Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 85. Di rumah mertua


__ADS_3

Sudah 1 hari berlalu, dari perdebatan Hadi dan Riana, keduanya juga sama-sama tidak menemukan solusi harus bagaimana, yang jelas mereka berdua, hanya pasrah dengan keadaan. Sekarang Hadi sedang mengemasi baju-bajunya ke dalam koper, termasuk Riana yang mengemasi baju-bajunya ke dalam koper, karena mereka akan pergi ke rumah ibu angkat Riana. Hadi mengemasi baju-bajunya sambil sesekali melihat ke arah istrinya, ia belum bilang kalau Yulia akan kembali ke Indonesia. Hadi memang sudah memutuskan untuk memilih istrinya, tapi istrinya yang bingung dengan keadaan, istrinya bingung harus mundur atau maju, membuat Hadi juga semakin bingung, ia harus bagaimana. Hadi dan Riana selsai mengemasi barang-barang mereka. Hadi langsung menarik koper ia dan koper istrinya ke luar dari kamar, hingga ia sampai di ruang tamu,di ruang tamu sudah ada ibunya yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya, lalu Hadi langsung duduk bersama istrinya, karena akan berpamitan untuk ke rumah mertuanya. Hadi langsung berpamitan pada ibunya sambil tersenyum


" Mah, aku dan Riana akan ke rumah ibu mertuaku."


Setelah mendengar ucapan dari anaknya, Henny langsung tersenyum, sekarang kehidupan anaknya berubah menjadi seperti dulu lagi, anaknya tersenyum lagi, ia sangat bahagia


" Iya sayang, kalian harus hati-hati."


" Iya mah, kalau begitu aku dan Riana pamit dulu mah."


" Iya sayang."


Hadi dan Riana langsung berdiri, lalu mereka langsung berjalan ke luar yang sudah di tunggu Repan. Repan langsung memasukkan koper-koper itu ke bagasi. Hadi langsung berbicara pada asistennya


" Repan, kau tidak perlu ikut, saya akan menyetir mobil sendiri."


" Baik tuan muda."


Hadi langsung membukukan pintu untuk istrinya, setelah istrinya masuk ia pun langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukukan mobil itu, di perjalanan tidak ada pembicaraan, apa lagi semenjak perdebatan satu hari yang lalu, istrinya menjadi jarang berbicara. Hadi menyetir dengan sesekali melihat ke arah istrinya, ia juga sama tidak berbicara pada istrinya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di depan rumah ibu angkat Riana. Rumah itu cukup besar, karena rumah itu adalah rumah peninggalan papah angkat Riana, yang di beli oleh Kristian. Hadi langsung turun bersama istrinya. Pak satpam itu langsung menyapa mereka


" Selamat pagi tuan muda, selamat pagi nona muda."


" Pada juga." jawab Riana


" Iya pagi."


Hadi langsung mengambil 2 kopernya, lalu kuncinya ia berikan pada pak satpam. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam rumah, hingga ia sampai di dalam, di ruang tamu sudah ada ibunya dan kakanya, Riana langsung memeluk ibunya, sambil berbicara

__ADS_1


" Mamah, Riana sangat rindu."


" Sama sayang, mamah juga sangat rindu."


Setelah itu mereka langsung melepaskan pelukannya, lalu Riana langsung memeluk kakaknya, sambil berbicara


" Ci, Riana sangat merindukan Cici."


" Iya dek, Cici juga."


Setelah itu mereka langsung melepaskan pelukannya. Hadi langsung mengulurkan tangannya pada ibu mertuanya, setelah itu pada Rina. Marina langsung menyuruh anak dan menantunya untuk duduk


" Silahkan duduk."


" Iya mah." jawab Hadi dan Riana berbarengan


" Mah, Hadi minta maaf, baru sempat ke sini, dari pertama kita menikah, karena kerjaan Hadi sangat sibuk."


Hadi berbicara dengan lebut dengan ibu mertua, yang biasanya ia memanggil diri sendiri dengan panggilan aku, atau panggilan saya, tapi ini pertama kalinya, ia memanggilkan diri sendiri dengan panggilan Hadi. Marina langsung menjawab permintaan maaf dari menantu sambil tersenyum


" Iya tidak apa-apa nak, mamah tau kau orang yang sangat sibuk, tentu saja kau tidak sempat untuk kemari, yang penting kau dan Riana selalu sehat-sehat saja."


" Iya mah."


Rina hanya tersenyum pada mereka berdua, ia sudah tau kalau Hadi adalah kekasih adik angkatnya saat mereka kecil, ia tau dari Kristian, untuk itu ia hanya tersenyum, ia mengingat betapa takut saat adiknya menikah dengan Hadi, ia selalu memikirkan adiknya, karena takut adiknya adalah adik kandung Hadi, saat parfum yang Hadi jual sangat mirip dengan parfum yang adiknya pakai, tapi ternyata, parfum yang Hadi jual, itu hanya semata-mata untuk mencari keberadaan Kristiani, ia juga tidak menyangka kalau adiknya adalah anak orang kaya. Setelah itu, Mirna langsung menyuruh anak dan menantunya untuk istirahat


" Kalian istirahat saja dulu, nanti mamah akan masak untuk kalian."

__ADS_1


" Iya mah." jawab Hadi dan Riana berbarengan


" Ci, aku masuk kamar dulu."


" Iya dek."


Hadi dan Riana langsung berdiri, lalu mereka langsung berjalan ke arah kamar, hingga sampai di kamar. Di kamar Hadi langsung melihat ke arah sudut ruangan, di kamar itu penuh dengan foto-foto istrinya bersama keluarga angkatnya. Riana langsung menyuruh suaminya untuk duduk


" Om, duduklah."


" Iya sayang."


Hadi langsung membuka kopernya, ia langsung mengambil laptopnya, lalu langsung mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Riana, ia langsung merapihkan barang-barangnya, dan barang-barang suaminya, sambil sesekali melihat suaminya yang fokus pada laptopnya


" Om, aku tidak tau harus bersikap bagaimana, aku bingung dengan hal seperti ini, maafkan aku, Kalau aku tidak lagi banyak bicara, dan harusnya aku tidak lagi hadir dalam kehidupanmu, tapi aku yang salah, aku telah hadir di dalam kehidupanmu." batin Riana


Setelah berpikir, Riana langsung merapihkan barang-barangnya lagi, setelah sekitar 20 menit, ia selesai merapihkan barang-barangnya, lalu langsung mendekati suaminya yang masih fokus pada laptopnya. Riana langsung berbicara pada suaminya


" Om, apa kau tidak lelah?, kita pagi-pagi mengemasi barang-barang kita, lalu langsung pergi ke sini, kenpa tidak istirahat?"


Setelah mendengar pertanyaan dari istrinya, Hadi langsung menjawab pertanyaan dari istrinya tanpa melihat ke arah istrinya, ia memang sangat sibuk akhir-akhir ini, tapi karena kesalah pahaman ia dan istrinya kemarin-kemarin membuat pekerjaan ia banyak yang tertunda


" Tidak sayang, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu, setelah itu, aku akan istirahat."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana hanya menghela nafas berat, ia bingung dengan sikap suaminya pagi ini, tidak biasanya suaminya berbicara tanpa melihat ke arah ia, membuat ia bertanya-tanya


" Apa om marah, karena aku bimbang dengan perasaanku, apa om sedang menghindariku, tapi kenapa ia mau aku ajak ke rumah Kalau sedang menghindariku, atau memang om sangat sibuk, apa lagi akhir-akhir ini sering sekali kita bertengkar karena masalah Koko." batin Riana

__ADS_1


Setelah berpikir, Riana hanya memandangi wajah suaminya yang hanya fokus pada laptopnya, walaupun ia bingung pada sikap suaminya, ia tidak ingin bertanya, karena melihat suaminya yang sangat sibuk. Hadi yang fokus pada laptopnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau istrinya terus saja memandangi wajahnya, sebenarnya ia hari ini harus ke luar kota, tapi mengingat istrinya yang ingin ia menginap di rumah ibunya, mau tidak mau ia harus membatalkan pekerjaannya, tapi tetap saja, ia masih sangat sibuk, bagaimana pun juga, ia bukan sibuk karena masalah perusahaan saja, tapi ia juga sebagai pemilik rumah sakit Krisha, jadi wajar kalau ia sama sekali tidak memikirkan masalah lain, apa lagi sudah beberapa hari pekerjannya terus tertunda


__ADS_2