. Repan langsung melajukukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, lalu ia langsung bertanya pada nona mudanya
" Nona muda, apa tidak apa-apa dengan kecepatan tinggi?"
" Tidak apa-apa pak."
Setelah mendengar jawaban dari Riana, mereka tidak ada yang berbicara lagi, di dalam mobil menjadi hening, apa lagi Riana terus saja berpikir tentang suaminya
" Kenapa hubby sampai masuk ke dalam club malam, apa ada masalah yang serius, atau jangan-jangan ini ada kaitannya dengan Yulia, sepertinya ini memang ada kaitannya dengan Yulia, kenapa aku begitu menjadi Gadis egois, tidak seharusnya aku memaksa hubby untuk mengakhiri hubungannya, ah benar-benar membuat aku pusing." batin Riana
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di club malam. Repan langsung menyuruh nona mudanya untuk menunggu di mobil, ia takut nona mudanya, kenapa-napa
" Nona muda, lebih baik tunggu saja di mobil, dan mobilnya nona muda kunci dari dalam, disini terlalu bahaya untuk wanita."
" Pak, tidak akan bahaya, saya juga masuknya bersama bapak."
" Nona muda, saya harus memapah tuan muda, saya yakin tuan muda mabuk berat, kali ini tolong jangan berdebat nona muda, saya juga takut tuan muda kenapa-kenapa."
__ADS_1
" Baiklah pak, saya akan tunggu di mobil."
Mau tidak mau Riana mengalah, iya juga tidak ingin terus berdebat dengan Repan. Repan langsung keluar dari mobil, ia langsung mengunci dari luar, walaupun tadi ia bilang suruh mengunci mobil dari dalam, tapi di pikiran Repan tiba-tiba saja tidak percaya dengan nona mudanya, untuk itu ia langsung mengunci nona mudanya di mobil. Repan langsung masuk ke dalam club malam, ia sangat sedikit bingung, terlalu banyak orang di sana, dan bau alkohol yang menyengat, membuat Repan tidak ingin memasuki tempat itu kalau saja tidak terpaksa. Repan yang melihat tuan mudanya masih minum, ia langsung mengambil botol wine yang ada di tangan tuan mudanya sambil berbicara
" Tuan muda, berhenti minum, tolong jangan seperti ini, saya akan membayar wine yang tuan muda minum dulu."
" Repan, kembalikan! sejak kapan kau menjadi kurang ajar!"
" Tuan muda, saya bukan kurang ajar, tapi saya tidak ingin tuan muda kenapa-kenapa, saya akan membayar wine yang tuan muda minum dulu, kalau lama-lama kasihan nona muda di dalam mobil, tadi saya mengunci mobil itu dari luar."
" Apa kau bilang?, kau membawa Kristiani ke sini?"
" Iya tuan muda, tadi nona muda memaksa ingin ikut, nona muda sangat kuatir pada tuan muda."
" Saya tau tuan muda, tapi tolong jangan seperti ini, tolong tuan muda selesaikan baik-baik masalahnya, ingat tuan muda, tuan muda adalah kepala keluarga, tuan muda selalu bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya, seharusnya tuan muda juga bisa menyelesaikan permasalah ini, saya tau, saya juga sering memiliki masalah, dan kadang saya juga lari dari masalah, tapi itu hanya sesaat untuk menenangkan diri, dan untuk mencerna semua ucapanya, bukan ke club malam."
Setelah mengatakan itu, Repan langsung mendekati pelayan untuk membayar semua wine yang di minum oleh tuan mudanya. Setelah selsai ia langsung mendekati tuan mudanya lagi, Repan langsung memapah tuan mudanya keluar dari club malam. Hadi hanya bisa menurutinya, semua yang di katakan asistennya memang benar, ia seharusnya menyelesaikan masalah itu baik-baik dengan istrinya, bukan kabur ke club malam. Setelah sampai, Repan langsung membuka kunci mobilnya. Riana langsung keluar dari mobil, ia langsung memeluk suaminya yang berdiri setengah sadar, ia langsung menangis tersedu-sedu sambil minta maaf
" Hiks...hiks...Aku minta maaf hubby, seharusnya tidak egois, seharusnya aku sadar posisiku terlebih dahulu, hiks...hiks... Tolong maafkan aku hubby."
Hadi yang mendengar permintaan maaf dari Istrinya, seketika ia sadar, mabuk yang mempengaruhi pikirannya hilang seketika, entah kemana, ia langsung memeluk istrinya dengan erat sambil berbicara
" Tidak perlu minta maaf sayang, seharusnya aku yang minta maaf, telah membuatmu kuatir, aku minta maaf sayang."
__ADS_1
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung melepaskan pelukannya, ia langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu langsung menghapus air mata istrinya. Repan yang melihat itu semua hanya tersenyum, ini pertama kalinya, tuan mudanya tidak marah saat di nasehati oleh orang lain, biasanya tuan mudanya akan marah, selain bukan nasehat dari neneknya, tapi sekarang ia menerima nasehat itu, dan Repan berdo'a agar permasalahan itu segera selesai
" Tuhan, berilah kemudahan untuk masalah rumah tangga tuan muda, sudah cukup tuan muda menderita selama bertahun-tahun, karena mencari nona muda, dan semoga nona muda juga menerima tuan muda dengan sepenuh hati, jangan sampai ada pria lain di hati nona muda." batin Repan
Setelah selesai menghapus air matanya, mereka semua langsung masuk ke dalam mobil. Repan langsung melajukukan mobil itu. Riana masih memeluk suaminya, rasanya ia tidak ingin melepaskan pria yang menjadi suaminya itu, tapi ia sadar posisinya, ia tidak hanya memaksa suaminya untuk mencintai ia, ia tidak ingin suaminya sampai salah jalan lagi, untuk itu ia akan mundur dari pernikahan, ia tidak ingin menjadi pengganggu dalam hubungan suaminya dan tunangannya. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, mereka sampai di pekarangan rumah. Hadi dan istrinya langsung masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Repan dari belakang. Riana masih memeluk pinggang suaminya, ia tidak peduli dengan bau alkohol yang menyengat di tubuh suaminya. Setelah sampai di ruang tamu, ternyata masih ada Henny. Henny langsung menghentikan langkah kaki putranya
" Tunggu Hadi."
Hadi langsung berhenti, ia langsung menatap ibunya
" Dari mana kau?, kenapa bau alkohol yang sangat menyengat?, mamah tidak pernah mengajarimu untuk menjadi peminum seperti itu!"
Hadi belum menjawab, tapi Riana langsung berbicara lebih dulu
" Mah, tolong jangan perdebatkan masalah ini, aku akan membawa hubby istrihat dulu, besok baru mamah bicarakan lagi."
" Baiklah sayang."
Riana langsung melanjutkan langkahnya bersama suaminya, hingga mereka sampai di dalam kamar. Riana langsung menarik suaminya untuk duduk di ranjang, lalu ia menatap suaminya sesaat, setelah itu ia memejamkan mata, sambil berbicara
" Mari kita berpisah hubby."
Dengan berat hati kalimat itu terucap di mulut Riana, ia tidak ingin melihat kondisi suaminya menjadi semakin tidak jelas, ia tidak mungkin mempertahankan rumah tangganya, sedangkan suaminya juga mencintai Yulia, ia lebih baik mudur, karena apapun akan ia lakukan untuk suaminya
__ADS_1