
Hadi yang melihat jawaban istrinya, ia langsung memegang tangan kanan istrinya dengan tatapan sedih, lalu ia langsung meniup tangan istrinya perlahan, setelah itu ia langsung bertanya lagi pada istrinya dengan raut wajah kuatir
" Apa perlu aku panggil dokter?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya dan melihat wajah suaminya kuatir, ia langsung tersenyum, menurut ia suaminya sekarang sangat menggemaskan
" Si om emang hebat, dengan usia yang sudah dewasa, tapi saat melihat wajah kuatir om sangat menggemaskan, rasanya ingin sekali mencubit pipinya. Ah Riana, apa yang ada dalam pikiranmu, apa kau mulai mencintai pria semena-mena ini?, tidak mungkin, ingat satu-satunya pria di hatimu adalah Aldi, tunggu, tapi bagaimana dengan pria kecil yang sudah berjanji akan menikahiku." batin Riana
Riana terus saja berpikir, ia bahkan lupa kalau belum menjawab pertanyaan dari suaminya. Hadi yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung bertanya lagi pada istrinya
" Gadis kecil, apa perlu dokter?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya lagi, seketika ia langsung sadar dari lamunannya
" Tidak perlu om, aku baik-baik saja."
Setelah mendengar jawaban istrinya, Hadi langsung menatap ke tiga bawahannya, dengan tatapan sinis. Mereka hanya menunduk takut, mereka tidak pernah menyangka kalau gadis kecil yang memakai seragam sekolah itu, sangat berharga bagi pak CEO, bahkan pak CEO saja hingga minta maaf, pada gadis kecil itu. Setelah menatap ke tiga bawahannya, Hadi sama sekali tidak bilang memecatnya, ia langsung menyuruh Repan untuk mengurus uang pesangon
" Repan, urus uang pesangon untuk mereka bertiga."
" Baik tuan muda."
Mereka yang mendengar ucapan pak CEO, mereka langsung berlutut di depan pak CEO, lalu mereka langsung minta maaf pada pak CEO
" Pak CEO, jangan pecat kami, kami tau kami salah, tolong maafkan kami, kami tidak akan bertindak semena-mena lagi." ucap mereka berbarengan
" Kalian harusnya tidak minta maaf pada saya! Kalian harus minta maaf pada gadis kecil yang di samping saya!"
Riana yang mendengar bentakan suaminya, ia bergidik ngeri, yang awalnya memuji suaminya itu menggemaskan, tapi sekarang berubah seperti macan yang siap menerkam. Mereka langsung menggeser posisi, lalu langsung minta maaf pada Riana
" Nona, kami benar-benar minta maaf, tolong nona maafkan perlakuan kami tadi." ucapan mereka berbarengan
Riana langsung tersenyum, ia langsung membangunkan mereka satu persatu, lalu langsung menjawab permintaan maaf mereka
__ADS_1
" Tidak apa-apa, aku juga baik-baik saja."
" Terimakasih nona." ucap mereka berbarengan
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung membuka pembicaraan lagi
" Sekarang masalahnya sudah beres, kalian tinggal tunggu Repan menyiapkan uang pesangon!"
Mereka bertiga langsung panik, lalu langsung memohon pada pak CEO nya
" Pak CEO, tolong jangan pecat kami." ucap mereka berbarengan
" Kalian tau, tadi hampir saja membahayakan gadis kecil, dan itu kesalahan yang sangat tidak bisa saya maafkan!"
Riana yang melihat suaminya sangat emosi, ia sangat takut, tapi ia juga sangat kasihan pada pekerja itu, walaupun hampir saja membahayakan ia, tapi ia tidak dendam sama sekali, baginya itu hal yang wajar, lalu ia langsung memohon pada suaminya agar tidak memecat mereka. Riana langsung memegang tangan kiri suaminya dengan kedua tangannya, dengan perasaan takut, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Om, tolong jangan pecat mereka."
Hadi yang melihat istrinya memegang tangan kirinya, dan memohon padanya, membuat detak jantungnya sangat kencang, saat istrinya memegang tangannya lebih dulu, dan bahkan itu adalah kebiasaan kristiani saat memohon, Kristiani pasti memegang tangan kirinya, tapi ia sebisa mungkin untuk mengontrol pikirannya, ia tidak ingin kejadian yang sama seperti saat istrinya tenggelam ke dalam kolom, ia memanggil nama Kristiani, lalu ia langsung menjawab permohonan istrinya dengan suara lirih
" Tapi aku baik-baik saja Om, tadi om secepat kilat seperti Superman untuk menyelamatkan aku, jadi tolong kasih mereka kesempatan."
Hadi yang mendengar suara manja istrinya, ia pun mulai luluh, ia langsung bertanya lagi pada istrinya
" Apa ini permintaanmu?"
" Iya Om, jangan pecat mereka."
Hadi langsung menyetujui permintaan istrinya, ia langsung menjawab ucapan istrinya sambil mengelus pucuk kepala istrinya
" Baiklah, kalau ini keinginanmu, aku akan mengabulkannya."
Riana yang mendengar jawaban dari suaminya, ia sangat senang, ia langsung memeluk suami sambil berbicara
__ADS_1
" Terimakasih om, om emang baik deh."
Hadi sangat terkejut dengan tingkah istrinya, bahkan ia hanya diam mematung, ia tidak membalas pelukan istrinya, atau menolak pelukannya. Riana sadar, kalau ia sedang memeluk suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung minta maaf pada suaminya sambil menundukkan kepalanya, karena takut
" Aku minta maaf om, tadi aku benar-benar senang, om jangan marah iya?"
Hadi yang mendengar permintaan maaf istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya sambil tersenyum, lalu ia langsung berbicara pada Repan
" Repan, mereka suruh bekerja lagi, mereka tidak jadi di pecat, ini keinginan nona muda."
" Baik tuan muda."
Repan sangat terkejut saat mendengar ucapan tuan mudanya. Pak satpam, Mita, dan karyawan wanita itu, sangat terkejut saat pak CEO nya, luluh oleh seorang gadis kecil, yang belum mereka ketahui, apa status gadis kecil itu, hingga pak CEO takluk pada ucapan Gadis kecil itu. Mereka memang mengetahui kalau pak CEO sudah menikah beberapa hari yang lalu, tapi mereka tidak tau, siapa gadis yang beruntung itu, karena yang di undang di pesta pernikahan itu, hanya rekan bisnisnya, sekertaris, dan para menejer, itu pun hanya beberapa menejer, tidak semua menejer di undang, lalu mereka langsung mengucapkan terimakasih pada pak CEO nya
" Terimakasih pak CEO, karena tidak memecat kami." ucap mereka berbarengan
" Tidak perlu berterimakasih, ini atas keinginan nona muda."
Mereka langsung mengucapkan terimakasih pada gadis kecil yang belum di ketahui namanya, bahkan pak CEO nya saja hanya memanggil nona muda, membuat ia penasaran dengan status gadis kecil itu
" Nona muda, terimakasih atas kebaikan nona muda." ucap mereka berbarengan
Riana yang mendengar ucapan terimakasih, ia langsung melepaskan pelukan suaminya, ia langsung menatap mereka dengan tatapan tajam, lalu langsung menjawab ucapan mereka
" Tidak apa-apa, tapi saya minta kalian jangan sampai melakukan kesalahan yang sama, bukan hanya dengan saya saja, tapi kalian harus menghargai orang lain, kalian boleh mengusir orang yang tidak di kenal, tapi jangan pernah menggunakan kekerasan."
" Baik nona muda, Kami tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." ucap mereka berbarengan
" Kalian boleh melanjutkan pekerjaan masing-masing."
" Baik nona muda." jawab mereka berbarengan
Mereka langsung membungkukan badan, lalu langsung pergi ke tempatnya masing-masing. Hadi hanya menatap istrinya sambil tersenyum, ia sangat kagum dengan sikap istrinya yang sangat baik, bahkan istrinya bisa membuat hati ia yang seperti es balok, tiba-tiba langsung mencair. Repan juga sangat kagum dengan sikap nona mudanya, yang memafkan seseorang begitu mudah
__ADS_1
" Nona, kau benar-benar wanita yang sangat baik, aku sangat kagum." batin Repan