Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Sembilan Puluh Empat: Penghianat


__ADS_3

  Sebuah bangunan yang sudah terbengkalai dan nampak menyeramkan. Ia berjalan pelan seraya melihat sekeliling yang sepi tanpa ada orang satupun tetapi kiriman kucingnya berada di sini yang artinya musuh berada di sini, ia tidak akan pernah salah.


Langkahnya berhenti ada aura yang kuat, aura ini sama persis dengan makhluk yang menyerang tiga titik kota secara bersamaan. Pemuda tersebut terbagi 6 orang dan mengecek beberapa ruangan di sini.


Yang asli tetap berada di sini matanya terus waspada dan siap menerima serangan dadakan. Sepertinya musuh yang akan di hadapi oleh Vin sangat besar dan kekuatan paling kuat berada di bagian Selatan. Kedua matanya terpejam melihat seekor jangkrik raksasa akan menyerang kota dan di sana juga ada aura hitam.


"Memang mereka ingin menghancurkan kota."ucap Vin geram ia langsung berganti posisi secepat kilat ke tempat di mana bayangannya berada, tidak jauh dari monster jangkrik tersebut.


   Pemuda yang ada di atas kepala jangkrik tersebut tersenyum sumringah bisa menghancurkan kota dan mendengar semua orang berlarian ketakutan, menyelamatkan diri dari serangan jangkrik ini.


"Larilah semua. Kalian pantas untuk lari karena aku sudah kuat dan aku tidak segan-segan membunuh kalian semua!"ucapnya mengarahkan tangan ke depan menghentikan waktu.


Semua orang yang berlarian berhenti. Ia tertawa puas dan waktunya sangat tepat untuk menghabisi semua orang. Jangkrik itu melompat dan menghancurkan benda di sekitarnya. Banyak orang yang tertimbun puing-puing bangunan dan tidak bisa menghindar sebab waktu berhenti. Pemuda tersebut tertawa dan mengembalikan waktu seperti sedia kala.


"Sempurna!"ucapnya tertawa lepas setelah berhasil merusak sebagian kota dan tinggal beberapa kota lagi yang belum ia hancurkan.


  Di tempat Vin berada pemuda tersebut melihat posisi masih sama padahal ia tadi ingin berlari akan tetapi waktu tiba-tiba berhenti.


'Kenapa aku tadi tiba-tiba berhenti dan sekarang sudah sedia kala?' pertanyaan tersebut keluar dari benaknya menatap ke depan banyak sekali gedung-gedung sudah ambruk di sebabkan oleh satu jangkrik raksasa.


Sepertinya Vin harus berhati-hati menghadapi musuh yang akan di hadapinya. Pemuda tersebut melesat cepat menggunakan kekuatan auranya menuju ke kota. Setelah sampai,pemandangan sangat buruk banyak sekali kendaraan yang terbalik, hancur hingga tidak terbentuk. Toko-toko banyak yang rusak. Serta banyak orang tewas di tempat akibat tertimbun puing-puing bangunan apalagi tidak ada satupun yang selamat.


Tangannya mengepal, sebegitu kuat kah musuhnya ini--batinnya berlari mencari monster nggak punya hati tersebut. Ingin rasanya Vin bertemu dengan musuh sesungguhnya.


  Setelah berlarian mengelilingi kota ia sama sekali tidak bertemu pembuat rusuh dan menghilangkan banyak nyawa manusia tidak bersalah.


"Sayang sekali. Aku meninggalkan tikus got yang masih hidup di sini."ucap seorang pemuda berasal dari atas. Vin menoleh, mendongak ke atas melihat seorang pemuda berada di atas gedung menatapnya penuh remeh.


Vin tidak bisa melihat jelas siapa pemuda itu karena jaraknya begitu jauh. Matanya menyipit berteriak ke pemuda yang menganggapnya remeh itu.


"Woi!! Iblis! Turun lo! Apa kau nggak punya hati apa telah membunuh banyak orang!"lantang Vin pada pemuda tersebut.


Terdengar tawa mengejek pemuda tersebut membuat Vin rasanya ingin baku hantam pemuda tersebut.


"Dasar imajinasi lemah! Lebih baik kau mati saja daripada hidup. Bentar lagi aku akan mengusai bumi ini."ucapnya membuat Vin tersenyum simpul mendengar tujuan kecil dari musuh.

__ADS_1


Oh tujuannya adalah mengusai dunia dengan cara seperti ini. Vin tertawa lepas mendengarnya.


"Bodoh! Hanya itu saja tujuanmu! Percayalah kalau usaha itu akan memuakkan hasil yang sia-sia. Selagi aku berada di sini!"ucap Vin penuh semangat menunjuk pemuda yang menatapnya dari atas.


"Enyahlah imajinasi lemah. Kau tidak pantas untuk hidup!"ucapnya memanggil jangkriknya.


Serangan tiba-tiba dari jangkrik berhasil membuat tubuh Vin terpental jauh menubruk beberapa dinding gedung sekitarnya. Vin berdecih ia bangkit berdiri sambil mengusap sudut bibir yang berdarah akibat serangan dadakan dari musuh.


"Pembukaan yang bagus!"ucapnya.


*Jangan Anggap kami lemah*


  Vin berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa ia menatap ke depan lalu berlari meluncurkan pukulan di selimuti kegelapan mengarah ke monster itu. Tinggal beberapa centi secara tiba-tiba gerakannya menjadi lambat dan berhenti. Semuanya berhenti dan pukulan mematikan darinya juga berhenti.


'Pengendali waktu' batinnya.


"Hahaha sayang sekali!"ucap pemuda tersebut menyuruh jangkrik itu menyerang Vin bersamaan waktu kembali normal. Lagi-lagi Vin terpental hingga menatap dinding.


Rasa nyeri di panggungnya terasa sangat sakit. Vin tidak menyerah ia terus menyerang musuhnya tapi lagi-lagi pemuda tersebut menghentikan waktu terus menerus sehingga serangannya sia-sia. Tubuh Vin sekarang penuh luka dan darah terus keluar.


Sial aku sudah terluka parah dan aku nggak bisa bertarung lagi--ucapnya dalam hati.


"Hahaha. Menyerahlah Vin Imanuel. Kau tidak bisa mengalahkanku."ucapnya membuat Vin membulatkan matanya sempurna. Pemuda tersebut turun dari monster itu dan berjalan mendekati Vin yang terluka parah.


"Sayang sekali, kau Vin. Kau tidak perdaya lagi dengan tubuh penuh luka."ucapnya mengejek.


"Cih."umpatnya menatap seorang pemuda tampan dengan rambut di biarkan berdiri. Ia adalah murid badboy di sekolah dan terkesan tidak peduli dengan orang lain.


Banyak sekali para gadis mengaguminya tetapi ia sama sekali tidak merespon dan menganggap angin lalu. Vin sama sekali tidak sadar dan terkejut melihat secara langsung kalau itu Riko.


Riko adalah komplotan pihak musuh.


Riko tersenyum miring ternyata semua teman-temannya bodoh dan tidak menyadari kalau ada teman yang berpihak pada musuh.


"Terlambat untuk menyadari, Vin."kata Riko.

__ADS_1


"Kau... Kau penghianat!  Kau tega dengan teman-temanmu untuk tujuan menguasai dunia!"ucap Vin lantang dan harus menahan rasa sakit.


"Lebih baik kau diam dan aku akan mengakhiri hidupmu Vin."ucap Riko yang sudah tidak sabar mengakhiri kehidupan temannya ini.


Vin tersenyum miring menatap Riko, "sebelum kau membunuhku jawab semua pertanyaanku terlebih dahulu setelah itu...baru lah kau membunuhku."tawar Vin membuat Riko tekekeh geli mendengarnya.


Ia menimbang-nimbang kan tawaran Vin, "hmm tidak buruk. Baiklah, silahkan kasih aku pertanyaan setelah itu aku akan membunuhmu."ucapnya akhirnya.


"Tujuan awalmu apa?"tanyanya ke Riko serius.


"Tujuan awalku adalah memata-matai seseorang yang sudah di garis oleh tuanku."jawabnya.


"Apa manfaatnya kau menjalani tugas itu?"


"Aku akan bertambah kuat dan aku akan menjalankan hidupku sesuka hati tanpa aturan. Selain itu aku juga bisa mengetahui kelemahan musuh, itu sangat bermanfaat buatku. Contohnya adalah dirimu."katanya menatap Vin serius tanpa ada senyuman tipis hanya datar dan penuh rasa iri yang menumpuk di hatinya.


"Kau adalah salah satu Imajinasi kegelapan yang kuat. Kau berlatih terus sampai kekuatanmu naik level begitu pesat. Sedangkan teman-temanmu tidak ada niatan untuk menambah kekuatan atau mencoba kekuatan tersembunyi."ucapnya lagi.


"Maka dari itu aku akan membunuhmu yang aku pikir akan merepotkan. Tapi kenyataan tidak sama sekali."kata Riko tersenyum.


Vin tersenyum kecut mendengarnya. "Pertanyaan terakhir. Apa kau ingin benar-benar ingin menguasai dunia atau kau sama sekali tidak ada niatan untuk mengusai dunia?"tanya Vin menatap Riko yang tiba-tiba diam mendengarnya membuat seulas senyum di bibir Vin.


Skakmat!


"Kenapa kau diam saja? Aku hanya menyuruhmu memilih saja. Apakah pertanyaanku sulit di jawab?"tanya Vin lagi menatap Riko lamat-lamat.


"Penghianat!"kata Vin lagi penuh penekanan.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung...


Halo semua, masih stay kah? Sebentar lagi kalian akan di suguhkan kejadian-kejadian yang wow dan sebuah emosi yang terpendam setiap tokoh. Sebelum akan menuju ujung konflik sebenarnya dari "Jangan Anggap Kami Lemah".


Jangan lupa Like, Commentnya yaw✨

__ADS_1


__ADS_2