
Jam sudah menunjukkan pukul 20.09 WIB, Hadi dan Riana juga sudah makan malam tadi, setelah makan malam Riana ngobrol-ngobrol dengan ibunya dan kakanya, hanya Hadi yang tidak ikut bergabung, karena ia masih sibuk dengan pekerjaannya, bahkan hingga sekarang ia masih saja sibuk. Setelah ngobrol-ngobrol Riana langsung ke kamarnya, ia pikir suaminya sudah selsai mengerjakan pekerjaannya, tapi ternyata suaminya masih saja fokus dengan laptopnya, bahkan kedatangannya saja suaminya tidak melihatnya, mungkin saja suaminya benar-benar tidak menyadari, lalu ia langsung mengingat ucapan dari kakanya, kalau ia harus lebih perhatian lebih pada suaminya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, ia langsung memutar otak, bagaimana memberikan perhatian pada suaminya
" Bagaimana caranya agar aku bisa lebih perhatian denganya?, kalau dulu saat papah sibuk bekerja, aku selalu membuatkan kopi buah, apa suamiku juga mau aku bikinkan seperti itu?, sudahlah coba saja dulu." batin Riana
Setelah berpikir, Riana langsung keluar lagi dari kamarnya, ia langsung berjalan ke arah dapur, hingga ia sampai di dapur.Bi katmi yang melihat nona kecilnya, ia langsung bertanya pada nona kecilnya
" Nona kecil, apa ada yang perlu bibi bantu?"
" Tidak perlu BI."
Riana langsung mengambil buah naga, ia langsung memotong buah naga menjadi potongan dadu, setelah itu ia langsung membelender buah naga, setelah lembut, buah naga itu langsung di masukkan ke dalam gelas hingga setengah, lalu ia langsung mengambil satu gelas lagi, setelah itu ia langsung menuangkan kopi cappucino, lalu langsung di beri air panas, setelah itu langsung di aduk-aduk, lalu langsung di tuangkan di gelas yang ada buah naga nya. Setelah jadi Riana langsung membawa kopi itu ke dalam kamarnya, hingga ia sampai di kamar, lalu langsung mendekati suaminya, hingga ia sampai, lalu Riana langsung berbicara pada suaminya
" Hubby, kau pasti sangat lelah, aku buatkan kopi buah naga untukmu."
Riana langsung duduk di samping suaminya. Hadi yang mendengar ucapan dari istrinya, ia langsung melihat ke arah istrinya, lalu langsung tersenyum pada istrinya sambil mengucapkan berterimakasih
" Terimakasih sayang."
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Hadi langsung mengambil kopinya, lalu ia langsung menyeruput kopi buatan istrinya. Tadi memang Riana bikin tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, jadi suaminya bisa langsung menikmati kopi buatanya. Setelah menyeruput kopi, Hadi langsung bertanya pada istrinya
__ADS_1
" Apa ini buatanmu?"
" Iya hubby?, apa kau menyukainya?"
Setelah mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung menjawab pertanyaan itu sambil tersenyum
" Tentu Aku sangat menyukainya."
Walaupun Hadi tidak menyukai buah naga, tapi kopi itu adalah buatan istrinya, dan istrinya juga hilang ingatan, jadi ia langsung meminumnya, ia tidak ingin membuat istrinya kecewa. Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana langsung tersenyum, lalu ia langsung bertanya lagi pada suaminya
" Kalau besok-besok aku buatkan kopi buah lagi, apa Hubby mau?"
Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala masih sambil tersenyum. Setelah itu Hadi langsung fokus lagi pada pekerjaannya, ia ingin segera menyelesaikan pekerjanya, ia juga merasa tidak enak, kalau terus mengabaikan istrinya untuk pekerjaan. Riana yang melihat suaminya sibuk lagi dengan pekerjaan, ia hanya menatap wajah suaminya sambil tersenyum. Setelah sekitar 1 jam, Hadi terus fokus pada laptopnya sambil terus menyeruput kopinya hingga habis, setelah itu Hadi langsung melihat jam, yang sudah menunjukkan pukul 21.09 WIB, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk tidur lebih dulu
" Sayang, tidurlah lebih dulu, aku masih sibuk, besok kau harus sekolah."
" Nanti saja hubby, aku masih belum ingin tidur."
" Sayang, besok kau harus sekolah."
__ADS_1
" Iya, tapi aku ingin menunggu Hubby, aku ingin tidur bersama-sama, aku tidak ingin tidur lebih dulu."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Hadi hanya menghela nafas berat, lalu ia langsung menunda pekerjaan itu, ia langsung menutup laptopnya, lalu langsung mengajak istrinya untuk tidur, ia tidak ingin istrinya telat berangkat sekolah, apa lagi sudah beberapa hari istrinya tidak masuk sekolah
" Ayo sayang, kita tidur."
" Memang hubby sudah selesai?"
" Nanti aku lanjutkan pekerjaanku setelah sayang tidur."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Riana merasa dadanya sesak, begitu sibuknya suaminya, hingga ia kurang istirahat, ternyata menjadi seorang CEO itu tidak seperti di drama-drama Korea, atau drama-drama Cina, yang selalu sibuk mementingkan cinta dan mengatur bawahannya seenaknya, tapi suaminya berbeda, suaminya begitu sibuk, tapi suaminya masih perhatian dengan ia, membuat hatinya sangat sedih, lalu ia langsung menjawab ucapan dari suaminya
" Iya hubby."
Hadi dan Riana langsung berjalan ke arah ranjang, hingga mereka sampai, lalu mereka langsung membaringkan tubuhnya. Riana langsung membuka dua kancing bajunya, lalu langsung memeluk suaminya. Mereka rebahan sambil memiringkan tubuhnya, karena dengan posisi saling memeluk. Riana membuka dua kancingnya, lalu langsung memeluk suaminya, ia memang sengaja menggoda suaminya, bukan'kah kakaknya bilang untuk mempertahankan pernikahannya dengan perhatian lebih, dan ia melakukan itu hanya ingin suaminya melakukan ia layaknya sepasang suami-isteri. Hadi yang tadi tidak sengaja melihat sedikit belahan dada Istrinya, dan sekarang istrinya memeluk ia dengan dada yang menempel di dadanya, membuat nafsu birahinya naik, tapi ia sebisa mungkin untuk menahan nafsunya, ia tidak ingin melakukan itu, ia ingin melakukan itu setelah istrinya lulus SMA, setidaknya istrinya sudah berusia 18 tahun, tapi sepertinya istrinya sedang sengaja menggodanya, membuat ia benar-benar tidak tahan untuk menahan nafsunya. Hadi langsung melepaskan pelukan dari istrinya, ia langsung menatap wajah istrinya sambil tersenyum. Riana yang di tetap oleh suaminya, ia langsung mencium bibir suaminya sekilas, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Aku mencintaimu hubby."
Setelah mendapat ciuman dan kata cinta dari istrinya, Hadi sudah tidak bisa menahan diri, ia langsung mencium bibir istrinya. Riana yang mendapat ciuman dari suaminya, ia langsung membuka mulutnya, agar suaminya melanjutkan ciumannya. Setelah mendapat kode dari istrinya, Hadi langsung mencium istrinya dengan buas, ia sudah tidak bisa lagi menahan nafsunya. Riana juga membalas ciuman dari suaminya sambil memejamkan mata, ia berharap malam ini bisa melepaskan status perawan nya, ia berharap suaminya melakukan hal itu, walaupun hatinya sangat takut untuk melakukan itu, tapi ia tidak ingin kehilangan suaminya, ia ingin mempertahankan pernikahannya dengan cara apapun itu, ia sudah tidak peduli lagi dengan tunangan dari suaminya. Hadi terus mencium istrinya, hingga nafas keduanya saling memburu, lalu ia langsung menurunkan ciumannya ke leher istrinya. Riana masih memejamkan mata, tapi rasa takut itu mulai menghilang, karena ia merasakan nikmat atas permainan dari suaminya. Setelah turun ke leher, Hadi langsung membuka seluruh kancing baju istrinya, hingga istrinya hanya memakai tengtop langsung bara, lalu ia langsung melihat dada istrinya dari balik tengtop itu, tapi tiba-tiba ia sadar, kalau ia tidak boleh melakukan hal itu, ia langsung melihat ke wajah istrinya yang masih memejamkan mata, membuat ia bingung, haruskah ia melanjutkan hal itu, atau ia menghentikan hal itu
__ADS_1