Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 27. Marah


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Hadi baru saja sampai di pekarangan rumahnya, dengan wajah yang sangat lesu, entah kenapa hari ini ia bekerja sangat malas, bahkan tadi saat miteeng saja ia tidak fokus, tapi ia juga tidak tau, apa yang ada dalam pikirannya, yang ia rasakan hanya malas. Hadi langsung masuk ke dalam rumahnya di ikuti oleh asistennya, hingga Hadi sampai di ruang tamu, ia langsung duduk, lalu langsung menyadarkan kepalanya di sandaran sofa, sambil memejamkan mata, tapi ia ingat dengan gadis kecil yang sekarang menjadi istrinya, lalu ia langsung membuka mata lagi


"Repan, kau tanyakan pada bi Ida, apa gadis kecil itu sudah bangun."


"baik tuan muda."


Repan langsung berjalan ke arah dapur, karena BI Ida sebenarnya tugasnya itu memasak, tapi karena Hadi yang tidak menyukai pelayanan lain, terpaksa BI Ida juga sering melakukan tugas lain jika di suruh oleh Hadi, hingga Repan sampai di depan BI Ida


"bi, apa nona muda sudah bangun?"


"sudah tuan Repan, nona muda bangun sekitar jam 11, tapi nona muda pergi, katanya nona muda akan pergi bekerja."


"baiklah."


Setelah selesai berbicara, Repan langsung melangkahkan kakinya lagi ke ruang tamu, hingga ia sampai di ruang tamu


"tuan muda, nona muda pergi bekerja."


"apa kau bilang pergi bekerja?"


"iya tuan muda."


Walaupun Hadi bersikap biasa saja, tapi tetap saja hatinya tidak bisa di bohongi, ia sangat marah dengan istrinya, apa lagi ada beberapa orang yang mengetahui pernikahannya, ia takut kalau orang lain mengira, bahwa pernikahan itu atas dasar terpaksa, atau sebuah kontrak


"gadis sialan, kau masih saja bekerja."


Tidak lama Riana pulang, ia langsung memasuki rumah itu. Walaupun banyak desas-desus dari para penjaga dan pelayan, karena Riana yang menikah muda, banyak yang bilang bahwa Riana hanya memanfaatkan Hadi, hingga Riana sampai di ruang tamu, ia melihat suaminya yang masih saja duduk di sofa dengan wajah yang sangat lelah. Repan yang melihat nona mudanya mendekat, ia langsung menyapa nona mudanya


"selamat sore nona muda."


"sore juga pak."


Riana langsung melihat ke arah suaminya, lalu ia langsung menyapa suaminya

__ADS_1


"selamat sore om."


Hadi yang melihat istrinya penuh dengan keringat, ia sangat marah pada istrinya, bahkan ia tidak menjawab sapaan istrinya


"kau dari mana saja?, apa lagi badanmu penuh dengan keringat, sangat menjijikkan, ingat kau itu istri dari tuan muda Wijaya, bisakah kau menjaga tubuhmu itu dengan baik?"


Para pelayan yang mendengar ucapan tuan mudanya ia langsung menunduk takut, tuan mudanya memang orang yang tidak suka berbicara, tapi kali ini tuan mudanya, berbicara panjang lebar, membuat para pelayan itu sangat takut. Setelahgar ucapan suaminya, Riana sangat takut, mungkin menurutnya kehidupan neraka akan segera di mulai, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya


"aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan sebisa mungkin, tubuhku tidak berkeringat."


"terserah."


Setelah mengatakan itu, Hadi langsung berdiri, lalu ia langsung berjalan menuju kamarnya, sedangkan Riana hanya menatap punggung suaminya yang mulai menghilang, ia bingung harus pergi kemana, apa lagi suaminya tidak bilang untuk satu kamar, ia hanya berdiri di situ. Repan yang melihat nona mudanya, ia sangat kasihan, apa lagi dia hanya seorang gadis cantik, membuat Repan hanya bisa menghela nafas berat, setelah itu ia langsung menyuruh nona mudanya untuk pergi ke kamar tuan mudanya


"nona muda, lebih baik nona muda ke kamar, lalu mandi, dan kalau butuh apa-apa, bilang saja sama pelayanan di rumah ini."


"tapi saya harus kemana pak?"


"tentu saja masuk ke dalam kamar tuan muda."


Riana langsung melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar suaminya. Walaupun ia sangat bingung dan takut, tapi ia hanya mengikuti apa kata suaminya dan asisten pribadi suaminya, hingga Riana sampai di depan kamar suaminya, lalu ia langsung mengetuk pintu


Tok-tok


Hadi yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya masuk


"masuk."


Riana yang mendengar teriakan dari dalam untuk menyuruhnya masuk, ia langsung membuka pintu, lalu langsung masuk ke dalam kamar, tapi ia masih berdiri di samping pintu, ia bingung harus berbicara apa pada suaminya, bahkan ia belum pernah bertemu dengan pria dingin seperti suaminya itu. Hadi yang melihat istrinya masih berdiri di samping pintu, lalu ia langsung menyuruhnya untuk mendekat


"gadis kecil, kemarilah."


Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia tidak menjawab ucapan suaminya, ia langsung berjalan mendekati suaminya yang duduk di sofa, hingga ia sampai di depan suaminya, tapi ia masih saja tidak berbicara karena takut pada suaminya. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk mandi

__ADS_1


"kau mandi, dan baju gantimu ada di lemari berwarna hitam, pakailah pakaian yang sudah aku sediakan, jangan pernah membuat aku malu, semua perlengkapan lainnya sudah kumplit di dekat lemari hitam."


"baik om."


Riana langsung melangkahkan kakinya pergi ke arah lemari untuk mengambil pakaian. Hadi masih duduk, sambil sesekali melihat istrinya, entah kenapa ia lagi-lagi merasa tidak bisa bersikap dingin pada istrinya. Walaupun Hadi pria yang sangat dingin, tapi ia merasakan sangat akrab dengan gadis kecil itu. Tiba-tiba ponselnya berdering. Hadi langsung mengambil ponselnya di saku baju tidurnya, lalu ia langsung melihat nama di layar ponsel itu, ternyata tunangannya yang menelponnya, lalu ia langsung mengangkat telepon itu. Setelah mengangkat telpon itu, Hadi langsung berbicara lebih dulu


"hallo sayang , bagaimana kerjaan hari ini?"


"iya sayang, semuanya lancar, apa kau baik-baik saja sayang?, kau menikah dengan siapa kemarin sayang?"


"aku menikah dengan Riana sayang."


"berapa lama menikah kontrak nya sayang?"


"2 tahun, ini permintaan dari mamah, hingga kau kembali ke Indonesia, apa tidak apa-apa sayang."


Setelah mendengar jawaban dari tunangannya, Yulia sedikit takut, ia takut kalau tunangannya akan memiliki perasaan dengan istri kontraknya, karena jangka pernikahan itu sangat panjang, membuat Yulia hanya diam membisu. Hadi yang tidak mendengar suara tunangannya, ia langsung bertanya kenapa hanya diam


"sayang, kenapa kau diam?, apa kau marah padaku?, tapi ini hanya untuk kebaikan keluargaku."


Setelah mendengar pertanyaan dari tunangannya, Yulia mencoba bersikap biasa saja, dan ia membuang jauh-jauh pikirannya, ia mencoba percaya bahwa tunangannya tidak akan tergoda dengan gadis lain selain dirinya, lalu Yulia langsung menjawab pertanyaan dari tunangannya


"aku tidak marah sayang, yang terpenting kau harus menjaga hatimu hanya untukku."


Setelah mendengar jawaban dari tunangannya, jantung Hadi mendadak berhenti, ia sangat terkejut atas jawaban tunangannya, mungkin tunangannya juga sudah memiliki perasaan yang tidak enak terhadap dirinya, apa lagi ia juga merasa sangat akrab dan sangat nyaman dengan gadis kecil itu, walaupun perasanya selalu ia tampik, tapi tetap saja, ia tidak bisa bersikap dingin pada istrinya, lalu Hadi langsung menjawab ucapan tunangannya


"baik sayang."


"iya sudah, aku akan melanjutkan melukis sayang."


"baiklah, kau harus selalu jaga dirimu baik-baik sayang."


"tidak perlu kuatir sayang."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Hadi dan Yulia mengakhiri panggilan telponnya


__ADS_2