
Hari kedua kedatangan Henny ke rumah Marina karena dirinya ingin memastikan kalau salah satu dari anak Marina mau untuk menikah dengan anaknya. Henny dan Marina sudah duduk di ruang tamu
"bagaimana Marina?"
"Riana yang akan menikah dengan anakmu."
"Riana?"
"iya, memang kenapa?
"tidak apa-apa Marina."
"Henny, mau siapapun yang menikah dengan anakmu, Riana juga aku anggap sebagai anak aku sendiri, jadi kau harus menganggap Riana seperti anakmu sendiri."
"iya Marina, siapa saja yang akan menikah dengan anakku, aku akan menganggap sebagai anakku sendiri."
Henny memang seorang penyang hanya saja awalnya Riana yang akan menikah dengan Aldi. tapi dirinya juga tidak bisa apa-apa dengan kondisi sekarang, memang bagi dirinya siapa saja yang menikah sama saja, karena Rina mau pun Riana memiliki sifat yang sama, mereka berdua sangat baik. Marina tau maksud Henny karena dirinya dulu pernah mendengar pembicaraan Henny dengan almarhum suaminya yang akan menikahkan Hadi dengan Rina sedang Aldi dengan Riana, tapi mau bagaimana lagi Rina juga tidak ingin menikah termasuk Riana juga tidak ingin menikah, tapi Riana anak yang sangat baik bagi dirinya, dirinya sangat bersyukur memiliki Riana, karena Riana orang yang sangat baik dan penyang ia rela berkorban demi masa depan Kakanya, lalu Marina ingat perkataan suaminya ia pun memutuskan untuk bicara pada Henny
"Henny, aku meminta satu syarat padamu, apa boleh?
"syarat apa Marina?, selama aku bisa pasti akan aku lakukan."
"begini, suamiku membuatkan cincin untuk pernikahan mereka, jadi bisakah cincin pernikahan itu dariku?"
"tentu saja boleh."
Marina langsung memanggil anaknya
"Riana!"
Riana yang mendengar teriakan ibunya yang memanggilnya, lalu ia langsung berjalan mendekati ibunya dengan sedikit takut karena melihat calon ibu mertuanya, lalu ia pun sampai di depan ibunya
"iya mah."
"begini sayang, sekarang kau kasih cincin pernikahan itu, karena dulu papah mengasih cincin pernikahan untukmu."
"tapi mah."
"tidak ada tapi, ambil sayang."
"baik mah."
Riana pun langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar, tapi perasaan dirinya sangat kecewa, cincin itu adalah cincin pernikahan dan dirinya ingin cincin itu Aldi yang memakainya di pernikahan mereka berdua, apa lagi sekarang hanya menikah kontrak membuat dirinya benar-benar sangat kecewa, tapi dirinya sadar dirinya tidak bisa apa-apa, apa lagi melihat ibunya yang memiliki banyak hutang, jadi mau tidak mau harus menurutnya agar ia bisa membalas budi pada orang tua angkatnya, hingga Riana sampai di kamarnya, lalu ia langsung mengambil kotak cincin itu, setelah itu langsung membuka kotak cincin itu
__ADS_1
"aku tidak menyangka, cincin ini akan menjadi saksi pernikahan konyol itu, seperti apa pria itu, apa dia jelek?"
Setelah berbicara sendiri, lalu ia langsung menutup lagi kotak cincin itu karena takut kalau kelamaan. Setelah itu Riana langsung berjalan lagi ke arah ruang tamu hingga Riana sampai di ruang tamu, lalu langsung memberikan cincin itu pada ibunya sambil berkata
"mamah, ini cincinnya."
Marina langsung mengambil cincin yang di berikan anaknya
"iya sayang."
Riana pun ikut duduk di samping ibunya, walaupun ia sangat tegang melihat calon ibu mertuanya. Henny langsung tersenyum saat melihat wajah calon menantunya yang menurutnya sangat imut, ia tau kalau Riana sedang tegang terhadap dirinya, lalu ia memutuskan berbicara pada calon menantunya
"sayang, tidak perlu tegang seperti itu, anggap saja saya ini seperti ibumu."
"iya Tante."
Marina langsung memberikan cincin itu pada Henny
"Henny, ini cincin pernikahan untuk Riana dan anakmu."
Henny langsung mengambil cincin yang di serahkan oleh Marina
"iya Marina, terimakasih banyak."
Henny lalu langsung memutuskan untuk pulang
"Marina, kalau aku pulang dulu."
"baiklah Henny."
Henny, Marina dan Riana pun ikut keluar mengantar Henny sampai di depan mobil itu, setelah sampai Henny memandangi wajah calon menantunya sambil tersenyum. Riana yang di perhatikan oleh calon menantunya, membuat ia sangat risih dan takut, lalu ia langsung menundukkan kepalanya. Henny langsung membuka pembicaraan pada calon menantunya
"sayang, sampai bertemu lagi di pernikahan."
"iya Tante, hati-hati."
"iya sayang, Marina sampai bertemu lagi di pernikahan anak kita."
"iya Henny hati-hati."
"iya Marina."
Henny langsung memeluk Marina, setelah itu langsung memeluk calon menantunya. Setelah berpelukan, Henny langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukukan mobil itu untuk pulang. Setelah Henny pergi Marina dan Riana langsung masuk ke dalam rumah lagi, setelah di dalam rumah ia duduk lagi di ruang tamu. Marina tau anaknya kecewa karena masalah cincin pernikahan yang mungkin menurut Riana konyol, bagaimana mungkin hanya pernikahan kontrak hingga 2 tahun, tapi harus memakai cincin pemberian Ayahnya. Marina pun membuka pembicaraan dari pada dirinya dan anaknya terus diam saja
__ADS_1
"sayang, besok kau harus cuti untuk 5 hari ke depan, karena kau akan menikah."
"tapi mah."
"tidak ada tapi sayang, mamah tau, kau orang yang baik, terimakasih sudah mau menolong mamah."
"sama-sama mah."
Marina benar-benar sangat bersalah pada anak angkatnya itu, tapi mau bagaimana lagi dirinya juga tidak ingin sahabat dari suaminya itu menanggung malu, dengan terpaksa dirinya harus berbohong pada anaknya
...****************...
Henny, Delon dan Hadi sudah duduk ruang tamu ia akan membicarakan tentang pernikahan Hadi. Henny memutuskan untuk berbicara lebih dulu
"Hadi, mamah sudah mendapatkan persetujuan dari Gadis itu."
"iya mah."
"tapi cincin."
Henny belum juga selesai bicara, sudah di potong pembicaranya oleh anaknya
"mah, aku tidak sudi Gadis lain yang memakai cincin itu, cincin itu hanya pantas di pakai Yulia, karena cincin itu dari nenek."
"iya sayang, terserah kau saja, maksudnya, cincin pernikahan itu dari pihak wanita."
Hadi tidak menjawab lagi setelah mendengar cincin pernikahan dari pihak wanita karena Hadi pikir cincin pernikahan itu harus dari pemberian neneknya. Cincin itu adalah cincin pernikahan neneknya dan akan di turunkan pada Hadi yang tak lain adalah cucu kesayangan, walaupun memiliki 5 cucu dari anak yang berbeda-beda, tapi hanya Hadi yang di perlakukan berlebihan oleh neneknya. Setelah Hadi tidak ada pembicaraan lagi, Henny langsung berbicara lagi
"sekarang kau sudah jelas bukan?"
"iya mah, tapi siapa nama Gadis itu?"
"Riana Renata."
"baiklah, aku mau ke kamar dulu."
"iya sayang."
Hadi langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga dengan wajah yang sangat murung, bagaimana mungkin istrinya itu bukan yg Yulia. Walaupun pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi tetap saja dirinya membayangkan seperti apa Gadis yang akan menikah dengannya, apa lagi orang tuanya mengundang rekan bisnis dan beberapa menejer, bagaimana kalau Gadis itu jelek bukan'kah sangat memalukan buat dirinya. Hadi langsung masuk dalam kamarnya, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, lalu ia mengingat tentang Kristiani
"Kristiani, kau di mana, kau adalah orang yang sangat aku cintai, dan kenapa aku gagal menikah, apa Yulia bukan jodohku, apa kita akan bertemu lagi itu sebabnya aku tidak bisa bersama Yulia?, apa mungkin Kristiani sudah melupakan aku."
Hadi terus saja berpikir hingga ia tertidur
__ADS_1