
Perkemahan SMP di hari ketiga disuruh menjelajah hutan Drak Shadows 36 ini sesuai tanda yang sudah di pasang oleh kakak pembina. Charlie mengikuti perkemahan dengan semangat bersama kelompoknya. Abimanyu menjadi ketua kelompok.
Kakak pembina menjelaskan tentang penjelajahan ini dan menyuruh semua murid berhati-hati karena ada beberapa bahaya di sana. Ada sedikit informasi bahwa kakak kelas sebelah melakukan sebuah permainan berbahaya jadi berhati-hati.
Dalam lima sekolah anak SMP yang ikut perkemahan ada beberapa murid mendapatkan kekuatan yang datang secara tiba-tiba dan tidak tahu sebab akibat.
"Semua siap!"seru kakak pembina menyapu pandang semua barisan yang tertata rapih, bergantian.
"Siap Pembina!"ucap mereka semua kompak.
Satu persatu barisan mulai berjalan memasuki hutan dan harus mengikuti tanda yang sudah dibuat oleh kakak pembina masing-masing supaya bisa selamat sampai tujuan. Abimanyu menyuruh kelompoknya berjalan dan harus bersama tidak boleh terpisah. Charlie berada di kelompok Abimanyu dan ia sudah berteman baik dengan Abimanyu.
Ia adalah yang paling menyenangkan kalau diajak mengobrol dan suka bercanda. Dibalik itu semua ia juga memiliki kelebihan luar biasa. Suasana menjadi senyap dan hanya ada suara pijakan kaki mereka yang menginjak ranting pohon. Abimanyu melihat ada tanda berbelok ke kanan dan ia menyuruh semua mengikutinya di belakang.
"Kenapa Kakak Bima hanya menyuruh kita menjelajahi hutan Drak Shadows ini. Tidak seperti perkemahan sebelah."keluh Michael nada jengkel melipat kedua tangan di dada. Laki-laki yang ada disampingnya itu menggeleng.
"Kalau kita seperti sebelah kakak kelas. Kita akan dalam bahaya kan Kak Bima sudah bilang begitu. Kita hanya dikasih pesan untuk berhati-hati takut terjadi apa-apa."ucapnnya bijak dan sedikit tersenyum menganggapi keluhan Michael.
Anak laki-laki itu hanya membalas decihan kesal mengangap perkataan Charlie terlalu dewasa. Michael melirik sinis kearah Charlie,"memangnya di sebelah ada apa?sampai ada tanda bahaya?"ucapnya dingin.
Charlie mengedikkan kedua bahunya tidak tahu. Abimanyu memandang sekitar mencari tanda yang sudah disediakan oleh Kakak Pembina dan guru. Tempat yang sekarang di pijak oleh kelompoknya sangat sepi,barisan depan aja tidak kelihatan apalagi barisan paling akhir. Emir mengikuti arah pandang Abimanyu ke belakang, tidak ada apapun disana. Ia kembali menatap Abimanyu, "Bi? Ada apa?"tanya Emir dibalas gelengan cepat Abimanyu.
Ia kembali menatap kedepan berjalan mmimpin, "tidak apa-apa. Kita harus berjalan lurus dan jangan sampai ada yang terpisah okay!"ucap Abimanyu memperingatkan kelima anggota kelompoknya dibalas anggukan mantap.
Sekitar dua puluh menit mereka sudah tidak menemukan tanda arah lagi. Abimanyu menghentikan langkahnya, "kita sebenarnya ada dimana?"tanya Abimanyu dibalas gelengan tidak tahu dari yang lain.
__ADS_1
Pemuda berumur 13 tahun yang posisinya dibelakang merasakan takut luar biasa dan sorotan matanya melihat pohon-pohon yang rindang hanya ada celah matahari yang mulai naik. Ia bersembunyi di balik punggung Charlie sambil bergumam kecil,"aku takut."kedua tangan di genggam dan gemetar ketakutan.
Abimanyu melangkah ke depan dan memberitahu semua teman-temannya kalau mata oranyenya keluar jangan sampai melihatnya langsung. Sontak saja yang lainnya terkejut kalau ketua kelompoknya bilang begitu tiba-tiba dan ada beberapa yang lainnya tidak mengerti termasuk Charlie.
Abimanyu memejamkan kedua matanya mencoba untuk fokus ia berada di hutan sebelah mana. "Jangan-jangan kita tersesat gimana dong!"ucap pemuda yang memiliki nyali sedikit itu. Charlie tersenyum tipis dan menoleh kebelakang sedikit melihat Danang yang wajahnya menjadi ketakutan dari sebelumnya.
Emir dan Michael memasang wajah datar melihat salah satu temannya cengeng. Kedua mata Abimanyu terbuka secara perlahan,mata oranyenya menyala dan mencoba melihat sekeliling hutan yang di pijaknya.
Disini ada beberapa aura yang sangat tidak bersahabat seperti aura yang penuh pembalasan dendam dalam diri orang itu. Dalam mata Abimanyu dan rasa yang di rasakannya bahwa orang pemilik aura jahat ini sedang memulihkan tubuh, kekuatan fisik+mentalnya.
Ia melihat mengarah ke teman-temannya nyantai sekarang mengalihkan pandang mengarah ke arah lain agar tidak satu kontak mata dengan Abimanyu secara langsung. Matanya menyipit melihat ke Charlie, ia melihat ada cahaya yang bersinar sedikit dalam tubuhnya dan ia tidak bisa melihat secara jelas ada sosok apa di dalam tubuhnya itu. Saat ia melihat Danang yang bersembunyi di balik punggung Charlie, Danang memiliki aura kegelapan sangat pekat dan ini seperti apa yang dirasakan tadi.
Sedangkan Michael dan Emir tidak ada efek sama sekali dalam tubuh mereka berdua. Mata Abimanyu kembali terpejam lalu terbuka kembali menyebabkan ia harus mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
"Abi, apa kau baik-baik saja?"tanya Charlie dibalas anggukan mantap Abimanyu.
"APA!"
Mata Michael melebar mendengar perkataan Abimanyu. "Kau yang benar saja Bi? Kita tersesat?"ucapnya begitu shock dan ia menghela nafas kasar.
Abimanyu memutuskan untuk kembali berjalan dimana mereka berjalan masuk menuju ke sini. Michael setiap perjalanan asik mengeluh dan menurutnya kemah gratis ini sangat buruk baginya. Emir melirik sinis ke Michael.
"Mic, kau tidak bisa diam apa? Kalau mulutmu tidak bisa diam, aku sumpal nih sama sepatuku."ancam Emir dibalas lirikkan tidak enak dari Michael.
Danang berjalan di samping Charlie masih asik melihat sekeliling dengan perasaan takut di dalam tubuhnya. Pikirannya sudah berpikir negatif dan terus negatif, takut kalau ia tidak bisa kembali dan bakal di culik oleh makhluk aneh.
__ADS_1
Charlie merasakan sesuatu di dalam dirinya tidak tahu kenapa ia merasakan tidak enak ada aura yang paling berbahaya di sini. Michael melihat ada cahaya hitam keunguan. "Charlie? Ada apa yang terjadi di dalam tubuhmu?"tanyanya membuat Charlie diam membisu.
Abimanyu berhenti melangkah lagi dan bilang kalau mereka semakin tersesat. Michael paling heboh sendiri dan menyalahkan pihak yang membuat perkemahan di Drak Shadows 36,paling utama ia tidak ingin pergi kemah. Namun di sekolahnya mengharuskannya ikut semua serempak kelas 7.
"Siapa sih yang menyelenggarakan kegiatan ini? Dan kenapa harus lokasi Drak Shadows 36?kenapa tidak lokasi paling Indah dan cocok buat anak berkemah di Bepa Field. Itu bagus buat berkemah."protes Michael dan berpendapat sendiri tempat yang cocok buat perkemahan. Abimanyu menggeleng.
"Itu tidak mungkin Mic! Ini sesuai pilihan dan sekolah yang kita tempati adalah sekolah pilihan yang mengikuti perkemahan gratis."ucapnya dibalas tatapan serius Michael.
"Mengapa harus sekolah yang memiliki murid berbakat tertentu saja yang di pilih? Mengapa sekolah yang biasa saja apalagi sekolah yang sangat elit tidak masuk ke perkemahan gratis ini."lanjut Michael melipat kedua tangannya.
Dahi Emir berkerut tidak mengerti maksud perkataan Michael barusan. "Apa maksud murid memiliki berbakat tertentu?"
Lalu mereka berlima terdiam di tempat hutan yang lebat tidak ada siapapun di sini. Sinar matahari bersinar terang dan angin perlahan datang membuat daun-daun pohon bergoyang mengikuti arah angin itu. Danang diam mencoba mengingat-mengingat sesuatu.
Ia waktu itu melihat peta besar yang terpasang jelas di pintu masuk di peta tersebut sangatlah luas dan sisanya adalah area yang tidak boleh dilewati oleh orang. Danang memegang pergelangan tangan Charlie kuat sehingga membuat Charlie kebingungan.
Abimanyu segera bertanya ke Danang secara halus. Charlie merasakan di tubuhnya ada ketakutan yang luar biasa yang dirasakan oleh Danang. Sehingga sisi tubuh Charlie berwarna hitam pekat bercampur putih tanda hampa.
"Jangan-jangan kita masuk ke area dimana kita dilarang melangkahkan kaki ke area terlarang. Karena aku ingat kelas peta Drak Shadows 36 ada yang wilayah tidak boleh melintas."ucap Danang masih merasa takut.
Michael memasang muka datar,"Penakut!"gumamnya pelan.
Abimanyu tersenyum dan tidak akan terjadi apa-apa ia sebagai ketua kelompok akan menemukan jalan keluar dari area terlarang ini. Dalam pikirannya ia sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa arah panah yang disediakan oleh Kakak pembinanya malah mengantar ia dan kelompoknya tersesat di area terlarang di Drak Shadows 36.
*Jangan Anggap Kami Lemah*
__ADS_1
Bersambung....