
Cuaca yang semakin gelap dan mencengkram. Petir-petir biru itu terus menyambar tiada henti, menimbulkan sepercik api yang semakin membakar dan membakar habis kota. Benar-benar terlihat seperti neraka.
Semua orang yang ada disana terpaku dengan kehadiran seorang pemuda mengenakan pakaian layaknya pangeran--berwarna hijau, mahkota tumbuhan berada di rambut cokelat pemuda tersebut. Mata hijaunya menatap mengarah ke Tomma yang bangkit dari tidurnya serta menjelma menjadi seorang gadis bernama Keysa dan seumuran dengannya, 16 tahun.
Pemuda tersebut mendorong Keysa menjauh darinya,"kau masih sama seperti dulu. Tergila-gila dengan kekuasaan sekaligus ke abadian."ucapnya melangkah maju.
Lidya tersadar dari sesuatu yang tidak bisa di deskripsikan, ia melihat ke depan,terkejut.
'Pangeran tumbuhan!'--batinnya terdiam membeku. Pikirannya berputar dan bertanya-tanya, bagaimana bisa pangeran tumbuhan berada disini?.
"Apa pertarungan kita selama itu kurang memuaskan. Hingga pertarungan tersebut berhenti, ketika berhenti kau juga masih ingin bertarung dan kau kalah bertarung denganku. Secara paksa aku menyegel kekuatanmu,mengikatmu sampai bumi menguburmu di dalam tanah."ucap Pangeran Johnny penuh amarah.
"Aku masih belum puas. Sebab aku tidak mau kalah denganmu! Aku nggak terima kalau kau selalu menang lalu berkuasa di Wilayah Tumbuhan itu! Aku nggak terima. Maka dari itu aku bangkit dan membalas dendam terus menerus padamu sampai kau mati di tanganku!"teriak Tomma kencang banget.
Awalnya ia seorang gadis,sekarang ia berubah menjadi seorang wanita menyeramkan memiliki kuku tajam. Gaunnya pun ganti warna Hijau dan hitam serta di atas kepalanya ada tanduk duri hitam. Mata merah menyelak. Lidya terkejut melihat sosok Tomma yang sebenarnya menjadi menyeramkan seperti ini.
Johnny menoleh ke Lidya,"Lid. Bantu aku melawan dirinya kalau ia masih belum mati lepas segel semua imajiansi di sini. Karena ia sudah berada di dalam kegelapan tidak ada penerangan sama sekali."kata Johnny serius dibalas anggukan Lidya.
Lidya mengeluarkan sayap elang yang besar menbuat siapa saja takjub, ia mengeluarkan pedang kegelapan. Mereka berdua menyerang Tomma bebarengan.
Tomma mengeluarkan kekuatan monster tumbuhan yang memiliki kekuatan tinggi dan ia juga bisa menghilang dengan bayangan gelap. Johnny menyerang dengan akar-akar tumbuhan dan boomerang tumbuhan beracun ke Tomma. Tetapi wanita itu terus menghindar.
Lidya terus memotong monster-monster itu dengan pedang kegelapan sehingga menjadi asap hitam. Nampaknya pangeran tumbuhan menyerang Tomma tanpa henti. Tangan Lidya ke atas membuat beberapa kilatan tercipta lalu menunjuk ke arah Tomma dan datanglah petir-petir yang menyambar ke wanita itu.
Johnny segera menjauh melihat petir-petir itu berusaha mengenai wanita yang tergila dengan kekuasaan. Tomma menghindari petir-petir itu tanpa ada yang terkena sedikit pun, ia berhenti menyunggingkan senyuman mengejek.
"Beraninya kau menyerangku dengan petir-petir sok suci itu. Dan ternyata petir-petirmu sama sekali tidak melukaiku."kata Tomma mengejek.
__ADS_1
"Oh benarkah. Kalau begitu, aku gagal dong."ucap Lidya memasang wajah kecewa. Tanpa Tomma sadari bahwa di belakangnya ada satu kilatan petir yang akan menyambarnya. Lidya pura-pura mengibas tangan berusaha mengipasi wajahnya yang terasa panas akibat api yang membakar wilayah peperangan ini.
Satu petir keluar dari langit dan menuju ke Tomma. Wanita itu terkena kilatan petir yang besar tersebut membuat suara erangan tercipta. Saat petir itu hilang dan tubuh wanita itu berubah menjadi gosong. Semua yang menonton itu begitu takjub.
Johnny segera menghampiri wanita itu yang sudah ambruk nan gosong. Lidya mendarat dengan mulusnya. Riko melihat sesuatu seolah ia baru saja menjelajah waktu padahal kekuatannya masih tersegel. Mata Riko membulat menoleh ke Johnny dan Lidya.
"Jangan mendekat! Dia belum mati!"teriak Riko pada mereka berdua.
Pangeran Johnny hendak menyibak rambut Tomma memastikan apakah ia benar-benar mati atau tidak, secara tiba-tiba akar melilit tubuh Johnny dan Lidya. Johnny dan Lidya berusaha melepaskan diri namun akar-akar itu semakin mempererat ikataannya.
Tomma bangkit berdiri sambil tertawa terbahak-bahak persis seperti mak lampir. Mata merahnya melihat bergantian Lidya dan Johnny.
"Dasar imajiansi lemah! Kau tetap saja sok menjadi pahlawan menyelamatkan bumi,"ucapnya menatap Lidya tajam lalu tatapannya beralih ke pangeran,"dan kau pangeran. Kali ini kau tidak akan bisa mengalahkanku."ucapnya mempererat ikatannya membuat Lidya dan Johnny mengerang kesakitan.
Aska yang melihat itu berteriak,"Lidya!"
Lidya berusaha melepaskan diri tetapi tidak bisa, akar-akar yang melilit tubuhnya terlalu erat dan aura kebencian sangat besar. Mata Lidya menatap wanita di hadapannya kesal, ia tidak menyangka bahwa musuh pangeran tumbuhan memiliki dengki yang besar.
Tergila-gila dengan kekuasaan. Memang kalau di Planet Elementer setiap wilayah di pimpin oleh seorang Raja. Tetapi Lidya masih belum mengetahui asal muasal dari Tomma. Mengapa ia sebegitu keras untuk menguasai wilayah kekuatan tumbuhan.
Sial!
"Kau imajinasi lemah, enyahlah dari hadapanku!"ucap Tomma mempererat ikatan tumbuhannya dan perlahan mengeluarkan duri-duri disana. Johnny melotot melihat kelakuan Tomma seperti itu.
"Jangan bunuh dia!"bentak Johnny tetapi Tomma masih melakukannya, tidak peduli bentakan pangeran tumbuhan itu. Lidya sudah beberapa kali mendapatkan siksa, ia ingin bertahan--jangan sampai mati.
"Ja-jangan co-co-ba mengata-kan kalau a-aku lem-lemah. Jang-an anggap Im-imajinasi ku yang selama ini lemah!"ucap Lidya sedikit terbata dari nada bicaranya sangat marah karena tubuhnya dililit,Lidya hampir kehabisan nafas seperti kejadian waktu itu, Alvan.
__ADS_1
"Tomma! Jangan bunuh dia. Dia itu yang nulis karaktermu juga!"kata Johnny melotot ke arah Tomma.
"Aku nggak peduli. Kalau dia mati,kau juga ikut mati bersama imajinasi lemah yang lainnya. Sisa imajinasi lemah yang lain, karakter yang tidak di ciptakan olehnya. Aku akan memburu penulis itu dengan tanganku sendiri dengan begitu, aku bisa menguasai seluruh bumi berserta isinya. Tidak seperti Elementer itu!"kata Tomma panjang lebar sambil tertawa terbahak-bahak membuat petir muncul mengeluarkan suara yang begitu keras dari biasanya.
Lidya mendongak ke langit yang sudah hitam, ia tahu kalau pagi sudah datang. Tetapi karena suasana hati yang buram menyebabkan langit tidak cerah. Samar-samar Lidya mendengar sesuatu dari telinganya dan memori saat ia menulis cerita di dunia oranye serta usil-usil menggambar.
Gambar-gambar itu kembali berputar seperti layaknya kaset lama. Lidya melihat semuanya dan alasan kenapa ia hobby menulis cerita sekaligus menambahkan karakter tokoh dengan alasan sesuai hatinya. Lidya teringat menciptakan karakter utama yang memiliki karakter alasan.
Ya, sejak itu terlahirlah Tokoh Joe. Seorang pemuda periang dengan rambut blonde atau pirang memiliki mata biru yang indah serta senyuman yang membuat orang tertawa. Joe bisa membuat semua orang tertawa dan bersenang-senang sekaligus menyukai anak-anak, cuaca yang membuat orang bahagia yaitu salju.
Salju itu dingin tapi banyak orang yang sangat mencintai salju meski cuaca itu dingin mereka bisa merasakan kehangatan. Kehangatan keluarga dengan rasa Cinta. Itu sangat cocok sekali dengan sifat Joe. Lidya juga mengambil sifat dari film lama kisah Jack Frost dan novel Peterpan.
Di susul dengan Tokoh Grisyel, seorang gadis yang nasibnya benar-benar di sayangkan karena ego ayahnya. Ayahnya ingin anak laki-laki tapi nyatanya tuhan menitipkan padanya anak perempuan yang cantik. Secara paksa ayahnya sekaligus Raja di kota itu membuang putrinya dan di gantikan putra dari penduduk desa. Grisyel tidak mengetahui kalau ia sebanarnya adalah seorang Putri dan sifatnya sedikit tomboy ingin menjadi seorang kesatria.
Tokoh ketiga yaitu Gavin, Guardians Of Darkness. Ini kisahnya juga tidak kalah beda dari Grisyel. Gavin di buang paksa oleh orang tuanya sebab tidak memiliki sayap seperti Ras Hawk-human. Gavin memiliki karakter baik hati dan itu sangat bertantangan oleh rupa wajahnya yang terlihat seperti badboy. Hampir semua orang mengira kalau Gavin bukanlah anak baik-baik apalagi ia juga memiliki teman yang ingin menjerumuskan Gavin ke jalan sesat.
Tokoh Keempat, Andika. Pemuda bernama Andika ini sangatlah dingin, tidak peduli dengan lingkungan sekitar apalagi perasaan orang di sekitarnya. Ada salah satu gadis yang mencintai Andika tetapi tidak pernah Andika respon. Apalagi gadis itu sering di bully oleh trio badgirl. Dan akhirnya Andhika memiliki kekuatan cahaya yang bisa merasakan perasaan orang lain setiap memikirkan orang itu sekaligus di tubuhnya akan bersinar-sinar warna. Andika akan berubah menjadi Hei-Newt Cahya ketika ia berubah.
Keempat tokoh itu memiliki karakter khusus yang pernah Lidya buat. Sedangkan karakter lainnya hanyala iseng-iseng belaka karena masih belajar. Tomma,wanita itu adalah musuh bebuyutan Johnny Evans tetapi ia tidak sepenuhnya tahu. Mengapa Tomma muncul di akhir cerita yang pernah Lidya buat di dunia oranye.
"Apa sudah waktunya aku mengakhiri semua ini."ucap Lidya pelan perlahan matanya tertutup gelap.
*Jangan Anggap Kami Lemah*
Bersambung....
Sedikit info ya guys: Nama Keysa sudah tidak aku gunakan lagi. Jadi aku akan tulis namanya 'Tomma', nama aslinya karena sudah mode imajinasi sesungguhnya.
__ADS_1