Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 6. Mencari kerjaan


__ADS_3

Satu minggu berlalu meninggalnya Rendra. Bi Katmi sekarang berjualan sayuran untuk membantu majikannya. Marina sekarang berjualan jus. Rina masih fokus kuliah yang tinggal 2 semester lagi. Riana hari ini akan mencari pekerjaan karena sudah tidak ada uang, dirinya terpaksa berhenti sekolah. Pagi hari Marina, Rina dan Riana sudah duduk di meja makan


"sayang, kau memakai baju santai memang mau kemana?"


"Riana mau mencari kerjaan mah."


"bagaimana dengan sekolah mu dek?"


"Ci, sekarang Riana harus berhenti sekolah, sekarang Cici lebih baik fokus kuliah saja."


"tidak dek, kau harus sekolah, tapi aku juga tidak ingin berhenti kuliah."


"Ci, sekarang tidak ada papah. Aku tidak apa-apa tidak sekolah, setidaknya salah satu dari kita bisa menjadi orang yang berguna untuk keluarga kelak."


"Riana, apa tidak sebaiknya kau sekolah saja nak, masih ada mamah dan bibi yang bekerja."


"mah, biaya Cici saja kurang, biarkan Riana mencari kerjaan."


"baiklah sayang."


Rina langsung berjalan mendekati adiknya, lalu Riana juga ikut berdiri. Rina langsung memeluk adiknya dirinya langsung meteskan air matanya


"dek, maafkan aku."


"tidak perlu minta maaf Cici."


Setelah beberapa menit Rina dan Riana melepaskan pelukannya. Riana menghapus air mata Kakanya sambil tersenyum


"Cici tidak perlu menangis, Riana tidak apa-apa harus berhenti sekolah yang penting Cici masih bisa kuliah."


Rina tidak menjawab perkataan adiknya dirinya masih saja meneteskan air mata meskipun adiknya sudah menghapus air matanya, tapi tetap saja air mata itu masih membasahi pipinya, dirinya tidak pernah menyangka adik yang dirinya manjakan, tapi sekarang justru lebih dewasa di usia yang baru saja 17 tahun 6 bulan. Rina juga sangat beruntung memiliki adik seperti Riana karena sekarang pikiran Riana lebih dewasa dari dirinya


"Ci, lebih baik kau berangkat sekarang sudah siang, nanti Cici telat."


"baiklah, aku berangkat dulu dek. Mamah Rina berangkat dulu."


"iya Ci."

__ADS_1


"iya sayang, hati-hati."


"iya mamah."


Marina langsung mencium kening Rina, lalu Rina juga mencium pipi adiknya, setelah itu dirinya langsung melangkahkan kakinya pergi ke kampus, sekarang pergi ke kampus Rina hanya membawa sepedah. Setelah Rina pergi Riana juga berpamitan dengan mamahnya


"mamah, aku pamit dulu ya."


"iya sayang, hati-hati."


"iya mah."


Marina langsung mencium kening anaknya. Riana langsung pergi keluar, setelah Riana pergi Marina langsung terduduk di lantai sambil meteskan air mata, dirinya tidak habis pikir Kalau Rehan akan menggadaikan sertifikat rumah sabagai jaminan di bank, membuat bangkrut perusahaan, dan membuat suaminya meninggal. Marina tidak pernah tau, kesalahan apa yang di perbuat oleh keluarga dirinya pada Rehan orang yang di besarkan oleh dirinya, tapi sekarang membuat hancur keluarga dirinya


"kenapa hidupku menjadi seperti ini, kenapa semuanya terjadi padaku, apa lagi yang membuat hancur keluargaku adalah adik iparku sendiri." batin Marina


"nyonya."


"iya bi."


BI katmi membangun Marina yang terduduk lemas


"iya Bi, terimakasih sudah menasehatiku, tapi aku benar-benar kasihan pada Riana. Riana harus berhenti sekolah karena biaya kuliah Rina terlalu tinggi."


"saya mengerti maksud nyonya, tapi sekarang kita hanya bisa berusaha untuk menjalani ini semua dengan ikhlas, kalau begitu saya jualan sayur dulu nyonya."


"baik bi."


Bi Katmi langsung berjalan keluar dirinya akan berjuang sayuran yang sudah ada di gerobak dorong dengan perasaan yang sedih melihat majikan dirinya yang sangat menderita sekarang hingga tidak terasa BI katmi meneteskan air mata


...****************...


Riana dari tadi jalan kaki mencari kerjaan, tapi belum saja dapat dirinya duduk di bangku jalan sambil melihat 2 foto itu karena 2 foto itu kemanapun dirinya pergi selalu dirinya bawa, 2 foto itu adalah dirinya bersama Kakanya dan satu lagi Riana juga tidak tau siapa pria kecil yang ada di foto bersama dirinya itu, seandainya dulu dirinya mendengar perkataan Kakanya dirinya tidak akan pernah kehilangan keluarga. Riana memang saat itu usianya masih 6 tahun, dirinya juga masih mengingat siapa nama dirinnya, siapa kakanya dan siapa nama orang tuanya, tapi karena 3 bulan dirinya hidup di jalana selalu di suruh mengemis oleh preman dan selalu di bentak membuat dirinya tidak ingat siapa nama panjang dirinya, siapa nama kakanya dan siapa nama kedua orangtuanya, dirinya hanya berharap bisa bertemu lagi dengan keluarganya dan dengan pria kecil yang mungkin menurut dirinya adalah sahabatnya


"susah sekali cari kerjaan. Aku harus cari kerjaan di mana lagi. Riana ayo jangan mengeluh kau pasti bisa, kau harus berusaha agar bisa membalas orang yang telah membuat hancur keluarga barumu." Batin Riana


Riana langsung berdiri dirinya terus saja melangkahkan kakinya. Tiba-tiba ada mobil berhenti yang tak lain adalah kekasihnya. Riana juga berhenti karena mengenali mobil itu. Aldi langsung turun dari mobil mendekati Riana. Aldi langsung memeluk Riana dirinya sudah mengetahui apa yang terjadi dengan kekasihnya

__ADS_1


"maafkan aku sayang, aku tidak pernah tau, apa yang terjadi denganmu satu minggu ini."


"tidak apa-apa koko."


Aldi mengeratkan pelukannya, sambil meteskan air mata dirinya bener-bener seperti pria bodoh tidak tau apa-apa tentang kekasihnya. Aldi juga jika tidak menanyakan pada guru sekolah Riana mungkin dirinya sampai saat ini belum tau, apa yang menimpa kekasihnya. Setelah beberapa menit Aldi dan Riana melepaskan pelukannya. Aldi langsung menarik tangan kekasihnya untuk masuk mobil


"koko, kita mau kemana?"


"masuklah dulu sayang, kita bicara di restoran terdekat."


"baik ko."


Aldi langsung melajukan mobilnya. Aldi menyetir sambil terus melirik pada kekasihnya, dirinya juga terus saja merutuki kebodohannya. Aldi pikir kekasihnya sudah bosan pada dirinya karena tidak pernah lagi menemui dirinya di tempat biasa mereka bertemu


"apa yang aku pikirkan beberapa hari ini, aku selalu berpikir bahwa kau sudah bosan denganku tapi ternyata tidak, kau menanggung kesulitan itu sendirian. Aldi kau pria macam apa yang sudah memiliki pikiran buruk dengan kekasihmu." batin Aldi


Setelah 20 menit aldi sampai di restoran lalu dirinya langsung memarkirkan mobilnya. Aldi langsung membuka pintu mobil untuk kekasihnya lalu Riana pun keluar dari mobil. Aldi menggandeng tangan Riana masuk ke dalam restoran lalu dirinya menggeser kursi untuk Riana. Riana pun langsung duduk lalu dirinya juga duduk


"sayang, mau makan apa dan minum apa?"


"aku minum air putih saja ko, dan aku juga tidak laper."


Aldi langsung memanggil pelayan untuk memesan satu air mineral dan satu jus jeruk. Setelah sudah di sediakan dirinya langsung membuka pembicaraan


"sayang, kau tadi sedang apa?


"tadi aku sedang cari kerja koko."


"kenapa tidak bilang padaku, kenapa kau tanggung semuanya sendiri?"


"maafkan aku ko, aku tidak ingin merepotkan siapapun."


Aldi langsung memegang kedua tangan Riana


"aku adalah kekasihmu, apa pun yang kau alami kau harus bilang padaku, kau mengerti maksud aku?


"iya koko, aku mengerti, tolong maafkan aku."

__ADS_1


"tidak perlu minta maaf, kau tidak salah sayang."


"iya Koko."


__ADS_2