Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB. 129 Menyadari kebodohannya


__ADS_3

Seumur hidup Repan, ia belum pernah membenci seseorang, ini pertama kalinya ia membenci seseorang, ia memang tidak benci pada diri Yulia, hanya saja sikap Yulia sekarang membuat ia benci. Hadi langsung melepaskan pelukan Yulia, ia juga tidak nyaman kalau lama-lama berpelukan, bukan apa-apa, ia hanya tidak ingin terjadi salah paham dengan istrinya, apa lagi istrinya sangat tau kalau ia di peluk sesaorang, istrinya akan mencium aroma parfum di bajunya, lalu membuatnya bertengkar, itu tidak ingin terjadi lagi


" Maaf Yulia, kau tidak boleh memelukku terlalu lama, bukan apa-apa, kau harus ingat, kalau aku sekarang sudah memiliki istri."


" Hadi, apa tidak ada ruang buatku? Aku hanya ingin menjadi istri keduamu, aku tidak masalah kalau harus 1 bulan 5 kali kau datang, asalkan aku bisa bersamamu."


Yulia memang benar-benar mencintai Hadi, walaupun keluarganya akan bangkrut, tapi ia sama sekali tidak berpikir untuk memanfaatkan Hadi karena uang, cintanya dari jaman SMA tidak pernah berubah, Hadi adalah pria satu-satunya yang mudah memasuki hatinya, bahkan ia rela selalu di bentak oleh Hadi dulu. Sekarang ia benar-benar menyesal, seandainya dulu ia tidak memilih karirnya, mungkin semuanya tidak akan seperti ini, tapi dulu Hadi mengatakan tempati janjimu, setelah pulang kita langsung menikah, namen ternyata itu hanya sebuah ucapan belaka, setelah Gadis masa lalunya kembali lagi pada Hadi, bahkan Hadi lupa akan janjinya


" Yulia, sekali lagi aku minta maaf, cinta tidak bisa di paksakan, aku hanya ingin kau bahagia bersama pria yang tulus mencintaimu. Kau adalah Gadis baik-baik dan cantik, tidak seharusnya kau menjadi istri kedua."


" Kau bilang aku baik, kau bilang aku cantik, tapi bahkan kau tidak bisa menerimaku, bahkan tidak ada ruang buatku, itu artinya aku bukan Gadis baik dan cantik, kalau kau saja tidak ingin bersamaku."


" Yulia, aku sudah memiliki istri, apa kau tidak mengerti juga? Aku tidak ingin membuat siapapun sakit hati, tolong kau mengerti."


" Aku tidak bisa mengerti, aku hanya tau, kalau aku mencintaimu dan ingin memilikimu."


Hadi juga merasa sangat kasihan, ia juga tidak bisa menyakiti Yulia, apa lagi Yulia adalah Gadis yang sudah menemaninya dari dulu


" Maafkan aku Yulia, aku lagi-lagi menyakiti hatimu, bahkan kau hanya membuat satu kesalahan, saat kau pergi mengejar karirmu, tapi aku bertahun-tahun selalu menyakitimu, sekali lagi aku minta maaf, dan aku mohon jangan menggangguku lagi."


Repan hanya bisa menghela nafas berat, walaupun ia sangat kesal dengan sandiwara yang di buat tadi oleh Yulia, tapi ia menjadi kasihan, mengingat perjuangan Yulia dulu, saat ingin mendapatkan hati tuan mudanya, bahkan Yulia berkali-kali menangis di depan Repan, dan berkali-kali Yulia mencurahkan hatinya pada Repan, tapi Yulia selalu tersenyum ceriah di depan tuan mudanya, dan seolah-olah bentakan tuan mudanya tidak berarti apa-apa, Yulia selalu berdiri di sampingnya, tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, tidak bisa menjadi nasi lagi


" Sudah aku duga, kalau nona Riana benar nona Kristiani, akan banyak orang tersakiti, bukan hanya nona Yulia, tapi juga tuan muda, aku tau, tuan muda tidak enak hati, lagi-lagi terus menyakitinya." batin Repan


Yulia langsung menangis semakin deras, bahkan awalnya menangis hanya pura-pura mencari perhatian dari Hadi, tapi sekarang ia benar-benar sendih, apa lagi saat mendengar Hadi minta maaf dengan suara lirih, tatapan yang sendu, ia menjadi sangat sendih


" Hadi, apa Gadis itu sangat berarti buatmu? Apa kau tidak bisa melihat ketulusanku? Kau memohon padaku untuk bersama dia. Jujur hatiku sangat sakit, walaupun aku tidak membuat kesalah, aku yakin kau akan tetap kembali padanya, jika sudah bertemu dengannya. Yulia, kenapa kau menjadi wanita bodoh, kenapa kau mencintai pria yang tidak pernah mencintaimu, kau mempertaruhkan harga dirimu hanya untuk seorang pria, benar-benar bodoh." batin Yulia

__ADS_1


Yulia merutuki kebodohannya, ia juga tidak menyangka dengan dirinya sendiri, yang rela mempertaruhkan harga dirinya hanya untuk seorang pria. Repan yang melihat Yulia benar-benar menangis, ia bisa melihat kalau Yulia sedang merutuki kebodohannya, untuk itu ia mencoba untuk mengajak Yulia pulang, ia tidak ingin membuat mereka berdua memiliki rasa bersalah


" Nona Yulia, mari saya antar pulang, agar anda bisa istirahat di rumah."


Sebelum Yulia menjawab ucapan dari Repan, Hadi lebih dulu bertanya pada Yulia


" Apa kau mau pulang sekarang?"


" Iya, Aku mau pulang sekarang Hadi."


" Perlu aku antar?"


" Tidak perlu Hadi, aku ingin pulang bersama Repan saja."


Yulia langsung menghapus air matanya, ia mencoba tersenyum, seharusnya ia senang saat Hadi menawarkan dirinya untuk mengantarnya, tapi Yulia menaloknya, Yulia takut ayahnya membicarakan tentang perusahaannya, walaupun ia yakin Hadi akan membantunya, tapi ia mencintai Hadi tulus, mungkin sekarang ia harus ikhlas melepaskan pria yang tidak pernah mencintainya, apa lagi Hadi juga terlihat bahagia dengan istrinya. Yulia langsung berdiri, termasuk Hadi


Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yulia langsung memeluk Hadi, ia mencoba untuk tersenyum, ia tau Hadi juga merasa bersalah, ia tidak ingin Hadi semakin bersalah, jelas-jelas yang salah ia, karena membatalkan pernikahan mereka, saat Hadi akan membalas pelukan, Yulia buru-buru melepaskan pelukannya


" Hadi, maaf, aku egois, aku tidak akan datang untuk menemuimu lagi."


" Yulia, terimakasih sudah memahami situasiku, sekali lagi aku hanya bisa minta maaf. Yulia, jika ada apa-apa tentang perusahaan, tolong kasih tau aku, kapanpun aku akan selalu membantu keluargamu."


" Terimakasih, tapi perusahaan papah baik-baik saja."


Repan yang mendengar jawaban dari Yulia, ia sangat terkejut, Yulia benar-benar Gadis yang tidak memanfaatkan keadaan, ia begitu baik, bahkan Repan tau, perusahaan ayahnya Yulia sebentar lagi bangkrut, karena uang perusahaan itu di bawa kabar oleh kepercayaannya


" Yulia, kau benar-benar Gadis yang baik, semoga kau bisa mendapatkan pria baik, dan tulus mencintaimu." batin Repan

__ADS_1


Repan memutuskan untuk berbicara tentang perusahaan ayah Yulia pada tuan mudanya, untuk itu ia langsung menyuruh Yulia keluar terlebih dahulu


" nona Yulia, bisa kau keluar lebih dulu?"


" Baik Repan."


Yulia langsung keluar dari ruangan itu. Di ruangan itu tinggal ada Repan dan Hadi


" Tuan muda, saya mohon tolong bantu investasi perusahaan ayah nona Yulia, saya tau dia akan di ambang kebangkrutan."


" Kenapa kau tidak bilang?"


" Maaf tuan muda, saya tau baru tadi pagi."


" Aku akan mentransfer langsung ke rekening Yulia, terimakasih, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Yulia."


" Baiklah, kalau begitu saya permisi tuan muda."


" Iya."


Repan langsung keluar dari ruangan itu, ia melihat Yulia berdiri di depan lift. Repan langsung tersenyum pada Yulia


" Ayo."


Yulia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah di dalam lift, Yulia langsung bertanya pada Repan tentang sandiwaranya tadi


" Repan, aku minta maaf atas kebohongan yang aku buat, kau boleh marah."

__ADS_1


" Tidak apa-apa nona Yulia, jangan minta maaf lagi, saya tau anda orang baik."


__ADS_2