Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 82. Bingung


__ADS_3

Hadi masih diam, ia masih bingung harus jawab apa, lalu ia pun langsung menjawab pertanyaan dari tunangannya


" Sudah aku bilang, aku tidak marah."


Yulia yang mendengar jawaban dari tunangannya, lagi-lagi ia hanya menghela nafas berat, ia tidak tau, kenpa ia menjadi seperti tidak memiliki hubungan, lalu Yulia langsung berbicara lagi pada tunangannya


" Aku tau kau marah sayang, tapi aku juga tidak tau apa kesalahanku, aku sudah berusaha menjadi yang terbaik untukmu, tapi kau masih terus seperti ini, aku tidak tau harus bagaimana lagi untuk mendapatkan perhatian penuh darimu."


Hadi yang mendengar ucapan dari tunangannya, ia menjadi bingung, apa lagi tunangannya sedang di kontrak menjadi pelukis, kalau sampai membuat kesalahan, mungkin juga tidak akan mendapatkan cita-citanya, lalu ia memutuskan untuk memanggil sayang lagi pada tunangannya


" Sayang, jangan pernah berpikir seperti itu, aku sama sekali tidak marah, sudah aku bilang, aku banyak pekerjaan."


" Baiklah, aku minta maaf, aku pikir kau marah sayang."


" Tidak sayang, aku sangat sibuk, kau tidak perlu minta maaf."


" Iya sudah, jangan lupa, selalu jaga kesehatan sayang."


" Iya sayang, terimakasih, aku tutup dulu telponnya."


" Baiklah sayang."


Hadi dan Yulia langsung memutuskan sambungan telponnya. Setelah memutuskan sambungan telponnya, Hadi hanya menatap langit-langit, ia bingung harus bagaimana, di sisi lain, ia tidak bisa kehilangan istrinya lagi, tapi di sisi lain, ia juga tidak ingin menyakiti tunangannya, walaupun ia tidak mencintai tunangannya, tapi tetap saja, tunangannya yang selama ini ada untuk ia. Riana sudah ada di pintu ke arah balkon, ia mendengar suaminya memanggil sayang pada tunangannya, ia hanya bisa menghela nafas berat, yang awalnya ia buru-buru mandi, lalu ingin segera bertanya panjang lebar tentang masa lalu ia dan suaminya, tapi ia tidak melihat suaminya di ranjang, lalu melihat pintu balkon yang terbuka, ia pun mendekati suaminya berlari kecil, tapi ternyata ia melihat suaminya sedang menerima telpon dari seseorang, ia juga tau, kalau telpon itu dari tunangannya, karena ia mendengar pembicaraan yang memanggil dengan panggilan sayang. Bukan hanya menghela nafas berat, tapi Riana juga ingin sekali menangis, saat mendengar suaminya memanggil panggilan sayang, tapi ia tau, ia tidak seharusnya cemburu, apa lagi yang salah adalah ia, dulu ia menghilang hingga 10 tahun lebih, hingga membuat suaminya memiliki tunangan, dan seharusnya ia tidak datang di waktu yang salah, tidak seharusnya ia datang kembali di kehidupannya, kehidupannya sudah tentram, tapi ia datang kembali dan membuat suaminya bingung harus bagaimana


" Tidak seharusnya aku datang pada kehidupanmu lagi om, tidak seharusnya aku mengatakan kalau aku adalah Kristiani, tapi aku tidak bisa menahan diri, karena aku sangat mencintaimu, tapi sekarang aku telah membuat perasaanmu bingung, aku tau kau tidak bisa menyakiti tunanganmu, lalu apa yang harus aku lakukan, apa aku harus pergi dari kehidupanmu, atau aku tetap di sampingmu, dan pura-pura tidak tau apa-apa tentangmu bersama dia." batin Riana


Setelah lama berpikir, Riana langsung membalikkan badan, lalu ia langsung melangkahkan kakinya ke arah sofa, ia tidak ingin suaminya tau, kalau ia mendengar pembicaraan suaminya dan tunangannya, ia tidak ingin membuat hati suaminya semakin dilema, hingga ia sampai di sofa, ia langsung duduk sambil menyadarkan kepalanya, lalu langsung menyalakan televisi. Walaupun mata Riana hanya menatap televisi, tapi tetap saja, pikirannya tidak bisa di bohongi, ia sangat bingung harus bagaimana. Hadi masih tetap di balkon, ia semakin bingung dengan perasaannya, bukan ia tidak ingin melepaskan tunangannya, tapi ia tidak ingin menyakiti hatinya

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan." batin Hadi


Setelah lama di balkon, Hadi memutuskan untuk mengajak istrinya makan malam, ia tidak ingin terus memikirkan masalahnya, ia takut istrinya curiga. Hadi langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya, ia langsung mendekati istrinya yang sedang nonton televisi, hingga ia sampai di sana, lalu ia langsung mengajak istrinya untuk makan


" Sayang, ayo kita makan."


Riana yang di ajak oleh suaminya, ia langsung melihat mata suaminya, lalu langsung menjawab ajakan dari suaminya


" Om, aku tidak lapar."


Hadi sedikit bingung, ia melihat istrinya seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi ia juga tidak tau, apa yang istrinya pikiran, hingga membuat istrinya tidak mau makan, lalu Hadi langsung bertanya pada istrinya


" Sayang, kau kenapa?, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?"


" Tidak ada om."


" Sayang, tolong jujur, apa yang kau pikirkan?"


Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia memutuskan untuk berbohong, ia tidak ingin membuat suaminya bimbang, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya, tanpa melihat ke arah suaminya


" Tidak ada om."


" Sayang, kenpa kau tidak ingan jujur?, apa kau masih menganggap aku orang asing?"


Riana yang mendapat pertanyaan lagi dari suaminya, ia memutuskan untuk berbohong lagi


" Tidak om, aku tidak menganggapmu sebagai orang asing, aku hanya memikirkan mamah, kapan kau akan bertemu sama mamah?"

__ADS_1


" Maksud sayang, Tante Aprilia?"


" Bukan, tapi mamah angkatku, om, kau belum pernah main ke rumahnya."


" Jadi maksud sayang, sayang ingin aku dan sayang main ke rumah mamah?"


" Iya om."


" Baiklah, setelah sayang pulang sekolah, kita main ke rumah mamah."


" Iya om, terimakasih."


" Sama-sama sayang."


Hadi masih menatap wajah istrinya, tapi ia melihat wajah istrinya seperti masih menyimpan sesuatu, terlihat jelas kalau istrinya sedang memikirkan sesuatu, membuat ia bertanya-tanya di dalam hatinya


" Ada apa dengan Kristiani, apa dia tau tadi aku berbicara di telpon dengan Yulia, tapi kalau kristiani tau aku berbicara di telpon dengan Yulia, dia pasti marah, atau sedih, tapi sekarang Kristiani hanya diam." batin Hadi


Setelah berpikir, Hadi langsung mengajak istrinya untuk makan lagi


" Sayang, ayo makan, aku sangat lapar."


" Om, aku tidak lapar, kau makan saja."


" Sayang, sebenarnya ada apa?, kenapa kau seperti ini?"


Riana yang mendapat pertanyaan dari suaminya, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak ingin bertanya tentang tunangan dari suaminya, dan ia juga bingung harus bersikap bagaimana pada suaminya, di sisi lain ia sangat mencintai suaminya, tapi di sisi lain lagi, suaminya masih memiliki tunangan, dan bahkan suaminya juga bingung harus pilih yang mana, membuat ia semakin bingung, haruskah ia mundur, agar tidak menyakiti tunangan dari suaminya, atau ia tetap mempertahankan pernikahannya, ia benar-benar bingung dengan hal itu. Riana langsung memeluk suaminya dengan posisi menyampingkan tubuhnya, ia bingung dengan perasaannya, ia ingin menangis, tapi lagi-lagi ia harus bisa menahan air matanya. Hadi juga membalas pelukan dari istrinya, hanya saja ia bingung dengan sikap istrinya yang hanya diam, bahkan tidak berbicara apa-apa, ataupun bertanya masa lalu ia dan Istrinya

__ADS_1


" Ada apa dengan Kristiani, kenapa kristiani tidak bertanya apa-apa tentang masa lalunya." batin Hadi


__ADS_2