Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 83.


__ADS_3

Mereka berdua masih saling berpelukan. Hadi tidak ingin bertanya lagi pada istrinya, yang jelas ia bingung harus berbicara apa pada istrinya. Setelah lama mereka berpelukan, Riana langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap mata suaminya dengan tatapan bingung. Hadi yang di tatap dengan tatapan bingung, ia langsung bertanya pada istrinya


" Sayang, kau kenapa?"


" Tidak apa-apa ko om."


" Sayang, tolong katakan ada apa?"


" Serius aku tidak apa-apa Om."


" Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku, aku tau kau tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiranmu, tapi aku tau, pasti ada sangkutannya denganku, sayang, aku mohon tolong katakan."


" Om, sudah aku bilang, aku tidak memikirkan apa-apa."


Hadi yang mengetahui istrinya masih berbohong, ia memutuskan untuk mengajak istrinya makan, ia tidak ingin lagi bertanya, karena bertanya juga percuma, tidak akan mendapatkan jawaban dari istrinya


" Baiklah, ayo kita makan sayang."


Riana yang mendengar ajakan dari suaminya, ia memutuskan untuk menyetujuinya, dari pada suaminya mendesak ia untuk berbicara, apa yang ia pikirkan, lebih baik ia makan, lalu ia langsung menjawab ajakan dari suaminya


" Ayo kita makan om."

__ADS_1


Riana langsung berdiri. Hadi juga langsung berdiri, lalu mereka langsung berjalan keluar dari kamarnya, hingga mereka sampai di meja makan. Di meja makan sudah ada kedua orang tuanya dan adiknya, lalu mereka langsung menyapa berbarengan


" Malam mah, malam pah, malam dek."


Delon dan Henny hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum, mereka tidak bisa berkata-kata setelah melihat putranya dan menantunya yang sangat kompak, sedang Aldi, ia tidak menjawab sapaan dari mereka, ia melihat mereka dengan tatapan tidak suka, lalu ia langsung bertanya-tanya di dalam hatinya


" Kapan mereka berdua dekat?, kenapa Riana sangat dekat dengan Koko, apa jangan-jangan Riana sudah mencintai koko?, tidak, aku tidak bisa melepaskan Riana, Riana adalah Gadis yang aku cintai, Riana tidak boleh dengan Koko, apa lagi Riana hanya Gadis kecil, aku sangat membencimu ko, kau selalu saja di manja oleh nenek dan kakek, kau selalu saja di puji dan apa yang kau lakukan selalu benar, aku hanya diam, aku tidak iri, tapi kali ini, aku tidak bisa mengalah untuk Koko, aku sangat mencintai Riana." batin Aldi


Hadi langsung menarik kursi untuk istrinya, setelah istrinya duduk, ia langsung duduk, lalu mereka langsung memulai makan malam. Delon dan Henny menatap putra pertamanya dengan tatapan tajam, ia bingung dengan hubungan mereka, apa lagi ia melihat mereka yang sangat dekat. Setelah sekitar 10 menit makan, Delon dan Henny selsai lebih dulu, merek langsung berdiri. Henny memutuskan untuk menyuruh putranya ke ruang tamu sendiri, ia ingin tau apa yang terjadi dalam hubungan keduanya, kalau mereka dekat hanya karena syarat dari putranya, ia akan menasehati putranya


" Sayang, nanti kau ke ruang tamu, mamah ingin berbicara denganmu saja."


" Iya mah."


" Kenapa dia, tidak bisanya seperti itu, apa dia patah hati?" batin Hadi


Riana juga langsung menatap mantan kekasihnya, ia tau, pasti mantan kekasihnya cemburu pada hubungan ia dan suaminya, tapi mau bagaimana lagi, ia juga sudah tidak memiliki perasaan terhadap mantan kekasihnya, semenjak kehadiran Kaka dari mantan kekasihnya, semenjak itu juga hatinya mulai berpaling pada Kaka mantan kekasihnya


" Aku tau, kau pasti cemburu ko, tapi aku tidak bisa lagi mencintaimu, maafkan aku, seandainya saja dulu kita tidak putus, mungkin jika terjadi seperti ini, aku akan mengubur cintaku dalam-dalam pada kakamu, tapi di sini bukan aku yang salah, tapi Koko, Kalau saja aku tau Koko memutuskan aku hanya untuk mendapatkan restu dari orang tuamu, aku pasti akan bertahan, tapi sekarang hatiku sudah memilihnya, Koko, sekali lagi aku minta maaf." batin Riana


Riana juga memang sangat merasa bersalah, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa, hanya kata maaf yang bisa ia ucapkan, karena hatinya sudah menjadi milik suaminya, walaupun ia tau, sekarang hubungan ia dan suaminya menjadi rumit, ia juga tidak tau, akan'kah ia pertahankan atau ia lepaskan. Hadi dan Riana pun selsai makan. Hadi menyuruh istrinya untuk ke kamar lebih dulu, karena ia akan menemui ibunya di ruang tamu

__ADS_1


" Sayang, kau ke kamar duluan, aku akan ke ruang tamu sebenar."


" Iya om."


Riana langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga. Walaupun Riana sangat penasaran, apa yang akan di katakan oleh ibu mertuanya pada suaminya, tapi ia tetap mengikuti apa kata suaminya. Setelah istrinya menaiki tangga, Hadi langsung berjalan ke arah ruang tamu, hingga ia sampai di ruang tamu. Hadi langsung duduk di samping papahnya. Henny langsung berbicara apa maksud ia menyuruh putranya untuk ke ruang tamu


" Sayang, mamah ingin bertanya, apa kau memberikan syarat sebelum kalian bercerai?"


" Tidak mah, aku tidak memberikan syarat apa-apa."


" Lalu kapan kalian sedekat itu?, apa ada sesuatu yang kau rencanakan sayang?"


" Tadi sore mah, aku tidak ada rencana apa-apa."


" Kalau kau tidak memiliki rencana, lalu kenapa kau berciuman dengan Riana?, Hadi, Kalau kau akan menceraikan Riana, dan merelakan Riana dengan sahabatmu, tidak seharusnya kau melakukan itu pada Riana, jangan sampai status suamimu, kau gunakan untuk melakukan hal itu, ingat, Kristian adalah kakanya Kristiani, Kristian selama ini sudah menderita sayang, jika kau mau melepaskan Riana, jangan seperti itu caranya, tapi jika kau ingin mempertahankan Riana, kau boleh melakukan itu, tapi Kristian adalah sahabatmu."


" Mah, aku tidak akan menceraikan Riana, karena Riana adalah."


Hadi belum selesai bicara, tapi ibunya sudah memotong pembicaraannya


" Karena Riana adalah Gadis yang kau cintai, karena usia Riana adalah sama dengan kristiani, dan aku akan tetap mempertahankan Riana, bagaimana pun caranya, kau mau bilang begitu?, sayang, tidak seharusnya kau bersaing dengan sahabatmu sendiri."

__ADS_1


Delon yang mendengar ucapan dari Istrinya, ia sangat bingung, bukan'kah istrinya menyuruh menasehati puteranya, agar tidak menceraikan Riana, tapi kini istrinya membela Kristian, ia tau Kristian juga sudah menderita, karena adiknya menghilang, tapi ia tidak menyangka kalau istrinya lebih membela Kristian dari pada putranya sendiri, bukan'kah putranya juga selama ini sudah menderita, walaupun putranya memiliki tunangan, tapi putranya masih saja mencintai kristiani. Hadi yang mendengar ocehan ibunya yang panjang lebar, ia hanya bisa menghela nafas berat, saat ia tidak di berikan untuk menyelesaikan pembicaraannya terlebih dahulu, dan itu adalah sama persis seperti ia saat itu, ia tidak memberikan istrinya untuk berbicara terlebih dahulu, tapi ia berkali-kali memotong pembicaraan dari istrinya, kini ia tau bagaimana rasanya tidak di berikan kesempatan untuk menyelesaikan pembicaraannya


__ADS_2