
Setelah lamaran itu selesai ibu dan Ayah Hadi sudah pulang lebih dulu termasuk Yulia yang pulang lebih dulu karena ada pekerjaan sedangkan Hadi tadi sedang asik ngobrol dengan sahabat-sahabatnya hingga dirinya tidak tau kemana perginya adiknya itu, lalu Hadi menengok ke semua arah namen adiknya tidak di temukan lalu memutuskan bertanya pada asistennya
"Repan, kemana Aldi?"
"saya juga tidak tau tuan muda, setelah saya mengantar nyonya dan tuan saya tidak melihat keberadaan tuan muda Aldi."
"apa kau sudah menghubungi ponselnya?"
"sudah tuan muda, tapi ponselnya tidak aktif."
"cari Aldi hingga ketemu, kita cari dengan arah terpisah, jika sudah bertemu Aldi, kau hubungi saya."
" Baik, tuan muda."
Setelah Aldi pergi Riana langsung terduduk lemas sambil menangis
"Koko, aku akan berusaha bekerja agar aku bisa mendapatkan kau kembali, aku tadi ingin sekali menahan dirimu, tapi aku sadar aku hanyalah Gadis miskin." batin Riana
Riana memandangi air laut yang bergelombang air yang berwarna biru itu membuat hatinya ingin melompat pada air laut itu, entah apa yang ada dalam pikiran dirinya, dirinya langsung berdiri lalu berjalan mendekati sisi kapal setelah itu dirinya langsung naik sambil menangis hingga tersedu-sedu
"cara satu-satunya adalah loncat dari sini, karena kau tidak ada gunanya lagi hidup, ingat kau tidak bisa mengingat siapa keluarga kandungmu, papah angkatmu sudah meninggal dan pacarmu memutuskanmu, betapa malangnya nasibmu Riana, seberapa lama kau harus bekerja agar bisa mengumpulkan uang, karena tetap saja kau dan Aldi seperti langit dan bumi." batin Riana
Repan yang melihat seorang Gadis kecil yang akan melompat dirinya langsung terburu-buru mendekati Gadis itu
"nona, tolong jangan lakukan itu, bicaralah baik-baik!."
Riana tidak menjawab perkataan dari Repan, bahkan dirinya tidak mendengar teriakannya pria itu, yang ada dalam pikirannya bunuh diri itu jalan satu-satunya agar dirinya tidak merasakan sakit hati, karena dirinya sangat takut Kalau terlalu lama berjuang mencari uang, setelah berhasil bagaimana kalau Aldi sudah memiliki pengganti dirinya itu yang ada dalam pikiran Riana sekarang
"Riana, kau bodoh bukan, kau tidak bisa mengingat sedikit pun tentang masa lalu dirimu sendiri, kalau kau bisa mengingat kau tidak akan merasakan kesedihan seperti ini." batin Riana
Repan sampai dengan jarak setengah meter dengan nafas yang memburu karena dirinya tadi lari mendekati Riana
"nona, turun'lah, kita bicaralah baik-baik!"
__ADS_1
Riana melirik pria yang meneriaki dirinya
"jangan mendekat, ini urusan pribadiku, kau tidak perlu ikut campur."
"nona, nyawamu lebih berharga dari apapun ingat itu, kau masih terlalu muda, jangan berpikir pendek."
Repan sedikit demi sedikit mendekati Gadis itu dengan tubuh yang sangat gemetar. Hadi yang mencari adiknya belum ketemu, tapi dirinya mendengar teriakan asistennya lalu dirinya langsung lari mencari asal suara asistennya hingga dirinya sampai di belakang asistennya, dirinya melihat seorang Gadis yang sudah mau meloncat. Hadi langsung lari lalu dengan sigap menahan tangan Riana namen Riana meminta di lepaskan oleh Hadi tangan kiri Riana mencoba melepaskan pegangan tangan Hadi. Hadi yang terus menahan tangan Riana membuat dirinya hilang ke seimbangan hingga dirinya ikut terjatuh dalam laut.
Byur...
Hadi langsung mengangkat tubuh Riana yang di bantu oleh Repan hingga mereka naik lagi di atas kapal. Riana yang masih sadar dirinya hanya terduduk lemas dengan baju yang basah kuyup. Hadi menatap mata Riana dengan tatapan dingin lalu dirinya langsung berkata
"nona apa kau gila?"
Riana melihat mata Hadi dengan tatapan tidak suka setelah mendengar pertanyaan dari Hadi
"kau yang gila."
Hadi sangat kesal setelah mendengar jawaban dari Gadis yang dirinya tolong, tapi dirinya juga merasa kasihan lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi
"karena takdir tidak pernah adil padaku, pacarku memutuskan hubungan denganku."
"apa kau Gadis bodoh, karena seorang pria kau akan membahayakan nyawamu?"
"aku memang bodoh."
Hiks....hiks....
Hadi merasa iba melihat Gadis kecil yang di hadapannya, dan tidak habis pikir juga kenapa di usia yang masih sangat muda harus memiliki pacar
"ya ampun, kenapa Gadis sekecil ini sudah memiliki pacar." batin Hadi
"aku tidak bermaksud mengatakan itu, tapi ingat nyawamu lebih berharga dari pada pria itu, ingat kau masih memiliki orang tua yang sangat menyayangimu membesarkanmu tanpa lelah dia mengasuhmu hingga kau dewasa, namen kau belum membalas budi pada orang tuamu, tapi kau sudah akan mengasih tangisan pada orang tuamu, apa kau tidak kasihan pada orang tuamu?"
__ADS_1
Riana menangis semakin histeris dirinya memang tidak berpikir panjang, dirinya akan bunuh diri karena seorang pria. Hadi yang melihat Riana memnangis hingga tersedu-sedu lalu dirinya langsung menarik Riana dalam pelukannya, entah apa yang ada di hati dirinya, dirinya juga merasakan sesak di dada. Repan yang mendengar perkataan Gadis kecil itu, dirinya juga merasa iba, tapi bukan hanya dirinya tuan mudanya saja yang terkenal dingin dan tidak peduli, tapi sekarang bahkan tuan mudanya memeluk Gadis itu, karena yang Repan tau, tuan muda tidak pernah menyentuh siapa pun selain nona Yulia. Hadi masih memeluk Riana lalu berkata
"ingat, jangan membuat orang tuamu menjadi sedih, kau jangan membalas orang tuamu dengan kesedihan."
Riana menjawab hanya dengan anggukan kepala lalu dirinya mempererat pelukannya. Hadi dan Riana merasa sangat nyaman, tapi dirinya juga tidak tau pelukan ini karena pelukan dingin atau ada sesuatu keduanya juga tidak tau
"belum pernah aku memeluk seorang Gadis sangat nyaman, semenjak Kristiani pergi entah kemana, baru kali ini lagi pelukan itu persis pelukan Kristiani." batin Hadi
"kenapa pelukan ini sangat nyaman, dan parfum pria ini sangat akrab padaku, siapa pria ini?, apa aku pernah bertemu sebelumnya, pelukan Aldi saja tidak senyaman ini." batin Riana
Repan yang merasa tuan mudanya berpelukan hingga sekitar 5 menit belum saja melepaskan pelukannya dirinya memutuskan untuk berdehem
"he'em."
Hadi dan Riana sadar dari lamunannya masing-masing, lalu Hadi dan Riana langsung melepaskan pelukannya
"Repan, jasku."
Repan pun langsung menyerahkan jas milik tuan mudanya yang di bawa Repan tadi
"ini Tuan muda."
Hadi mengambil jas itu lalu dirinya langsung memakaikan jas itu pada Gadis kecil
"pakailah dulu nona, sebentar lagi kita sampai, apa kau mau saya antar pulang?
"tidak perlu tuan muda, terimakasih kau sudah menolong saya dan menasehati saya."
"sama-sama, ingat jangan pernah melakukan hal itu lagi, hanya karena seorang pria, kau terlalu bodoh jika sampai mengulanginya lagi."
"terimakasih tuan muda, saya akan ingat nasehat tuan muda."
"sama-sama nona."
__ADS_1
Riana dan Hadi saling menatap mata, keduanya saling bertanya-tanya karena memiliki perasaan yang berbeda termasuk Repan yang melihat Riana seperti tidak asing di wajah Gadis yang dirinya lihat, tapi ini pertama kalinya mereka bertemu
"kenapa pria ini seperti pria yang menolongku saat di rumah sakit, kenapa aku memiliki perasaan yang sama, perasaan yang sangat nyaman, siapa Kristian dan pria ini." batin Riana