
Hadi masih terus memeluk istrinya masih sambil meneteskan air mata. Riana yang di peluk oleh suaminya, ia bingung dengan sikap suaminya, bahkan suaminya juga, bisa mengetahui tentang elerginya, pedahal jelas-jelas ia belum pernah menceritakan itu, selain dengan mantan kekasihnya, bahkan mantan kekasihnya saja tidak cerita dengan suaminya, tapi suaminya bisa mengetahui hal itu, dan sekarang suaminya memeluk sambil menangis, karena ia merasakan bahunya basah, entah apa yang terjadi pada suaminya, ia juga semakin bingung, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada suaminya, dari pada ia terus saja penasaran, tapi tidak menemukan jawaban
" Om, dari mana om tau tentang elergiku?, dan kenapa om menangis?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung menjawab pertanyaan dari istrinya masih terus memeluk istrinya
" Aku hanya menebak-nebak saja."
" Lalu kenapa Om menangis?"
" Iya, aku hanya sedang merindukan seorang gadis."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, entah kenapa hati Riana sangat sakti, seperti tertusuk oleh ribuan pisau, lalu ia pun langsung berpikir tentang perasanya
" Mungkin'kah ini yang di namakan cemburu?, apa aku sudah benar-benar mencintai suami kontrakku?, Tuhan, kenapa bisa secepat ini, kita menikah baru saja 4 hari, tapi perasaan yang berbeda sudah muncul di hatiku. Tidak, aku tidak boleh mencintainya, dia akan menceraikan aku suatu saat nanti, mungkin ini juga bukan cinta, hanya sebatas nyaman padanya." batin Riana
Riana yang sudah mencintainya, tapi lagi-lagi ia menampik perasaan itu. Hadi langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap wajah istrinya, tatapan itu hingga menembus ke tatapan masa kecilnya, ia tidak melihat perbedaan istrinya dan Kristiani, ia menemukan kesamaan dalam wajah istrinya, bahkan hampir semua yang kristiani miliki, istrinya juga memilikinya, lalu ia langsung berpikir tentang istrinya
" Kalau benar kau adalah Kristiani, apa kau akan menerimaku sepenuhnya, atau tidak, atau kau marah padaku, karena aku sudah bertunangan dengan Yulia." batin Hadi
Setelah menatap istrinya, Hadi mengajak istrinya untuk pergi ke pantai yang pernah ia datangi dengan kristiani
" Gadis kecil, aku mau mengajakmu ke suatu tempat, apa kau mau?"
" Kita mau kemana om, dan om tidak marah lagi karena persoalan jus tadi?"
" Tentu tidak."
Hadi langsung memegang tangan istrinya keluar dari ruangannya, seluruh menejer yang di depan ruangannya langsung berdiri, lalu langsung menundukkan kepalanya, sambil sesekali mereka melihat pak CEO nya yang sedang berpegang tangan dengan gadis kecil, yang mungkin saja menurut mereka gadis kecil itu adalah istrinya, karena saat itu memakai gaun dewasa, tapi sekarang gadis itu hanya memakai seragam sekolah SMA. Hadi dan istrinya masuk ke dalam life, ia masih terus memegang tangan istrinya sambil tersenyum, walaupun ia belum memiliki bukti yang cukup kuat, tapi ia sangat bahagia sekarang. Riana yang terus di pegang tangannya, jantungnya berdetak lebih kencang, pedahal ini bukan sekali dua kali suaminya menyentuhnya, tapi sekarang ia merasa sangat berbeda, hingga life itu berbunyi
Ting...
Hadi dan istrinya keluar dari life itu, lalu mereka langsung masuk ke dalam mobilnya. Riana yang melihat suaminya duduk di tempat supir, ia langsung bertanya pada suaminya
" Om, pak Repan kemana?"
" Repan ada sesuatu yang harus dia selesaikan."
__ADS_1
Riana yang tidak percaya, kalau suaminya akan membawa mobil, ia langsung bertanya lagi pada suaminya, karena yang ia lihat, kemarin-kemarin, suaminya belum pernah membawa mobil
" Om, yakin bisa membawa mobil?"
Hadi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, ia langsung tersenyum, lalu langsung memasang sabuk pengaman istrinya, setelah itu ia langsun bertanya pada istrinya sambil mengelus pucuk kepalanya
" Apa kau takut kalau aku yang membawa mobil?"
Riana yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung menjawab dengan secara tidak sengaja
" Mana mungkin aku takut, selama ada om tampan, aku tidak pernah takut."
Hadi yang mendengar jawaban istrinya, yang mengatakan ia om tampan, ia langsung tersenyum lebih lebar hingga melihatkan gigi putihnya pada istrinya. Riana yang melihat suaminya tersenyum lebar, seketika ia sadar, kalau ia baru saja memuji ketampanan suaminya, lalu ia langsung merutuki kebodohannya
" Aish, kenapa mulutku tiba-tiba saja mengatakan dia tampan, benar-benar sangat memalukan, tapi memang dia makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, hanya saja om kalau marah seperti macan yang siap menerkam." batin Riana
Hadi langsung menjalankan mobilnya, ia memutuskan untuk membelikan ponsel istrinya terlebih dahulu, setelah itu, ia baru mengajak istrinya ke pantai. Hadi langsung menghentikan mobilnya di sebuah moll, ia langsung turun dari mobil, lalu langsung mengajak istrinya turun
" Ayo turun."
" Baik om."
" Lihatlah dia, kecil-kecil sudah menjadi gadis murahan, yang rela berjalan dengan om-om hanya untuk uang."
" Iya benar, tapi menurutku gadis kecil itu sangat hebat, dia bisa berjalan dengan pemilik Wijaya Grup, pria tampan yang sangat dingin, tapi lihatlah pemilik Wijaya Grup itu, bahkan ia memegang tangan gadis kecil itu sambil tersenyum."
" Iya juga sih."
Riana yang mendengar desas-desus mereka, membuat ia sangat malu, ia langsung melihat ke arah suaminya yang hanya fokus menatap kedepan, hingga mereka sampai di tempat ponsel. Hadi langsung bertanya pada istrinya
" Gadis kecil, kau mau beli posel apa?"
" Om, aku tidak ingin membeli ponsel."
" Pilih saja."
" Tidak mau om, aku tidak punya uang."
__ADS_1
Hadi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung mengelus pucuk kepalanya sambil menjawab ucapan istrinya
" Kau adalah istriku, tentu saja boleh memilih yang kau mau."
Riana yang mendengar kata istriku, ia sangat bahagia, biasanya suaminya akan mengatakan istri kontrak, tapi kali ini suaminya mengakui istriku, entah kenapa ia sangat bahagia hanya mengatakan kata istriku saja. Hadi yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung meminta pekerja, untuk mengambilkan ponsel Palcon Supernova iPhone 6 Pink Diamond
" Nona, saya ingin ponsel Placon Supernova iPhone 6 Pink Diamond."
" Baik tuan muda."
Pegai itu langsung memberikan ponsel Placon Supernova iPhone 6 Pink Diamond pada Hadi
" Ini tuan muda."
Hadi mengambil ponsel yang di serahkan oleh pekerja tersebut, ia langsung membukanya, lalu langsung bertanya pada istrinya
" Apa kau menyukainya?"
Riana yang mengetahui harga ponsel tersebut, ia langsung menolaknya
" Om, aku tidak menyukainya."
" Tapi aku menyukainya, dan aku mau kau pakai ponsel ini."
" Tapi om itu terlalu mahal."
Hadi yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung bertanya pada istrinya
" Jadi kau bilang tidak menyukainya, karena terlalu mahal?"
" Iya om."
Hadi tidak berbicara lagi, ia langsung menyerahkan kartu ATM pada pekerja itu
" Saya ingin ponsel ini."
" Baik tuan muda, tunggu sebentar."
__ADS_1
Riana yang melihat itu semua, ia langsung berdecik kesal
" Dasar pemborosan, kenpa dia membelikan ponsel sangat mahal untukku." batin Riana