
Pagi hari Hadi sudah bangun, ia sudah menyiapkan baju seragam sekolah istrinya di samping ranjang istrinya, lalu ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tidak lama Riana bangun, ia langsung membuka mata, lalu langsung melihat ke arah ranjang suaminya, ternyata suaminya sudah bangun, ia langsung duduk, saat matanya melihat ke sisi ranjang, ia melihat baju seragam sekolah, ia langsung menghela nafas berat
" Pria gila, kenapa dia selalu saja memaksaku, aku bersyukur bukan Cici yang menikah, kalau Cici yang menikah pasti sangat menderita, pria itu selalu saja semena-mena, Tuhan, bagaimana aku harus mencari pekerjaan, kalau aku masuk sekolah lagi, apa lagi aku di sekolahan yang sama dengan Arumi, pasti masalahku semakin banyak." batin Riana
Riana langsung turun dari ranjang, lalu ia langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia tidak tau kalau suaminya itu ada di dalam kamar mandi, ia berjalan sambil membuka kancing baju tidurnya satu persatu, lalu langsung melepaskan bajunya, hingga ia sampai di dalam, ia seketika langsung teriak saat melihat suaminya yang hanya memakai handuk
" Ahhh..!"
Setelah teriak Riana langsung lari keluar dari kamar mandi. Hadi yang mendengar teriakkan istrinya, lalu istrinya langsung pergi dari kamar mandi, ia sangat kesal pada istrinya
" Yang harusnya teriak itu aku, kenpa seperti maling teriak maling."
Menurut Hadi itu sama seperti maling teriak maling, karena istrinya yang melihat pemandangan, tapi istrinya juga yang teriak. Setelah selesai Hadi langsung keluar dari kamar mandi, lalu ia langsung berteriak pada istrinya
" Gadis kecil! Cepat mandi, setelah itu kita sarapan, dan aku akan mengantarmu ke sekolah barumu!"
" Baik om."
Riana langsung berjalan ke dalam kamar mandi dengan wajah yang sangat merah, ia benar-benar sangat malu saat melihat pemandangan indah yang di depan matanya tadi, ia akui kalau tubuh suaminya itu benar-benar sangat seksi, menurutnya suaminya itu benar-benar sempurna
" Pria itu memang sangat sempurna kalau dari postur tubuh, tapi dalam sikap tidak ada yang sempurna, dia selalu saja semena-mena." batin Riana
Riana terus saja berpikir, hingga ia sampai di dalam kamar mandi, ia langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. Hadi duduk di sofa sambil melihat foto kristiani dari ponselnya, ia semakin hari semakin merindukan sosok gadis kecil itu, ia juga sudah tidak peduli lagi dengan tunangannya, walaupun ia memiliki perinsip tidak akan pernah mengkhianati tunangannya, tapi tidak bisa di pungkiri, karena semakin hari, ia semakin merasa nyaman dengan gadis kecil yang sekarang menjadi istrinya kontraknya, mungkin karena usia mereka sama dengan kristiani, atau apa, ia juga tidak tau
" Kristiani, apa kau akan membenciku. Jika tau aku sudah memiliki tunangan, bahkan aku juga sudah terikat dengan pernikahan kontrak yang tidak jelas adanya, semakin hari aku semakin nyaman dengannya, apa kau akan membenciku. Jika tau aku telah menghianatimu dan tidak bisa menepati janjiku, apa kau tidak merindukanku?, berapa lama lagi aku harus menunggu kau kembali, kau tau, usiaku sudah tidak muda lagi. Jika aku terus menunggumu, apa kau akan tetap bersamaku?, atau kau malu karena usia kita yang berbeda sangat jauh?."
Riana yang baru selesai mandi, ia mendengar ucapan suaminya, yang mengatakan usiaku tidak muda lagi. Jika aku terus menunggumu, apa kau tetap bersamaku. Seketika Riana hanya menghela nafas berat, ia melihat suaminya yang berbicara sambil memandangi ponsel itu benar-benar sangat kasihan, tapi ia juga tidak tau, foto siapa yang suaminya lihat, yang ia tau jelas-jelas usia suaminya dan usia tunangannya hanya berbeda 1 tahun, tapi bilang usianya berbeda sangat jauh, ia menjadi tidak mengerti, ia hanya merasa kasihan pada suaminya
" Gadis mana yang beruntung itu, hingga pria semena-mena itu sampai sedih." batin Riana
Setelah berpikir, Riana langsung berjalan ke ruang ganti, hingga ia sampai, ia langsung memakai baju seragam sekolahnya, setelah selesai ia langsung merapihkan rambutnya, setelah itu ia langsung mendekati suaminya yang masih duduk di sofa, hingga ia sampai di depan suaminya
" Om, aku sudah selesai."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung memasukkan ponselnya ke dalam jasnya, setelah itu ia langsung mengajak istrinya untuk sarapan
" Gadis kecil, ayo kita sarapan."
" Baik om."
Riana mengikuti suaminya dari belakang sambil membawa tas sekolahnya, hingga mereka sampai di meja makan, lalu mereka menyapa orang tuanya berbarengan
" Pagi pah, pagi mah."
" Iya pagi sayang."
" Pak nak." jawab Delon
Henny dan Delon hanya mengerutkan keningnya saat melihat menatunya memakai seragam sekolah. Hadi dan Riana langsung duduk. Tidak lama Aldi juga sampai di meja makan, karena ia akan bertemu teman lamanya, jadi ia hari ini bangun pagi, lalu ia langsung menyapa orang tuanya dan kakanya
" Pagi pah, pagi mah, pagi Koko, pagi Kaka ipar."
" Iya pagi juga sayang."
" Iya pagi juga nak."
Riana dan Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Aldi langsung duduk, lalu ia langsung menatap mantan kekasihnya yang mengenakan seragam sekolah, ia langsung tersenyum pada mantan kekasihnya. Riana juga langsung tersenyum saat melihat mantan kekasihnya. Mereka langsung memulai sarapan roti. Aldi yang mengetahui mantan kekasihnya elegi dengan susu, ia langsung menyuruh pelayan untuk menuangkan air putih
" BI, tolong tuangkan air putih untuk nona muda."
" Baik tuan kecil."
Delon, Henny dan Hadi hanya menatap Aldi dengan tatapan aneh, entah apa maksudnya mereka juga tidak tau. Pelayan itu langsung menuangkan air putih, lalu langsung meletakannya pada meja depan Riana. Riana langsung mengucapkan terimakasih pada pelayannya
" Terimakasih BI."
Riana yang melihat mereka menatap mantan kekasihnya, ia langsung sarapan sambil menundukkan kepalanya. Mereka juga tidak ingin bertanya pada Aldi, apa maksud Aldi, kenapa Aldi mengatakan itu, ia hanya ingin tau apa reaksi Riana. Setelah sarapan Riana langsung meminum air putih, karena ini adalah pertama kalinya sarapan bersama keluarga suaminya, tentu tidak ada yang tau, kalau ia tidak meminum susu. Hadi yang melihat istrinya tidak meminum susu, ia langsung menyuruh istrinya untuk meminumnya
" Gadis kecil, kau harus minum susunya."
Riana yang tidak ingin mengatakan kalau ia elergi, ia menjawab dengan berbohong
__ADS_1
" Om, aku sudah kenyang."
Hadi langsung membisikkan sesuatu pada telinga istrinya
" Minum sekarang, kalau tidak menurut, aku akan menciummu."
Riana yang mendengar ancaman suaminya, ia langsung mengambil susu itu. Aldi yang melihat mantan kekasihnya akan meminum susu, ia langsung mengambil susu yang di pegang Riana, lalu langsung meminumnya hingga habis, setelah itu ia langsung berbicara
" Maaf Kaka ipar, aku sangat haus, mah, pah, Koko, Kaka ipar aku berangkat dulu."
Mereka semua belum menjawab ucapan Aldi. Aldi sudah langsung pergi dari meja makan, ia tidak ingin kena omelan oleh kakaknya, karena telah meminum susu milik Riana, ia juga tidak ingin mengatakan kalau Riana memiliki elergi, karena mantan kekasihnya saja tidak berbicara apa-apa. Hadi yang melihat tingkah adiknya, ia langsung kesal
" Apa yang dia lakukan?, kenapa seperti kanak-kanakan!"
Delon dan Henny yang melihat putranya emosi, mereka hanya menghela nafas berat. Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Apa kau mau di buatkan susu lagi?"
" Tidak perlu om."
" Baiklah, ayo kita berangkat."
" Iya om."
" Mah, pah, aku dan Riana berangkat dulu."
" Iya nak." jawab Delon
" Iya sayang."
Riana dan Hadi langsung berdiri, lalu mereka langsung berjalan keluar dari rumah itu. Henny dan Delon langsung tersenyum setelah anak dan menantunya pergi, mereka sangat bahagia melihat anak dan menantunya itu sudah mulai beradaptasi dengan baik. Hadi dan Riana langsung masuk ke dalam mobil, lalu Repan langsung melajukukan mobil itu untuk pergi ke sekolah. Di dalam perjalanan tidak ada yang berbicara, mereka hanya diam. Setelah menempuh perjalanan 30 menit mereka sampai di depan gerbang sekolah. Riana minta turun diuar gerbang sekolah
" Pak, tolong hentikan mobilnya di sini saja."
" Baik nona muda."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung bertanya
" Om, tidak enak kalau banyak orang yang melihat."
" Baik, kalau begitu biar Repan yang mengantarmu sampai kelas."
" Tidak perlu om, aku akan masuk kelas sendiri."
" Baik, hati-hati, oh iya, kau pakailah ponsel ini sementara sebelum aku membelikan ponsel baru, agar aku mudah untuk menghubungimu."
Hadi langsung menyerahkan ponsel miliknya yang satu lagi pada istrinya. Riana juga mengambil ponsel yang di serahkan suaminya
" Baik om."
Repan langsung membuka pintu untuk nona Riana. Riana langsung turun dari mobil itu, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Hati-hati om."
" Iya gadis kecil."
Repan langsung melajukukan mobilnya lagi. Riana menatap gerbang sekolah itu, ia langsung menghela nafas panjang, ia tidak ingin sekolah, tapi suaminya memaksanya, terlebih lagi sekolah ini adalah sekolahan milik suaminya, kalau ia tidak masuk, ia takut dengan ucapan suaminya, sekarang ia benar-benar tertekan dalam kehidupannya, entah kenapa suaminya itu tidak ada perinsip sama sekali, ia selalu melakukan apa pun dengan semena-mena, lalu Riana langsung masuk dalam sekolah itu dengan langkah kakinya yang lambat hingga ia sampai di kelas, yang sudah di tunggu guru sekolahnya bernama pak Angga, dia adalah guru termuda dan masih belum memiliki pasangan, lalu Riana langsung mengetuk pintu yang terbuka itu
Tok-tok
" Selamat pagi pak."
" Silahkan masuk Riana."
" Iya pak."
Riana masuk ke dalam kelas hingga ia di samping gurunya
" Riana, silahkan perkenalkan diri."
" Baik pak, Hai, salam kenal teman-teman semua, nama saya Riana Renata."
__ADS_1
" Iya salam kenal juga." jawab mereka berbarengan
Anak laki-laki mulai membicarakan anak baru itu sangat cantik, dan termasuk anak perempuan juga bilang Riana itu sangat cantik, hanya Arumi Xyra yang membenci Riana, ia benci karena tidak pernah bisa mengalahkan Riana, bukan hanya dari kecantikan, dari otak cerdas Riana, ia juga tidak bisa mengalahkan itu. Setelah perkenalan Pak Angga langsung menyuruh Riana untuk duduk
" Riana, silahkan duduk di bangku yang kosong."
" Baik pak."
Setelah duduk Angga langsung membuka materinya, ia langsung menjelaskan materi pelajaran hingga 1 jam lebih ia menjelaskan materi pelajaran itu. Tidak lama bel istirahat berbunyi
Taring...
Setelah mendengar bel pak Angga langsung menyudahi materi pelajarannya
" Baiklah, pelajaran kali ini sampai sini dulu."
" Iya pak." jawab mereka berbarengan
Angga langsung membereskan buku materinya, lalu ia langsung melihat Riana, setelah itu ia langsung keluar dari ruangan itu. Angga yang baru pertama kali melihat murid barunya, ia sudah memiliki rasa suka pada Riana, senyuman Riana membuat detak jantungnya berdebar, dan itu belum pernah ia rasakan sebelumnya pada gadis mana pun, hanya saja ia juga tidak tau hubungan Riana dan asisten pribadi pemilik sekolah Wijaya, dan lebih tidak mengerti lagi, Riana juga di rekomendasikan langsung oleh pemilik sekolah Wijaya. Riana masih duduk diam, lalu ada gadis remaja yang memakai kacamata mendekatinya, ia langsung mengajak Riana untuk ke kantin
" Hai Riana, kita pergi ke kantin yu?"
" Iya Susan."
Riana di hari pertama sekolah, ia sudah menemukan sahabat yang bernama Susan, walaupun ia sedikit cupu, tapi gadis itu gadis yang sangat baik. Riana dan Susan sampai di meja kantin, mereka langsung memesan makanan dan minuman. Tidak lama ponsel Riana berbunyi
Ting..Ting...
Riana langsung mengambil ponselnya dari dalam tas, dan di situ tertulis nama sayangku, dan foto kontaknya adalah suaminya, ia langsung berdecik kesal saat melihat namanya
" Apa maksudnya dia memberi nama kontak dengan panggilan sayangku."
Susan yang mendengarnya, ia langsung bertanya
" Riana, kau kenapa seperti kesal, memang itu telpon dari siapa?"
Riana langsung mematikan panggilan telponnya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Susan
" Bukan dari siapa-siapa ko susan."
Riana langsung memasukkan ponselnya, lagi ke dalam tasnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi
Ting...Ting...
Riana yang baru saja mau memasukan bakso ke dalam mulutnya, ia langsung berdecik kesal lagi
" Ah si om."
Riana langsung meletakkan sendoknya, lalu ia langsung mengambil ponselnya, setelah itu, ia langsung mengangkat telpon dari suaminya, lalu ia langsung berbicara lebih dulu
" Hallo, ada apa om?"
" Kau sedang apa?, aktifkan jaringan internetnya, aku tadi lupa mengaktifkannya, aku ingin tau apa yang kau lakukan."
Riana langsung melihat sekelilingnya, semuanya sedang sibuk makan, lalu ia langsung mengaktifkan jaringan internetnya, setelah itu langsung menjawab ucapan suaminya
" Sudah om."
Hadi langsung mematikan sambungan telponnya, lalu ia langsung menelpon lagi melalui WhatsApp. Riana langsung mengangkat telponnya, lalu ponselnya ia letakkan di sandarkan di gelas
" Kau sedang makan?"
" Iya Om."
" Iya sudah kau lanjutkan."
" Iya Om."
Riana langsung melanjutkan makan bakso. Hadi melihat istrinya makan, ia langsung tersenyum, entah ia juga tidak tau, hari ini ia sangat merindukan istrinya. Susan penasaran dengan pria yang menelpon Riana, ia langsung melihat ke arah ponsel itu, ternyata pria itu adalah pemilik sekolah Wijaya, lalu ia langsung berbikir tentang sahabat barunya itu
" Siapa sebenarnya Riana, kenapa dia memanggil pemilik sekolah ini dengan panggilan om." batin Susan
__ADS_1