Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Delapan Puluh Sembilan:Berhasil dan Jatuh


__ADS_3

  Keno menggeram sangat kencang hampir beberapa bagian tubuhnya terluka akibat cakaran dari musuhnya. Ia juga berhasil melawan musuh hingga babak belur, kucing di hadapannya sudah tidak kuat menahan tubuhnya. Wanita yang tak jauh dari tempat perkelahian dua kucing tersebut memasang wajah khawatir pada hewan peliharaannya, Miko. Entah siapa pelaku di balik semua ini membuat Miko berbuat jahat serta membuat ia khawatir atas kehilangan Miko.


   Miko bangkit berdiri menatap kucing hitam di hadapannya, menggeram ia meraung dan melompat mencakar Keno. Kucing itu melawan Miko sebisanya sebab ia sudah kehabisan tenaga ia tidak sanggup lagi. Lidya dan Tio berlari mengarah dua kucing itu, keduanya melihat aura hitam di tubuh kucing tesebut sudah mulai melemah. Ini adalah sebuah keajaiban yang langkah karena hampir semua monster yang di rasuki oleh aura hitam tidak pernah kehabisan tenaga seperti ini.


"Ini adalah kesempatan kita!"seru Tio menoleh ke arah Lidya berlari ke tempat tujuan. Pemuda tersebut berubah wujud menjadi Elang ukuran besar, ia mencengkram kedua bahu Lidya membuat gadis itu terkejut melihat ke atas ada Elang berukuran besar.


Ia sempat ingin berteriak tetapi sadar kalau Tio memiliki kekuatan berubah wujud jadi apapun yang ia mau. Mereka mengarah ke kucing yang asik berkelahi. Cengkeraman kaki Elang terlepas dan Lidya berhasil mendarat dengan mulus. Target sudah ada di depan matanya. Ia bergerak cepat mengarah ke gambar yang ada di kepala belakang kucing. Sering kali Lidya hampir jatuh dan harus menarik bulu kucing agar tidak jatuh.


Sial, dua kucing ini terlalu bersemangat bertengkar--batin Lidya.


Gadis itu sekuat tenaga berlari dan menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. Tangannya berhasil menyentuh gambar tersebut sebuah cahaya merah mulai bersinar membuat mata Lidya silau, tangan kirinya menutup kedua matanya.


Perlahan aura hitam mulai pudar dan Miko meraung kesakitan. Bola matanya yang berwarna merah kini sudah menjadi warna kuning, normal. Lidya berhasil menghilangkan gambar tersebut bebarengan dengan kucing yang mulai menciut. Kucing tersebut sangat lucu dan berlari ke Gigi yang sudah menyambut kedatangan hewan peliharaannya yang di katakan menghilang secara tiba-tiba. Kelihatannya majikan dan kucingnya sangat senang bisa bertemu kembali.


Seulas senyum terukir jelas di wajah Lidya. Keno sudah berubah menjadi Cat Human. Ia ingin ambruk sebab kehilangan banyak tenaga untung saja Tio ada di sana, ia menggendong manusia setengah kucing ke tempat aman untuk beristirahat.


  Lidya melihat genggaman tangannya, membuka sedikit menunjukkan gantungan kunci merah bergambar kucing. Misi satu berhasil dengan lancar.


  Beda lagi dengan suasana markas musuh terlihat Roro, Meika, Keysa dan juga Riko sangat kesal melihat semua kalah dengan kekuatan imajinasi paling lemah. Memang ada beberapa jenis imajiansi; Alone, Hero, Darkness, Together. Riko berdecih kesal melihat kekalahan yang tidak seharusnya terjadi.


Coba saja ia ada disana pasti mereka semua akan kalah dengan mudah tidak seperti ini. Ia melirik Keysa yang memandang televisi itu santai tidak ada tanda kemarahan terpencar di dalam dirinya, sangat tenang.


"Key. Kau tidak marah melihat kekalahan ini?apalagi gadis itu!"ucapanya penuh penekanan, raut wajah Riko terlihat jelas kalau ia sangat marah. Melihat kekalahan seperti ini membuat ia sangat benci padahal sudah dibuat secara matang dan bisa kalah begitu saja.


Keysa tersenyum miring, "biarkan saja. Aku sudah menemukan targetku yang aku incar selama ini dengan begitu aku tidak akan mati dan peperanganku dengannya berakhir di tengah jalan. Hahaha."ucapnya tertawa jahat.


Riko menatap Keysa aneh atau hanya firasatnya saja bahwa gadis di samping kirinya ini sangatlah aneh. Roro tidak terima menerima kekalahan yang sangat mudah itu,kekuatan element eyes semuanya itu kuat-kuat terutama Purple Eyes pengendali boneka.


  Meika geram dan meremas ujung pakaiannya ingin sekali ia menghabisi semuanya tanpa pergerakkan dari musuh. "Sial. Mereka sangat nekat sekali padahal kekuatan mereka sangatlah lemah dan payah!"gerutunya.


"Andai saja. Mereka tidak ada pergerakan pasti mereka akan mati."lanjutnya berdecih kesal.


Keysa tertawa terbahak-bahak membuat ketiga temannya menoleh melihat gadis tersebut tiba-tiba tertawa padahal semua tidak ada membuat lelucon. Gadis itu mengusap air mata yang hampir netes, menghela nafas panjang.


"Kau benar, Meika,"ucapnya membuat Meika menatap Keysa, "lain waktu kita akan membuat rencana itu."lanjutnya.


"Apa rencana?"tanya Meika lagi belum paham yang di bicarakan. "Menunggu imajinasi besok depan. Huaam, aku jadi ngantuk."lanjutnya seraya menutup mulut.


  Di atas ada seekor kucing hitam tengah memerhatikan keempat orang tersebut bagaimana menghancurkan bumi dan manusia. Tidak lama kemudian mereka berempat menghilang dari sana kemungkinan besok atau lusa mereka akan kembali.

__ADS_1


   Para murid SMA Strength yang di tugaskan turun area sudah kembali ke sekolah. Luka-luka mereka dengan segera di sembuhkan oleh beberapa murid memiliki sihir penyembuh. Ada tiga gatungan kunci yang sudah terkumpul semua murid memandang bingung gantungan kunci tersebut kecuali Lidya dan beberapa temannya.


Pak Ganda bilang berterima kasih sudah mengalahkan tiga monster di titik tiga sekaligus. Beliau mengatakan kalau musuh semakin lama semakin bertambah kuat, Pak Ganda memutuskan semua murid berlatih sendiri untuk mengembangkan kemampuan diri tanpa bimbingannya.


Tugas osis kini naik pangkat yang akan mengajarkan murid sesuai kelas yang mereka masuki tentu saja ada beberapa osis yang memprotes. Siapa lagi kalau bukan Deo, Yellow Eyes. Ia tidak mau mengajarkan murid tingkat lemah di kelas No Elements.


Ketua osis SMA Strength seorang gadis bertubuh tinggi dan pantas menjadi seorang model akan tetapi sifatnya yang tegas dan disiplin membuat semua orang takut padanya. Laki-laki memilih mundur sebab ketua osis bernama lengkap Fiolla Artha Samudra itu bukan tipe gadis yang mudah untuk di rayu dengan kata-kata manis. Kalau berani, ia akan mengeluarkan samurai berkekuatan listrik.


"Apa kau ingin aku tebas di sini? Sekali tebas langsung mati di tempat atau ku buat koma selama dua minggu?"ucapnya datar menyuruh memilih salah satu dari dua pilihan yang sudah Fiolla sebutkan tadi.


Deo melotot tentu saja ia tidak akan memilih keduanya, itu sama-sama cari mati. Pemuda tersebut terkekeh dan menggaruk kepalanya tidak gatal, "anu.. Err. Tidak jadi, ketua. Maaf."ucapnya menunduk. Sungguh kalau musuh dengan Fiolla atau adu mulut, senjata handalannya selain samurai adalah dua pilihan yang mematikan itu.


Ketiga gantungan kunci tersebut di bawa oleh Lidya. Gadis itu bingung dan bertanya kenapa harus dia?.


"Pak Ganda!"panggilnya menatap kepala sekolah yang tersenyum tipis menunggu ucapan Lidya selanjutnya.


"Kenapa bapak memberikan gantungan kuncinya padaku?"tanyanya.


"Simpanlah siapa tahu kau akan memerlukannya. Ya sudah, bapak pergi dulu."ucap Pak Ganda tidak mau menjelaskan secara rinci pada Lidya alasan beliau memberikan tiga gantungan kunci padanya. Ia menatap gantungan tersebut lamat-lamat sudah ada kucing, monyet dan ular sedangkan di rumah ada tupai.


Masalah waktu ia tidak sadarkan diri,gambar dan warna yang dilihatnya sangat mirip dengan gantungan kunci ini. Apa mungkin ada kaitannya dengan semua ini--batinnya. Sebuah tangan menepuk bahu Lidya membuat gadis itu tersentak dan menoleh melihat Rian yang waktu itu ikut perkemahan.


"Eh Kak Rian!"panggil Lidya tersenyum.


"Pokoknya muridnya kurang dari 10 orang hanya sedikit kok Kak. Oh iya, Kak Rian masuk ke kelas apa?"jawabnya dan balik tanya ke Rian.


Pemuda tersebut menghela nafas sejenak, "aku di kelas knights of guardians. Lina temanmu ada di sana loh."kata Rian membuat Lidya terkejut bukan main.


"Apa? Lina berada di kelas para kesatria. Dia hebat sekali."kagumnya,"ia sama sekali tidak pernah bercerita kalau ia memiliki kekuatan."lanjutnya.


"Waktu di perkemahan Lina mengalahkan Hilda untuk melindungi Rajanya. Aku pikir, ia jatuh hati dengan pemuda yang memakai anting Cinta itu."kata Rian.


"Maksud kakak Jay. Asal kakak tahu, Lina sangat menyukai Jay saat mos dulu bisa di bilang Cinta pandangan pertama."jawab Lidya tertawa mengingat kejadian pertama kalinya teman sebangkunya sudah mengunci seorang pemuda. Rian juga ikut tertawa.


"Jay masuk ke kelas Elements Zodiac. Kalau siapa itu hmm Pandu dan Aska berada di kelas Hero Darkness."lanjut Rian membuat dahi Lidya mengerit sebab Rian seolah tahu ia dekat dengan siapa saja. Orang yang paling dekat dengan Lidya adalah Lina, Pandu dan juga Aska. Walau sekarang ia dan Lina tidak selalu bersama tapi hubungan pertemanan masih berlanjut hingga kini.


"Ya sudah Kak. Aku mau ke kelas terlebih dahulu."ucap Lidya pamit dan melambaikan tangan ke Rian lalu kembali ke kelas. Rian juga pergi menuju kelasnya.


Di SMA Strength ada terdiri 6 kelas dengan jumlah murid yang besar sesuai kekuatan dan tingkat levelnya.

__ADS_1


Knights of Guardians, sesuai namanya Satria Penjaga yang artinya para kesatria harus melindungi orang yang lemah seperti peran menjadi seorang kesatria sungguhan.


Elements Zodiac, berisikan murid yang memiliki kekuatan unik dan memiliki tingkat level tinggi. Kebanyakan murid yang masuk ke kelas Elements Zodiak adalah seorang penyihir daripada bertarung penuh taktik.


Hero Darkness, kalian mungkin berpikir kalau di kelas ini hanya di penuhi oleh murid berkekuatan hitam/Darkness sesuai namanya. Tetapi kalian salah besar yang di maksud kelas Hero Darkness adalah murid yang berkekuatan pertarungan lebih. Kebanyakan yang masuk di kelas ini adalah Imagination Hero dan sisanya ada Imagination Together.


Full Unlimited, kekuatan yang tidak berhenti,sangat kuat, tidak bisa mati/tidak bisa mati dengan mudah dan di kenal sifat bertarung yang santai. Di kelas ini hanya ada beberapa murid yang masuk sekitar lima anak saja salah satunya adalah Yudistira.


Element word, sesuai namanya memiliki kekuatan yang bersangkutan dengan alam.


Yang terakhir sendiri adalah NO Elements. Kenapa di namakan No Elements padahal murid yang ada di dalam sana hebat-hebat tidak seperti yang di atas. Atau ini alasan lain dari kelapa sekolah entahlah. Kekuatan yang berada di kelas ini cukup kecil tidak heran sering di ejek oleh murid kelas lain.


Peduli atau tidak yang penting mereka memiliki kelas untuk belajar daripada tidak memiliki kelas. Sepanjang perjalanan menuju ke kelas tidak sedikit murid kelas lain menatap Lidya mengejek dan terkekeh. Gadis itu sudah tidak peduli dengan hal itu lagipula ia sendiri pernah di bully oleh temannya.


Lalu ada seseorang yang menjegal kaki Lidya hingga jatuh tersungkur, Lidya menoleh melihat beberapa murid tertawa dan tertawa mengejek.


"Dasar tidak memiliki kekuatan. Kenapa dia berada di sini."


"Harusnya kau itu pergi dari sini. Ini adalah tempat murid yang memiliki kekuatan tidak sepertimu!"ucap perempuan bernada mengejek sambil tertawa. Lidya hendak berdiri tetapi ada satu kaki yang menginjak punggungnya.


"Kau pantas di injak seperti ini, enyahlah kau hahaha."sekarang terdengar seorang laki-laki yang Lidya yakin kalau yang menginjak punggungnya adalah milik laki-laki itu.


Sekarang ia di tonton banyak murid disini dan Pandu yang melihat hal itu tidak terima. Aska yang bersamanya menyuruh untuk tenang.


"Aku tidak bisa diam, As. Aku sudah sering melihat Lidya di bully seperti ini!"ia ingin maju ke depan akan tetapi Aska menahannya.


"Tidak!"tegasnya, "biarkan orang yang membullynya dapat pembelajaran dari Lidya sendiri."katanya yakin. Pandu menatap Aska tidak percaya dan kata-katanya itu penuh keyakinan.


"Maksudmu."


"Kita lihat saja. Aku tahu, Lidya adalah rantai. Ia bisa menarik perkataan seseorang itu sesuka hati."


"Kenapa kau sangat yakin sekali?"tanya Pandu lagi menatap penuh tanya ke Aska.


"Aku sudah menganggap Lidya adalah adikku. Dan dia akan menjadi adik paling kuat dari kakaknya."kata Aska tersenyum.


"Jadi jika kau kakaknya. Aku adalah pasangannya yang akan selalu melindunginya. Aku merasa kalau Lidya kini mencari bantuan dari teman-temannya."ucap Pandu penuh yakin membuat Aska tidak mengerti dengan kata "Pasangan".


"Lets go!"seru Pandu nada pelan.

__ADS_1


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung....


__ADS_2