
Pagi hari Riana dan Hadi bangun secara bersamaan. Hadi saat melihat ke arah istrinya sudah bangun, ia langsung tersenyum, lalu langsung menyapa istrinya
" Selamat pagi sayang."
" Pagi juga Hubby."
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, membuat matanya berbinar-binar, ia pikir istrinya akan marah, setelah kejadian semalam, tapi ternyata istrinya tidak marah, bahkan istrinya menjawab sapaannya sambil tersenyum. Hadi langsung mencium kening istrinya sekilas, lalu ia langsung memeluk istrinya sangat erat. Biasanya pagi-pagi ia akan langsung mandi, lalu langsung mengambil laptopnya untuk bekerja, tapi kali ini, ia malas untuk bekerja, ia hanya ingin mendekap tubuh istrinya. Riana juga yang mendapat perlakuan lebih mesra dari suaminya, ia sangat bahagia, walaupun harus mengorbankan sahabat kecilnya menjadi pertengkaran mereka berdua kemarin, tapi setidaknya suaminya itu lebih perhatian lagi. Hadi langsung membicarakan tentang ibu dari istrinya, karena kemarin Kristian datang ke kantornya
" Sayang, mungkin nanti sore mamah akan datang, atau mungkin juga malam."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya
" Maksud hubby apa?"
" Mamahmu sayang."
" Iya tau, tapi mamah siapa?"
Hadi yang mendapat pertanyaan dari istrinya lagi, ia baru ingat kalau istrinya memiliki dua mamah
" Maksud aku mamah Aprilia, sayang."
" Benarkah Bi?"
" Iya, sama papah juga."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana langsung memeluk suaminya sangat erat. Hadi juga membalas pelukan dari Istrinya, ia sangat bahagia saat melihat istrinya bahagia. Hadi langsung minta maaf tentang kejadian semalam, ia semalam memaksa istrinya untuk melakukan hal itu, sebenarnya semalam bukan hanya terpengaruh oleh alkohol, tapi ia juga memang melakukan itu atas dasar sengaja, ia tidak ingin istrinya pergi dengan pria lain
" Sayang, aku minta maaf tentang semalam."
Riana yang mendengar permintaan maaf dari suaminya, ia langsung mengangkat kepalanya, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari suaminya sambil tersenyum
" Tidak apa-apa bi."
" Sayang benar tidak marah?"
" Tidak, tapi ada syaratnya, tidak gratis hubby."
__ADS_1
" Katakan sayang, apapun akan aku berikan selama aku bisa, terkecuali satu, aku tidak akan memberikan ijin jika kau ingin bertemu dengan pria itu lagi."
Hadi langsung mengatakan itu, karena ia tidak ingin kalau istrinya mengatakan itu, jadi sebelum istrinya mengatakan itu, ia lebih dulu berbicara untuk berjaga-jaga kalau permintaan istrinya tidak seperti itu. Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung tersenyum, ia pikir suaminya sudah lupa tentang Andre, tapi ternyata suaminya masih belum melupakan tentang Andre
" Tidak hubby, aku hanya minta tidak menarik ucapanmu semalam."
" Ucapan apa sayang?, semalam aku berbicara terlalu banyak, aku tidak tau ucapan yang mana."
" Aku hanya ingin hubby tidak menarik kata-kata ingin segera punya anak denganku, hanya itu yang aku inginkan bi."
" Aku tidak akan menarik ucapan itu sayang, kita akan segera punya anak."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Hadi langsung mencium keningnya sekilas, lalu langsung mengelus-elus pucuk kepala istrinya
" Kristiani, apapun keinginamu pasti akan aku berikan, selama kau tidak menginginkan pergi dengan pria itu." batin Hadi
Riana langsung bangun, pagi ini ia memutuskan untuk masak, ia selama menjadi istri dari Hadi Wijaya, tidak pernah turun ke dapur untuk masak, ia sesekali hanya menyiapkan minuman saja untuk suaminya. Hadi yang melihat istrinya duduk, ia langsung bertanya
" Sayang, mau kemana?"
Setelah mengatakan itu, Riana langsung teriak
" Aaaaaah...... !"
Setelah teriak, ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, ia tidak sadar kalau dari tadi ia memang masih telanjang bulat. Hadi yang mendengar teriakkan istrinya hanya terkekeh. Riana yang melihat suaminya, ia langsung berdecik kesal
" Apa-apaan coba hubby?, kenapa tertawa?
" Bagaimana aku tidak tertawa, tetiakanmu itu terdengar di seluruh ruangan, pasti mereka pikir kau sedang di garap pagi-pagi."
Riana langsung memukul pergelangan tangan suaminya
" Dasar mesum!"
" Aku tidak mesum sayang, hanya ketagihan, tapi bukan dikit, aku bahkan lebih banyak ketagihan, rasanya ingin terus mengulang kejadian semalam."
" Sekali mesum, tetap saja mesum!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Riana langsung turun sambil menarik selimut. Hadi yang di tarik selimutnya, ia langsung menahan selimutnya
" Sayang, aku juga masih telanjang bulat, kau tidak boleh menarik selimut ini."
Riana langsung mengambil baju tidur ia, lalu ia berikan pada suaminya
" Tutupi milikmu pakai itu, aku akan mandi dulu, lalu akan buat sarapan untukmu Bi."
" Sayang, aku tidak ingin kau di dapur, kau cukup memuaskan aku di ranjang, itu sudah cukup."
Riana yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung melempar bantal pada wajah suaminya
" Sekali mesum! Tetap saja mesum!"
Hadi langsung mengambil bantal yang di lempar istrinya
" Serius sayang, aku tidak ingin kau capek, bahkan melayaniku saja sudah cukup capek."
Riana tidak menjawab ucapan dari suaminya lagi, kalau ia berdebat terus dengan suaminya, ia tidak akan mandi, ia langsung turun dari ranjang sambil memegangi selimutnya untuk menutupi tubuhnya, sedangkan Hadi, ia patuh menutupi miliknya memakai baju tidur istrinya. Kedua pasangan itu walaupun sudah dua kali melakukan layaknya seorang suami istri, tapi mereka berdua masih tetap memiliki rasa malu. Riana langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, ini kedua kalinya Riana mandi sambil nyanyi-nyanyi tidak jelas. Pertama saat suaminya menyetujui malam pertama, dan sekarang ia sangat bahagia karena suaminya menyetujui keinginannya yang menginginkan punya anak, membuat ia sangat bahagia. Setelah istrinya masuk ke dalam kamar mandi, Hadi langsung berjalan ke arah lemari pakaian, ia langsung mengambil baju tidur miliknya, karena semalam ia mabuk hingga tidak mengganti baju, jadi sekarang ia langsung mencari baju tidur. Setelah itu ia langsung pergi ke ruangan kerja, ia langsung membuka laptopnya untuk melanjutkan pekerjaan. Setelah selsai mandi, Riana langsung pergi ke dapur, ia langsung membuatkan kopi untuk suaminya, lalu ia letakkan di meja kerja suaminya
" Hubby, jangan lupa di minum kopinya."
Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia menghentikan Jari-jarinya yang sedang mengetik, lalu langsung menyuruh istrinya untuk mendekat
" Kemarilah sayang."
Riana langsung mendekati suaminya. Hadi langsung mencium bibir istrinya sekilas
" Terimakasih sayang, sudah mau menjadi istri yang baik untukku."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum, lalu ia langsung pergi dari ruangan kerja suaminya. Riana langsung masuk ke dapur, ia langsung mengumpulkan bahan-bahan yang akan di masak. Pelayan itu langsung mendekati Riana
" Apa ada yang bisa saya bantu nona muda?"
" Tidak perlu Bi, saya akan memasaknya sendiri, bibi bisa melanjutkan pekerjaan bibi saja."
" Baiklah nona muda."
__ADS_1