Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Empat Puluh Enam:Mencari kelompok Abimanyu


__ADS_3

Di tempat sedikit luas dekat dengan tempat tenda-tenda berdiri semua murid SMP sudah berkumpul setelah berjalan mengelilingi hutan Drak Shadows 36 ini untuk sekedar melihat-lihat pemandangan Indah dan memanjakan mata terhadap daun-daun hijau disini.


Bima selaku kakak pembina yang mengurus anak SMP bisa dibilang muridnya sangat banyak daripada anak SMK/SMA jadi ia dan teman-temannya harus membuang sekuat tenaga melakukan tugas ini.


"Silahkan check masing-masing kelompok dan anggotanya, jangan bilang ada yang tertinggal!"perintah Bima pada murid kemah mengecek setiap anggotanya. Kedua mata cokelatnya melihat sekeliling murid yang banyak ini.


  Hito berdiri disamping Bima menyapu pandang seluruh murid yang sudah berkumpul sesuai apa yang di rencanakan sebelumnya. Lalu kedua matanya menyipit seolah tahu ada yang kurang, Bima yang ada di sampingnya tidak mengerti apa yang maksud wajah bingung dari Hito.  "Ada apa To? Sepertinya serius banget melihat semua murid yang banyak ini dengan wajah bingungmu. Ku sarankan jangan masang wajah gitu terlihat konyol."ucapnya sedikit menyindir Hito yang ia yakini sedang meneliti murid yang sebanyak ini.


"Aku ngerasa ada yang kurang saja. Aku merasakan rasa campur aduk gitu. Check Bim!"kata Hito dan menyuruh ketuanya berjalan memastikan semuanya sudah ada disini. Mereka berdua masuk kedalam perdebatan kecil hanya masalah sepele aja yaitu mengecek setiap murid dan tentunya kelompok yang dibangun oleh mereka saat hari pertama.


  Tiba-tiba ada suara laki-laki berbadan gemuk itu mengatakan kalau ada satu kelompok yang belum datang yaitu Abimanyu dari sekolah SMP Negeri saat itu juga Hito dan Bima terkejut dan ada rasa panik dalam hatinya. Hito yang mendengar hal itu langsung melaporkan ke guru karena salah satu kelompok menghilang.


Tempat kemah SMP rusuh karena kelompok yang di ketuai oleh Abimanyu belum datang sampai detik ini juga membuat semua khawatir. Para guru juga ikutan bingung mau mencari Abimanyu berserta kelompoknya tapi ia sama sekali tidak tahu keberadaan mereka.


  Bima melesat pergi menuju tempat kemah sebelah yaitu meminta bantuan dari murid yang memiliki bakat tertentu atau kekuatan. Pemuda itu tahu bahwa kelompok SMK atau SMA memiliki bakat tertentu.


     Sampai di tempat tujuan semua orang tidak ada hanya ada Bu Ajeng yang lagi duduk santai di depan tenda kecil itu. Bima menghampiri wanita itu,"permisi bu?"ucapnya sesopan mungkin.


Bu Ajeng melihat seorang pemuda tampan yang sedikit asing di matanya. Beliau bangkit berdiri dan bertanya pada Bima. "Ada apa?"


"Maaf bu, sebelumnya. Saya disini mau minta bantuan untuk mencari kelompok yang hilang Bu."ucap Bima membuat Bu Ajeng terkejut. Dan tentu saja wanita itu juga bingung mengapa kelompok sebelah meminta bantuan murid-murid di sini, Bu Ajeng akan menghubungi yang lainnya untuk mengirim beberapa murid untuk mencari kelompok SMP yang hilang di sini.


-


-


-


-


   Di tengah hutan tidak jauh dari tempat perkemahan dan sungai disana ada lingkaran berukuran besar yang sudah disulap menjadi area pertandingan. Semua penonton yang melihat serangan luar biasa hanya bisa beteriak kencang. Yup sekarang adalah pertaruangan Kak Melvi dan Tera yang memiliki kekuatan Es dan tumbuhan. Lidya hanya bisa melihat dengan wajah khawatir ia sudah puas melihat pertarungan kekuatan dari murid lain dan tidak ingin melihatnya lagi.


Tera sudah terperangkap oleh Es yang perlahan membekukan tubuhnya itu. Melvi menghentikan kekuatannya sampai leher Tera tentu itu membuat Lidya was-was dan pikirannya sudah diambang negatif.


Pritt


Suara peluitan sudah berbunyi tanda permainan pertarungan kekuatan sudah berakhir dan pemenangnya adalah Melvi. Es yang menjebak tubuh Tera perlahan meleleh membuat Tera bernafas lega permainan sudah berakhir. Kepala sekolah Negeri Satu yang dikenal tegas dan galak walau ia terlihat tampan angkat bicara dan mengucapkan selamat kepada yang lain telah bekerja sama.


"Saya mengambil permainan ini supaya kalian tahu kalau kekuatan harus digunakan dengan baik, saling melindungi jika ada bahaya harus tangkas. Jangan salah gunakan kekuatan. Karena kejadian kemarin ada kekuatan paling kuat tidak terkendali sampai menimbulkan orang lain terluka. Jadi saya putuskan untuk buat game ini supaya kalian bisa buka mata yang lebar dan berpikir!"jelasnya tegas membuat semua murid takut dengan Pak Ganda, kepala sekolah SMA Negeri Satu.


Lalu Pak Arlan mengambil ahli sebentar dari Pak Ganda. "Saya disini Pak Arlan mau memberitahukan sesuatu hal informasi dari Bu Ajeng."ucapnya membuat semua merinding dan berbisik-bisik.


"Kalau pihak kemah dari SMP meminta beberapa kalian mencari kelompok yang diketuai oleh Abimanyu yang hilang di hutan ini sampai sekarang belum kembali."lanjut Pak Arlan membuat semua orang terkejut.


Vin yang ada di barisan belakang langsung menuju kedepan dengan eksrpesi tidak percaya mendengar kabar tidak sedap apalagi mendengar nama Abimanyu. "Bagaimana bisa Pa?"ucap Vin lantang dicampur khawatir takut kelompok yang dipimpin oleh Abimanyu kenapa-napa.

__ADS_1


Tangannya mengepal,"aku harus mencarinya!"ucap Vin tanpa berpikir panjang namun tindakan Vin dicegah oleh Pak Ganda.


"Jangan ambil langkah salah!"ucapnya tegas mencegah langkah Vin. Pemuda itu menoleh menatap Pak Ganda tajam kearahnya membuat kekuatan negatif milik Vin menyebar luas membuat orang sekitarnya lebih merinding sampai ada yang menangis.


  Lidya mengelus tangannya mencoba menahan aura negatif Vin yang terasa luar biasa horor. Kevin menghampiri Vin dan Farah mengikuti pemuda yang miserius itu karena tangan mereka masih menempel,belum bisa dilepaskan. Kevin menepuk bahu Vin pelan untuk bersabar sedikit.


"Tunggu,Pak Ganda menugaskan kita. Jangan salah langkah Vin."ucapnya. Vin mengehela nafas kasar dan kekuatan negatifnya kembali ke dalam tubuhnya jadi hanya orang yang dekat dengannya yang bisa merasakan aura negatifnya.


"Baiklah. Aku akan memanggil beberapa nama yang bakal membantu Vin,Kevin dan Farah. Dan ingat! Harus bekerja sama kalau ada masalah apa-apa,mengerti!"ucapnya tegas dibalas anggukan semua murid.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


  Kelima pemuda masih berjalan menelusuri tempat yang mereka pijak. Abimanyu yakin kalau ia dan kelompoknya berjalan mengarah awal mereka masuki ke tempat area terlarang ini. Danang semakin lama semakin takut luar biasa dan Charlie tidak merasakan apapun disini tidak seperti yang tadi.


Ia berpikir bagaimana kondisi Iva dirumah lalu tubuhnya merasa geli dan tubuhnya bersinar-sinar. Michael yang ada di belakang Charlie merasa silau,"oi ini sinar darimana sih? Silau banget?"ucapnya berushaa menutupi cahaya itu dengan tangannya supaya tidak masuk ke mata.


Charlie terkekeh pelan dan ia merasakan senang kalau adiknya itu juga senang. Emir yang melihat kedua temannya aneh hanya bisa diam dan bertanya pada Abimanyu.


"Bi,gimana kita udah sampai apa belum? Aku ngerasa kita semakin jauh."tanya Emir dan sedikit ngeri. Ia melihat ke atas sinar matahari sudah bergeser ke barat dan sebentar lagi sore akan datang.


Abimanyu celingak-celinguk mencari jalan lainnya. "Aku rasa, ini jalan yang kita sudah lewati."ucap Abimanyu tidak yakin.


Michael melotot,"maksudmu kita kembali ke titik awal begitu. Kita sudah berjalan selama dua puluh lima menit dan hasilnya kita kembali ke titik awal, bagus!"gerutu Michael kesal melipat kedua tangannya.


Peletak!


"Aduh, sakit Mir!"ringis Michael melirik sinis mengarah Emir sambil mengelus kepala yang udah di tosek.


"Biarin. Telingaku sudah panas mendengar celotehanmu itu. Bisakah kau tenang sebentar dan berpikir."ucap Emir sedikit nada kesal. Akhirnya mereka berlima memutuskan untuk duduk lesehan menunggu ada orang yang menemukan mereka disini.


"Aku takut sekali!"ucap Danang lagi menekuk kedua lututnya agar tidak bergetar. Michael berdecih kesal harus bersama dengan makhluk penakut seperti Danang.


"Dasar penakut! Kalau begini terus Nang. Lebih baik kau jadi gadis saja jangan jadi laki-laki!"cibirnya membuat Danang tambah takut.


"Ish kau ini Mic! Danang tambah takut tuh."kata Emir menggeleng.


Abimanyu menatap Datang yang terus memasang wajah ketakutan padahal sedari tadi tidak terjadi apa-apa. Mungkin tersesat jadi Danang takut tidak bisa pulang, batinnya positif.


Danang melirik ke arah Michael dengan wajah kesal. "Aku takut, kalau kita akan dimakan oleh lubang hitam. Jangan sembarangan kalau ngomong!"ucapnya sedikit ngegas membuat semuanya terkejut tiba-tiba Datang berkata seperti itu.


Michael tertawa saat itu juga, "Hahahaha, sejak kapan ha! Ada lubang hitam yang akan melahap kita semua. Kau menghayal Danang!"ucap Michael tertawa guling-guling. Abimanyu menatap tajam mengarah ke Danang lalu menutup matanya sebentar kemudian membuka mata oranyenya.


Di tubuh Danang masih ada aura penuh ketakutan yang sangat luar biasa asapnya sangat hitam pekat. Aura kesedihan, kesepian, tidak dianggap, di remehkan, dinistakan dicampur menjadi satu sehingga Danang merasa kalau ia dekat dengan seseorang selalu takut. Takut di bully sama teman-temannya.


Kedua mata Abimanyu sedikit menyipit ada sesatu tersembunyi di dalam tubuh Danang tapi ia tidak tahu apa itu. Mata kembali terpejam dan mengalih ke normal. Abimanyu tidak bisa menggunakan mata oranye nya lama-lama hanya untuk mengetahui kekuatan teman-temannya atau musuh.

__ADS_1


Oranye Eyes:bisa melihat kekuatan musuh, kelemahan dan solusi supaya kekuatan itu tidak meresahkan orang di sekelilingnya tapi harus berdiri di sampingnya terus agar kekuatan itu berhenti(Non Aktif)


Mereka berlima terdiam dan tidak berbicara topik apapun hanya ada angin yang menghebus memainkan dedaunan dan membuat beberapa healian rambut terbang. Sebuah capung kecil melihat kelima laki-laki yang duduk di area terlarang dan capung itu terbang menendekati mereka berlima mendeteksinya.


"Aduh, ini gimana Bi? Kita belum bisa keluar dari area terlarang Drak Shadows 36 ini."kata Emir sedikit lesuh meminta Abimanyu mencari solusi. Abimanyu menggeleng pasrah dan hanya ada satu jalannya yaitu berdoa.


  Tedengar ada suara pijakan kaki yang akan menghampiri mereka berlima. Charlie yang mendengar itu menyuruh teman-temannya was-was siapa tahu diarea terlarang ini ada binatang buas. Kelimanya sudah siap-siap ancang-ancang.


Srek!


"Halo semuanya!"ucap seorang gadis kurus menyapa mereka akrab sambil melambaikan tangan lalu disusul oleh gadis bertubuh seperti barbie.


Mata Charlie terbinar-binar melihat Lidya telah menemukannya di tempat terlarang ini. Ia memeluk Lidya dan membalas pelukan Charlie,"kau tidak apa-apa Char?"tanya Lidya Memastikan.


Charlie mengacungkan jempol dan tersenyum,"tidak apa-apa kak!"


"Abimanyu!"panggil seseorang dari belakang Lidya siapa lagi kalau bukan Vin.


"Kak Vin!"seru Abimanyu.


Lalu keluarlah Arkan, Kevin dan Farah dari belakang. Untunglah Arkan bisa menciptakan sesuatu yang berguna dari alat ciptaan skatborad miliknya tadi untuk menciptakan alat capung pendeteksi dilengkapi sensor, GPS yang langsung masuk kedalam jam tangannya.


"Kak. Bagaimana kalian bisa menemukan kami disini?daritadi kita sudah berjalan berusaha keluar dari sini tapi malah kembali ke titik pertama ini?"tanya Michael pada mereka berenam.


"Oh itu, gara-gara Kak Arkan dengan barang ciptaan teknologi canggih."jawab Lina menunjuk pemuda berkacamata bulat seperti orang culun tapi ia pantas dijuluki profesor.


"Baiklah, kalian merapat biar Kak Kevin membawa kalian semua kembali ke tenda."ucap Farah tersenyum. Mereka berlima merapat membentuk lingkaran.


Kevin mengeluarkan asap putihnya menyelimuti semua orang dengan asap tebal dan menghilang tanpa jejak. Semua orang yang ada di perkemahan merasa takut dan khawatir. Cantika pun ikut khawatir kalau Lidya dan lainnya juga ikut tersesat.


Sebuah asap tebal datang membuat penglihatan mereka terhalangi oleh asap putih tersebut. Tidak lama kemudian asap putih itu menghilang dan mendapati Lidya dan lainnya datang bersama kelompok Abimanyu. Membuat semua orang tersenyum dan bertepuk tangan.


Guru SMP menghela nafas lega anak didiknya sudah kembali dan berterima kasih oleh kelompok penyelamat. Seorang gadis menatap tidak suka melihat kejadian ini menurutnya itu sangat mustahil di luar akal karena tidak sedikit murid disini bisa memiliki kekuatan tidak terduga.


Contohnya permainan tadi ada dua orang yang bertarung menggunakan kekuatan masing-masing. Dan ia juga benci sama gadis berambut gelombang kurus itu. Dia hanya gadis biasa tapi ia sangat terkenal di sekolah SMK Cemerlang tidak hanya itu saja, Tera yang selama ini ia dan satu kelasnya membullynya. Sekarang mendapatkan teman banyak dan memiliki kekuatan tumbuhan.


Jadi selama ini Tera yang mematikan kran air itu dengan kekuatannya sehingga membuat gempar satu sekolah-batinnya mengeluarkan aura kebencian melihat orang yang biasa-biasa saja merasakan bahagia.


"Lid. Yuk kita ke tenda dan besok kita sudah mulai pulang ke rumah."ucap Farah dibalas angguk Lidya. Kevin juga ikut dengan Farah terus menerus belakangan ini terkadang ia harus menerima ledekkan dari Agung.


Rasanya ingin menghilangkan dia dari bumi ini--batin Kevin menggurutu melihat sifat Agung yang suka mencari masalah hidup dengan Kevin.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2