Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 103. Ancaman


__ADS_3

Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia hanya bisa menghela nafas berat, jujur saja itu membuat hati Hadi sangat kecewa, lagi-lagi istrinya mempermasalahkan tentang parfum. Sedangkan Repan yang mendengar pertanyaan seperti itu, ia sedikit emosi, jelas-jelas tuan mudanya sudah mengakhiri hubungannya, tapi masih saja di curigai, andaikan saja Riana bukan istri dari tuan mudanya, mungkin ia sudah marah-marah, bagaimana pun juga posisi tuan mudanya sangat sulit , karena harus menyakiti Gadis yang selama bertahun-tahun bersamanya. Riana masih menatap suaminya, tapi entah kenapa, ia merasa bersalah telah mempertanyakan tentang hal itu, apa lagi mendengar nafas suaminya yang seperti sedikit kecewa, tapi ia juga hanya ingin memastikan, benar atau tidak. Setelah beberapa menit, Hadi langsung bersikap biasa saja, walaupun hatinya kecewa, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Istrinya


" Serius sayang, aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Yulia, dan tentang pelukan, itu memang Yulia yang memelukku, tolong jangan bersikap kanak-kanakan, tolong mengerti posisiku sekarang, aku tidak ingin berdebat tentang masalah ini."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana tidak berbicara apapun lagi, ia juga langsung memalingkan wajahnya ke arah depan, ia juga bingung dengan perasaannya, yang lagi-lagi selalu mencurigai suaminya, jelas-jelas suaminya itu bukan pria brengsek, suaminya selalu memiliki pendirian dalam hal apapun, tapi ia selalu saja egois, dan selalu menuduh suaminya yang belum jelas kebenarannya. Hadi yang melihat istrinya memalingkan wajahnya, ia hanya menghela nafas berat, lagi-lagi istrinya selalu memperpanjang masalah yang sepele, hanya karena parfum


" Sangat sulit kalau memiliki istri yang jauh lebih muda, cemburu dan cemburu, tidak bisakah sekali saja mempercayaiku tanpa harus aku jelaskan, tidak bisakah mempercayaiku tanpa harus ada pertanyaan." batin Hadi


Setelah berbicara di dalam hatinya, Hadi langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya, ia sudah sangat lelah karena terus berdebat dengan Yulia, dan sekarang harus berdebat dengan Istrinya. Riana juga membalas pelukan dari suaminya, lalu ia memutuskan untuk minta maaf, ia tidak ingin suaminya kecewa dengan sikap kanak-kanaknya, ia tidak ingin suaminya lelah dengan sifatnya


" Hubby, aku minta maaf, tidak seharusnya aku mencurigai hubby, aku minta maaf selalu bersikap kanak-kanakan, aku tau, ini sangat sulit untuk hubby, aku tau hubby juga tidak ingin menyakiti Yulia, karena bagaimana pun juga, Yulia adalah Gadis yang selama ini bersama hubby, tolong maafkan aku."


Hadi masih memeluk Istrinya sambil membelai rambutnya, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari Istrinya


" Tidak apa-apa sayang, tolong rubah sifatmu, jangan terus seperti ini, aku ingin hubungan kita tanpa masalah sedikitpun, jangan pernah untuk mengulanginya lagi, jangan pernah mencurigai hal yang belum jelas adanya."


" Iya hubby, aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi."


" Sudah 2 kali sayang bilang tidak akan mengulanginya, tapi tetap saja, sayang selalu mengulanginya."


" Iya aku tidak akan mengulanginya sekarang."


" Baiklah."


Hadi dan Riana langsung melepaskan pelukannya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di pekarangan rumah. Hadi langsung turun dari mobil, ia langsung membuka pintu mobil untuk istrinya. Hadi masuk ke dalam rumah sambil merangkul pinggang istrinya, hingga sampai di ruang tamu, di ruang tamu ada Aldi yang sedang duduk. Aldi menatap mereka dengan tatapan tidak suka, bahkan ia tidak menyapa mereka berdua. Sedangkan Riana yang melihat mantan pacarnya, ia langsung menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ponsel Hadi berbunyi


Ting...Ting...


Hadi langsung mengambil ponsel di sakunya, lalu ia langsung melihat nama di ponsel itu, ternyata yang menelpon adalah Sekertaris nya, ia langsung ingat, kalau sebentar lagi ada miteeng dengan kelayen. Hadi langsung pamitan dengan Istrinya tanpa mengangkat telpon dari sekertaris nya

__ADS_1


" Sayang, aku ke kantor dulu."


" Sekarang hubby?, memang siapa yang menelponmu?"


" Sekertarisku yang telpon, aku pergi dulu iya sayang."


" Iya hubby, hati-hati."


Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu langsung mencium kening istrinya sekilas, setelah itu ia langsung pergi. Riana langsung menaiki tangga, di ikuti oleh Aldi. Aldi langsung memanggil mantan pacarnya


" Riana, tunggu."


Riana langsung membalikkan badannya, lalu ia langsung melihat ke arah mantan pacarnya. Aldi langsung menyuruh pelayan yang berdiri di depan pintu Riana untuk pergi


" Kalian pergi dari sini."


" Baik tuan muda."


" Riana, kenapa kau sudah melebihi batas?, hari ini Yulia pulang, dan sebentar lagi kau akan di ceraikan, kenapa kau di cium hanya diam?"


" Aku tau Yulia sudah pulang, lalu apa urusannya denganmu Aldi?, ingat, aku ini Kaka iparmu, kau tidak perlu ikut campur urusanku."


" Apa kau bilang tadi?"


" Aldi."


" Kenapa kau mengubah panggilanmu Riana?"


" Jelas aku harus mengubah panggilanku, aku ini Kaka iparmu."

__ADS_1


Aldi langsung menarik tangan Riana, ia langsung mengedarkan tubuh Riana di tembok, ia langsung menatap mata Riana dengan tatapan sinis. Riana yang di perlakukan seperti itu, ia sedikit panik


" A-apa yang akan kau lakukan?, kau jangan macam-macam."


Tangan kiri Aldi langsung mengelus lembut pucuk kepala Riana sambil berbicara


" Jangan pernah memanggilku dengan panggilan Aldi, panggil aku Koko, sampai kapan pun, kau tetap milikku."


" Kita sudah putus Aldi, aku mencintai Hadi, aku dan Hadi saling mencintai, kau hanya masa lalu, tolong jangan mengganggu aku lagi."


" Riana, kenpa kau berubah hanya beberapa bulan?, apa yang tidak bisa aku berikan hingga kau mencintai dia?"


" Aldi, aku mencintai Hadi dari dulu, aku adalah Kristiani Ganesha Malik, adik Kristian Ganesha Malik, pasti kau tau bukan?, aku adalah pacarnya dulu."


Setelah mendengar penjelasan dari Riana, wajah Aldi semakin kecewa, ia langsung berjalan mundur menjauhi Riana, hingga mentok di meja, setelah di meja, ia langsung menggebrak meja itu sambil berbicara


Bruk...


" Bohong! Kau pasti membohongiku Riana, kau pasti hanya ingin mencari alasan, agar aku tidak mendekatimu?, tapi sayangnya, aku akan membuat kau menerimaku menjadi suamimu!"


Setelah mengatakan itu, Aldi langsung menarik tangan Riana dengan kasar, lalu langsung menghempaskan tubuh Riana ke sofa, hingga kepala Riana membentur ke samping sofa, tubuh Riana mulai sedikit gemetar, matanya mulai berkaca-kaca, ia langsung berbicara dengan terbata-bata


" A-Aku akan teriak, jika k-kau macam-macam."


Aldi langsung mengelus pucuk kepala Riana sambil berbicara


" Teriak saja, mereka tidak akan berani masuk ke dalam, di rumah ini hanya ada pelayan, tidak ada siapapun selain kita berdua, dan aku sudah tidak bisa bersabar lagi Riana, aku bosan jadi pria lugu, segalanya di ambil oleh Koko, kasih sayang mamah, papah, nenek, semuanya menyayangi dia, bahkan kau, kau juga mencintai dia, apa lagi nenek, nenek selalu memberikan segalanya untuk dia, tapi aku tidak akan pernah membiarkan kau bersama dia!"


" Aku minta maaf Aldi, tapi aku mencintai dia, aku sudah tidak mencintaimu lagi Aldi, aku mohon, jangan lakukan apapun padaku."

__ADS_1


" Tapi aku akan melakukan sesuatu padamu, hingga kamu menjadi milikku."


__ADS_2