Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Lima puluh delapan:Tahun bersama kunang-kunang


__ADS_3

     Mata indahnya terus menatap     langit malam yang semakin bertambah indah. Rambut panjangnya sedikit bergoyang karena angin. Ia menatap langit seorang diri dan yang lain sudah memulai acara bakar-bakar karena sebentar lagi tengah malam tiba.


  Pemuda berambut cokelat, ada anting cinta di telinga kananya menatap punggung gadis tengah berdiri menatap langit malam seorang diri, tidak bergabung dengan yang lainnya. Melangkah mendekat dan ternyata itu Lina. Ia melebarkan kedua mata,terkejut lalu memberanikan diri mendekatinya.


  Karena Lina sering membantunya tanpa diberi perintah, dia seolah tahu kebutuhan dirinya.


"Kau sendirian?"tanyanya membuat Lina terlonjak kaget karena terlalu serius melihat obyek bintang di langit malam.


"Oh god. J-Jay?"ucapnya gugup dan kedua pipinya sekarang memerah karena pemuda yang selama ini ia amati dari jauh dan mengaguminya. Bertanya padanya,Lina seolah masuk ke dalam mimpi indah bersama Jay.


"Ah, hmm--iya."jawabnya bingung, Ia segera mengalihkan wajah mendongak ke langit, masih fokus ke bintang-bintang bertaburan di atas sana dan memancarkan keindahan tersendiri.


"Mengapa kau tidak bergabung dengan yang lainnya?"tanya Jay lagi membuat Lina menoleh menatap pemuda itu. Jujur saja, Jay kalau dilihat lebih dekat terlihat sangat tampan. Jantung Lina berdetak dua Kali cepat saat Jay dekat dengannya.


"Hanya ingin melihat bintang saja."jawab Lina kembali menatap bintang. Jay mengikuti arah pandang Lina yaitu menatap bintang. Sangat indah, Jay seperti melihat ada pernak-pernik hewan kunang-kunang yang bertebangan mengelilingi sekitar panti ini.


Tetapi Jay sadar bahwa hewan itu sudah tidak terlihat sangat lama. Dan Ia menginginkan kunang-kunang berkelompok terbang di sekitarnya. Jay melihat Lina yang masih menatap langit dengan senyuman tulus. Baru sadar bahwa Lina terlihat cantik ketika tersenyum.


  Sebuah cahaya kuning mendarat di tepat diatas kepala Lina. Pemuda itu terkejut melihat ada satu ekor kunang-kunang berada di atas kepala Lina. Jay ingin mengatakan kalau di rambut gadis itu ada kunang-kunang tapi ia bingung mulai darimana. Jay menggigit bibir bawahnya dan menghela nafas.


"Lina?"panggilnya, gadis itu menoleh dan berdehem sebagai jawabanya.


"Diatas kepalamu ada kunang-kunang."katanya menunjuk kepala Lina. Gadis itu mencoba merabah atas kepalanya sambil bertanya ke Jay,"mana?"


Jay merasa Lina tidak bisa menggapai kunang-kunang itu yang sekarang berjalan rambut lurus Lina. Jay menyuruh Lina diam sedangkan dia perlahan mengambil kunang-kunang tersebut. Lina memejamkan matanya dan hap Jay berseru senang.


"Yes,aku dapat!"serunya ketika mendapatkan kunang-kunang yang kini sudah ada di genggamannya. Perlahan mata Lina terbuka dan penasaran apa yang ada di genggaman Jay.


"Aku mau lihat?"pinta Lina tersenyum sambil mencoba melihat apa yang ada di genggaman Jay tapi tangan pemuda tersebut tidak bersinar.


"Tanganmu tidak bersinar. Apa kau yakin menangkapnya?"tanya Lina tidak yakin sambil mengerutkan dahinya.


Jay tersenyum dan menyuruh Lina fokus melihat tangannya, tidak boleh mengalihkan pandang. Gadis itu mengangguk mantap dan mulai fokus dengan tangan Jay. Pemuda tersebut perlahan membuka tangannya disana sudah ada sinar yang berkedip-kedip. Tangannya kembali terangkat sedikit, sinarnya bertambah terang dan akhirnya Jay membuka sepenuh genggamannya, disana ada satu kunang-kunang yang indah dengan cahaya kuning.


Kunang-kunang itu terbang membuat seulas senyum Lina mengembang Ia mengikuti arah kunang-kunang itu pergi begitupun Jay. Kunang-kunang tersebut melesat terbang ke angkasa lalu menghilang begitu saja.


"Wah kunang-kunangnya sangat indah tapi hanya seekor saja. Andai saja kunang-kunangnya banyak pasti menyenangkan."kata Lina dibalas angguk Jay.


"Benar. Apalagi kalau waktu tahun baru ketika pelepasan petasan pasti sangat indah."kata Jay.


"Dan aku akan mencap bahwa tahun baru ini adalah tahun terbaik."kata Lina tersenyum.


  Bening,Hana dan Eric mempergoki mereka berdua serta mengejek kalau keduanya sedang berpacaran. "Ciyee yang berduaan di malam tahun baru."ucap Hana menggoda mereka berdua membuat pipi Jay dan Lina memerah.


Eric tertawa kecil,"itu pipi mereka berdua merah."


"Kalian diamlah."kata Jay nada sedikit kesal dan malu karena ada temannya yang mengintip. Sungguh tidak sopan.


Hana tertawa dan meminta maaf kalau mereka bertiga telah mengintip lebih tepatnya memergoki mereka. Bening menjelaskan bahwa mereka berdua disuruh mengumpul di halaman depan panti dan semuanya sudah disiapkan oleh yang lainnya. Gadis berhijab tersebut tidak lupa kalau nanti malam tepat pelepasan petasan, tahun baru akan ada kelompok kunang-kunang yang datang bertamu di panti.

__ADS_1


Tentu saja membuat Lina dan Jay terkejut. "Kok bisa?"


"Tentu saja, bisa. Karena kalian sudah berharap waktu Bening mau datang kesini memanggil kalian berdua untuk berkumpul."jelas Eric. Lina dan Jay saling beradu pandang lalu menatap ketiga temannya.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


  Acara bakar-bakar jagung sangat menyenangkan Lidya baru pertama kali bakar jagung bersama teman-temannya tentu saja membuat hati senang. Serta ada-ada saja yang mereka ciptakan hal konyol membuat semua tertawa dan ada juga menggoda teman yang sedang diam-diam suka sampai mimisan.


Oh aneh, tentu saja aneh. Baru pertama kali juga kalau digoda sama teman apalagi di sangkut pautkan dengan orang yang ia suka, akan misisan. Lidya tidak ada henti-hentinya tertawa.


Ada juga yang sempat menganggu Lidya dengan menyuruhnya memerhatikan pemuda yang main gitar sedangkan pemuda lain diam-diam merebut jagung dari ganggamannya. Dengan suara toa milik Tina, berhasil mengalihkan pandang ke arah lain dan memukul bahu pemuda dengan jagung yang masih panas.


Oh seberapa rasa sakitnya terkena jagung bakar yang masih panas.


"Oh maaf-maaf untung saja nggak terkena kepala."kata Lidya meminta maaf.


Lalu ada ambulance datang nah siapa lagi kalau bukan Nando,Beni serta Agung. 'Ningo ningo nino' suara siren yang sangat lucu membuat beberapa teman lainnya tertawa. Agung segera mengambil obat sebagai pertolongan pertama yaitu memukul bahu yang sakit.


"Aduh!"ringis pemuda itu.


"Makanya kalau isengin orang itu yang tepat sasaran. Ha sepertinya sasaranmu salah."kata Agung menasehati pemuda itu lebih tepatnya mengomelinya.


"Ayo buruan gotong pasiennya."kata Beni nggak sabaran.


"Iya. Nanti kita buang ke tong sampah."Nando menimpali tanpa seizin pemuda itu mereka bertiga menggotong pemuda tersebut tidak peduli dengan teriakan minta tolongnya. Akhirnya pemuda tersebut berakhir jatuh ke tong sampah sampai terguling.


Suara tawaan menggelegar menghiasi panti ini. Rekan pemuda itu hanya melongo melihat kekocakan murid SMK Cemerlang. Kemudian Yusuf sebagai pemilik acara datang disusul oleh Hana, Bening, Eric yang cengingisan. Di belakangnya lagi ada Jay dan Lina--kedua pipi mereka memerah.


        Yusuf mengumpulkan semua teman-temannya dan mengucapkan terima kasih kehadiran mereka semua. Ia sangat terharu Ia pikir tidak ada yang datang ke acara open house menyambut tahun baru dan mengumpulkan beberapa teman kemahnya. Lidya juga terkejut kalau ada Vana, Arsa, Arka dan juga Shena.


"Arkan? Bagaimana dengan petasan buatanmu?"tanya Yusuf senyum mengembang dibalas jempolan dari Arkan,"Beres!"


  Saturnus membawa hanphone di genggamannya menyuruh semua siap-siap menghitung mundur karena tahun baru akan datang.


5


4


3


2


1


Petasan mulai menluncur ke langit membuat percikan tersebut terlihat sangat indah dengan kompak mereka semua mengucapkan Selamat Tahun baru ke 2027. Setelah petasan buatan Arkan habis lalu dari arah Timur terdapat sekelompok kunang-kunang dengan indah memancarkan cahaya.


"Wow!"


Semuanya terlihat begitu kagum. Lina tersenyum sumringah melihat semua kunang-kunang yang bertebangan mengelilingi panti. Jay juga sangat senang. Lidya terkagum melihat keindahan kunang-kunang sebanyak ini Ia mengira kunang-kunang sudah punah dan jarang sekali berada di kota.

__ADS_1


Tapi ini... Ia tidak bisa berkata apa-apa. Keno mengejar kunang-kunang itu dengan sifat kucingnya membuat semua orang tertawa. Caca membuka tudung jaketnya membiarkan rambut panjang terurai membuat beberapa kunang-kunang berada di rambut gadis kecil,manusia setengah vampire.


  Hana membisikkan sesuatu ke Yusuf membuat seulas senyum terukir jelas di wajahnya lebih tepat senyum jahil. Ia mengkode yang lainnya untuk meninggalkan tempat membiarkan Jay dan Lina berduaan bersama kelompok kunang-kunang.


  Mereka semua mengangguk mengiyakan. Sepertinya Lina dan juga Jay tidak menyadari bahwa yang lainnya meninggalkan mereka berdua bersama kelompok kunang-kunang yang memutari mereka berdua.


  Lidya melirik ke Hana apa maksud semua ini, Hana terkekeh dan menyuruh untuk diam. Stt... Hana menyuruh Yusuf menggunakan sihirnya. Yusuf mengangguk ia menatap kedepan.


"Magic Joe!"serunya pelan meniup pelan,dari mulutnya keluar serbuk biru berbentuk kupu-kupu sama seperti waktu perkemahan dulu. Yusuf menunjukkan kekuatannya ke Lidya--pertama kali setelah anak panti.


  Kupu-kupu biru itu terbang mengarah mereka berdua, Jay dan Lina. Mereka yang masih terkagum dengan keindahan kunang-kunang tidak nenyadari bahwa ada sekolompok kupu-kupu biru menghampiri mereka berdua,membuat mereka terbang keatas.


Lina bingung melihat kedua kakinya yang tiba-tiba terbang keatas begitupun dengan Jay.


"Eh kenapa aku bisa terbang?"tanyanya kebingungan.


"Entahlah."


Lina yang tidak tahu bagimana caranya terbang mulai kehilangan keseimbangan dan Ia menubruk badan Jay. "Auh!"


"Hati-hati Lina."kata Jay. Pemuda itu sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya terbang. Lina memegang kedua tangan Jay erat dan saling berpandangan.


Kedua mata mereka saling bertemu. Teman-teman yang lainnya menonton suasana romantis seperti ini. Dalam diri Yusuf, Joe mulai iseng mengerjai khayalan ciptaan Lidya yang satu ini.


Jika kalian ingin tahu siapa yang ada di dalam tubuh Jay. Iqbal, kekuatan kharisma dan penghipnotis. Jadi kalau ia berada di dalam tubuh seseorang ia akan menyatuhkan kekuatannya menjadi penghipnotis cinta. Dan anting cinta berada di telinga Jay, tidak bisa dilepas karena si pemilik kekuatan berada di dalam tubuh Jay.


Yusuf tersenyum miring ia menyuruh sekelompok kunang-kunang itu berada di atas kepala dan mengelilingi pakaian keduanya menjadi gaun serta jas.


"Magic Joe!"seru Yusuf lagi.


Kelompok kunang-kunang itu berkumpul menutupi pakaian keduanya. Jay dan Lina kebingungan melihat kunang-kunang yang perlahan membentuk Gaun.


Jay juga seperti itu membetuk Jas dan kelompok kupu-kupu biru berada di atas kepala membentuk sebuah mahkota, pangeran dan putri.


Para gadis merasa iri melihat mereka berdua dan beberapa pemuda juga seperti itu. Jay melihat Lina di depannya sangat cantik padahal gaun itu dari kelompok kunang-kunang membentuk gaun. Lina melihat Jay terlihat sangat tampan apalagi dengan mahkota pangeran.


"Siap-siap kamera semua!"seru Yusuf menyatuhkan kedua tangannya,menepuk.


Pluk!


Otomatis Jay dan Lina terdorong sihir membuat keduanya dekat. Dan bibir mereka menyatu di sekeliling kunang-kunang. Semuanya menjerit melihat pemandangan yang sangat luar biasa.


Cekrek


Suara jepretan gambar terdengar. Beberapa ada yang pingsan, mimisan sampai kekuatan aneh muncul pada seorang pemuda bernama Davit. Pemuda itu berubah menjadi balita umur 3 tahun.


"Davit! Jangan jadi balita lagi!"teriak kedua gadis begitu kompak. Kata Yusuf kedua gadis itu sama-sama menyukai Davit.


Davit akan menjadi seorang balita ketika ia merasa bingung. Dan yah seperti itulah. Lidya kira kekuatan aneh hanya terjadi pada Eric saja melainkan di luar sana banyak.

__ADS_1


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung....


__ADS_2